Menepis Luka

Menepis Luka
Teman Baik


__ADS_3

Ketika Daniela terbangun esok paginya, dia masih berada dalam pelukan Damian. Semalam dia tertidur karena lelah.


"Sudah bangun?" tanya Damian lembut.


"Dam semalam aku tertidur, kamu puas?" tanya Daniela sambil menatap wajah suaminya. Setelah pelepasannya Daniela tertidur jadi tidak tau bagaimana dengan Damian.


"Puas sayang, yang penting itu kamu." Damian mengecup kening Daniela.


"Kan kamu yang mau." balas Daniela sambil tersenyum.


"Memangnya kamu tidak?" Damian menarik hidung istrinya gemas. Daniela tertawa dan menyembunyikan wajahnya di dada Damian. Dia sih selalu mau jika suami meminta, apalagi dengan perasaan cinta yang di dapatnya.


"Mandi yuk." ajak Damian sambil mencari bibir istrinya dan mengecupnya. Jika tidak ingat harus bekerja Damian lebih suka terus berpelukan dan menaiki istrinya lagi. Daniela menurut, dia sadar suaminya punya tanggung jawab. Mereka pun mandi dan masih saling memperhatikan. Hingga berpakaian Daniela dengan sabar memasangkan dasi pada Damian.


"Selesai sudah." kata Daniela sambil menatap hasil kerjanya. Damian memeluknya dengan sayang. Mungkin efek hampir kehilangan istrinya kemarin dia jadi ingin terus memeluk Daniela.


"Dam, nanti jadi berantakan." Daniela melepaskan diri.


"Berantakan juga karena istri sendiri. Sarapan yuk." Damian menggandeng Daniela meniru konten yang ada di sosial media. Dia tidak punya waktu melihat konten tersebut, tapi dia pernah memergoki Rama melihat konten itu sambil senyum-senyum. Untung dia memergoki Rama, dia jadi waspada jika mengajak Daniela pergi ke mal. Tidak terbayang olehnya jika istrinya di gandeng orang lain. Mereka turun menuju ruang makan. Sarapan sudah tersedia, sup panas dan roti garlic sesuai keinginan Damian. Daniela menuangkan untuk suaminya.


"Kamu di rumah saja ya sayang, nanti ada Ariadna yang datang menemani." Damian menerima supnya dengan semangat.

__ADS_1


"Ariadna, dia mau datang ke sini?" tanya Daniela heran. Darimana Damian tau.


"Kemarin Ariadna telepon, tapi kamu sedang tidur. Aku minta dia datang hari ini biar kamu tidak sendiri." Damian menjelaskan. Dia tau pertanyaan yang ada di pikiran Daniela dari raut wajah istrinya. Mendengar penuturan Damian Daniela jadi paham.


"Ok, aku memang mau di rumah saja." jawab Daniela sambil menikmati sarapannya. Damian tersenyum lega. Hari ini dia sibuk bekerja membereskan yang kemarin tertunda. Mengetahui istrinya diam di rumah perasaannya jadi tenang dan bisa konsentrasi dalam pekerjaannya.


"Ada pak Sabri di rumah jika kau perlu sesuatu. Telpon aku jika ada yang penting " pesan Damian lembut. Daniela hanya mengangguk. Dia tidak terbiasa mengganggu Damian bekerja, dia setuju agar Damian tenang. Daniela mengantar Damian seperti biasa. Kali ini Daniela mencium pipi kiri dan kanan Damian. Di susul Damian yang mencium kening Daniela.


"Kamu tuh bikin suami jadi susah berangkat kerja." kata Damian sambil cepat-cepat berjalan keluar. Khawatir dia jadi malas berangkat. Daniela tersenyum. Dia melangkah ke dalam mencari Rindu. Kedatangan Ariadna nanti membuatnya bersemangat. Daniela ingin tau menu hari itu untuk menjamu temannya. Tanpa membuang waktu Ariadna memang segera muncul di rumah Daniela. Ariadna sengaja datang setelah Damian berangkat bekerja.


"Aduh, Damian ini memang takut kehilangan istri ya. Sampai di cap begitu." komentar Ariadna melihat tanda merah dileher Daniela. Mendengar itu Daniela tersipu malu.


