Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Isyarat Palsu.


__ADS_3

 Siang sangat terik, suasana panas menyengat kulit. Azka akan pulang, sebelum pulang dari Kampus ia solat di Masjid. Setelah itu ia pulang.


"Hai Laila, aw...as dor,. Ku buka hatimu..!" Gurau Azka.


"kre..ak silahkan,!"


mereka tertawa, semua pegawai bingung melihat tingkah aneh ke duanya.


Mereka berjalan beda arah, Azka ke


kamarnya, Laila ke kamar yang biasa ia tiduri.


Hp Azka berdering,


"Assalamu'alaikum Ma!.." Dengan suara riang terdengar beda dan bahagia dari Azka.


"Wa'alaikum salam" Mami Sofia Sedikit heran.


"Mam Bagaimana kabar nya,? " Tidak pernah sekali pun Azka bertanya seperti itu. Azka menunjukan sikap lebih tenang dan lembut,


Maminya tersenyum.


" Mami baik, pekerjaan juga baik, kamu sendiri ?" Sedikit haru.


"Alhamdulillah saya baik, suatu saat aku ingin ke Paris dan hidup bersama Mami, " Jelas Azka tapi di tolak maminya.


"Maaf Azka, tapi jika kita bisa hidup bersama, mami harap bisa tinggal di rumah kita, bukan di Paris" tegas maminya.


"Ya semoga itu bisa jadi kenyataan, dan bukan hanya sekedar mimpi ku, Amiin." Doa Azka.


"Mami juga pernah bermimpi seperti itu, tapi itu menyakitkan untuk mami," ceplos Maminya, Azka berfikir.


'Apa maksudnya, sikap Mami aneh, apa yang di tutupi?, ' Batinya.


"Ya sudah mami sibuk, masih banya pekerjaan, mendengar suaramu akan jadi penawar rindu buat Mami." Sofia menutup telpon.


" Ucapan Mami lebih manis hari ini, Sebenarnya apa yang tak pernahku tau, banyak Azka, terlalu banyak rahasia yang di simpan di gudang hati mereka,. Eh pusing.


Mami malah memberi harapan, harapan yang tak jelas tujuannya, seperti mobil yang di beri isyarat palsu lalu nyasar, hoax.!" mengrutu dengan berjalan ke meja makan, mengambil dua buah jeruk, lalu memutar TV, Azka sopan sejak ada Laila, dia tidak pernah pakai boxser seksi itu lagi,.


Azka tak henti tertawa melihat Spongebob, tertawa tapi matanya menangis.


"Hai kak, aku merasakan suasana aneh, cuaca cerah tapi ada hujan, " ucapan Laila tak di anggap, lalu duduk di sofa berjarak 2 meter.


"Au..., " Teriak Laila.


"Kenapa ?" Azka panik.


"Jari telunjukku, ke injak kaki ku, sakit!!"


Azka tertawa


"Aneh, sengaja kan,? jangan di ulangi, menyakiti diri sendiri dosa, ! " Tegur Azka.


"Yes, ustadz dadakan" Panggil Laila, Azka bingung lalu tertawa.


" Jangan begitu!" Azka bersandar di tangan kursi.


"Enaknya ngapain ya?" Ajak Azka.


"Kita karokean kita putar lagu armada, dan buat klipnya, dengan semua, dan jurinya yang tidak punya pasangan !" Ide Laila.

__ADS_1


"Seru tu..h, aku sama kamu tim?" Tanya Azka.


"Yap , yang kalah nlaktir bakso untuk semua orang." Ringan Laila


"Yah, kalau yang kalah para pendamping rumah ya pakek uang aku !! , minta gaji dulu mereka, " keluh Azka


"Kan, kak Azka kaya raya jadi tlaktir orang seisi rumah tidak perlu harus jual mobil, uang dua ratus ribu cukup kok,! jangan pelit " bujuk Laila "Tapi aku minta bakso tiga


mangkuk ya! " Lanjut Laila ,.


"Woi ,! akan sebesar apa perut mu!"


Mereka tertawa.


"Kak uwet, pedes pedes pedes, perih mata ku" Laila sambil mengucek mata.


"Kelilipan,!? " Azka berdiri panik,


"Terpana tatapan kak Azka! " Gombal Laila.


"Ya Allah, tolong jangan copotkan jantung ku," bicara dengan nada tinggi , Azka duduk ,.


