
Tyler itu cerdiknya dalam hal wanita.
"Bicara tentang Tyler dia benar-benar sibuk ya sampai tidak muncul?" tanya Damian heran.
"Belakangan ini dia benar-benar bekerja." Robin tersenyum.
"Kalian membicarakan aku?" tiba-tiba Tyler muncul.
"Untung yang aku dengar hal yang baik." Tyler kesal.
"Wah tuan Franco, kamu kemana saja? Benar sibuk kerja?" tanya Damian menyindir.
"Kerjalah. Nanti kan harus kasih makan anak istri." jawab Tyler asal.
"Tumben pikirannya lurus." komentar Robin.
"Bagaimana Ariadna, sudah dapat?" Damian memancing.
"Susah bro, seperti belut. Pintar banget menghindar." keluh Tyler. Damian tersenyum.
"Padahal tadi Damian bertemu Ariadna." Robin ikut permainan.
"Bertemu Ariadna? Dimana?" Tyler terpancing.
"Tante Arabela bikin bazar penggalangan dana, Ariadna ikut bantu di sana." kembali Robin memanasi.
"Wah bro, kenapa ga bilang. Ga asik you man." Tyler jengkel.
"Aku baru tau ternyata Ariadna........" Damian sengaja tidak melanjutkan kata-katanya.
"Apa bro, bilang dong. Penting nih." Tyler langsung duduk di depan Damian menanti informasi penting. Robin dan Damian malah senyum-senyum.
"Dami ga fokus sama Ariadna, hari ini dia terpana sama Daniela." Robin membelikan cerita. Senang dia jika Tyler penasaran.
"Daniela? Ada apa dengannya?" Tyler paham, dia harus baik-baik dulu dengan Damian. Robin meraih ponsel Damian di atas meja, membukanya dan memperlihatkan rekaman Daniela pada Tyler
"Wow, mama cantik banget. Tidak sangka bisa nyanyi." Tyler tulus memuji. Damian merasa hidungnya membesar.
__ADS_1
"Ariadna ikut nyanyi?" Tyler membelokan kembali percakapan ke jalur semula.
"Tidak tuh. Tapi aku baru tau ternyata Ariadna suka........." Damian kembali ke modus awal.
"Maumu apa sih bro?" Tyler kesal. Robin tertawa ternyata Tyler telah jatuh dalam genggaman Damian.
"Aku dengar daddymu dapat proyek baru." Damian berkata terus terang. Sialan, pikir Tyler. Yang di pikiran Damian pekerjaan saja.
"Iya trus kau tertarik? aku ketemuin dengan Daddy. Itu mah gampang." Tyler berjanji, demi Ariadna incarannya.
"Ok thanks. Aku baru tau ternyata Ariadna suka sekali makan bakso. Selain itu dia suka mawar merah jambu." Damian percaya janji Tyler. Bocah sableng itu tidak akan ingkar janji.
"Ah begitu." Tyler tampak bahagia mengetahui dua hal tadi.
"Lalu gimana ceritanya Daniela nyanyi?" Tyler tau dia harus mengangkat perasaan Damian.
"Diminta panitia. Yang aku kesal vokalis band yang di undang diam-diam minta Daniela nyanyi dengannya." Damian tau info itu, walau dia pura-pura tidak tau di depan Daniela.
"Trus Daniela mau?" Tyler penasaran.
"Istrinya tau tapi suaminya yang tidak tau." Robin menyindir.
"Aku sudah di jalur yang benar sekarang." bantah Damian.
"Rupanya mama sudah merajai hati papa nih." Tyler bisa melihat Damian tidak suka Daniela di lirik pria lain. Tapi dia setuju Damian tidak melepas Daniela. Damian menatap Tyler jijik, karena sebutan mama papanya. Damian benci jika Tyler yang menyebutkan. Kesannya mesum. Rama masuk menginterupsi mereka.
"Ini data yang di minta." kata Rama sambil menyodorkan map. Damian kagum dengan kecepatan Rama mencari data.
"Tuan Revin Ardiansyah baru kembali ke tanah air. Dia penerus keluarga Ardiansyah. Punya seorang adik perempuan yang sudah menikah. Tuan Revin sendiri belum menikah. Dia menempuh pendidikan di luar negeri dan belajar menjalankan bisnis di sana. Yang mengejutkan adalah tuan Revin Ardiansyah teman satu universitas dengan nyonya Daniela Pradana." lapor Rama pada Damian.
