Menepis Luka

Menepis Luka
Terkuak


__ADS_3

"Sikapnya sombong sekali." kata Robin lagi.


"Jadi benar kata Daniela, Revin itu sombong. Di kampus juga begitu." Damian ingat perkataan istrinya.


"Kemarin sama aku sih ramah, apa karena ada maunya ya." Danilo jadi curiga.


"Aku sih malas berurusan dengan orang seperti itu. Belum apa-apa sudah sombong." Robin merasa Revin itu sudah arogan sebelum tampak prestasinya.


"Itu sebabnya Daniela malas meladeninya." Damian lega. Daniela sejak dulu tidak tergerak dekat dengan Revin.


"Ah itu karena ada papa dan temannya." Tyler menggoda, tapi matanya melirik Ariadna. Yang di maksud Tyler adalah Damian dan Robin.


"Daniela juga tau mana yang baik. Kalau hanya mewarisi perusahaan belum apa-apa itu sih." Robin membela Damian.


"Masih mending aku dong." Tyler berbangga sedikit.


"Aku ke yang lain dulu ya." Danilo pamit, tidak berminat mengikuti percakapan yang lain. Dia juga mencari teman-temannya.


"Ariadna datang sama siapa?" tanya Tyler ingin tau.


"Orangnya baru saja pergi." jawab Damian, minatnya berubah pada Tyler. Dia menatap Robin , memberi isyarat akan menggoda Tyler.


"Dengan Danilo? Ada hubungan apa Ariadna dengan Danilo?" Tyler curiga dan cemburu.


"Belum ada sih, tapi aku yakin sebentar lagi mereka akan di jodohkan." Robin menyambut permainan. Dia kesal pada ulah Tyler selama ini.


"Betul Dam begitu?" wajah Tyler berubah kesal.


"Tadi sih papa kelihatan senang banget Danilo jalan sama Ariadna." Damian memanasi. Jangan dia saja yang kesal.


"Aku punya saingan dong." kata Tyler lesu.

__ADS_1


"Ariadna kan belum jadi milikmu." Damian menegaskan.


"Betul, aku juga tidak keberatan jika di jodohkan dengannya " Robin asal bicara. Toh niatnya hanya untuk menggoda Tyler.


"Kamu jangan macam-macam ya Rob. Sudah tau kan aku mengincar Ariadna." Tyler sudah terjerumus permainan sahabatnya.


"Ya sudah, gunakan kesempatan dong." Damian memberi semangat. Matanya terus mengawasi Daniela. Dia melihat Ariadna menarik Daniela semakin jauh, dia tidak suka. Itu sebabnya Damian menyemangati Tyler untuk mendekati Ariadna. Sementara Ariadna menarik Daniela untuk menghampiri Andini. Di samping Andini ada seorang aktor tampan. Mike Dean. Siapa yang tidak kenal dengan Mike Dean, aktor tampan yang sedang naik pamor. Yang menjadi pertanyaan, apa hubungannya dengan Andini ?


"Andin." sapa Ariadna yang langsung memeluknya.


"Hai kalian cantik-cantik, gaunnya cocok nih." Andini lalu memeluk Daniela.


"Itu siapa?" bisik Ariadna penasaran pada Andini.


"Ini Mike, pacarku. Kenalin Mike, ini Andini dan Daniela." Andini pun memperkenalkan mereka.


"Aku Mike, Ariadna dan Daniela ya." Mike menyalami sahabat-sahabat Andini sambil mengamati agar dia tidak lupa. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dan dia pun terlibat obrolan dengan orang itu.


"Iya, mamaku tidak setuju. Tapi aku diam-diam jalan sama dia." jelas Andini. Dia tidak menyimpan rahasia pada sahabatnya.


"Jelas mamamu tidak setuju, dunianya rawan godaan." komentar Daniela.


"Benar, itu lihat saja sudah ada yang cari perhatian." Ariadna menambahkan sambil menunjukkan apa yang di lakukan Mike. Tampak seorang gadis dengan centilnya mengajak Mike bicara. Mike tidak enak menolaknya, karena dia publik figur. Apa lagi pesta ini di hadiri orang-orang berduit.


"Yakin kamu jalan sama dia?" tanya Ariadna kesal, tidak suka dia dengan yang centil-centil begitu.


"Gimana ya, cinta sih." Andini tau resikonya berpacaran dengan aktor tampan.


