Menepis Luka

Menepis Luka
Oh Tyler


__ADS_3

Walau Damian tau yang di tuju Tyler Ariadna tapi dia tetap khawatir. Robin mengikuti Damian, ingin tau apa yang akan di lakukan Tyler.


"Daniela, apa kabar?" sapa Tyler pada Daniela. Langkah pertama.


"Hai Tyler, aku baik. Kamu baru pulang ya?" kata Daniela pada Tyler dengan ramah. Damian dan Robin tiba di belakang Tyler.


"Sudah beberapa waktu sih. Aku mau kenal dong sama yang punya acara. Mau bilang terima kasih sudah mengundang." Tyler bersandiwara. Langkah kedua.


"Oh ini Ariadna sahabatku. Dia yang punya acara. Ar ini Tyler teman Damian." Daniela tidak curiga.


"Ya aku tau teman Damian, Tyler. Yang ini pasti Robin ya." Ariadna menunjuk pria di sebelah Damian. Dia sengaja mengalihkan perhatian agar tidak perlu bersalaman dengan Tyler. Dia pernah mendengar teman Damian yang satu ini "antik". Tyler cemberut Ariadna memperhatikan Robin.


"Katanya kamu baru pulang dari Paris, bisnis apa di sana?" tanya Tyler menarik perhatian Ariadna kembali.


"Bisnis kosmetik " jawab Ariadna malas.


"Mamaku juga bisnis itu. Boleh minta nomermu, siapa tau bisa jadi rekanan?" pinta Tyler tanpa membuang kesempatan. Langkah ketiga. Di pinta di depan yang lain Ariadna jadi serba salah. Mau menolak nanti di anggap sombong. Akhirnya dia pun memberikan nomernya. Tyler tersenyum puas. Robin menggelengkan kepalanya melihat ulah Tyler.


"Sejak kapan mamamu bisnis kosmetik?" tanya Robin menyindir Tyler. Mereka tengah makan dan duduk berdua agak jauh. Damian duduk besama Daniela.


"Sejak dia berdandan." jawab Tyler asal. Matanya terus mengawasi Ariadna.


"Itu sih konsumen kosmetik bukan bisnis." protes Robin.


"Ya kan tetep harus beli dong ga mungkin minta. Nanti aku minta mama bisnis kosmetik untuk menjerat calon menantu." Tyler tidak kurang akal.

__ADS_1


"Memangnya mamamu setuju?" Robin penasaran.


"Hei, Ariadna itu kandidat nomer dua setelah Daniela. Aku dengar dia menghilang, ternyata ke Paris." Tyler tidak main-main. Buruannya kali ini kelas kakap. Robin yakin orangtua Tyler pasti setuju dengan pilihan anaknya. Tapi orangtua Ariadna? Belum tentu. Pemuda somplak begini mau sama putri berlian. Dari arah pintu masuklah seorang gadis yang langsung mencari Ariadna. Ketika di lihatnya yang di cari dia segera menghampiri dan memeluknya.


"Sorry, aku telat datangnya." kata gadis itu dengan menyesal.


"Andini. Memang situ selalu telat kan. Belum pernah on time." jawab Ariadna menggoda temannya.


"Pulang dari Paris sensi ya." kata Andini sambil tertawa.


"Tidak tuh, sehat-sehat saja." Ariadna menggandeng Andini menghampiri Daniela.


"D titip si centil nih. Selalu datang telat." kata Ariadna pada Daniela.


'Hai apa kabar?" Daniela segera berdiri memeluk Andini.


"Kamu ke mana saja, sibuk apa sih sekarang?" tanya Daniela ingin tau.


"Di pingit. Aku ketahuan jalan sama cowok. Jadi sementara tidak bisa kemana-mana. Untung Ariadna ngundang, aku jadi bisa keluar. Andini bercerita sambil mengamati suasana. Ingin tau siapa saja yang di undang Ariadna.


"Memang kenapa jalan sama cowok itu?" Daniela jadi penasaran.


