Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Wanita Seksi.


__ADS_3

Pagi yang indah dan sejuk, mentari pagi bersembunyi tertutupi langit mendung nan petang.


Azka sudah menyelesaikan tugasnya, membaca 4 surat Alqur'an seperti biasanya. Ia pun puasa sunnah karna hari kamis.


Laila mendapat chat dari Andre.


[Jangan cemburu nanti klien Azka cewek pelakor yang seksi abis.]


"Dasar nih orang. Jail amat sih, pagi-pagi membawa aura negatif, tadi malam baru so sweet kan, jadi resah nih." gumam Laila.


[Emang kayak apa? Ada fotonya? Bagi sini, pagi-pagi udah rempong!]


Laila mengechat seperti itu ke Andre.


Andre dengan sigap mengirim foto cewek seksi, yang jelas sangat menggoda, sampai tidak bisa lagi di katakan keseksiannya, Laila pun merasa risih, ia segera menghapus foto senonoh itu.


"Astagfirullah, apa itu! Ngeri! MasyaAllah, Ya Allah..., Ih merinding! Bagaimana nanti? tidak bisa di biar kan! Aku harus bertindak. Tapi..., mata lelaki kan jlalatan. Apa lagi itunya wah. Ya Allah..., sangat mengerikan, anunya ah..., ih." Laila berbicara sendiri dan merasa cemas dan sangat merinding.


[Kok bisa sih, cari kan arsitek yang lain dong, jangan kak Azka.]


Laila membujuk Andre, agar suaminya tidak jadi kerja.


[Ya tidak bisa Laila, soalnya ini bayaran mahal, dan disain Azka yang menarik hati bos itu, ini simpanan Om, Om. Kalau tau Azka kaya raya pasti di embat dan Om itu di hempas. Dia seksi abis, aku aja lihatnya waw Maaf ya, kamu sendiri yang bisa mencegah Azka. Maaf juga aku membuatmu berfikir saat hamil besar. Percayalah sama Azka, nantikan juga di temani para tukang.]


Balasan Chat Andre.


Laila syok, lalu membuang nafas, ia mulai resah dan berfikir konyol. Suaminya sudah akan pergi, dengan kaos hitam dan jaket kulit warna coklat, ia terlihat sangat tampan.


Laila memandang aneh "Jangan ganteng-ganteng dong By!" Laila mengacak-acak rambut suaminya. "Masih terlihat ganteng. Bagaimana cara menjelekkannya. Oh ya Allah buat dia tidak memandang suamiku" keluh Laila dengan sikap aneh, Azka bingung.

__ADS_1


"Aku memang ganteng! Dari dulu, ya..., tidak bisalah di jelek-jelekin, siapa yang akan memandangku." Azka tambah kepedean.


"Jangan ganteng-ganteng nanti ada yang naksir, kan susah." Laila berfikir keras agar suaminya berpenampilan tidak keren.


"Sikap mu aneh ada apa?" pertannyaan Azka, membuat ia teringat foto wanita seksi itu.


"Tidak! Astagfirullah!" fikiran Laila tak karuan, ia berusaha tenang.


Seksi itunya terlihat jelas, belahannya yang jelas membuat mata pria ngiler, aku saja yang lihat merinding, jika pria yang lihat sudah pasti tergoda, Ya Allah Engkau maha melindungi. Fikir Laila.


"Bi, kenapa? Bi! Hay!" Azka menyadarkan Laila, Azka heran dengan tingkah istrinya.


"Aku sakit, aku demam!" Laila meletakkan tangan Azka di jidatnya.


"Tidak panas! Kok mendadak?" Azka mulai bingung dengan tingkah Laila, ia menggaruk kepalanya.


"Ha ha ada-ada saja! Aku sudah terlambat ini. Bi..." Azka melepas tangan istrinya yang tidak rela ia pergi.


"Aku sakit mendadak, karna tidak bisa jauh darimu." tangisan palsu mulai di buat oleh Laila, ia merunduk dan menangis sambil duduk di pinggiran kasur.