'aku terburai dengan sikapmu Laila, tingkahmu membuat aku semakin runtuh, karna cinta yang Engkau datangkan YA Allah.'


"Laila pusing, Ya Allah sakit!, sakit Laila, tolong ambilkan obat, cepat Laila!" Azka meremat kepalanya .


"Pasti pura-pura aku gak percaya, ini modus, iyakan? " Laila santai.


"Ya Allah, ...apa ini hari terakhirku , Eh au sakit " Rintih Azka membuat Laila panik dan lari.


"Saki..t" Teriak Azka.


"Sakit Laila," Keluh Azka.


"Ini kak .". Beri Laila


"Ini benar-benar sakit, Laila, tolo...ng hapus nama mu dari fikiranku !" suara lemas Azka.


Laila reflex menyiram Azka dengan air yang di bawanya.


"Namamu memenuhi otakku, jadi lobet lalu pusing aku." Lanjut Azka


"Ini terlalu kejam, masa aku harus lari-lari, pakek hari terakhir pula. " Keluh Laila.


"Tapi aku basah, semoga basah ini bisa menjernih kan otakku, agar tak lebay seperti mu " Jawab Azka, mereka saling menatap dan tertawa bersama.


"Jadi main gak ?" Azka berdiri


"Ya jadi lah ,! Terus kak Azka mau kemana?" Tanya Laila.


"Ayo ikut !" ajak Azka.


"Kemana ?"


"Ganti baju..! " Azka menaikan alis lalu lari.


"Mesum..!" Teriak Laila yang tak di dengar Azka.


Laila pergi memanggil Bibik dan Pak Pak dan menyiapkan semuanya.


Semua berkumpul ,.

__ADS_1


"A..h neng, yang tua tua lagu dangdut saja ?" Kata bik Imah.


"Terserah yang penting romantis dan pas dengan judul lagu nya" Terang Laila.


"Siap neng ipar !" teriak semua.


"Apa maksud nya ?" Tanya Laila.


"Udah lah, gak usah di dengar, nih di kocok yang keluar nomer berapa berarti itu yang main pertama" jelas Azka.


Pak Adi mengocok bola dalam toples plastik


"Nomer 3 , Pak Ali dan Bik Ella, lagunya cuma kamu , " Panggil Pak Adi,.


Membuat pasangan suami istri itu malu, mereka maju dan berjoget dan berdansa.


Para janda " terlalu lucu kurang romantis kami nilai tujuh" Semangat bik Nah.


"Selanjutnya den Azka dan Neng Laila , kita kocok lagunya, Armada mau di bawa kemana." Pangggil Pak Adi .


Azka mengambil mawar, boneka, duduk bersimpuh di hadapan Laila dengan bernyanyi, Laila berekting jaim dan angkuh.


"Mau di bawa kemana hubungan kita, ku tak akan menunda nunda , dan he eee" suara sedikit merdu "lupa.. bagai mana,? antara kau dan aku ho...."


" I...h Kak Azka." keluh Laila, melempar mawar ke wajah Azka.


"Aden..aden hu .." Sorak pegawai


"Karna udah menertawakan, gaji saya tambah! " Ringan Azka.


"Sudah bagus malah lupa." keluh Laila.


Mereka kembali duduk . Laila asik menyaksikan dan Azka memandanginya.


'Aku tak kuat dengan Pancaran Mataku, aku seperti terjatuh dari Tebing yang tinggi tapi *sama sekali tidak merasakan sakit karna melihat mu , kau obatku kau peneduh jiwa, Aku memberi isyarat nyata, dan kau hanya isyarat palsu untuk menertawakan itu semua , kau anggap gurauan semata, Au Dadaku terpana dengan busur cintaMu, cinta dalam diam, Ini rahasia aku dan Allah* ' Batin Azka


" Kenapa memandangiku !" ucap Laila


tiba-tiba Azka tersadar dari lamunan.


" Love you, hanya cinta kamu,


nggak pake aku !"


"Love you tu !" Balas Laila.


"Pacaran yuk " Ajak Azka.


"Langsung nikah aja !" Jawab jelas Laila


"Ayok" Ajak Azka berdiri


"Ke KUA ," jelas Laila , Azka kembali duduk, mereka tertawa.


'Andai ada Keberanian,! aku tak tau isi hatimu, apa kau merasa apa Yang aku rasa gadis Merah Jambu. '


Mereka hanya bercanda.


....Bersambung....


 

__ADS_1


__ADS_2