Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Penghibur Lara


__ADS_3

Mentari terbit menguapkan embun pagi, Azka ke dapur sambil komat kamit,.


" Hai merah jambu, dzikir apa yang jika di baca kita bisa nabung rumah di surga?" Tanya Azka.


" Tuan yang malang, yang penting hati kita itu tulus, semua akan di terima IngsyaAllah, tapi jika anda ingin tau bacalah, Subhanaallah,Walhamdulillah, Wa Lailahaillallah,


WaAllahuakbar, Walahaulawalaquata illabillahila'liyil a'dhim.


Yang kamu tanyakan ya kalimat itu, bisa menabung rumah di surga, ada juga hadisnya, kalimah itu sangat istimewa, memuji, bersukur, tauhid, membesarkan Asma Allah. Atau perbanyak saja beristigfar, untuk menambah iman kita, yakin saja Allah sudah menciptakan rumah indah di surga, yang sangat penting tetap harus beribadah, memperbaiki diri." Jelas Laila.


" Kalau takut ibadahnya tidak di terima?" Tanya Azka.


" Pertanyaan macam itu, di trima atau tidak yang penting tetap ibadah,. Sombong amat, udah di beri banyak hal, masih alasan takut tidak di terima, kita itu milik Allah, kita semua punya dosa, manusia yang sempurna hanya Nabi Muhammad SAW.


Selagi kita sungguh-sungguh Allah akan memaafkan, Allah maha pemaaf, yang penting tetap istiqomah dalam beribadah, kewajiban yang terutama, solat, puasa ramadhan, dan perkara wajib lainya." Tegas Laila.


" Galaknya!!, ya aku wudlu lalu solat, mengaji, untuk diriku sendiri dan mencari ridho Allah SWT, aku hanya tanya, kan banyak tuh, di luaran sana pemuda saiki(sekarang) kalau di tegur, heh solat, jawabnya apa mungkin di trima aku saja begini, jadi sikap seperti itu malah takabur, sekarang aku sudah tau!, dan harus semangat mengejar jalan menuju surga, trimakasih Ustadzah, Ustadzah merah jambu, ayo kuliah." Azka berjalan.


" Jangan panggil aku Ustadzah?" Ucap cepat Laila.


" Kenapa?" Azka menoleh.


" Ya karna tidak pantas, dan juga aku bisa melayang nanti...A.....aku hanya modus, aku duluan" Laila lari.


Azka dan Laila berangkat ke Kampus beda mobil.


Hari itu semua mahasiswa siswi berkumpul dan heboh, mereka tau kalau Laila tinggal di rumah Azka, gosip pagi menyebar seperti bau bunga tertiup angin.


Laila tiba di Kampus, dan jadi bahan omongan, hanya jarak waktu sepuluh menit Azka datang, mendengar mereka berbicara yang tidak-tidak kepada Laila, Azka dari kejauhan memperhatikan kelakuan mereka, Azka masih diam.


Keadaan berubah ketika Andre datang mendekat Laila lalu berkata.


"Sok-sok an islami, muna banget sih lo! ku cium kau nolak-nolak! , apa aku


kurang kaya, karna Azka kaya jadi mau tidur dengannya, "Olok Andre menyakitkan hati, Laila terdiam membisu dan menangis.


" Jangan menangis karna itu tidak benar," Azka berkata pelan ke Laila yang berjarak satu meter.


"Hay, kalau gak tau apa-apa diam!! dasar pria mulut wanita, !" Dengan sangat kesal Azka berteriak.


" Ayo pergi setan jangan di dengerin!" Ajak Azka ke Laila.

__ADS_1


" Pahlawannya datang,. Ha ..ha..He Azka kau berani bayar berapa,! gadis murahan itu." Teriak Andre.


Azka malah tertawa .


"Ha ha ha ..Aku dan Laila sama-sama adik ipar, fikiranmu itu di luaskan mas brow,!, jangan sempit seperti gang antara jari telunjuk dan jari tengah, luaskan,! beri sedikit cahaya di otak mu!, agar tidak gelap.


Dan sepertinya Otak anda perlu di cuci agar jernih!!" jelas Azka.


"Percuma omong dengan manusia tanpa otak" Azka hendak pergi Laila berjalan di belakangnya.


