Menepis Luka

Menepis Luka
Obrolan Pria


__ADS_3

"Yang jelas yang satu akan di tolak yang satu lagi akan di pertimbangkan." Ariadna benar-benar ingin membuka lembaran baru. Mereka masih sibuk membicarakan pertemuan dengan Metia tadi. Sementara itu di kantor niat Damian untuk membereskan pekerjaannya jadi tertunda karena kedatangan dua temannya. Sama seperti yang lain mereka ingin tau peristiwa kemarin dari Damian sendiri. Damian pun kembali memaparkan apa yang di alami Daniela.


"Nekat juga si Revin itu." seru Robin tak habis pikir.


"Apa aku juga harus begitu ya jika ingin bersama Ariadna." sekarang pikiran konyol Tyler muncul.


"Kalau Revin walau kita tau dia suka pada Daniela tapi kita tidak menduga dia pelakunya. Namun kamu Ty sudah pasti langsung ketahuan." Robin membabat habis ide temannya.


"Kelihatan jelas ya niatku pada Ariadna." tanya Tyler baru menyadari tingkahnya.


"Buat kita sih sangat jelas, sampai bosan mendengarnya, jadi kalau Ariadna menghilang kamu langsung jadi tersangkanya." Damian semakin mematahkan ide Tyler.


"Buat kita seperti itu, tidak tau dengan keluarga Ariadna. Namun keluarganya pasti akan segera tau siapa yang mendekati putrinya. Nah kita nanti kena imbasnya deh di desak keluarganya." tambah Robin lagi. Mereka berteman jadi pasti terhubung dengan salah satu dari mereka.


"Ngerti, ngerti. Lagipula aku tidak segila itu." Tyler menghentikan serangan teman-temannya lebih jauh.


"Kamu sendiri bagaimana Dam, yakin Revin berhenti sampai di sini?" tanya Robin pada Damian.

__ADS_1


"Jujur aku belum tau. Khawatir sih masih. Daniela saja untuk beberapa waktu tidak berani keluar rumah. Tapi ada pelajaran yang aku dapat di sini. Ternyata aku mencintai Daniela, tidak tau rasanya bagaimana jika Revin berhasil membawa Daniela. Mau mati mungkin. Kemudian ada pertanyaan Daniela yang tadinya aku pikir konyol. Tapi sekarang malah tersangkut di pikiranku. Soal rasa. Bagi orang yang mencintai pasangannya pasti sakit bila di khianati. Atau pasangannya bersama yang lain. Aku jadi sadar, tidak mudah bagi Daniela memaafkan kesalahanku. Aku jadi makin sayang sama istriku." papar Damian jujur.


"Jadi dulu kau anggap itu biasa ya."Robin mengejek.


"Benar, aku terkejut luar biasa ketika tau Daniela ternyata mencintaiku. Itu lain ceritanya. Aku takut dia meninggalkanku. Hatiku sedih melihatnya menangis. Ternyata alasannya satu, aku mulai mencintainya. Apalagi ada pria yang terobsesi untuk membuatnya bahagia. Harga diriku tersentuh. Aku suaminya yang harusnya membuat Daniela bahagia." Damian mulai bucin nih.


"Kamu cemburu ya. Itu sebabnya kau tidak suka pada Revin ketika tau dia suka pada Daniela." tebak Robin. Damian memberi dua ibu jarinya tanda setuju.


"Ok aku tau deh Dam. kalau kamu bagaimana Ty?" Robin melempar umpan.


"Aku, loh ko aku? Apa nih, soal rasa. Ya ampun aku tuh taunya tiga T. Tempel tidurin tinggalin. Sudah ga ada yang ribet-ribet." jawab Tyler bingung, kenapa dia di tanya.


"Jelas aku serius dengan Ariadna. Kalau soal Ariadna beda lagi judulnya. Bukan soal rasa tapi arahnya setia. Ya ampun bro, berat itu." Tyler tampak enggan menjawab.


"Tinggal paparkan saja apa susahnya. Sama teman sendiri pelit." bantah Robin.


"Bilang serius, serius. Seriusnya itu sampai dimana?" Damian ikut mengejar.

