Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Nonton Bareng


__ADS_3

" Hujan deras datang di waktu senja, musim hujan datang tanpa bisa di tebak,. Sekarang manusia tidak bisa memprediksi kapan musim panas kapan musim hujan, terserah Allah yang maha menciptakan.


Seharusnya manusia bisa menikmati tanpa mengeluh, bersyukur dengan adanya musim, karna jika tidak ada musim bagaimanalah kita manusia, menikmati dan mensyukuri tanpa mengeluh, tapi ya..h hanya manusia yang pasti mudah mengeluh, cinta manusia kepada Allah belumlah apa-apa, di banding cinta Allah cinta yang abadi dan sejati untuk hambanya.


Manusia tanpa meminta hidung, mata, anggota tubuh yang lain, sudah di beri oleh Allah dengan segala keindahan, lukek tubuh, cantik tampan, mempunyai kelebihan dan kekurangan. Subhanallah, Ya Allah.." Ucap Laila, menikmati tetesan hujan.


" Kau sangat benar, ya manusia memang begitu, dan Allah yang membolak balikkan hati para insan. Allah mencintai hamba tanpa syarat, tapi para manusia banyak yang tidak menyadiri, betapa besar cintaNya,.


Maka dari itu ibadah adalah rasa syukur kita, lagian ibadah nantinya akan membawa kebahagiaan di rengkarnasi alam yang abadi, yang jelas kepastiannya." Fikir logis Azka, Laila memandangnya.


" A..h, terpesona!" Azka membuang muka, karna salah tingkah.


" Sangat, he he... ya aku tidak menyangka Tuan malang bisa sebijak itu!" Puji Laila sambil tersenyum.


" Dasar, kau pernah jatuh cinta?" Azka memberanikan diri.


" Sekarang," Mantap Laila, Azka memandangnya.


" Sama kak Azka" Lanjut Laila.


" Lama-lama denganmu membuatku takut,


A....h kabu..r, Ayo solat magrib" Kata Azka akan dan terus lari, Ia memegang dadanya, dan merasakan detak jantung yang semakin cepat,.


' Kenapa kau jantung, apa kau tersengat,.


Ad.....h Aku sudah tersetrum cintamu, Merah jambu, aku tersengat listrik cintamu, dan ini membuatku tambah-tambah aneh, dari dulu aku aneh, serang tambah lagi, AU...klik Azka.


Ini rahasia semakin tak tahan, aku menyimpannya jika di dekatmu, rasa yang aneh tapi nyata, Subhanallah'


Azka solat magrib dan isya' berjamaah di musola rumahnya.


Setelah solat isya,' para pegawai wanita menonto drakor.


"Pak Adi, Pak Adi, Pak Adi, " teriak Azka sepwrti berzikir.


"Iya den, Astagfirullahala'dzim. ?" datang dengan lari dan nafas terputus-putus.


" Ambil nafas buang nafas, rillex" Suruh Azka Psk Adi mengikuti arahan Azka.


" Sudah, " Tanya Azka.


" Iya den", Ringan Pak Adi.


" Pak Adi tolong bawa TV itu ke ruang sama Bibik, aku ingin nonton bareng , " Suruh Azka berjalan melewati pak Adi yang berbadan besar.


"Siap den" Azka duduk sambil makan popcron.


TV sudah di pasang Azka menonton Spongebob kesukaannya, dan tak tahu apa yang lucu ia heboh sendiri dan katawa sendiri.


"Ha. ..ha...ha . lucu..ha..ha..😆😂😂😂"


menoleh ke Bibik-bibik.

__ADS_1


"lucu Bi...k 😅" kata Azka sambil menunjuk ke yang di nonton.


Laila datang .


"Hai Aden Azka, boleh beri kritik, "Tanya Laila


"Silahkan " Jawab Azka.


"Maaf dulu, aku di sana yang jauh terganggu dengan suara aden, yang terdengar sampai ke langit ketujuh dan dalam nya lautan ." Jelas Laila.


"Emang iya Bik? , modus kamu!, " Tanya Azka tertuju pada pegawai wanita.


"Mereka diam,! okelah aku sadar, maaf Bi..k semuanya, Maaf Patrick merah jambu Aku hanya ingin nonton bareng, apa salah ?" Sesal Azka.


" Apa tadi?, " Tanya Laila.


" Patrick merah jambu, si bintang laut" Jawab Azka.