"Dasar pembohong,! hanya ingin menutupi aib saja melakukan kebohongan" Teriak Andre marah, Azka menghentikan langkahnya.


"Ayo kak, aku gak papa, tidak usah di dengar , anggap saja ada lagu-lagu gak enak di dengar " Ajak Laila.


"E..h ,dasar,! gadis gak punya harga diri " Olok Andre. Azka mengenggam tangannya ia benar-benar marah.


"Percumalah berbicara dengan orang yang tidak bisa di ajak omong, yah maklum orang sin..., Ayo merah jambu!" Azka berjalan dan melihat para mahasiswi yang masih ngerumpi.


"Kalian lagi !! gak ada kerjaan, aku akui, aku gak lulus-lulus karna kebodohan ku, dan seharusnya jangan mengikuti ku ." lanjut Azka tertuju pada para gadis.


"GR lho Azka !" Jawab salah satunya.


"Hay Laila Ayo " Ajak Azka dari tempat penghinaan.


"Hay Azka, awas kau !!," Teriak Andre ,


Azka tidak menggubris Laila menatapnya, mereka berjalan berjarak satu meter.


" Jangan di masukkan hati," Hibur Azka, Laila diam.


"Kamu naksir aku,? dari tadi liatin aku terus!"


"Sangat, sanga..t naksir. Tapi aku memandangmu yang jau...h di atas awan. Kau peneduh jiwa, terasa Au hati ku, ". Kata Laila dengan tersenyum sedikit remeh.


"A...h, aku merasa kau makin aneh, enggak ngerti aku. Aku mau kabur " Azka berjalan cepat.


"Kak Azka, tuk tuk tuk " Suara Laila keras, Azka menoleh, mereka berjarak sepuluh langkah.


" Apaan tu?"


" Bolehka..h aku mengetuk hati mu" Kata Laila membuat Azka Syok , Laila tertawa lepas.

__ADS_1


"Ane..h ,hih alien turun dari langit " Azka kabur.


" Kenapa dengan dia, beberapa hari ini aneh, mending aku ngomong sendiri,


Lha.. dia..kata-katanya, membuat aku tersepoi, apaan itu Azka. Hanya


menggoda ku atau sungguh-sungguh, A..h kacau, pasti dia bercanda, tetap tahan perasaan dan hati klik." Gumamnya.


Azka duduk, Laila datang, Azka merunduk.


"Hai Azka..!" Panggil teman yang duduk di sampingnya.


"Tolong bisa bantu tugas ini ?" Tanya gadis bernama Tia.


"Adu .h, sorry dan maaf, fikiranku buntu, nih cari saja di buku ini! " Azka memberi buku tebal Global sosial ke Tia.


Tia mengambil buku itu .


"Triamaksih "


"Modus" gumam Azka "Maklumlah pria kaya dan tampan banyak yang ngincer, tapi kenapa aku gak pernah pacaran ya.. dasar pria Spongebob kata merah jambu, " lanjut mengrutu.


"kau bicara ?" Tanya Tia.


"Aku biasa ngomong sendiri " Cepat Azka.


"Kamu lucu !" Lanjut Tia.


"Dari dulu !!"


Azka mendapat lemparan kertas di atas mejanya.


[ Terserahmu mau panggil aku apa, merah jambu, adik nya mas Asfi. Sama seperti mu yang menganggap aku saudaramu. Kau selalu melindungiku. Trimakasih, aku suka menggodamu kak, wajahmu lucu, terlalu serius dan tegang, itu hiburanku, maaf kan aku melakukan itu!, tapi jangan mencegahku jika suatu saat dan tiba-tiba aku mengulang perkataan-perkataan konyol seperti tadi. itu menjadi penghibur laraku, Maaf satu kali, oh tidak . Maaf berjuta juta maaf ].


Azka mengambil pulpen.


[ Tu..h kan hanya gurauan, Laila hatiku sudah terbuka lama untukmu, dan kau memberi harapan, membuat gempa perasaanku, dasar PHP, tapi.. jika itu membuat mu bahagia terserah kamu, kau tak menangis sudah jadi penghibur lara ku.]


Tulis Azka di balik surat Laila, Azka menyimpan kertas itu.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2