"Bagaimana kenalannya?" Daniela penasaran.


"Waktu itu butikku kerjasama untuk satu sinetron sebagai pengadaan busana para pemain. Nah Mike pemeran utamanya. Dia minta kenalan dan sering menghubungi aku. Akhirnya dia nembak aku. Karena aku juga suka padanya ya aku terima. Aku juga masih ragu sih, tapi beneran cinta " Andini menjelaskan.

__ADS_1


"Yang sabar saja. Tapi kalau bikin sakit jangan di teruskan. Belum urusan sama mamamu." Daniela mengingatkan. Ariadna menatap dua sahabatnya dengan prihatin. Untung dia masih sendiri, tidak ingat jika dia sedang di kejar-kejar pria mesum.


"Hai, hai nyonya Pradana di sini. Kelihatannya baik-baik saja." Metia Ardiansyah datang menghampiri. Ini yang Daniela khawatirkan. Ada saja orang yang usil. Wajah Metia menatap sinis pada Daniela. Sebenarnya Daniela tidak dekat dengannya. Tapi Daniela tau mulut Metia tidak pernah baik.


"Oh nyonya Metia juga datang. Ko sendiri, tidak bareng suami? Sekretarisnya baru lagi ya, cantik loh. Bajunya seksi. Bilang dong beli bajunya di butik aku saja. Nanti aku kasih diskon deh." perkataan Andini menampar wajah Metia yang langsung pucat. Tanpa berkata apa pun Metia langsung pergi.


"Dia siapa An?" tanya Ariadna ingin tau. Enam bulan di Paris jadi ketinggalan berita acara.


"Dia putri keluarga Ardiansyah, tapi tidak di anggap. Dia di jodohkan dengan anak pengusaha. Dia sih yang cinta banget, tapi suaminya tidak perduli sedikit pun dengannya. Malah sering main dengan sekretarisnya. Nanti kalau bosan sekretarisnya di ganti." jelas Andini yang tau segala berita.


"Miris banget hidupnya." komentar Ariadna.


"Tunggu, Ardiansyah? jadi dia adiknya Revin?" tanya Daniela, dia melihat Metia lebih muda dari Revin.


"Benar, di keluarga Ardiansyah anak laki-laki yang di sewakan. Anak perempuan tidak di anggap. Itu sebabnya Metia cepat-cepat di nikahkan. Keluarganya tidak mau tau lagi tentangnya. Tapi hidupnya sengsara, walau pria itu pilihannya. Maka maklum saja jika hidupnya sinis pada orang lain." jelas Andini. Dia sebenarnya kasihan pada Metia. Tapi karena Metia menyinggung Daniela, Andini tidak terima.


"Lalu pria pilihan dia siapa?" tanya Daniela.


"Tareigh Aruna." jawab Andini singkat.


"Tareigh Aruna?" tanya Ariadna tidak percaya.


"Iya, itu orangnya." Andini menunjuk pada orang yang di maksud. Tampak seorang pria gagah dengan wanita yang bergelayut di sampingnya. Mereka mengamati pria tersebut terutama Ariadna. Merasa ada yang memperhatikannya pria itu menoleh lalu dia terpaku. Sama dengan Ariadna yang dengan jelas bisa melihat pria itu sekarang. Tareigh segera menghampiri mereka.


"Ariadna." serunya seakan tidak percaya melihat gadis itu.


"Maaf, aku mau ke toilet dulu." Ariadna tidak mau bicara pada Tareigh. Dia beralasan akan ke toilet. Dia pun berlalu.


"Kamu diam di sini." kata Tareigh pada gadis yang bersamanya. Dia menyusul Ariadna. Daniela semula ingin menyusul sahabatnya, tapi di lihatnya Tyler sudah beranjak menyusul Ariadna. Daniela merasa lega, Tyler tidak mungkin menyakiti Ariadna. Maka dia diam saja. Sementara Andini menatap tajam sekretaris Tareigh. Dia yakin pasti bukan wanita baik-baik.


"Kamu sekretaris Tareigh ya, kamu baru kan. Tau tidak kalau nyonya Metia juga ada di sini?" tanya Andini tajam. Dia benci pelakor.

__ADS_1


"Iya saya sekretarisnya pak Tareigh. Saya juga baru tau nyonya Metia ada di sini." bela wanita itu.


__ADS_2