Menepis Luka

Menepis Luka
Masa Lalu


__ADS_3

Apa pun alasannya Andini tidak suka melihat sekretaris Tareigh. Demikian juga Daniela. Tau dua wanita di depannya tidak menyukainya dia pun berlalu. Sedangkan Ariadna yang berjalan menuju toilet di kejar oleh Tareigh. Di tariknya tangan Ariadna hingga gadis itu terhenti.


"Kenapa kau menghindari ku? Kemana saja kau selama ini?" tanya Tareigh memburu jawaban.


"Aku rasa kita tidak perlu bertemu lagi." kata Ariadna tegas. Dia tidak enak berada di tengah banyak orang jika harus bertengkar.


"Mengapa tidak? Aku ingin tau kabarmu. Temui aku di cafe Analis besok siang. Itu cafe favoritmu kan?" kata Tareigh lembut membujuk.


"Tapi kau sudah menikah, aku tidak mau ada salah paham." Ariadna menolak. Tyler sudah mendekati mereka, tapi tidak mau mengganggu karena di lihatnya Tareigh bersikap baik pada Ariadna. Lagi pula itu bukan urusannya, tidak etis jika dia mencampuri.


"Temui aku besok siang. Aku akan menemui keluargamu jika kau tidak datang." ancam Tareigh. Dia tidak mau di tolak.


"Baiklah." Ariadna mengalah. Dia tidak mau keluarganya tau tentang kisahnya bersama Tareigh. Ariadna pun meninggalkan Tareigh dan kembali pada Daniela. Tareigh hanya mengamati Ariadna pergi. Tyler mengamati Tareigh sebentar, dia sudah tau janji temu mereka. Tyler tidak rela Ariadna dekat dengan pria manapun, dia akan mengikuti mereka diam-diam.


"Jangan bilang pria yang ada di hatimu pria tadi." tanya Daniela pada Ariadna. Melihat roman wajah Ariadna dan tindakannya tadi Daniela punya kesimpulan.


"Ya kamu benar." jawab Ariadna lesu.


"Pria apa? memang ada apa Antara kau Dan Tareigh?" tanya Andini tidak mengerti.


"Tareigh masa lalu Ariadna." jawab Daniela karena Ariadna terlihat malas menjawab.


"Hah, kapan?" tanya Andini tak percaya.

__ADS_1


"Waktu kuliah dulu." kata Ariadna pasrah, tidak mau menutupi lagi.


"Wah untung deh kalau dulu, kalau sekarang bahaya. Mungkin dulu Tareigh masih pria yang baik. Dia rusak karena menikah dengan Metia." Andini yang tidak tau masa lalu Tareigh hanya tau garis besarnya saja. Padahal Ariadna putus dengan Tareigh karena pria itu berselingkuh. Tapi Ariadna tidak mau menjabarkannya. Dia tidak mau membahas kebodohannya dulu. Sementara Damian tengah di tatap seseorang. Juwita. Dia datang bersama bosnya yang sekarang sudah jadi kekasihnya. Sejak datang Juwita berharap bisa bertemu Damian atau Tyler. Melihat Damian dari jauh Juwita serasa ingin menghampirinya. Tapi Juwita ragu. Awalnya Damian tidak melihatnya. Robin menyentuhnya memberi tau Damian, ada Juwita yang tengah menatapnya. Damian balas menatap Juwita dengan tatapan dingin. Tidak ada senyum malah tatapannya bertambah tajam. Damian sudah pernah mengatakan pada Juwita untuk tidak mencarinya lagi. Dari situ Juwita tau, Damian telah membangun tembok kokoh antara mereka. Tidak ada celah bagi mereka untuk kembali bersama. Juwita pun pergi.


"Mantan bro, dia sekarang jalan sama bosnya." kata Robin yang memperhatikan Juwita.


"Malas aku melihatnya. Jadi ingat kesalahanku." kata Damian kesal. Juwita yang mengerti tidak ada kesempatan bagi dia dan Damian mulai mencari Tyler. Di cegatnya pria tampan itu ketika Tyler akan kembali ke tempat Damian.


"Kamu ko tidak telpon aku?" tanya Juwita manja. Tidak lupa senyum semanis madu menyertai.


