
Niat baik Azka tercampakan, Azka mengemas barangnya, Robet dan Hihu datang.
" Stop!. Jangan bicara apa-apa.
Aku sudah mengungkap perasaanku, ini sudah cukup untukku. " Jelas Azka
terburu-buru sebelum di tegur, wajah gelisah terlihat sangat jelas.
Hihu berbaring di kasur mahal.
" Dia sama sekali tidak mencegah? Pakek trik dong tuan muda," Kata Hihu sangat ringan
" Wanita payah. Mungkin karna kau sangat aneh. Perjuangkan, nanti aku bantu." Ungkap Hihu seperti ia benar-benar pakar cinta yang sangat mahir.
" Diam! Sayangnya namamu tidak meyakinkan, Hihu😂😂😂." Azka tertawa sendiri sampai meneteskan air mata.
" Kau menangisi nasibmu." Lanjut Hihu.
Azka menghentikan tawanya.
Menatap dengan pandangan kosong ke bawah, terdiam sejenak.
Entah apa yang terbesit di benaknya, ia mengabil bunga denga fasnya lalu bernyanyi.
" Aku mencinta, mencintai hanya sekali, sekali dalam hidup ku ini, "
Ganti lagu.
" Sebagai lelaki yang tak di anggap aku hanya bisa mencoba bersabar,"
Ganti Lagu.
" Kau terindah kan selalu terindah, aku bisa apa tuk memiliki mu "
Air mata Azka berjatuhan, Azka melempos.
Azka melepar fas ketika di tertawakan, fas itu sampai remuk menjadi pecahan beling.
" Astagfirullah. Jangan gilakan aku!" Teriak Azka menyesali tingkahnya.
Robet dan Hihu terdiam Robet memberi isyarat, mereka keluar dari kamar Azka, lalu menutup pintu.
" Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Seharusnya cinta dalam diam itu, cukup mendoakan, tapi rasanya sakit, kenapa harus Andre?.
Aku merasakan serpihan hatiku
yang hancur, begini ternyata rasanya,
sangat menyakitkan.
Laki-laki.macam apa aku ini!"
Azka menghapus air matanya.
" Aku sudah terlanjur janji. HuH " Azka berdiri keluar kama dan berfikir, entah apa yang ada di benaknya. Berdiri di depan pintu kamarnya, menatap kamar Laila.
Fariha datang di dorong Andre. Fariha sangat terkejut melihat Azka yang menatap tajam Fatiha.
" Merah jambu." Panggil Azka, tanpa jawaban Fatiha masuk kamarnya.
Andre menatap sinis.
" Kenapa? naksir!" Canda Azka.
__ADS_1
" Kau memang gila Azka." Olok Andre.
Azka tersenyum
" Iya. aku tidak mengelak.
Laila! " Teriak Azka sangat keras menuju pintu kamar Laila.
" Azka, keterlaluan!" Bentak Andre sambil menarik pundak Azka mundur.
" Aku akan mati Laila!" Teriak Azka lalu di dorong keras oleh Andre. Mendengar perkataan Azka Laila atau Fariha berhenti sejenak.
" Kenapa sih lo?" Bentak Azka ke wajah Andre. Laila masuk kamar.
Azka melepas kasar tangan Andre, kemudian masuk kamarnya. Menutup pintu dengan keras. Andre pergi.
Azka mengambil ranselnya. Mengetuk pintu kamar Laila.
" Buka merah jambu, sebentar saja!" Dengan nada tinggi.
' Menunggu itu sangat meyengsarakan, sama dengan rindu, menyiksa batin.'
Lima belas menit Azka berdiri baru Laila membuka pintunya.
" Aku menyerah." Azka meletakkan semua barangnya di depan Laila.
" Paspor, uang, ATM" Kata Azka masih belum jelas.
" Apa ini?" Suara Laila lembut, matanya menatap mata melas Azka.
" Ambil semua, aku akan mengglandang.
Jika kau rindu lihat aku bernyanyi di sana, di sebrang jalan, jika tidak mau melihatku, jangan melihatku, aku akan menepati janjiku, dan akan melebur janji itu ketika kau yang meminta aku mendekatimu.
Aku tidak akan lagi muncul di hidupmu.
Tidakah kau melihat itu, aku kacau! aku mengemis cinta tanpa malu, tapi plis ambil semua barang ini, sebagai bukti aku sungguh-sungguh, aku masih anak mami siapa tau kalau aku mencari uangku sendiri, kau mau menerimaku. HaH." Ucapan Azka sama sekali tidak membuat haru Laila .
Azka berjalan.
' Cegah aku Laila, cegah aku, satu dua tiga. Lupakanlah Azka '
Azka berjalan maju harapanya pupus ia menghapus air matanya.
" Tunggu!" Panggil keras Laila.
' Yes, Alhamdulillah'
Azka menghentikan langkahnya.
