Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Mencari Tau Masa Lalu.


__ADS_3

Mendung petang tanpa di undang, langit menangis tiba-tiba, hujan jatuh di tanah Jakarta, rintikinnya sangat deras.


Azka sampai di rumah megah dan besar miliknya. Azka berjalan lemas ke kamar biasa saat ia galau kamar paling ujung, yang kemarin ingin Azka berikan untuk panti.


"Ini kamar segede rumah, Mami Sofia dan Tuan Pras membangun tapi tidak di tempati sungguh payah, memubadirkan sesuatukan dosa, " Azka bicara sendiri dengan memeluk erat boneka Spongebob barunya.


" Aden panggil saya,? Ucap Bik Jah.


" Bik duduk, mari ngobrol, ceritakan semua tentang Mami,." Jelas Azka.


"Yang mana den,?" Kata Bik Jah.


" Semua yang Bik Jah tau,? perasaan Mami ke Papi, apa permasalahan mereka yang sangat besar hingga terjadi perceraian,?" Jelas Azka.


" Saya bingung mau mulai dari mana , tidak semua masalah Nyona Sofia di ceritakan ke saya. " Bik Jah membuang nafas berat dan mulai bercerita.


" Saya kerja di sini atas permintaan


Tuan Pras, ketika itu Aden umur lima tahun kalau tidak salah, Hampir setiap malam mereka bertengkar hanya karna janda bernama Laura, kesalah fahaman tetus terjadi, Nyonya Sofia bercerita kalau papanya kena serangan jantung gara gara kabar perselingkuan Tuan Pras, di setiap Tuan Pras mau menjelaskan ke Nyonya Sofia sudah marah dulu, sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan dari Tuan Pras,. Padahal Tuan Pras selalu merayu dengan bunga yang di sukai Nyonya, merayu dengan membawa perhiasan,. Tapi Nyonya malah marah-marah dan pertengkaran menjadi-jadi karna ke duanya tidak mengakui salahnya masing-masing, keegoisan dari ke duanya tidak bisa meredam masalah.


Nyonya tetap memojokkan Tuan dengan tuduhan kematian Tuan Sutio, Tuan Pras tidak terima dan berkata dengan emosi. Aku tidak membunuh Ayah Sofia, ini sudah takdir.


Kata Tuan Pras membuat nyonya marah,. Memang tidak membunuh tapi kelakuan mu yang bejat yang membunuhnya secara perlahan. Begitu sadis tuduhan Nyonya kepada Tuan Pras, Setiap satu kata penjelasan dari Tuan Nyonya menjawab ribuan kali.


Sekian kali Tuan Pras berkata aku tidak selingkuh semua ini fitnah, tapi tetap saja Nyonya Sofia tidak percaya, dan milih kabur ke Makasar "


"Aku ingat itu, lalu Mami membawa pria pulang ke rumah ini, dan membuat Papi marah besar, dan sempat pergi tak tau kemana!" Saut Azka.


"Iya den, mereka bertengkar setiap saat pertengkar terus menerus, hingga Mami aden pergi ke Paris, tanpa pamit,.


Dia berpesan tolong ceritakan jika Tuan pras bawa wanita lain kemari, Saya di suruh lapor tapi buktinya selama Nyonya pergi Tuan Pras masih setia menunggu dan menanti.


Hingga Nyonya mengirim surat cerai, saya melihat betapa terpukulnya Tuan Pras,.


Oh ya den, Tuan Pras menemukan foto foto perselingkuhan nyonya dengan orang Makasar itu , maaf den!"


"He...h entah la..h " keluh Azka.


" Tapi den sebelum nyonya pergi ada yang aneh, menurut saya! " ingat bik Ijah


" Apa bik, aneh bagaimana?" Penasaran Azka.


" Ketika saya membersihkan kamarnya, saya menemukan surat kesehatan Nyonya yang tertulis kanker payudara atau miningitis kalau tidak salah, saya sedikit lupa den.,.

__ADS_1


Iya, saya kepergok membaca itu, Nyonya mengelak dan bilang ini bukan miliknya , seperti itu," Jelas Bik Jah.


"Apa karna itu mami pergi, tapi Mami, terlihat sehat sampai saat ini, aku selalu mendoakan kesehatannya, tapi jika penyakit selaama ini tidak ada tanda-tandanya, aku jadi bingung, ada yang Bibik tau lagi,?" Tanya pelan Azka.


