Menepis Luka

Menepis Luka
Kejujuran


__ADS_3

"Baiklah, hati-hati ya. Hubungi kakak bila perlu di jemput " Rio masih menawarkan bantuan.


"Ok." Ariadna bergegas keluar dari mobil. Tidak mau berlama-lama menyita waktu Rio. Segera setelah Ariadna turun Rio pun menjalankan mobilnya. Ariadna memastikan Rio sudah pergi jauh baru memasuki cafe. Sementara itu Tyler yang sudah mengikuti Ariadna sejak dari rumah memarkir mobilnya. Perlahan turun dan diam-diam menyusul Ariadna. Dia sangat penasaran dengan pertemuan dua orang itu. Tyler mencari Ariadna dengan matanya lalu duduk di dekat mereka. Ariadna sendiri melihat Thareig yang berdiri menyambutnya. Pria itu sudah memilih sebuah meja yang nyaman untuk mereka berdua. Dengan malas Ariadna menghampiri dan duduk di depan pria itu.


"Ada apa kau ingin bertemu denganku?" tanya Ariadna tidak ingin membuang waktu.


"Sabar, minum dulu ya. Mau aku pesankan?" tanya Thareig lembut. Dia senang Ariadna mau menemuinya. Gadis yang masih dia rindukan.


"Aku saja yang pesan." Ariadna menolak tawaran Thareig. Seorang pelayan cafe datang karena di panggil oleh Thareig. Dia mencatat pesanan Ariadna kemudian pelayan itu menghampiri Tyler dan mencatat pesanan pria itu.


"Kamu sudah sangat berubah." kata Thareig sambil menatap Ariadna lekat. Dulu Ariadna sangat lembut dan ramah.


"Memangnya kamu tidak?" bantah Ariadna. Jika di pikir reputasi pria itu sekarang sangat berbeda dengan ketika kuliah dulu. Thareig menghela napas kesal. Dia tau yang di maksud Ariadna.


"Tapi kamu tetap cantik." mata Thareig menyiratkan kekaguman. Ariadna diam saja mendengar itu, sedang Tyler yang mendengar itu serasa mau muntah. Tau cantik tapi di lepaskan. Pelayan mengantar minuman Tyler, karena dia hanya memesan softdrink. Tidak lama pesanan Ariadna tiba, dia menyesapnya sesaat.

__ADS_1


"Ayo bicara, waktuku tidak banyak." kata Ariadna jual mahal. Tyler diam-diam mengangguk setuju, karena dia juga penasaran apa yang akan di bicarakan pria itu. Thareig menghela napas panjang sebelum bicara.


"Aku mau minta maaf dan jujur padamu. Dulu waktu kita masih berpacaran tidak ada niat sedikit pun untuk mengkhianatimu. Hubungan kita baik dan aku bahagia dengan itu. Tapi lalu aku menolong seorang gadis yang hampir di perkosa. Gadis itu berterima kasih padaku dan mengungkapkannya dengan berbagai cara. Awalnya aku anggap biasa. Tapi bagi gadis itu menjadi kekaguman sendiri atas diriku. Aku senang-senang saja di perhatikan gadis muda yang manja dan selalu menempel padaku. Sampai akhirnya aku menyadari hal itu salah ketika semua sudah terlambat. Kamu mengetahui kedekatanku dengannya lalu pergi begitu saja. Gadis itu jadi punya obsesi untuk memiliki diriku. Dia tau aku sudah punya kekasih dan dia sengaja memperlihatkan padamu kalau kami dekat. Gadis itu adalah Metia Ardiansyah, istriku." kata Thareig dengan wajah sendu.


"Apa?" Ariadna terkejut dan tidak percaya. Demikian juga dengan Tyler yang semakin penasaran. Thareig tersenyum sinis lalu mulai kembali dengan ceritanya.


