
Semalam suasana sangat dingin dan kini pagi hari di negri Korea terlihat sangat cerah. semerbak harum bunga sakura, seindah warna cantiknya, menjadi hiasan tanah Seoul.
Mentari beranjak. Azka duduk di serambi Masjid.
Azka membuka layar ponselnya. Lalu menelpon nomer Salwa.
๐Assalamu'alaikum, bagaimana Azka? ada kabar tentang Laila? apa kamu berhasil."
๐ Wa'alaikumsalam belum di jawab salamnya mbak mengajukan pertanyaan seperti promosi iklan sabun. Ada mbak tapi dia menolak, dia bersama orang yang menabraknya."
๐Apa!, Siapa Azka!, Apa pemuda yang di penjara itu?"
๐ Iya mbak. Sebagai syarat pembebasan, dia
harus merawat Laila seumur hidup itu perjanjian yang di buat Laila. Dia membohongiku jika dia akan menikah dengan pria yang menabraknya. Awalnya aku menyerah. Kini aku berjuang agar Laila jujur tentang perasaannya."
๐ Tapi jadi menikah?"
๐ Ya enggaklah Mbak, walinya hanya mas Asfi dia tidak mungkin menikah tanpa wali, dia hanya mengertakku, agar aku menjauh."
๐Dasar Laila konyol, keadaanya bagaimana Azka?"
๐Dia baik. Penerbangan cinta mulai Chek In semoga aku bisa terbang dan mendarat di hatinya, aku tidak mau kehilangan tiket untuk ke dua kalinya."
๐Bahasamu tingkat mahluk bumi paling unik. Mbak minta tolong bujuk dia dapatkan dia. Lalu apa rencanamu."
๐Rencana paling Zoom mbak bantu doa dari dari tanah Indonesia. Au..!"
๐ Azka! kau kenapa?."
๐ Aku meledug mbak! letusan dor dor dor Aku semakin majnun๐ ๐ ๐ "
๐ Mbak panik tahu, pasti mbak doakan walau dari jauh Allah pasti mengabulkan niat baik."
๐Mbak ada masalah? Aku terlanjur janji, tapi niatku baik aku ingin mengajak dia ke janji suci pernikahan Sunnah Rosul. Aku sudah berjanji tidak akan masuk dalam kehidupannya. Apakah dosa jika aku melanggar janji?"
๐Melebur janji dengan memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang. Mbak lupa! A...h sekarang Ada ponsel yang canggih cari aja. Ingsya Allah, Allah mengampuni karna niatmu baik."
๐ Ya semoga, aku harus berjuang melewati terjangan kekakuan Laila. Aku harus meluluhkan hatinya, membuat dia percaya sangat sulit."
๐Azka perlihatkan ketulusan bukan mengasiani. Azka apa kau benar-benar akan menerima keadaannya?"
๐Mbak, walaupun kemanapun aku harus membopongnya aku rela. Tapi berat tidak ya?"
๐Azka, Azka, ya udah si junior nangis. Terus berjuang walau harus di terjang badai ombak di lautan."
__ADS_1
๐Sunami mbak, Is death sebelum berperang aku mbak Ya sudah Assalamu'alaikum.
๐Wa'alaikum salam, tunggu! culik Laila, ajak dia jalan-jalan di jalan cinta yakinkan dia, ajak ke pulau Jeju.
Telpon tertutup.
" Culik, Gokil!. Tapi ini strategi ma..k nyus." Gumam Azka.
Azka memakai sepatu di depan Masjid, Seoul dan Jakarta selisih waktu dua jam cepat Korea.
Ia mendapat Chat dari Bi Ani.
[ Apa rencananya?]
Azka belum membalas ia meminta bantuan Om Robet, untuk menyewa taksi. Setelah mendapat pesan dari Om Robet. Ia baru membalas Bi Ani.
[ Perubahan rencana Bik. Antar dia ke depan hotel nanti ku jemput, bawakan pakaian mungkin aku akan meminjam dia selama tujuh hari. Bibik percaya kepadaku, aku akan menjaganya dengan baik. aku juga punya banyak uang tidak usah kuatir masalah itu. Tapi jangan sampai dia tahu kalau aku akan membawanya, bilang saja ada tempat indah untuk melukis, dan Penabrak itu jangan sampai tahu. Ini rencana cinta ].
Balas Azka panjang lebar.
[ Baiklah.] Jawab singkat Bik Ani.
Azka menyamar dengan memakai kumis dan berkacamata. Azka memesan dua tiket penerbangan ke Jeju. Mobil tiba di depan Masjid Si'ul Al-markaz masjid satu-satunya di Seoul, Itaewon. Masjid tertua di Korea Selatan. Azka dari jam tiga sampai mata hari naik sekitar jam 7 berada di Masjid ia juga sudah selesai solat duha. Ia keluar dengan baju rajutan kain wol warna biru petang, memakai celana kain warna coklat gelap. Dari dulu memang cowok satu ini mempunyai pancaran karisma laki-laki. Ia masuk mobil.
" Aku mau ke pulau Jeju." Ucapan Azka membuat Robet kaget.
" Kau gila!"
" Ini cara ku, bantu saja kirim semua alamat tempat-tempat indah. yang ada di Jeju." Santai Azka sambil memainkan jari-jarinya.
" Ini bukan indonesia, aku akan ikut. Jeju sangat jauh anak Mami!" Jelas Robet membujuk Azka agar tidak gegabah.
" E..h Ya......h, tidak romantislah Om!, aku punya semua, ya milik Mami.