__ADS_1


"Harusnya jangan tanya sama aku, aku kan baru. Baru juga jatuh cinta. Jujur baru kali ini aku rasakan ingin memiliki seseorang dalam hidupku. Tapi Ariadna tidak mudah kudapatkan. Selain dia tidak suka main-main, ada luka di hatinya yang membekas. Mendapatkan Ariadna aku harus setia, karena menyakitinya itu berarti aku harus siap di tendang dari muka bumi ini jika dia mampu. Tapi aku juga tidak mau menyakitinya, karena mencintai tapi menyakiti itu sama juga omong kosong. Dulu aku bisa seenaknya karena tidak punya cinta. Hanya ingin tau rasanya lalu aku tinggalkan. Sama seperti Damian dulu, hanya main-main. Nah bagaimana aku bisa setia sama Ariadna, ini tantangan bro. Aku harus bisa mengontrol diriku untuk tidak melirik yang lain. Itu yang saat ini ku lakukan. Tapi jika kita mencintai kita tidak berpaling. Jika berpaling juga itu sih otaknya yang tidak beres bro. Buktinya Robin, tidak ada di samping dia pun dia tetap setia." Tyler menjabarkan pikirannya panjang kali lebar.


"Robin terlalu setia." ucap Damian. Sejauh ini dia setuju dengan penuturan Tyler.


"Itu bahasa halusnya. kata lainnya adalah gagal move on." Tyler meledek Robin. Hanya Robin yang tidak di pusingkan masalah cinta. Tapi dia di repotkan dengan masalah dua temannya. Mereka masih mengobrol seru. Rama yang mengintip ke dalam ruangan menghela napas kesal. Akibat bosnya yang mengadakan rapat dadakan dengan temannya dia harus mengundurkan pertemuan yang sudah di jadwalkan. Para staf di luar mengira Damian sedang mengadakan pertemuan dengan dua pengusaha muda. Tapi ternyata pembicaraan mereka jauh dari kata bisnis. Rama pun duduk kembali di kursinya. Dia bisa bersantai hari ini. Di kejar pekerjaan rasanya lelah juga. Perlahan dia membantu Damian melakukan pekerjaannya.


Hasilnya Damian gagal menuntaskan pekerjaannya hari itu. Dia memutuskan untuk lembur di rumah. Damian membawa pekerjaannya ke rumah, separuh saja selesai akan bagus. Damian sudah rindu pada istrinya. Dari pada dia lembur di kantor dan melihat wajah Rama. Lebih enak kerja di rumah sambil melihat wajah Daniela. Lagi pula dia sudah janji tidak akan lembur di kantor lagi dan bekerja di rumah saja. Karena dulu dia ingin mengambil hati Daniela sekarang dia mulai terbiasa begitu. Damian pun tiba di rumah, dia menuju ke kamar. Tas kerjanya juga di bawanya serta. Malam ingin dia akan menyelesaikan pekerjaannya di kamar tidurnya, tidak di ruang kerjanya.


"Daniela." seru Damian ketika memasuki kamar. Tidak dilihatnya istri yang di cintai ya itu.


"Aku di sini " jawab Daniela dari arah kamar baju. Penasaran Damian menghampiri ke sana. Di lihatnya Daniela tengah nenyetelkan pakaian kerjanya. Celana panjang, kemeja , dasi dan jasnya dalam satu gantungan.


"Rajinnya istri aku." seru Damian sambil memeluk istrinya dari belakang. Di ciumnya pipi Daniela.


"Ini kamu tinggal ambil kalau aku ketiduran. Aku siapkan untuk satu Minggu." jelas Daniela. ini juga memudahkan Daniela mengambilkan baju kerja Damian.


"Kalau begitu aku yang siapkan baju untukmu ya " Damian melepaskan pelukannya. Dia berjalan menghampiri rak baju di seberang rak bajunya. Dengan cepat dia memilih tujuh buah baju.

__ADS_1


"Nah ini bajumu." katanya sambil tersenyum manis.


"Dam kenapa bajunya begitu semua?" tanya Daniela kesal. Karena yang di pilih Damian lingerie semua.


__ADS_2