
Daniela sendiri sedang sesak saat ini. Terluka dan sakit hati tentu dia rasakan karena dia telah mencintai Damian. Walau Damian tidak pernah menunjukkan mencintainya tapi suaminya memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Tidak terpikir oleh Daniela Damian akan bermain di luar. Daniela curiga pada suaminya yang tidak menyentuhnya sama sekali dua bulan ini. Damian juga memilih untuk tidur di hotel miliknya setelah jam kerjanya yang padat. Instingnya merasa ada yang tidak beres. Maka dia meminta seseorang untuk mengikuti Damian. Binggo, Damian tidur dengan wanita lain. Lebih tepatnya Damian tidur di kamar yang sama dengan seorang wanita. Biasanya wanita itu datang lebih dulu dan berdiam di sana. Malam hari Damian datang dan tidak keluar lagi hingga esok pagi. Damian yang akan keluar lebih dulu karena dia terbiasa bangun pagi. Ketika mengetahui hal itu Daniela jelas sakit hati, kelembutan dan kebaikan Damian membuatnya jatuh hati pada suaminya. Tapi Daniela tidak mau berdiam diri. Damian harus tau jika dia sudah mengetahui perbuatannya. Maka Daniela memutuskan menunggu suaminya di lobby hotel. Sebagai istri pemilik hotel tentu Daniela bisa meminta kunci cadangan. Apalagi yang menempati kamar adalah suaminya. Tapi Daniela tidak mau menyaksikan pemandangan yang menyakitkan hatinya. Daniela memilih menunggu Damian. Marah? jelas dia marah. Tapi bukan karakternya untuk berteriak dan memaki meluapkan kemarahannya. Daniela lebih suka meminta penjelasan suaminya. Dengan perasaan hatinya yang sesak Daniela melangkah keluar rumah. Di kendarai mobilnya menuju kediaman orangtuanya. Dia perlu meluapkan rasa sakit hati dan kecewanya. Daniela tiba di rumah yang dulu di tinggalinya.
"Bi dimana mama?" tanya Daniela pada pelayan di rumah itu.
"Nyonya ada di ruang kerjanya non." jawab pelayan itu. Daniela pun menuju ruang kerja mamanya. Ruang kerja dimana mamanya mengurus dan mengatur beberapa organisasinya.
"Mama." sapa Daniela ketika memasuki ruangan. Mamanya terkejut.
"Daniela, kau datang sayang." wanita paruh baya itu tersenyum. Wanita yang cantik dan selalu tampil anggun. Wanita yang mendidik Daniela menjadi wanita yang sempurna. Daniela segera memeluk mamanya. Untung saja Arabela sedang sendiri di ruang kerjanya. Melihat tingkah putrinya yang lain dari biasanya Ara curiga.
"Ada apa? pasti ada sesuatu." Arabela membimbing Daniela pada sofa besar di ruangan itu. Mereka duduk bersama.
"Ada yang Daniela ingin ceritakan, tapi mama janji untuk tidak bilang pada papa." kata Daniela memohon.
"Kenapa? pasti ini masalah yang serius kan?" Arabela semakin curiga.
"Karena aku belum membuat keputusan." jelas Daniela.
"Baiklah, cerita saja. Mama dengar " Arabela mengalah.
__ADS_1
"Damian berselingkuh ma, dia menikahi wanita lain. Aku sudah membuktikannya sendiri. Bahkan Damian sudah mengakuinya." Daniela menceritakan masalahnya.
"Damian? Menikah lagi? Sejak kapan?" Arabela terkejut, dia tidak menyangka menantunya berbuat demikian. Tapi dia percaya Daniela tidak berbohong.
"Sejak dua bulan yang lalu." Air mata Daniela turun lagi. Di depan mamanya dia tidak perlu menahan diri. Jelas dirinya terluka.
"Lalu apa katanya? Apa Damian mencintai wanita itu?" Arabela jadi cemas. Dia tau pernikahan putrinya karena pengaturan mereka selaku orangtua Daniela. Damian memang tidak mencintai putrinya ketika pernikahan terjadi. Tapi jika Damian jatuh cinta pada wanita lain tentu alam semesta yang bicara. Cinta datang sendiri dan pergi sendiri.
