
Kebersamaan membuat seseorang terbiasa dan saling membutuhkan, satu sama lain. Namun cinta bukanlah suatu yang memanfaatkan atau salah satunya berkorban. Orang yang jatuh cinta, memang akan melakukan sesuatu dengan tulus dan iklas, tanpa ia akan merasa susah dan tidak mengeluh.
Namun juga, terkadang orang menjalani hubungan karna hanya untuk bertahan. Kisah cinta memang sudah di buat dari Zaman Nabi Adam AS, manusia pertama yang di ciptakan Allah SWT. Cara menjaga cinta itu semakin mekar dengan pasangan, setiap harinya, adalah saling mengerti, saling jujur dan ngobrol. Karna ngobrol itu penting untuk mengetahui isi hati masing-masing dan saling bertanya 'apa yang tidak kau sukai dariku' ada pertanyaan maka jawab dengan jujur, karna hal-hal seperti itu mempererat hubungan Suami Istri.
Fikiran manusia berbeda-beda, Azka mencoba untuk shering, bercanda dan ngobrol bersama Laila.
πΈπΈπΈπΈ
Setelah solat dzuhur mereka melanjutkan perjalanan. Dengan menaiki mobil.
" Aku membawakan alat lukis untukmu." Singkat Azka sambil melihat ke arah spion di atasnya.
" Trimakasih, saya boleh pinjam ponselnya?" pinta Laila, Azka tersenyum lalu memberikan ponselnya.
" Trimakasih lagi." Ambil Laila.
" Assalamualaikum, Azkaku...," Laila memanggil panggilan vidio ke Salwa.
" Wa'alaikumsalam, tante..." Jawab Salwa mengumpamakan Azka junior.
" Mbak, boleh minta tolong, ambilkan buku tebal bersampul merah jambu, yang pernah Mas Asfi, ingatkan kepadaku." Pinta Laila, Azka asik memainkan kaki dan bernyanyi dengan gumamannya.
" Eh manisnya..., Azka ku...., tante kangen." Ucapan Laila untuk anak Asfi.
" Aku juga." Sahut Azka besar, keduanya saling lempar senyuman.
" Laila ini." Tunjuk Salwa sambil membuka satu persatu kertas itu.
" Sebentar Mbak Salwa." Laila memberi ponsel ke Azka.
" Itu adalah catatan inspirasi lukisan ku, nih kakak pegang ponselnya, aku menunjukkan agar kak Azka semangat, dan mandiri, dan tak lagi memakai uang Mami kak Azka." Tunjuk Laila. Azka menerimanya.
__ADS_1
" Hay, Mbak Salwa..., Azka junior," Azka memandang buku sampul itu.
" Hay adik gantengku. Jadi aku buka satu-satu ya..." Ucap Salwa sambil membuka setiap lembaran. Isi di buku itu adalah lukisan, Azka memperhatikan satu-persatu. Ia berusaha memahami gambar yang sudah bagus tapi kurang jelas. Salwa menunjuk nama di bawahnya.
'Ya Allah ini adalah gambar kenangan, saat di rumah istana, Azka Faisal dan Laila Fariha. Isi buku ini adalah kenangan, kenangan Saat saling menggombal, gambar saat Laila tercebur, saat kami bersama.' Batinya.
Salwa kembali menunjukkan, isyarat di suruh membaca isi tulisan-tulisan Laila.
Azka membaca dalam hati, Laila tidak tahu kalau Salwa akan menunjukkan, tulisan hati Laila di tiga lembar terakhir.
[ Pria Spongebob, atau anak Mami, aku jatuh hubb (cinta) atau nafsu, aku sudah merasa aneh saat bersamamu, aku melakukan hal yang konyol bersamamu, tapi aku menahan inginku bersamamu, karna takut akan terjerumus ke maksiat. Hatiku terpaut, kenapa jika bukan cinta? kenapa kau menjadi bayangan. Otakku serasa di penuhi dirimu, aku memilih diam untuk segalanya. Aku tak ingin, tapi aku tak bisa berbohong aku rindu sangat rindu. Rasanya... super aneh ]
Azka memberi kode Salwa untuk membalik.
[ Mencintaimu dalam diam itu adalah pilihanku, Mendoakan untuk kebahagiaanmu, itu juga pilihanku, asal kau tahu, aku sangat-sangat rindu, serindu-rindunya. Kak Azka apa kau merasakan apa yang aku rasakan? Waallahu'alam, Jika jodoh pasti tak kemana, jika berpisah sejauh mungkin, jika Allah menghendaki bertemu pasti kita akan bertemu lagi, Harapan kecil semoga kau di jadikan Allah Yang Maha Esa sebagai jodohku, π Aku merasa konyol, Azka, Azka, Azka kau seperti hantu selalu mengikutiku.]
Azka tersenyum lalu memberi kode Salwa lagi untuk membalik, Salwa membaliknya.
" Maaf lama, merah jambu, aku masih mengamati gambar-gambar ini, maklum fikuranku loding jadi belum terlalu faham." Pamit Azka.
" Aku akan berubah bukan karna cintaku kepadamu, tapi kau adalah motifasi di ruang hidupku. Yang membuat aku semangat adalah Allah memberadakanmu di sampingku." Jawab Azka, lalu kembali membaca tulisan dua tahun lalu, tulisan Laila yang sedang kasmaran kepada Azka.
