Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Sakit.


__ADS_3

Azka masih berbaring dan memejamkan mata. Dingin malam tanah Korea menyerang tubuhnya.


'Apa kau tau dingin? jika kehadiran mu, mempunyai banyak arti.


Apa kau tau angin? kedatanganmu banyak mengundang rasa.


Apa memang kau suka menyiksa orang merana? Ha!. Aku bertanya kenapa kau tambah menyerang ragaku!, Aku sudah tersiksa akan semua Cinta, dan hadirnya


di tambah kehadiranmu yang menyengsarakan. Ya Allah sesungguhnya dingin, angin, hujan, itu nikmat, tapi aku tak bersyukur. Ampuni hamba Ya Allah.


" Kau, Azka?" Panggil wanita, Azka membuka mata, melihat orang yang tidak pernah di kenal Azka.


Azka duduk.


" Saya tidak mengenal Anda?" Ucap Azka yang hendak pergi dari kursi, ia berdiri.


" Tunggu nak, kau yang mencintai Fariha?" Cegah wanita iyu, Azka menoleh ketika mendengar nama Fariha di sebut.


" Duduk!" Suruh wanita yang kira-kira umur 47 tahun. Dia duduk, Azka kembali duduk dengan meniupi telapak tangan yang mulai kedinginan.


" Boleh ku tahu siapa Anda?" Tanya Azka memegang pipinya yang dingin, Azka mulai mengigil.


" Pemuda yang jatuh cinta memang sangat aneh, pakai ini " Wanita itu memberi syal yang ia bawa, ia sendiri sudah memakai jaket tebal berbulu.


" Cepat pakai nak, " Suruh wanita itu ke Azka, Azka memakainya.


" Trimakasih, bi..k" Ucap Azka, yang sudah mulai menikmati suasana.


" Aku Ani! pembantunya den Andre, yang merawat nyonya Fariha." Jelas wanita itu menperkenalkan diri.


" Oh. Ehmmm tapi aku sudah tidak ada hubungan apa-apa sama mereka!" Singkat Azka.


'Aku sudah menyerah, dan bukan


siapa-siapa lagi untuknya.'


" Tapi kamu tidak pernah tahu hati Fariha!, Dengar nak. Aku yang selalu ada saat Fariha merasa ke sakitan."

__ADS_1


" Tapi dia sama sekali tidak menghiraukanku!" Sahut Azka menatap ke Bi Ani.


" Apa kamu pernah bertanya kenapa den Andre bisa bersama Fariha?" Ucapan yang masih samar dari Bi Ani.


" Aku sudah berjanji tidak akan masuk ke dalam hidupnya lagi. Jadi cerita apapun tentang dia aku tidak mau dengar." Tegas Azka, hendak berdiri padahal di hatinya sangat penasaran.


'Azka.Azka!. kamu kepo. Jangan, ada apa di balik semua, kamu jadi kenapa naif. Ya Allah aku terlanjur janji Oh Janji janji, aku ingat! dalam islam melebur janji memberi sodakoh kepada fakir miskin, nanti cari di NU online. Iya, aku banyak uang di langgar tidak apalah kalau bersedekah harta dari mami masih sisa banyak, untung mami kaya. Tapi aku sangat tahu mengingkari janji dosa besar, tapikan niatnya baik.'


pikir Azka.


" Kok melamun. Jika kebahagiaanya adalah kamu?" Sahut cepat Bi Ani, mencoba mencegah Azka.


" Apa maksud Bibik?" Tanya Azka jadi penasaran dan kembali duduk.


' Maaf Merah jambu aku tergairahkan oleh melebur janji secara islam, lagian hal baik, aku tidak sekejam pelakor, aku hanya ingin membuatmu bahagia. Heh aku kembali berharap, semoga ini harapan nyata bukan halu, Kabul kan Ya Allah.'


" Mereka akan menikah kan?" Tanya Azka mulai cari tahu.


" Dengar dulu, Fariha mencintamu buatlah Fariha jujur atas perasaannya." Tegur Bi Ani serius.


" Aku tahu sudah jelas. Tapi aku sudah berjanji. Apa buktinya kalau dia mencintaiku? " Ragu Azka mau mundur atau kembali maju memperjuangkan cintanya.


" Nak! den Andre memang akan menikah tapi bukan bersama Fariha" Tegas Ani, Azka kaget.


" Kan, What kanYe...s? sudahku duga, Jadi kenapa Fariha bisa bersama Andre?" Tanya Azka semakin penasaran.


" Den Andre yang menabraknya." Terang Ani sedikit takut.


" Apa!.Allahu akbar. Dia sekejam itu tapi kenapa Laila masih mau!" Azka tambah penasaran dan semajin bingung.


" Ya Nona Fariha minta tanggung jawab, karna telah membuat ia cacat." Ucapan yang masih belum terang.


" Yang jelas to Bik!" Saran Azka yang masih kaget dan bingung.


'Laila betapa sakitnya, maaf laila aku harus maju mendapatkanmu.'


" Jadi 14 bulan yang lalu den Andre sengaja menabrak Fariha, entah karna apa. Andre di tangkap polisi Nyonya Alia mamanya den Andre, minta maaf dan meminta agar Fariha mau membebaskan Den Andre, neng Fariha mengajukan syarat jika ingin bebas, seumur hidup harus merawat Fariha, sebagai tanggung jawab den Andre." jelas bik Ani Azka terdiam.