"What, teman Daniela?" Tyler spontan. Dia baru dengar Daniela punya teman pria. Hati Damian panas.
"Tidak tepat seperti itu. Revin Ardiansyah senior nyonya Daniela. Tapi sekaligus pengagumnya. Dan info pentingnya dia mengincar M.Pro." bantah Rama.
"M.Pro, bukan Damian? Aku tidak pernah menduga sejauh itu." kata Robin terkejut. Firasatnya benar.
"Berkhayal jadi menantu M.Pro kah ?" Tyler asal bicara. Tapi apa lagi kalau bukan itu.
__ADS_1
"Jadi dia mendekati papa." kata Damian dengan wajah keruh. Terlihat jelas dia tidak suka.
"Tenang Dami, Daniela sudah jadi milikmu." hibur Tyler.
"Benar, apalagi hati Daniela kita sudah bisa merabanya." Robin menguatkan perkataan Tyler.
"Tapi aku tidak suka dia dekat-dekat dengan keluargaku." Damian tetap tidak puas.
"Revin Ardiansyah cukup ambisius." tambah Rama atas informasinya.
"Tepat seperti yang kukatakan." kata Robin yakin.
"Aku jadi penasaran dengan si Revin ini." ucap Tyler. Damian juga merasakan hal yang sama. Dia merasa tidak nyaman mengetahui Revin mengagumi Daniela. Damian harus tau lawannya untuk bisa melawannya.
"Tapi harusnya jika dia serius akan Daniela, dia menyentuh Damian." kata Tyler heran.
"Aku rasa dia ingin tau tentang Damian sebelum beraksi." kata Robin tepat seperti pemikiran Damian.
"Kita lihat saja apa yang akan dia lakukan." Damian akan menunggu. Rasa penasaran akan Revin Ardiansyah di bawa pulang Damian. Tapi dia tidak langsung bertanya pada Daniela. Damian menunggu waktu yang tepat. Di rumah melihat Daniela, Damian jadi teringat peristiwa di bazar tadi. Damian jadi tersenyum. Pada saat makan malam Daniela yang diam-diam di perhatikan Damian justru sudah lupa kelakuannya siang tadi. Dia sempat tidur siang itu, bangun dalam keadaan segar. Daniela lalu sibuk bersama Rindu menyusun menu makan malam. Jika siang Damian tidak makan di rumah, Daniela pun kadang berada di luar. Jadi tidak di khususkan. Untuk sarapan pagi menunya terbatas dan di buat bergantian. Kecuali jika ada permintaan khusus dari Damian. Selain itu Daniela juga memeriksa anggaran rumah tangganya, hingga Damian pulang. Makan malam pun segera di siapkan.
"Sudah dapat kabar dari Andini?" tanya Damian membuka percakapan.
"Belum, dia pasti saat ini sedang menghitung keuntungan." jawab Daniela sambil tersenyum. Mengingat larisnya jualan Andini tadi. Damian senang melihat senyum Daniela, di banding siang tadi wajah Daniela yang murung. Kelihatannya Daniela sudah mulai rilex lagi. Damian mulai membaca suasana.
"Daniela, kamu kenal Revin Ardiansyah?" tanya Damian hati-hati.
"Revin Ardiansyah?" Daniela berpikir sejenak.
"Oh dia itu seniorku di kampus dulu tapi beda jurusan. Kenapa ?" Daniela jadi ingin tau.
"Robin tanya aku kenal dia engga. Aku dengar dia kuliah di luar negeri, ternyata satu kampus denganmu. Orangnya bagaimana?" Damian ingin tau kedekatan Daniela dan Revin.
"Menurut teman-temanku sih ganteng, pintar tapi menurutku biasa saja." jawab Daniela jujur.
"Kamu tidak sependapat dengan yang lain?" Damian penasaran.
"Sombong begitu, maaf ya. Masih banyak yang pintar dan penampilannya lebih ok tapi ga sombong seperti dia. Aku jarang ketemu sih, yang aku tau dia sama-sama dari Indonesia." jelas Daniela. Damian jadi merasa hatinya lega.
__ADS_1