" Yang sanar ya Laila." Mengeluh ke diri sendiri.


" Kamu tidak suka!" Tanya Azka.


" Karna Patrick sangat jorok, " Jelas Laila.


" Maaf, banyak maaf, satu rumah,satu kampung, satu dunia karna Azka selal salah." Sedih dari raut wajah Azka, Laila kasihan.


" Nonton bersamaku di tempat lain mau,? ini tawaran pertama dan terakhir " Ajak Laila.


"Memang kamu mau nonton Spongebob ?" Tanya Azka.


"Kalau gitu ayo.." Ajak Azka semangat berdiri dan memakai sandal kuning gambar spongebob "Jangan ketawa ini memang aneh" Tegur Azka.


"Memang aku ketawa ?" Ringan Laila


"Tidak, hanya nahan kelihatan dari expresimu, Aku tau isi hati mu.!" Cepat Azka.


" Terserah kamula..h," Ucap Laila memang menahan tawa.


"Di sini saja de..n, penting tidak heboh sendiri, heboh sama-sama" Ucab Bik Jah .


"Saya ikut nonton aden, " Bik imah mengajukan diri.


"Sini sini silahkan," Ajak Laila, duduk lalu menepuk sofa,


"Pasti dalam hatimu, malangnya Azka!" kata Azka mendekat ke Laila, Laila kaget.


"Su'udhon dosa tau, Plis luaskan fikiran anda, dan berprilakulah senormalnya manusia", Tegur Laila.


" What opo!" A ka terkejut perkataan Laila.


" Wha..t artinya apa ya apa! jangan terlalu dekat aku deg deg gan ," Ucap laila membuat


Azka tersenyum.

__ADS_1


" Apa ya apa, kau mulai mengakui perasaan mu ?" Ledek Azka.


"Iya Aden Azka, tapi aku hanya menggoda, " Lanjut laila.


"Aden sama neng malah pacaran, kan tidak kedengaran Spongebobnya " Ledek Bik Imah.


Azka tertawa , Laila malu.


"Beragam ragam Allah menciptakan manusia , di beri kelebihan masing masing, ini halunya pembuat kartun, untuk mengapdate apa yang ada di fikiran lalu di salurkan ke TV , HP gar jadi hiburan" Ucap Azka.


"Hiburannya orang malang apa kesepian, ?" Ledek Laila.


"Ha ha ha dua dua nya.." Azka ketawa lepas


, namun Laila sedikit menyesal


"Maaf den" Pelan Laila


"Udah biasa, santai saja, tertawalah! " suruh Azka.


"To ngomong lagi" Saut bik Imah.


"Oke syu....t" Suruh Azka ,


"Dari tadi aden yang ngomong terus" Lanjut Bik Jah. Azka menyatukan ke dua tangan yang berarti maaf.


Dan yang enam nonton drakor


Tapi tak lama ke enam pembantu mematikan TV dan nonton bareng, nonton Spongebob.


Azka terharu "Bik gak papa nonton drakor apa kami terlalu keras suaranya, saya pelankan volumenya," Azka berperasaan tidak nyaman.


"Ini hari spesial jadi husus untuk aden, iya to, mbak yu mbak yu.." Jawab bik Nah.


"Betul" Bibik serempak .


"Trimakasih ini adalah kebahagiaan terbesar ku " Riang Azka.


Laila tersenyum dan merasa bahagia.


Mereka tertawa bersama melihat hal-hal yang di lakukan spongebob, patrick tuan creab


"Bahkan di cerita kartun saja ada yang cintanya uang terlalu, sama seperti nyokap!" Kata Azka tiba-tiba teringat Maminya, walau senang hatinya masih tertekan.


"Aden ini hari bahagia untuk kita, lupakanlah sejenak. " Tegur Bik Imah,


serempak yang lain


"Betul" sangat ramai Sembilan pegawai, Laila dan Azka, .


"Adu...h, ayo ikut kang kang ,novi novi alias nonton tivi "Ajak pak Adi kepada 5 pengawai pria.


Susah senang bersama, memang terlihat hanya Azka yang punya masalah, tapi pembantu dan yang lain juga punya masalah tapi bisa menyembunyikannya dari Azka. namanya hidup ada saja masalah,.

__ADS_1


Coba uji kesabaran dari Allah untuk menilai dari hati setiap hamba...


....Bersambung.....


__ADS_2