[ Pengakuan dalam buku merah jambuku, panggilanmu adalah kenangan manis, aku tak tahu cintaku berdasar apa, apa nafsu atau benar cinta murni tulus nan berarti. Kau cukup berarti untukku, perasaan muncul tak tepat datangnya, ini bukan profosal cinta, ini hanya ungkapan yang terpendam. Aku berfikir lalu bercermin pipiku merona. Jika benar kamu mempunyai rasa yang sama, maka biarkan ini berjalan atas kehendak Allah. Namun aku akan terus berdoa, meminta kepada Allah agar kau memang di ciptakan untukku.....
Hari ini....πππ
Tiada kesan indah setelah aku keluar dari rumah megah milik pria malang itu. Entah kenapa aku tersiksa rindu, rindu ini menjadi-jadi seperti pecahan kaca yang berserakan. Aku mulai seperti dia, Oh maskapai penerbangan, tolong bawa rasaku ini pergi jauh dariku, terbangkan lalu tinggalkan, kok jadi mirip kisah cinta alay-alay, Aku Rindu..,]
Azka tersenyum, ternyata gadis yang di cintainya juga bertingkah konyol.Ia lanjut membaca.
[ Kenapa setiap bertemu bagai masuk angin, tangan berkeringat, suhu tubuh berubah drastis, apa ada mantra di balik perasaan ini. Ya Allah, aku takut kabut cinta menyelinap lalu masuk lewat pori-pori, hingga aku menurutu sahwatku, Ya Allah Engkau Sang pemilik cinta sejati, Ah..., aku memang sudah tak waras. aku tidak pernah merasakan ini rasanya seperti genderang peperangan, tapi juga meneduhkan, inikah perasaan kasmaran para pemuda dan pemudi yang tak belum aku rasakan selama ini?. Ya Allah hasratku menginginkan doa sebagai pembimbingku, dan imamku. hub, hub, hub, Azka Faisal. ]
__ADS_1
[ Pertemuan dan perpisahan Allah SWT. Namun ketika aku benar-benar menghindar, kenapa dia semakin mendekat, aku tak punya kenangan indah lagi. Bunga-bunga yang menuruniku dalam hayalan juga menghilang. Aku galau super ampuh rasa ini menyiksaku. Aku tak pernah menduga jika pertemuan, akan menimbulkan rasa di balik kelabu.
Aku tetap saja memungkiri rasa ini, padahal aku tersiksa seperti perjalanan di atas kapal laut yang sendiri, bergelombang, membuat dag dig dug ser..., aku tidak tahu mau nulis apa yang aku tahu aku..., bingung, gundah rasanya macam-macam. Salam sejuta rindu.]
Hati Azka berbunga-bunga jantungnya berdebar, Ia mengode Salwa untuk membalik.
[ Aku mengubur cintaku, aku tak punya keberanian, aku lumpuh, apa pantas aku bersanding denganmu? yang sempurna, Aku menyerah, aku tidak mungkin merepotkanmu, karna ini perbuatan orang lain, dan aku berhenti menulis tentangmu. Bumi merana dan aku patah, Aku tak bisa mencintaimu lagi walau rasa itu takkan hilang...π Selamat tinggal kak Azka. Biar aku yang tersiksa. ]
Salwa menutup buku harian Laila. Azka berfikir. 'Setelah ku baca kenangan dua tahun lalu, apa perasaanya masih sama? Semoga Allah menghadirkan cinta itu lagi.' Doa Azka. Salwa menutup Vidio Call itu.
" Ini kenangan kita?"
" Aku belajar melukis di saat aku terpuruk dengan keadaanku, masih berantakan, tapi aku menemukan jati diriku, sulit untuk bangun dan sulit menerima kenyataan, tapi aku sadar Allah SWT memberi rencana indah, yaitu saat ini aku memiliki suami yang menerimaku apa adanya, tapi jujur saja jika melihat perjuangan kak Azka, hatiku sangat sakit, sakit sekali." Laila menangis, ia merasakan dada yang amat sesak.
" Laila kau adalah hadiah dari Allah." Azka mencoba menenangkannya lalu memberi sapu tangan warna merah jambu.
" Jangan menangis hapus air matamu,'Aku yakin ada banyak cinta yang tersisa untukku'.
Ambil..." Suruh Azka. Laila mengambil.
" He..., he...," Laila tertawa.
" Spongebob π" Laila memakai sapu tangan itu.
" Habis nangis tertawa, aku memang sengaja membuat sapu tangan seperti itu, merah jambu kesukaanmu dan Spongebob
favoritku." Azka ikut tersenyum. Ponselnya berbunyi ia mendapat pesan Chat dari Asfi.
[ Azka, jika dia bahagia maka akan mudah. IngsyaAllah, dia akan sembuh dan bisa berjalan lagi. ingat Mbak Salwa dulu rasa bahagianya mendengar lafadz Allah memberi semangat dan kekuatan yang hebat, hingga dia bisa pulih dari keterpurukan yang membuat dia mematikan diri. Aku yakin kebahagiaan Laila adalah bersamamu, karna rasa bahagia itu membuat seseorang semangat. Tolong ajak dia ke tempat-tempat indah lalu ajari dia berjalan lagi, aku percaya atas izin Allah semua akan mudah. ]
[ Iya Mas, nanti langsung ku praktekkan] Balas singkat Azka.
__ADS_1
Mereka Sampai di tempat indah. Alam hijau cerah, hamburan bunga membuat sangat sejuk dan mempesona, alam Jeju sangat indah. Sungguh kekuasaan Allah tiada bandingannya.
......Bersambung.....