"Damian bilang dia tidak sungguh-sungguh dengan wanita itu. Dia menikahinya hanya karena wanita itu memintanya. Damian hanya main-main dengannya " Daniela mengulang perkataan Damian.
"Wanita penggoda memang banyak di luar sana." kata Arabela, dia sedikit lega menantunya tidak mencintai selingkuhannya.
"Jelas mama tau. Kamu lihat dong suami kamu. Wanita mana yang tidak tertarik? Tampan, mapan,lembut perangainya. Walau dia sudah menikah tapi akan ada wanita lain yang bersedia menjadi simpanannya " jelas Arabela.
"Ko mama jadi bela Damian?" Daniela marah.
"Mama bukan bela Damian. Tapi itu memang kenyataan yang ada. Mama sudah banyak makan asam garam kehidupan. Lalu apa yang Damian lakukan setelah kau tau perbuatannya?" Arabela ingin tau.
"Dia minta maaf. Dia bersedia menceraikan wanita itu ketika aku minta.Dia juga tidak mau bercerai dariku katanya. Tapi aku belum memberi jawaban." Daniela terlihat bingung.
__ADS_1
"Kapan Damian akan menceraikan selingkuhannya?" tanya Ara tajam.
"Menurut Damian saat ini juga dia akan melakukannya." Daniela menatap Arabela, ingin tau apakah mamanya percaya dengan perkataan Damian.
"Jelas Damian hanya main-main. Tapi tidak ada salahnya kita mencari tau apa dia sungguh-sungguh melakukannya. Kalau Damian serius dengan wanita itu dia tentu tidak akan melepaskannya. Setau mama Damian bukan orang yang berkata iya tapi berlaku lain." kata Arabela tentang menantunya.
"Mama percaya pada Damian?" Daniela ingin menegaskan.
"Mama percaya. Jika dia tidak menghargaimu dia akan melepaskanmu. Tapi Daniela wanita itu bukan sosok yang sepadan di bandingkan denganmu. Damian akan menyesal melepaskanmu. Mama yakin Damian bukan pria yang licik. Dia cukup pintar menilai. Kami setuju dengan pinangan Damian karena kami yakin dengan pribadinya. Tapi mama tidak menyangka dengan apa yang di lakukannya. Ternyata memang tidak ada yang sempurna di dunia ini." Arabela menyesal. Mereka sudah berhati-hati memilih menantu, ternyata putrinya harus terluka juga.
"Aku juga percaya pada pilihan papa dan mama. Hanya kita tidak tau kan apa yang akan terjadi di depan." Daniela jadi sedih. Dia merasa sudah berupaya keras tapi sia-sia.
"Lalu apa keputusanmu? Apa pun itu mama akan dukung kamu." Arabela tidak dapat memungkiri rasa cintanya pada putri tunggalnya. Ibu mana yang rela putrinya di sakiti.
"Aku bingung ma. Terus terang aku mencintai Damian, mama tau kan dia selalu memperlakukanku dengan baik. Itu sebabnya aku sakit hati dan kecewa. Tapi bercerai juga apakah aku akan bahagia? Apakah aku tidak akan menyesal nanti?" Daniela mengungkap kebimbangannya. Arabela mengerti perasaan putrinya.
"Baiklah sayang, pikirkan baik-baik. Jangan ambil keputusan di saat kita marah. Sebagai orangtua jika kamu tidak bahagia kami bersedia menerimamu dan menjagamu kembali. Apa pun yang kamu mau. Tapi jika kau mau bertahan dan menjalani pernikahanmu pun kami tetap harus mendukungmu. Kamu yang putuskan Daniela. Tapi mama akan bantu kamu jika kamu mau " Arabela mengusap rambut putrinya sayang.
"Maksud mama?" Daniela tidak mengerti perkataan Arabela yang terakhir.
__ADS_1
"Begini Daniela, Damian bermain-main dengan wanita itu bukan karena dia suka dengan pribadinya. Tapi bermainnya. Buktinya dia dengan mudah bersedia melepaskan wanita itu. Itu sih mudah. Lalu permainannya yang menarik maka bermainlah dengan cantik.