"Banyak rahasia den, Nyonya sangat tertutup dari segala hal, Nyonya tidak pernah sekali pun cerita ke siapapun, " Lanjut Bik Jah.


"Assalamu'alaikum,?" Datang Laila.


"Wa'alaikumsalam, sudah pulang kamu " Ringan Azka.


"Ha.h kamar ini sangat jauh, bagai menyebrangi lautan tak bertepi," Keluh Laila langsung duduk di sofa kamar Azka.


" Kok, tumben kemari?" Heran Azka dan sedikit acuh.


" Seharusnya bersikap baik dan nyadar tidak acuh, kata mbak Salwa butuh teman,? kalau tidak keberatan aku mau kadi temanmu, plis jangan tolak, jangan buat aku malu, bilang iya karna tak ada kesempatan kedua," Rayu Laila,


"Temanmu,? kalau di tolak kenapa?, aku curiga deh. Ada yang aneh,! " Curiga Azka.


" Ya Allah luaskanlah fikiran cupet Tuan malang ini, luaskan seluas samudra hindia" Doa lebay Laila.


" Hay merah jambu doamu lebbay, yang tulus dong!" Tegur Azka.


" Yang malu gitu lo.., kalau doa, agar di kabulkan" Lanjut Azka.


" Ya terserahlah, aku hanya bisa mengaminkan. Amiiiin,." Jawab cepat Azka.


" Teman!" Ucap Laila sambil mengedip-edipkan mata.


" Kenapa matamu,? hi....hentikan mengerikan! Oke l..ah , tu..h ambil hadiah di hari pertama mu, " Suruh Azka, Laila tersenyum.


"A...h, Spongebob konyol,. Baiklah , " Laila memandang langit-langit yang penuh figora celana dalam.


"Astagfirullah , ha ha ha , celana dalam aja di pajang, ha ha.." ledek Laila.


"Akan ku ganti semuanya jika menikah dengan mu," Kata Azka membuat bengong Laila.


"Ha ha ha... tapi ya tidak mungkin, sudah berharap dia Bik Jah," Balas balik ledek Azka.


"Kau tau kamar ini,?" tanya Azka.


"Dari pak Ahmad , ni..h Tuan Azka bubur kacang hijau dan jus jambu merah bukan merah jambu," Beri Laila.


"Adu..h perhatiannya mending cepat nikah aja den,!" Ledek Bik Jah.

__ADS_1


"Apaan sih Bik dia terlalu kecil, " Azka mengelak.


"Ya sudah saya pamit ya, pamit ke kamar pinjaman,." Pamit Laila.


"Laila tunggu " Cegah Azka


" Ada apa ?" Tanya Laila.


"Bik Jah, ambil kan remot yang warna putih " Suruh Azka lalu menghadap ke tirai, Bik Jah mberikan remot itu.


"Saya ke dapur ya den! " Pamit Bik Jah, Azka mengangguk "iya".


"Ini hadiah karna kamu sudah jadi teman ku" Azka memencet remot.


Hati terpaut mata terpana, Laila ta'jub dengan yang di lihatnya, Laila lalu berjalan pelan ke danau buatan dan bunga sakura asli yang berguguran .


"Kau senang ?" Tanya Azka.


"Wa...h ini beneran, tidak ngimpikan aku!" Kagum Laila


"Jebur saja ke danaunya, dasar merah jambu katrok,." Ejek Azka


"Ini benar benar indah, bahagianya seseorang yang menikah dengan mu!" Puji Laila.


"Menikahnya karna cinta aku, atau semua yang aku punya!." Tanya Azka.


"Entahlahb" Laila terus berjalan karna terhipnotis yang di lihatnya.


"Awas" Teriak Azka.


Byuy....ur , Laila terjebur Azka tertawa .


"Ha. ..ha..., ini konyol "


"Ini gak lucu " Teriak Laila kesalnya.


" Yah, dari senang datang mendung kau itu lucu,." Kata Azka jongkok di depan Laila.


" Sini aku bantu " Azka mengulurkan tangan.


"Bukan muhrim, ini lucu ayo tertawa...😆" Ucap Laila sedikit ketawa, lalu duduk di pinggiran danau dan menciprati Azka. Azka membalasnya.


Mereka tertawa bersama.

__ADS_1


....Bersambung....


__ADS_2