Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

 


" Begini den Azka, saya adalah supir kakek aden, saya ikut Tuan Sutio dari umur lima belas tahun,. Kakek Aden adalah orang yang baik, tegas, ta'at berbadah, dan dermawan.


Saya orang tak punya jadi sudah


berkerja di usia muda.


Ketika saya umur 25 tahun, Tuan Sutio menjodohkan Nona Sofia dengan


Pras Papi Aden.


Awal pernikahan tanpa cinta, sering cekcok, masalah kecil jadi besar, dan mereka pindah rumah, di rumah Aden sekarang.


Aku dan Bik Imah di suruh Tuan Sutio untuk ikut, menemani Mami Papi Aden, lama kelamaan cinta itu tumbuh, keduanya terlihat harmonis dan romantis setiap saat, kalau jaman sekarang yang lihat ikut baper, kata ansk muda jaman now, seiring berjalanya waktu lahir Aden.


 


Tapi semua berubah ketika aden mungkin umur lima tahun, kakek Aden meninggal.


Saya juga tidak tau apa sebabnya, tapi pertengkaran hebat terjadi setiap malam, di rumah istana, keributan membuat rumah tenang menjadi berantakan. " Cerita sedikit pak Ahmad.


" Aku mengingat itu ! itu sangat menyakitkan , dan sering terjadi di depan mataku, tapi apa tidak ada hal lain pak,.!" Saut Azka.


" Mungkin ada tapi aku dan istriku tidak tau, jika Aden tanya bik jah mungkin tau, neng Sofia pernah curhat sama Bik Jah, ketika emosi dan marah, Nyonya Sofia di tenangkan Bik Jah, tapi yang sangat jelas Nyonya Sofia menuduh Tuan Pras penyebab kematian Tuan Sutio,. " Jelas Pak Ahmad.


" Apa!! membunuh kakek,!" Azka terkejut , dan berfikir. "Tidak mungkin" Gumamnya.


"Kesalah fahaman sering terjadi, apalagi orang dewasa yang banyak problem." Ucap Pak Ahmad.


"Yah karna kurang rasa kepercayaan dari ke duanya, a...h jadi males, Pak beli boneka Spongebob, yang guede dua" Jelas Azka.


"Siap den! , " Pak Ahmad berhenti di depan toko, keluar mobil lalu masuk toko.

__ADS_1


"Ah tuh kan, aku jadi kepo, lalu penasaran ada apa di balik misteri kehidupanku, ciyeh misteri hantu tanpa kepala, atau fitnah yang mencekam, lalu menghancurkan hubungan.


Dan aku semakin gila memikirkan ini, gek misteri lo horor amat, klik Azka, klik, ah gak usah cari tau bikin jengkel, bikin bicara sendiri walau pun selalu bicara sendiri, tahan to Azka, jangan ngomong sendiri, jernih kan hati Azka, cuci otakmu,", Azka membaca Ta'awud.


Pak Ahmad masuk mobil dengan dua buah boneka spongebob.


"Ini faforit ku, nyaman, lembut dan empuk,. Dari pada galau mikirin Mami Papi mending meluk ini, serasa curhat sama Spongebob, aku dan dia sama-sama konyol. " Sambut Azka, membuka pintu mobil.


"De..n gak muat, " Teriak Pak Ahmad yang tertutup boneka,. Azka ikut keluar mendorong boneka sampai bisa masuk ke mobil, mendorong menekan agar muat di kursi belakang.


"Beres ayo duduk di depan," Riang Azka.


"Aden, aden ," Panggil Pak Ahmad heran,.mereka masuk mobil lalu pulang.


" Saya senang melihat Aden, tertawa," Pak Ahmad melirik Azka yang riang.


" Alhamdulillah. Pak, Mami pernah selingkuh enggak sih, kan yang ninggalin Papi, Mami.?" Lanjut Azka, menanyakan masalah ke dua orang tuanya.


"Enggak den, sepertinya, malah ada yang namanya Laura mencari Tuan Pras.