Baiklah!. tapi kau hanya sekedar ikut. Aku juga sudah memesan tiket, tapi hanya dua." Lanjut Azka setuju Robet ikut dalam misi cintanya.
" Masalah tiket gampang" Gumam Robet menghentikan mobil di depan Hotel.
Azka membuka pintu dan bagasi. Hotel Shilla memang terkenal mewah dan glamor.
Lalu bik Ani memasukkan ransel Fariha ke kursi belakang. Lalu masuk hotel tidak lama Fariha keluar dengan di dorong bik Ani. Fariha masuk mobil, Azka menyembunyikan wajah lalu melipat kursi roda dan memasukkan ke bagasi belakang. Azka masuk duduk di kursi depan. Mobil berjalan menuju bandara Ghimpo.
" Lho..! kok Bik Ani tidak ikut?." Tanya penasaran Fariha dengan wajah mulai panik.
" Maaf ini rencanaku." Ungkap Azka melepas kumis palsunya, Fariha terkejut lalu marah.
__ADS_1
" Apa maumu!," Bentak Fariha atau Laila sangat keras, "Tolong kembali pak!" Seru Laila memohon ke Robet yang tetap fokus menyetir.
" Kak Azka, dengan tingkahmu seperti ini membuat aku semakin marah!" Bentak serius Laila. dengan memukuli punggung kursi tempat Azka duduk dan matanya memerah air bening itu berlinang di pipinya..
" Kalau e..h...e...mh..eh..cinta tidak membuat orang yang di cintai menangis...he..he..hiks." Jelas Laila menangis tersedu-sedu.
" Hu..H. Aku akan mendengar keluhhanmu, bentakkanmu, semuanya, maafkan aku merah jambu, " Kata Azka menatap Laila penuh harap dan menyesal, Robet tidak tega melihat Fariha menangis tersedu-sedu. Lalu mencoba mencari sesuatu.
'Tangisanmu sangat menyiksa ku, tapi harus bagaimana lagi. Aku lebih sakit Laila, air matamu melumpuhkan aku. Setelah ini aku akan membahagiakanmu selama bersamaku, Ya Allah aku hanya punya waktu tujuh hari buatlah Laila mengakui perasaannya,'
Laila tetap diam seribu bahasa, dengan mata yang memerah. Azka memberi roti dan minuman. Laila mendorong tangan Azka hingga roti terbuang di bawah kaki Robet.
" Silahkan makan merah jambu!" Azka memberi roti miliknya yang sudah ia buka, Laila tetap menolak.
" Sebenarnya kau mau ajak aku kemana!, Plis antar aku ke hotel,he..eh..hiks..hiks aku mohon!," Kata sendu Laila yang tak henti menangis susah.
" Aku akan ganti rugi selama kau bersamaku, uang lukisan juga akan ku ganti. Semua." Azka tidak menjelaskan mereka akan pergi kemana.
" Laila kita akan ke Jeju" Jawaban dari Robet, raut wajah gadis cantik itu bingung dan ia merasa pusing, ia menyangga kepalanya dengan tanggannya. Dan lirih mengucap.
" Ya Allah." desah Laila.
" Kau ini!" Bentak Azka ke Robet.
" Laila, izinkan aku bersamamu tujuh hari." Azka menoleh ke arah Laila duduk.
" Kau minta izin tapi membawaku tanpa izin. Apa kau tahu Jeju pegunungan. Bagaimana aku bisa menikmati, he...he..eh..hiks..hiks. Pasti rasanya tambah menyakitiku." Ucap Laila yang sangat kesal sambil membuang nafas emosi.
" Apa benar! aku tidak tahu, aku akan bertanggung jawab, kau gadis sewaan yang suci. Tenanglah, aku punya banyak cara untuk merawatmu, percayalah." Azka tetap santai, Laila hanya bisa menahan tangisannya dan terus memijat keningnya.
" Kau anggap aku ini apa!. Kak Azka. Aku tidak bisa apa-apa, aku hanya diam duduk di atas kursi roda. He..eh..hiks..hiks aku tidak bisa bergerak, bahkan untuk keperluanku aku yidak bisa sendiri..he..he..eh hiks. Kau sudah janji, kenapa tidak menepati ." Jelas Laila tentang keadaannya dan mengingatkan Azka. Azka berusaha menahan perih hatinya, ia tidak tega tapi menurutnya ini cara manjur.
'Aku juga tersiksa Laila. Andai aku bisa menjadi milikmu sepenuhnya, agar halal aku merawatmu, maafkan aku Laila, aku hanya ingin kau jujur atas rasamu. Karna aku sangat yakin ada cinta yang tersimpan untukku. Maaf Merah jambu.'
" Maaf merah jambu, nikmati ini, aku yang membawamu, aku yang akan bertanggung jawab." Azka memberikan ponsel dan memutarkan vidio anak Salwa yang mulai memanggil nama bibiknya Yaitu Laila. Awalnya Laila tidak merespon vidio itu, namun ia tak tahan mendengar Azka junior memanggilnya dengan imut dan manis.
" Kau tambah membuat aku menangis." Keluh Laila namun merebut ponsel Azka dan terus memandang wajah keponakkannya.
Vidio manis dan lucu dari Azka junior.
'Alhamdulilla..h. Setidaknya Azka junior bisa menenangkanmu walau sebentar aku yakin kau akan menerimaku.'
Batin Azka memandang Laila dari kaca kecil di atasnya.
...Bersambung...
__ADS_1