"Setelah kau pergi aku mencarimu kemana-mana. Bahkan aku pulang ke Indonesia, tapi kamu tidak juga ku temukan. Akhirnya aku kembali melanjutkan sekolahku dan berharap satu hari nanti kau akan kembali. Aku menjauhi Metia tapi dia tidak terima dengan keputusanku. Dia berusaha mempengaruhi keluarganya dan keluargaku agar kami bertunangan dan menikah. Di bawah tekanan dari orangtuaku aku terpaksa menikahinya. Tapi semua tidak menjadi baik. Aku tidak bisa mencintainya bahkan aku benci karena dia yang membuatmu pergi dariku. Dan aku masih berharap padamu. Sebagai bentuk penolakanku padanya, inilah yang ku lakukan. Aku membawa sekretaris ku ke mana-mana, bukan istriku. Aku ingin Metia merasakan sakit hati yang kurasakan karena kehilanganmu." Thareig mengungkap alasan tingkahnya selama ini.


"Tapi itu bukan salahnya semata. Harusnya kau tidak buka kesempatan untuk dekat denganmu." bantah Ariadna.


"Sorry bro, Ariadna tidak akan kembali lagi padamu. Karena dia sekarang adalah pacarku." Tyler melepaskan pegangan tangan Thareig pada tangan Ariadna.


"Tyler." seru Thareig terkejut. Pertama tidak menduga tindakan pria itu, kedua atas kata-kata Tyler tadi.


"Kamu tau aku bro?" Tyler heran Thareig mengenalnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku tau, kamu temannya Damian kan." Thareig berkata sinis. Thareig sudah lama memata-matai Daniela untuk tau keberadaan Ariadna. Tidak heran dia tau teman-teman Damian.


"Benar dia pacar kamu?" tanya Thareig pada Ariadna tajam. Ariadna mengangguk lemah, untuk sementara mengangguk saja dulu. Dia tau Thareig tidak akan dengan mudah mundur.


"Ayo sayang kita pergi. Sudah kan bicaranya, kami duluan bro." Tyler tanpa ragu menarik Ariadna untuk bangkit berdiri dan berjalan. Ariadna dengan patuhnya mengikuti Tyler dan tanpa menoleh lagi mereka meninggalkan pria itu yang kebingungan. Thareig tidak menyangka Ariadna berpacaran dengan Tyler. Tidak ada kabar Tyler punya kekasih, apa lagi itu adalah Ariadna. Tyler membawa Ariadna pada mobilnya dan membukakan pintu bagi gadis itu. Tyler takut Ariadna bersedia kembali pada Thareig, itu sebabnya dia menyela pembicaraan mereka. Ariadna masih diam saja membiarkan Tyler membawanya. Pengakuan Thareig masih terngiang di kepalanya. Kejujuran yang membawa luka. Terkadang kejujuran memang menyakitkan. Tidak salah rasanya keputusan Ariadna dulu, karena ternyata Thareig yang memberi kesempatan Metia untuk dekat dengannya. Ada banyak tanya sebenarnya di kepala Ariadna, apa Thareig sempat suka pada Metia? Karena tidak mungkin Metia lengket pada Thareig jika pria itu tidak bersikap manis pada gadis itu.


"Ar, kamu masih memikirkan dia? Semua sudah selesai kan?" tanya Tyler memecah lamunan Ariadna.


"Sudah selesai sedari dulu." jawab Ariadna tanpa senyum. Tyler tau Ariadna sedih.


"Kamu tidak punya niat kembali sama dia kan?" Tyler mengungkap kekhawatirannya.


"Dia kan sudah menikah. Kalau dia menceraikan istrinya dan menikahi aku, tetap saja aku jadi penyebab berakhirnya sebuah pernikahan " Ariadna tidak mau menyebut nama Metia. Gadis yang terobsesi pada Thareig dan berakhir dengan kesengsaraan.


"Betul Ar, lagipula untuk apa dia mengaku setelah bertahun-tahun berlalu. Sudah menikah pula." Tyler menambahi dosa Thareig. Agar Ariadna tidak pernah kembali pada pria itu.

__ADS_1


"Bukannya cowok itu begitu ya, sudah punya kekasih, tunangan bahkan istri tapi kalau ada yang lebih muda cantik seksi ya di sambut juga." Ariadna menyindir.


__ADS_2