__ADS_1


'Sampai segitunya kamu tidak mau merepotkan keluarga yang menyayangimu, Laila aku mencintaimu apa adanya, aku tulus Ya Allah satukanlah kami, aku akan menjaga dan merawatnya,'


Batin Azka tersiksa.


" Aku bingung Bik, karna dari Laila maksudnya Fariha tidak jujur kepada ku. Jika seumur hidup Andre menjaga Laila, bisa terancam cintaku." Ceplos Azka sambil berfikir keras.


" Maka dari itu kamu harus perjuangkan cintamu. Karna aku selalu mendanpinginya, Aku mengenalnya dengan baik, aku sungguh tidak tega ketika melihat neng Fariha melukis, dia selalu menangis. Dia sering cerita tentang kekonyolan kamu Nak, bagaimana cara memanggilmu dengan sebutan


merah jambu." Ungkap bik Ani.


" Wau, Laila seperti itu aku senang. Tapi aku masih sangat sedih. Keterlaluan sekali Andre laki-laki macam apa dia. Sampai tega, Ya Allah merah jambuku begitu sakit kau selama ini" Kata Azka kesal sekaligus sedih, bagaimana tidak orang yang di cintainya cacat karna dendam keegoisan dan kekanak-kanakan dari Andre.


" Tapi nak, tidak mudah merawat gadis seperti Fariha, dia memang baik dan peduli, sangat solihah. Tapi sebagian tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak ..he...he...hiks.....hiks...Terkadang dia menyerah karna kasihan kepadaku...he..eh..hiks..Dia tidak berani mencintaimu karna keadaannya, dia tidak ingin kamu kerepotan. Aku hanyalah pembantu aku senang bisa merawat Fariha, tapi juga lelah Nak. Jika kau mencintai dengan sepenuh hati trimalah dia apa adanya. Maafkan aku mengeluh karna aku sendiri punya penyakit rematik jika suasana dingin nyeri-nyeri semua. Aku juga sudah berumur aku memang di gaji banyak bahkan uang neng Fariha di berikan kepadaku, karna dia tahu merawatnya bukanlah hal yang mudah. Jika kamu menikahinya uang itu akan ku kembalikan." Penjelasan Bik Ani membuat Azka sangat benci kepada Andre. Kobaran cinta telah menyalakan api panas di fikiran Azka.


" Aku bisa menerima apa adanya sepenuh hatiku, jika aku harus merawatnya seumur hidup ku akan ku jalani sepenuh hati. Tapi aku tidak bisa meyakinkannya, aku harus bagaimana. Ya Allah, karna tidak mau merepotkanku dia sampai sejauh ini melakukan kebohongan. Ya Allah beri aku petunjuk untuk menyadarkan dia." Azka sangat sedih dadanya terasa sangat sesak. Hembusan nafas berat beruntutan.


" Dengar bik masalah uang saya tidak peduli terserah Laila.


Ayo Azka berfikirlah, hemm."


" Nak, saya akan bantu sebisa saya," Kata bik Ani meyakinkan Azka.


" O...Ya..." Teriak Azka semangat level penuh, membuat bik Ani terkejut sambil memegang dadanya.


" Kaget aku!" pelan bik Ani


" Buat dia kuatir kepadaku, mungkin itu bisa menunjukkan bagaimana sikapnya, ini perjuang cinta yang panjang sepanjang sungai Han yang ada di sini. Baiklah kita harus saling kode bik. Setiap saat bibik pergi bersamanya, kemana pun kabari saya, dengan pin tanpa lobet, maksudnya ponsel bik Ani jangan ngedrop. Ini baru Drain(drama Indonesia) di korea ha..ha..." Lanjut Azka dia sangat bersemangat setelah mendapat kabar dari pembantu Andre.


" Tapi kamu nak, apa tidak dendam sama den Andre? " Tanya bik Ani sedikit takut.


" Jika Laila memaafkan aku juga memaafkan walau aku sangat ingin mengOfkan dia, namun aku tahu batasanku, Laila yang tersiksa saja bisa memaafkan, apa lagi cuma aku. Aku jatuh cinta kepada Laila karna kebaikan hatinya.".


" Ya udah Nak saya masuk Hotel dulu, nih tulis nomer telpon kamu" Sambil memberi ponsel ke Azka, Azka menulis nomernya.


" Pengejar cinta bik biar Laila tidak curiga." Jelas Azka lalu mengembalikan ponsel.


" He...he..kamu benar-benar unik. Ya sudah." Bik Ani pergi. Azka masih duduk di kursi itu.

__ADS_1


'Ya Allah ampuni hamba sejatinya hamba juga takut akan dosa, namun pengorbanan Laila membuat hamba lebih takut karna ia semakin berbohong dan menyiksa diri sendiri ketika tidak sanggup menghadapi keadaannya, karna dia juga terkadang menyerah. Ya Allah Ya Tuhanku beri aku jalan yang terbaik untuk membahagiakan hambamu yang bernama Laila Fariha. Amiiiin.'


..Bersambung..


__ADS_2