Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Mencari Merah Jambu.


__ADS_3

Terik mentari bersinar terang awan cerah berwarna biru mengiasi langit, matahari mengsilaukan, siang ini terasa panas, dan melelahkan,.


"Ma...!" Panggil Azka yang sudah memakai pakaian rapi.


" Ya Azka!, sudah siap pergi?! " Tanya Mami Sofia menarik kursi di ruang makan.


"Iya, harus cepat bertindak, sebelum terlambat, Ma.. ! " Jelas Azka.


"Kamu sudah mengurus semuanya Paspor atau Visa? " Suara lembut Sofia menatap putranya.


" Sudah Ma !, minta nomernya Fariha," Azka memberikan ponselnya.


" Ni..h! , kamu harus bujuk dia, dia sudikit keras kepala,!" Bujuk Sofia.


"Siap bos berlian, Ma sehat terus ya.., " Azka mencium tamgan Maminya.


"Hati-hati Azka! " Maminya berdiri mengantar Azka ke teras.


"Muahc,"cium Azka ke Maminya, Maminya tersenyum.


"Sekian lama!, peluk Mami! " Suruh Sofia Azka memeluk Maminya .


"Maafkan mami ya?.." Haru membawa tangis Mami Sofia.


" Ma..jangan menangis!., " Azka mengusap air mata maminya.


" Para penghuni ayo pelukan, " Panggil Azka kepada para pegawai, Memeluk satu persatu.


"Doakan ya ... semua, ini peperangan cinta!" Minta Azka.


"Siap de...n" serempak .


"Assalamua'alaikum," Pamit Azka.


"Wa'alaikumusalam " Jawab semuanya, mengiringi kepergian Azka.


Azka di antar pak Ahmad, ke bandara.


[ Salam kenal?! ]


Azka mengchat Fariha.


Sama sekali tak di jawab.


" Pak ini akan menjadi perjalanan panjangku, dan aku masih harus berjuang, untuk menyakinkannya " Kata Azka ke pak Ahmad.


"Yakin den kalau bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya.!" Kata pak Ahmad memberi semangat.


"Sampai den," Lanjut pak Ahmad, Azka menoleh ke bandara.


" Alhamdulillah! " Azka keluar mencium tanggan Pak Ahmad, Walau hanya supir Azka menganggap Pak ahmad sebagai Ayahnya.


"Hati hati den,."


"Iya pak, Assalamua'alaikum " Pamit Azka.


"Wa'alaikum salam " Pak Ahmad langsung pulang.


Azka masuk bandara Chek In, masuk ruang tunggu,. Melihat ponsel belum ada balasan dari Fariha.


Azka mengchat lagi.


[ Boleh ku mengenalmu?, gadis pelukis!, saya pesen tiga lukisan terbaikmu, untuk hadiah yang akan ku persembahkan untuk calon


istriku, aku akan memberi berapa


pun yang kau mau!?, ]


Azka memainkan jari jari tangannya, empat menit kemudian.


[ Lukisan seperti apa ?]


Jawab singkat chat Fariha.


[ Terserah anda, lukislah yang anda suka ! ]

__ADS_1


jawab Azka.


[Ane...h, aku tidak mau membuatkan! ]


Balas Fariha.


[ Danau, pasangan menaiki perahu, yang ke dua pasangan yang berjalan di bawah bunga sakura yang berguguran, yang ke tiga tulis kan anna tresno you di dalam rangkaian bunga di dalam lukisan nanti di beri inisial huruf ]. Azka mengirim chatnya.


[ Baik, kau memberiku waktu berapa lama? ] Balas Fariha


[ Lama atau tidak juga tak apa, tapi sekarang aku menuju Paris ] Chat Azka berjalan menuju pesawat.


[Tapi maaf, aku sekarang di Korea ] Singkat Fariha.


Azka syok .


'He...Makin Seru Ni...h .'


Batinnya ia masuk ke pesawat lalu duduk.


"Maskapai penerbangan aku salah tujuan" bicara pelan.


"Hay Azka.., iya kan ?" Panggil gadis di sampingnya.


"Maaf siapa ya?." Tanya Azka.


"Tia, teman kuliah, yang duduk di


sampingmu! " Jelas gadis itu.


"O., mau ke Paris ?" Tanya Azka.


"Iya, kamu sendiri kemana aja.?" Tanya Tia.


"Kepo nih orang " Gumam Azka.


" Menenangkan hati di penjara suci (pesantren)" Jelas nya.


"Kamu masih suka ngomong sendiri? " Tegur dan bertanya Tia.


Terbang mengikuti arah dari petunjuk Maminya ternyata salah, Fariha sudah ada di Korea. Azka mengambil buku kecil lalu menulis.


Catatan Azka.


[ Aku terbang entah menghampiri siapa, apa Laila atau Fariha, ke duanya mungkin satu orang, tapi apa masih sama?, aku harus optimis, sama atau tidak aku harus berjuang. Ya Allah mudahkan jalanku, jangan engkau beri rintangan yang akan menghadang tujuanku,.