Aku pura-pura menangis karna tidak ingin kamu melakukan maksiat mata pada gadis pelakor itu, gadis itu sangat bahenol, seksi, montok, aduhai..., bagaimana ini, Ya Allah. Faikiran Laila kacau dan khuwatir.


"By..., ini kerjaan, hanya dua minggu." jelas Azka.


"Oke aku izinin, tapi jangan begini tampilannya." ujar Laila, menatap Azka demgan mata merah sepertinya ektingnya berhasil.


"Lalu harus bagaimana?" tanya Azka yanf semakin tidak mengerti apa mau istrinya.


"Jadi gini, tadi Andre chat klien kamu adalah pelakor, simpanan Om, Om! Kalau tau kamu kaya dan tampan pasti dia akan nempel."

__ADS_1


"Astagfirullah..., kamu meragukanku?" Azka tertawa di dalam hati.


Dasar istriku, kenapa tidak bilang dari tadi, alasannya macam-macam dasar calon macan (Mama cantik) yes! Dia mulai cemburu dan khuwatir, aku goda ah. Batin Azka.


"Seperti apa? Kulitnya mulus tidak?" goda Azka, sepontan Laila mencubit suaminya.


"Ah.., Masya Aah sakit." keluh Azka lalu mengelus lengannya.


"Sana genit! Biar jadi apa anak kita nanti, Naudzubillah." Laila sangat kesal dengan suaminya, Azka tertawa puas.


"Seseksi apapun wanita itu, Allah akan menjagaku, istriku juga akan selalu berdoa akan kesetiaanku, jadi jangan takut, kamu suruh aku untuk dandan seperti badut aku akan lakukan, kamu suruh pakai tompel dan lain-lain aku akan lakukan demi kamu. Oke sayang jaga dengan baik anak kita, tidak udah keluar rumah, saat pagi jalan-jalannya di depan rumah saja, oke." Azka bergegas, Laila menarik tangan Azka dan memeluknya sangat erat.


Azka membalas pelukan itu, ia memeluk erat istrinya, "Jangan khuwatir, seseksi apapun wanita itu, IngsyaAllah, Allah akan menjaga pandanganku." Azka menenangkan istrinya


"Kalau dia menempel seperti prangko bagaimana. Aku panas, Bi..." Laila memandang penuh harap agar suaminya tidak jadi pergi. Laila melepas pelukannya, ia sudah rela dan percaya, Azka memberi ciuman bibir dan mengelus perut istrinya.


"Mana mungkin, selimut tetangga hangat di tubuhku..., saat kedinginan,malam, malam panjang...., aku terus lupa." Azka menyanyi dan kembali lupa lirik hal itupun sudah dapat membuat Laila tertawa kecil.


Mereka berjalan menuruni anak tangga, berjalan bersama, "Percaya padaku, doamu menyertaiku sayang, percaya kepada Kekuatan doa yang di kabulkan Allah. Ud'uni astajib lakum. Kamu tau artinya, jadi yakin oke." ucapan Azka membuat Laila iklas untuk kepergian sesaatnya.


"Hati-hati jaga kesehatan, aku sudah siapkan masakan dan sudah di bawa ke mobil sama Pak Ahmad." jelas Laila.


"I love you, habibi (kekasihku)" Azka mencium kening Laila, Laila mencium punggung tangan Azka, para Bibik baper mereka ikut serta merasakan keromantisan pasangan itu.


Azka mencium tangan Maminya, ia pun segera pergi. Laila terlihat merana.


Masih terlihat bayangannya saja, rasanya udah tak karuan apa lagi jauh dari mata. Ya Allah Engkau Yang Maha Melindungi, jaga dia untuk hamba, jaga kesetiaannya, jauhkan dari lobang yang menariknya ke dosa, ingatkan dia, Jika Engkau Maha mengawasi, agar dia takut jika akan melakukan dosa, Aamiiin, Aamiin Ya Robbal a'lamin. Doa Laila mengiringi kepergian suaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2