"Aku juga baru tau kalau ternyata Damian cinta sama aku." tawa bahagia Daniela terlepas ketika ingat bagaimana Damian mengungkapkan rasa cintanya.


"Awas ya kamu " umpat Daniela pada Ariadna.


"Tapi aku ikut senang dengan sadarnya Damian akan perasaannya padamu. Jadi dia tidak mau cerai karena mungkin sudah punya rasa padamu D. Hanya saja dia belum menyadarinya." kata Ariadna setelah mengakhiri tawanya.


"Iya aku bahagia. Makanya kamu cepat punya pasangan jadi tau rasa bahagianya seperti apa." Daniela membalas Ariadna telak.


"Nah ini yang mau aku bicarakan denganmu D. Kamu tau kan Tyler mendekati aku. Sepertinya aku mulai suka padanya." Ariadna pun bercerita bagaimana dia dan Tyler selama ini Termasuk ketika Rio memergokinya.

__ADS_1


"Jadi kamu dan Rio ingin tau Tyler serius atau tidak?" tanya Daniela berkesimpulan.


"Benar, kalau aku memang ragu apa Tyler bisa setia. Rio ingin kepastian Tyler tidak akan menyakitiku. Selama ini Rio taunya Tyler tidak pernah serius dengan wanita." ungkap Ariadna jujur.


"Kamu suka atau cinta Ar?" Daniela ingin menegaskan.


"Aku suka, kalau cinta aku belum tau." jawab Ariadna.


"Kalau menurut Damian sih Tyler serius, karena belum pernah dia mengejar wanita seperti ini. Juga ada hal-hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Menurut aku sih boleh di beri kesempatan. Aku dulu dengan Damian juga tidak saling cinta. Tapi karena sikap Damian baik padaku aku pikir bisa membangun pondasi untuk rumah tanggaku. Perlahan aku jatuh cinta pada Damian. Hanya saja Damian tidak punya rasa denganku dan merasa bosan dengan pernikahan kami. Tapi melihat keadaanku sekarang tidak menyesal memberinya kesempatan." curhatan Daniela panjang.


"Tidak semua wanita bisa bersikap sepertimu Daniela." Ariadna ragu bisa bersikap seperti sahabatnya. Buktinya dia dulu tidak bisa memaafkan Thareigh dan menerima pria itu kembali. Dulu Thareigh hanya memberi perhatian pada Metia tapi bagi Ariadna itu sudah fatal. Menurutnya awalnya hanya memberi perhatian tapi jika Ariadna tidak tau apakah tetap hanya perhatian. Fakta bahwa hingga saat ini Thareigh tidak mencintai Metia tidak membuat Ariadna menyesal. Buktinya Thareigh bisa bermain di luar dengan para sekretarisnya. Oleh sebab itu kali ini Ariadna ingin yang pasti.


"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Ariadna kemudian.


"Lucu deh, kamu dulu yang menasehati aku. Sekarang malah bertanya. Lakukan saja seperti yang Rio suruh. Amati dia dulu. Misalnya hari Minggu biasanya Damian main tenis sama teman-temannya, pasti ada Tyler. Kamu bisa diam-diam datang dan amati dia. Nanti aku kasih tau ya kegiatan apalagi yang di lakukan Tyler." saran Daniela. Ariadna berpikir sejenak.


"Boleh juga idemu. Aku minta bocorannya deh supaya aku bisa memantau dia. Tapi aku tidak bisa menghindarinya kan?" Ariadna mulai bersemangat. Ada jalan untuk tau lebih banyak tentang Tyler.


"Tentu dia akan curiga jika kamu menghindarinya Ar. Gunakan saja kesempatan itu untuk mengamati ya." tambah Daniela.


"Tapi dia nanti malah jaga sikap." Ariadna ingat perkataan Rio. Di depan Ariadna pasti Tyler akan bersikap manis.

__ADS_1


"Ya pinter-pinter kamulah ambil kesempatan. Sekolah di luar negeri masak yang begitu harus di ajari." Daniela protes.


__ADS_2