Rasa ini seperti hembusan angin


nikmat dan sejuk. Besar kecilnya harapan aku harus menghadapi, dan tetap harus maju ke depan, Laila gadis merah jambuku.


Aku datang, I hubb you (aku cinta kamu) ]


Dalam perjalanan panjang Jakarta ke paris Prancis, delapan belas jam lewat lima belas menit transit satu kali.


Azka sangat jenuh ia membuka buku catatan lagi. Dan menulis semua judul lagu Armada yang pernah ia dengar.


Setelah ada tiga pulu judul lagu, ia menulis kata-kata.


[ Aku jatuh cinta, ketika jatuh rintikan hujan, siang itu gadis merah jambu berdiri di halte bus. Hujan selalu membuat aku jengkel, aku tak pernah mengira akan hidup sementara sengan gadis merah jambu, ia membuat ku berubah secara perlahan. Dan di saat itu aku terpaut dan mulai menyukai hujan, rintikan yang mengaryikan rindu, sepi, sunyi, dan syahdu.


Dia bukan gadis merah jambu dia Laila, tapi aku yang memanggilnya dengan sebutan itu.


Bismillah, atas nama Allah.


Laila....aku mencintaimu.


Laila ....aku merindukanmu


Laila...plis jangan hanya jadi, awan, karna awan hanya kabut yang tak bisa ku sentuh.


jangan pula jadi air karna air lembut jika aku tadah dengan kedua tanganku, tetap akan menetes dan habis, hanya tersisa basah di kulit ku.


Laila buka hatimu untukku


Laila jadikan aku pemilik hatimu.

__ADS_1


Apapun yang terjadi aku akan membuatmu bahagia.


Azka menutup buku kecil nya lalu menarok di ransel. Tia memperhatikannya.


"Azka kau Laila hilang ke mana? " Tanya Tia.


"Penasaran, sama!, aku tidak tau Laila pergi ke mana?, ". Singkat Azka.


" Kamu dari dulu menyebalkan ya , " Tegur Tia Azka tetap santai.


" Kalau gitu diam, aku tidak mengurusimu, kau juga tak harus mengurusiku!" jelas Azka.


" Pantas saja kau tak punya siapa-siapa ?" Lanjut Tia dengan kesal.


" Aku tak perlu terlihat baik di hadapanmu, apa untungnya?, tapi jika kamu butuh pertolongan aku akan membantu dengan senang hati," jelas Azka.


" Aku memang tak mengenalmu, maaf " Ucap Tia menjalurkan tanganya, mengajak Azka jabat tangan.


" Untuk apa minta maaf, baiklah teman!" Ucap ringan Azka mereka berjabat tangan.


" Boleh aku tau kenapa ke Paris? ". Tanya Tia


" Kamu terlalu penasaran denganku ya?, awas nanti jatuh cinta, itu lagunya band Armada." Mereka tertawa ,.


" Kau itu...he he.."Tia gadis cantik berambut panjang lurus , hidung mancung , dan mata yang indah.


" oke maaf maaf, aku salah tujuan, niat ke Paris tapi harus Ke Korea ." Jawab Azka .


" Apa,! kok jauh amat!." Kaget Tia .


" Ya harus seperti ini, kau sendiri?, " Tanya balik Azka.


" Aku akan bertunangan " Jawab Tia.


" Selamat! .." Azka mengajak berjabat


tangan, Tia menerimanya .


Azka melihat jam,.


"Ini waktu nya Solat, aku solat dulu " Pamit Azka.


"O silahkan! " Kata Tia seperti heran dan kagum.


Azka berjalan ke toilet, Wudlu, tak lama ia kembali ke tempat duduknya.


Lalu Solat di tempat duduknya.


Islam mumudah kan para musafir, jika di dalam pesawat arah kiblat tak di tentukan, bisa sambil duduk pula .


Tia tak henti memandang Azka .


Azka salam, solat sudah selesai, ia membaca doa, kedua orang tua, dan doa sapu jagat (Robbana atina ).


" Aku tak menyangka kau taat ibadah ?!" Ucap Tia terpesona dengan Azka.


" Ibadah kewajiban untuk mensyukuri, apa yang telah di beri kan Tuhan untuk kita, jangan memujiku!, ingat kau sudah punya tunangan!?" Tegur Azka Tia tersenyum .


" Kau itu...," Keluh Tia.


" Ya beginilah aku!. " Singkat Azka.


"Kau bekerja ? " Tanya Tia.


" Aku masih anak Mami, uang dari Mami, aku belum mandiri, tapi aku sangat mudah mendapatkan uang, mendapatkan uang sendiri, " Ucap cepat Azka.


"Kok bisa !?" Penasaran Tia .


" Ya bisalah, Azka." Sambil menaikan ke dua alisnya.


Tia tersenyum remeh.


" Enggak percaya?! " Sahut Azka.


" Nih ku jual jam ku, ini harga nya segini, terserah mau beli berapa, " Contoh Azka membuat Tia tertawa terbahak-bahak, mereka terus ngobrol.

__ADS_1


......Bersambung.....


__ADS_2