"Mama tidak suka, karena bukan tipe mama banget. Aku yang suka. Nanti ya aku kenalin kalian." kata Andini. Damian jadi tidak senang mendengarnya. Mengenalkan Daniela pada seorang pria. Sepertinya Damian harus cepat-cepat merebut hati Daniela kembali biar bisa tenang. Anehnya dulu dia tidak seperti ini. Dia membiarkan Daniela bergaul dengan siapa pun. Karena Daniela tau batasnya. Tapi melihat Daniela yang lebih lepas seperti ini Damian ragu.


"Ya nanti kita ketemuan. Tapi aku beresin urusan aku dulu dengan mamaku ya." janji Daniela. Damian tersenyum, untung Daniela sedang sibuk.

__ADS_1


"Ok gampang." Andini masih ingin bercakap dengan Daniela tapi Ariadna menariknya ke tempat lain.


"Ada apa say?" tanya Andini heran. Mereka duduk di pojok ruangan.


"Kenal Tyler, temennya Damian?" tanya Ariadna pada Andini.


"Kenal sih tidak tapi tau orangnya." Andini jadi ingin tau maksud pertanyaan Ariadna.


"Aku pingin tau orangnya gimana. Aku undang dia karena takutnya Damian bosan. Tapi aku rasa orangnya gimana gitu." Ariadna mengungkap keanehan yang dia rasakan. Andini memutar pandangannya, mencari. Tidak lama di lihatnya Tyler yang tengah menatap Ariadna.


"Wow dia menatapmu say." lapor Andini.


"Dari tadi non, makanya aku risih." keluh Ariadna. Dia acuh saja dan sibuk menikmati hidangan pestanya.


"Jangan-jangan dia mengincarmu. Yang aku tau dia penikmat wanita. Tapi dia pilih-pilih tidak sembarang wanita di incarnya. Dia suka mengejar wanita yang di sukainya. Tapi kalau wanita itu sudah takluk dan menyukainya dia tidak tertarik lagi." kata Andini serius.


"Kamu tau banget dia." Ariadna heran. Tapi tidak percuma bertanya pada Andini. Dia jadi tau siapa Tyler.


"Pastilah. Dia kan incaran para jomblowati. Tapi tau hobinya itu aku sih malas, hati-hati say. Jangan tergoda rayuannya. Kalau mau sama yang sebelahnya tuh, Robin. Dia tipe cowok setia." tambah Andini. Ariadna menatap Robin sejenak, hanya ingin tau yang Andini bilang cowok setia. Robin sedang sibuk makan, tidak perduli akan sekitarnya. Tyler tidak suka melihat Ariadna malah menatap Robin, bukan dirinya.


"Aku sih tidak tertarik dua-duanya. Tadi sempat di kenalin Tyler minta nomerku. Aku tidak nyaman saja. Mau tanya Daniela tentang Tyler, dia di tempel terus sama Damian." jelas Ariadna.


"Daniela cantik, rambutnya beda. Pantes saja di tempel terus." Andini menatap lagi ke sekitar. Yang di undang Ariadna kan bukan para wanita saja. Tapi ada juga prianya.


"Itu kan aku yang anter dia permak. Makanya jangan ngumpet saja. Kumpul dong sama kita." kata Ariadna kesal.

__ADS_1


"Aku bukannya ngumpet tapi diumpetin." balas Andini. Tidak lama mereka sudah ketawa cekikikan. Daniela ingin bergabung dengan mereka. Tapi tidak enak ada Damian. Percuma kan mengundang Tyler dan Robin. Damian tetap di sampingnya. Dari acara party malam itu Ariadna jadi tau siapa Tyler. Ini penting baginya untuk menghadapi pria itu. Karena sejak malam itu Tyler kerap menghubunginya. Ariadna mengabaikannya. Apa lagi setelah tau dari Andini, mama Tyler tidak punya bisnis kosmetik. Jadi rupanya itu akal-akalan Tyler untuk mendapat nomer Ariadna. Tyler kesal tidak bisa menembus pertahanan Ariadna. Tapi Tyler tidak putus harapan. Dia masih mencari cara untuk dekat dengan Ariadna. Tyler baru keluar dari kantornya ketika di lihatnya Juwita tengah bersandar di mobil sportnya.


"Masuk." kata Tyler pada Juwita yang tersenyum manis. Tyler tidak mau mereka jadi pusat perhatian. Juwita pun masuk ke dalam mobil.


__ADS_2