
Fikiran kacau balau resah melanda hati Azka Faisal,Azka berwhudlu untuk meringankan beban hatinya dan mendinginkan otaknya.
Ia berdiri di tempat ia mendapat telpon dari Asfi. Laila sudah bersih dan di dorong istri Om Kim.
"Thank you Nyonya" Ucap Azka mengambil alih dan segera mendorong Laila,istri tuan Kim mengangguk lalu senyum.
" Kita solat dzuhur dulu." Ajak Azka lalu mendorong Laila,sikap Azka tidak seperti biasa,terlihat jelas dari raut wajahnya yang sedang memikirkan sesuatu.
'Ya Allah aku gundah.'
Batin Azka lalu membuang nafas berat.
" Om kami akan solat." Beri tahu Azka. Om Kim menunjukkan tempat solat.
" Silahkan." Om Kim membukakan pintu untuk Azka dan Laila solat. Mereka masuk di ruangan berukuran 3 kali 6 meter. Sudah terpasang sajadah merah untuk Azka menjadi imam. Laila memakai mukena dan kakinya memakai kaos kaki ia tetap duduk di kursi roda.
Cinta luar biasa dari laki-laki biasa,cinta istimewa dari Azka Faisal,yang tulus untuk Laila Fariha. Kini Azka menjadi imam dalam solat.
Lafadz takbir telah di kumandangkan Azka memulai gerakan solat,Laila menjadi makmumnya. Rukuk,i'tidal,sujud,iftiros,sujud lagi,sampai rokaat ke empat. Duduk takhiyat lalu salam.
Solat selesai Azka berdzikir lalu berdoa.
Doa sapu jagat,dan kedua orang tua. Azka menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
'Ya Allah ya Tuhan kami,Engkau maha segala-galanya,aku hanya sekedar hamba yang mencari ridhoMu. Ya Allah ampuni aku telah bermaksiat kepadaMu,dengan membawa Laila tanpa ikatan yang sah. Ya Allah,Engkau tempat segalanya dan sekarang aku sangat sakit Ya Allah,aku mencintainya atas namaMu,semoga ini bukan rayuan setan,aku manusia biasa Ya Allah yang masih sering khilaf,sengaja maupun tidak aku telah berdosa. Ya Allah....."
Air mata Azka membasahi telapak tangannya. Azka segera menghapus air mata itu.
" Emmm,mau jalan-jalan?" Ajak Azka menoleh ke Laila.
" Aku ingin pulang ke Seoul." Jelas Laila dan tidak mau melihat Azka.
" Baiklah." Tanpa befikir panjang Azka berdiri lalu mendorong Laila.
'Mungkin sampai di sini jalan cinta ku.'
Azka menyerah karna tidak ingin terlanjur menyakiti Laila lebih dalam.
" Om Kim...." Panggil Azka.
" Yes...,mau di antar?" Tanya Om Kim.
" Iya ke Bandara." Sikap Azka dingin dan banyak diam,matanya berair.
" Ada berita di televisi ada eropsi di gunung Halla. Jadi untuk saat ini tidak boleh ke luar,sampai benar-benar keadaan aman." Ungkap Om Kim ada bencana alam sehingga jalan di tutup.
__ADS_1
'Ya Allah ini rencana yang tak terduga,adanya rencanaMu mencegahku mengembalikan Laila tertunda.'
" Bisakah aku memaksa...,aku akan bayar dengan mahal." Bujuk Azka.
" Sorry No..." Jelas om Kim.
Azka membuang nafas lelah.
" Ini gara-gara kamu..." Tegur Laila.
" Semua memang salah aku,mencintaimu juga kesalahanku,namun ingat yang memberikan rasa ini Allah,kau marah kepada Allah karna aku mencintaimu!..."
" Astagfirullah....,Astagfirullah...." Laila menangis dan menyesal karna perkataannya.
Azka memberi sapu tangan warna merah jambu yang bertulis Laila.
" Simpan ini,hadiah untukmu. Dan..,maaf kita masih harus terpaksa tinggal di sini nanti aku akan menyewa tempat yang indah,dan ku cwrikan orang yang akan membatumu." Azka memberikan sapu tangan itu.
" Aku tidak ingin menyakitimu lebih parah lagi kak...,aku tidak ingin merepotkan istri tuan Kim." Ucap Laila karna tekanan di hatinya.
" Aku hanya bisa merepotkan....,ehhe...hiks" Lanjutnya sambil menutup wajahnya,hati Azka terasa tertancap duri yang sangat tajam. Azka duduk di depan.
" Maafkan aku Laila.
Kau mencintai Andre?" Tanya Azka menatap penuh Laila.