" Bahkan setelah menikah Papi gak pernah jenguk, dan menelponku, sampai saat ini, menghilang tanpa kabar, ini keterlaluan bukan?, orang tua macam


apa mereka hu...h," Keluh Azka.


"Pak putar lagu armada " suruh Azka, Pak Ahmad memutar tapi pelan, lalu mengajak ngobrol.


" Saya juga punya masalah, tapi kita harus berani menghadapi, selalu berdoa, Aden tau Bani anak saya, bandel, pencuri, pemabuk, itu cobaan saya, hidup pasti ada cobaanya, siapa pun, setiap manusia yang hidup pasti mempunyai rintangan, dari situlah Allah bisa menilai seberapa sabarnya manusia ketika di uji!" Cerita sedikit Pak Ahmad.


" Iya, aku sudah bersyukur karna Allah memberi rejeki yang banyak kepadaku, untuk saat ini cobaanku ya jauh dari Mami Papi, Alhamdulillah Allah mengirim kalian para penghuni rumah, untuk membuat aku terhibur adanya kalian itu sudah membuatku bahagia,memang sangat sulit, He...h" Ucap Azka, memejamkan mata sebentar.


" Den, memang terkadang manusia harus melewati jalanan tersulit di hidupnya, Aden harus sabar, karna kesabaran akan ada bayarannya, sabar, tawakakal, dan ihktiar, berdoa terus agar Allah menyatukan Aden dan keluarga Aden! " Nasehat Pak Ahmad.


" Amiiin" Jawab Azka.

__ADS_1


"Penantian ini teramatlah panjang, coba kau rasakan sayang, cintaku di ujung jalan, dia menghilang membawa,....Rasanya aku ingin ke tebing dan teriak sepuasnya, walau masalah belum beres tapi bisa menenangkan beberapa saat.


Adu..h Pak bantu pegang jantung ku agar tidak copot" Lebay Azka.


Pak Ahmad tertawa.


"Aden suka sama Neng Laila, ? Jangan bohong saya tau, sangat jelas, Aden tidak bisa menyembunyikan rasa, ? " Ledek Pak Ahmad.


"Memang terlalu terlihat Pak ?" Gugup Azka.


"Ya tidak, ini karna saya mengenal Aden, ini pertama kalinya Aden sakit tapi nekat, dan Aden berjuang, hanya ingin tau kabar Laila" Jelas pak Ahmad.


"Tapi saya malu pada diri sendiri Pak, jika saya berjuang untuk cinta Laila saya harus merasa sudah pantas untuk nya. Aku ingin dia mendapat kasih sayang dari mertua, karna dia tidak dapatkan dari ke dua orang tua nya yang sudah meninggal, aku berharap siapapun jodohnya, semoga mertuanya baik kepadanya, Ami...n," Kata dewasa Azka.


"Dan aku sekarang ingin tau apa yang terjadi di masa lalu, Mami Papi, aku mulai kepo dan jadi detektif dadakan, ini konyol,." Lanjut Azka.


"Aden udah tidak lemes lagi, udah sembuh?" Tanya Pak Ahmad.


"Masih sedikit puyeng pak , nanti saya ke kamar lalu tolong panggil Bik Jah" kata Azka dengan memainkan jari.


"Jadi dektetif beneran den,?" Tanya pak Ahmad


"Harus yang terpaksa, bagaimana ya pak soal nya cerita bapak itu belum tamat, saya masih butuh episode-episode selanjutnya, jadi perlu informasi lebih lanjut dan akurat. " Ucap Azka.


Lalu lanjut nyanyi,.


" Apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang di sana..., Aku kan terus mendoakanmu walau tak ku dengar berita tentang mu. Apa kabar mami disana....."


" Jatuh cinta rasanya aneh ya Pak, " Keluh Azka tiba-tiba.


Pak Ahmad tersenyum.


" Satu kata beribu arti, itulah cinta." Lanjut Pak Ahmad.

__ADS_1


Mereka sampai rumah.


.....Bersambung....


__ADS_2