" Untuk apa aku tidak butuh ini semua!" Laila melempar ransel Azka.
" Jangan terlalu benci, " Azka berbalik arah mengambil tasnya.
" Aku melihat cintamu. Selamat Laila!" Azka mengambil ransel lalu pergi.
Laila merunduk, Azka sembunyi di balik dinding sampai tidak terlihat.
Laila mengira Azka sudah pergi matanya mencari Azka dan tidak ketemu, lalu dia bisa menangis tersedu-sedu.
Azka muncul dengan tepuk tangan, Laila sangat terkejut.
" Bohong dosa." Tegur Azka
__ADS_1
" Aku tidak akan tertipu lagi. Kau berbohong karna mengorbankan cinta, sedangkan aku berbohong memperjuangkan cinta. Kita sama" Azka berlutut di hadapan Laila.
" Kau sudah berjanji... hiks hiks.." Suara tangis Laila, sangat menyakitkan. " Tolo....g he..he.. hiks" Laila merunduk menutupi wajah dengan tangannya.
" Aku ingin melihatmu bahagia. Dengar merah jambu, terserah kau mau hidup bersama siapa, aku tiada hak untuk mencegah tempat hatimu berlabuh.
Aku jatuh cinta padamu saat rintikan hujan, pertama kali aku melihatmu, aku sudah terbiasa hidup dalam diam, belasan
tahun aku diam menahan keinginanku
untuk hidup bersama mami. Jika aku tanpamu aku juga bisa.
Tapi perlu kau tahu aku akan menunggu seumur hidupku, siapa tahu setelah menikah satu tahun, dua tahun, tiga tahun,
kau bercerai." Ucapan Azka membuat Laila menatap "Aminkan dong!" Lanjut Azka dengan tersenyum menbuat Laila terkejut.
" Jangan kabulkan doa jelek Ya Allah. Jangan menunggu jandaku." Kata Laila menghapus air matanya.
" Apa kau masih anggap aku temanmu?" Tanya Azka penuh harap, sambil menatap tajam Laila.
" Aku benci, sangat benci" Pukul Laila ke pundak Azka, yang masih bersimpuh di hadapan kursi roda Laila.
" Cie, udah berani pukul-pukul, apa alasan kau sangat benci?" Azka menikmati pukulan Laila, dan terus menatap gadis yang di cintainya.
" Jangan memandangku, aku tidak akan jadi janda. Aku tidak akan memberi alasan kenapa aku benci" Jelas Laila.
" Menjadi temanmu sudah cukup untukku.
Ya..h!" Teriak, Azka berdiri memegang jidadnya, seperti ada sesuatu yang dia lupa.
" Kenapa?" Tanya Laila.
" kesemutan. AU" Kata Azka mengangkat kaki kanannya.
" Kau masih terlihat menghuatirkan ku." Azka memandang Laila dan bersandar di tembok.
" He.h" Laila merunduk.
" Kau tadi menangisiku?" Tanya Azka.
'Katakan iya merah jambu jangan putuskan harapanku.'
" Aku menangisimu karna seharusnya kau bisa jatuh cinta kepada orang lain." Tegas Laila.
" Alasan yang masuk akal, dan aku harus sadar diri. Emmm apa aku sudah di terima jadi teman?" Azka bertanya lagi, dengan mata punuh dengan harapan.
" Tidak mau!" Ungkap Laila, Azka tersenyum dan terlihat iklas lalu melangkah pergi dengan pelan dan tersenyum.
' Bicara denganmu itu sudah cukup, aku membawa pulang rasa cinta yang tidak akan dapat ku Miliki. Mungkin akan ada rencana yang indah suatu jari nanti!
Seuol Juga Kota cinta namun di Dramanya, entah kehidupan asli orang Seoul bagaimana aku juga tidak tahu.
Apa ada juga yang patah hati Sepertiku, ya jelas adalah banyak!, buktinya Artisnya banyak yang *****
Ya Allah betapa kejam cinta jika di rasuki nafsu. Aku Akan bahagia Jika Kau bahagia, semoga Allah selalu membuatmu bahagia.
Cinta tidak Harus memiliki dan tidak perlu egois,'
" Kak Azka!" Teriak seseorang dari kejauhan. Azka tidak menoleh.
'Plis Azka jangan halu, lepas landaskan hayalanmu. Jangan menoleh Gengsi dong Azka!, jangan membuat malu diri sendiri, itu hanya hayalan, atau bisikan Setan di telinga, yang membujukmu untuk menoleh.
Terbangkan mimpi bersama tiupan angin.Aku memang harus pergi, Maaf semua aku gagal.'
__ADS_1
Azka terus berjalan, lalu berbaring di kursi panjang, menikmati angin yang sangat dungin hingga masuk menerobos, ke tulang-tulang dalam tubuh Azka, bersamaan bunga sakura berguguran menjatuhi Azka.
...Bersambung...