" Aku akan mengembalikanmu padanya,itu janjiku,kalau Andre memiliki perasaan yang sama,aku rela kau denganya. Namun jika Andre tidak memiliki perasaan kepadamu,aku akan menumbuhkan cinta di hatimu untukku,Biidnillah(dengan izin Allah)." Kata Azka bijak sana.
" Aku punya lagu untukmu. Ini benar-benar menggambarkan isi hati ku..." Kata Azka berdiri.
" Aku tidak mau dengar." Iajar Laila membuang wajahnya ke arah kanan.
" Untuk kenang-kenangan lagu Elment band rahasia hati.
Bila aku harus mencintai,
dan berbagi hati itu hanya denganmu
namun bila ku harus tanpamu,
akan ku arungi hidup tanpa cinta..."
" Tuh kan...,plis kak cari gadis baik,apa perlu ku carikan?" Tantang Laila,sedikit menatap Azka ia segera mengalihkan pandangannya.
" Tidak perlu." Jawab singkat Azka,ponsel Azka berdering dari nomer Asfi.
__ADS_1
" Mas Asfi mau bicara." Azka memberi ponsel ke Laila,Laila menolak.
" Ya sudah." Azka akan menekan tombol telpon berwarna merah,Laila menyahutnya.
📞" Assalamualaikum..." Suara Laila terpecah,karna ia tidak memberi kabar sama sekali setelah delapan bulan kepergiannya bersama Andre,ia hanya sekali memberi kabar ke Salwa lewat pesan WA bahwa dia baik-baik saja.
📞" Wa'alaikumsalam" Suara Asfi juga terdengar menahan tangis rindu pada adik satu-satunya.
Azka akan meninggalkan namun Laila menarik tangan Azka,Azka menoleh Laila berkata pelan
"di sini saja."
Azka duduk di atas batu,Laila tidak meng offkan lospeker di ponsel Azka,biar Azka mendengar semua percakapannya dengan kakaknya.
📞" Laila betapa kejam dirimu,kenapa kau bersikap seperti itu pada kakamu,aku menjagamu selama ini dari kecil sampai kau tumbuh dewasa,aku tidak minta apa-apa. Setidaknya berilah kabar.
Kau menghukum kami,kami tak henti mencarimu,Laila...,jika Allah tidak mengirim Azka,mungkin sampai saat ini aku masih mencarimu.
Aku mengenalmu darahku darahmu kita satu ibu,aku ingin kau menikah dengan Azka." Sangat jelas ungkapa Asfi,sontak bola mata Laila menatap Azka yang merunduk.
'Aku lebih kacau darimu Laila,hatiku lebih sakit,aku memang mencintaimu,namun aku juga tidak bisa memaksakan cintamu,cukup dengan doa untuk ke bahagiaanmu.'
Isi hati Azka.
📞" Apa kak Azka yang menyuruh Mas?" Ujar Laila mengejutkan,Azka menaikan wajah dan bergumam.
📞" Astagfirullah." Azka berdiri ia tidak sanggup menahan apa yang baru ia dengar,Azka hendak berjalan.
📞" Aku yang menyuruh Azka!," Sahut Asfi menghentikan langkah Azka.
📞"apa kau sudah tidak takut dosa kepada
Allah...
Ha Laila?,dimana adikku yang dulu saking takutnya akan dosa,ia melindungi wajah dari tatapan maksiat dengan memakai cadar." Jelas Asfi berusaha menyadarkan Laila dari keogoisannya.
📞" Tapi aku tidak minta kak Azka membawaku." sahut Laila bersikukuh akan pendiriannya.
📞" Aku yang menyeruh Azka membawamu, lewat Mbakmu Salwa,Allah menyatukanku dan Mbakmu di pulau Jeju,dan aku yakin kau masih sangat mencintai Azka,Lailaku...,adikku...,bukalah hatimu lihatlah ketulusan cintanya,ketika bersatu dengan orang yang di cintai maka itu bukanlah beban melaikan kebahagiaan. Aku masih menyimpan diary mu. Dengar aku bacakan.
📖 Panggilan merah jambu yang selalu mendatangkan rasa yang aneh di hatiku,jantungku berdebar-debar setiap berbicara dengannya,dia Azka Faisal kau konyol dasar pria Spongebob, tapi aku terpaut. Allah telah memberi rasa cinta kepada setiap manusia. Islam tidak melarang perasaan cinta. Aku jatuh cinta di mana aku menginjak jari tanganmu,saat pertama kali bertemu.
Laila takutlah akan dosa,berbohong juga dosa Laila." Ungkapan pajang lebar Asfi Membuat
Laila menutup panggilan dari Asfi dan menangis.
__ADS_1
Azka bersembunyi dan merasakan sakit yang amat dalam di lupuk hatinya.
....Bersambung....