"Baby maaf ya, kemarin itu aku hanya penasaran karena kau pernah di simpan Damian. Sekarang aku tidak minat lagi. Aku tau kau juga sudah punya incaran baru." Tyler berkata sambil tersenyum manis juga. Dia sudah melihat tadi Juwita datang dengan pimpinannya. Mata buayanya dapat menilai hubungan mereka lebih dari pada atasan dan bawahan. Tyler pun meninggalkan Juwita yang kecewa. Permainan bosnya masih kalah jauh dengan permainan Tyler. Juwita melayani bosnya karena terpaksa takut di pecat. Juwita malas mencari pekerjaan lagi. Damian yang melihat Juwita jadi malas tetap di sana. Dia pun menghampiri Daniela.


"Lebih baik kita pulang dan bikin bayi di rumah. Aku bosan di sini." bisik Damian di telinga Daniela. Istrinya langsung tersipu, walau hanya dia yang dengar. Daniela setuju. Dia pun pamit pada dua temannya. Mereka masih mencari orangtua kedua belah pihak. Ternyata dengan pulangnya Damian dan Daniela, para orangtua juga memutuskan untuk pulang. Di mobil Daniela sibuk memikirkan Ariadna. Sekarang sudah terbuka rahasia Ariadna, jujur Daniela masih penasaran dengan Tareigh Aruna. Apa benar Ariadna bisa cinta pada pria sebrengsek itu? Ariadna sudah menyimpan lama pria itu dalam hatinya. Itu sebabnya gadis itu tidak punya pasangan hingga sekarang. Di jodohkan pun dia tidak mau.


"Daniela kamu sudah cantik begitu sayang jika aku bawa pulang." Damian memutus lamunan istrinya.


"Kita akan menghabiskan waktu berdua saja. Aku kesal tadi di sana banyak yang melirikmu. Apa lagi si Revin itu. Matanya seperti mau keluar menatapmu." Damian mencurahkan kekesalan hatinya. Daniela tersenyum. Bukan maunya Revin seperti itu.


"Dia aneh ya, rasanya aku tidak dekat ketika kuliah dulu." ungkap Daniela heran.


"Dulu dia memang tidak mendekatimu, tapi mengamatimu." Damian yakin dulu Revin tidak bisa mendekati Daniela karena orang-orang Ardan. Atau Revin sudah tau tidak dapat mendekati Daniela.


"Untuk apa dia mengamatimu?" Daniela masih heran.

__ADS_1


"Tertarik padamu lah." Damian menjawab kesal.


"Tapi sekarang kan aku sudah menikah." Daniela tidak percaya.


"Nah itu. Di kepalanya ada yang salah sepertinya. Oleh sebab itu aku minta kau berhati-hati. Jangan pernah pergi seorang diri. Kita tidak tau apa yang akan dia lakukan." Damian menakut-nakuti Daniela, agar jauh-jauh dari pria yang dia tidak suka itu. Daniela tidak mau membantah Damian, karena dia juga tidak tau maksud Revin. Damian membawa Daniela ke suatu tempat yang bisa menikmati pemandangan malam yang indah.


"Kau mau minuman hangat?" tanya Damian lembut.


"Aku mau." jawab Daniela.


"Bagaimana dengan makanan, kau tidak lapar?" Damian ingat Daniela tidak makan dengan benar.


"Tidak, aku tidak mau melihat makanan lagi malam ini." tolak Daniela. Mereka menikmati pemandangan sambil menikmati minuman hangat.


"Damian, kau tau Tareigh Aruna?" Daniela mencoba mencari tau.


"Pernah bertemu beberapa kali. Bukankah tadi ada." Damian mulai curiga dengan pertanyaan Daniela. Tapi dia memang tidak tau insiden Ariadna.


"Ada sih, menurutmu dia bagaimana?" nah Damian semakin curiga.


"Dalam bisnis dia cukup bagus." Damian menjawab secara umum.


"Kalau dalam bidang lain?" Daniela memancing.

__ADS_1


"Buat apa sih kamu tanya-tanya suami orang." Damian malas menjawabnya, dia menarik Daniela dalam pelukannya. Dia akan mencium pipi Daniela di tolak. Daniela menghindar.


"Jawab dulu yang jelas, baru boleh cium." ancam Daniela. Damian tertawa, dia menyerah. Apa boleh buat, Daniela bersikukuh sangat ingin tau.


__ADS_2