
Setelah melayani gairah Damian yang gila-gilaan Juwita langsung terkapar. Dia terbangun esok hari dengan Damian yang telah pergi. Selalu begitu. Juwita akan pulang ke apartemennya lalu beristirahat. Bisa saja esoknya atau lusa Damian memanggilnya lagi. Juwita merasa kebutuhannya di penuhi Damian, dia pun berhenti bekerja. Dia merawat dirinya dengan baik dan belajar melayani di tempat tidur. Juwita sadar posisinya hanya wanita kedua, dia sudah melihat istri sah Damian yang rupawan. Apa lagi dengan harta yang segudang. Tidak mungkin Damian akan menceraikan Daniela. Juwita dan Damian sudah memiliki perjanjian, tidak ada anak dalam hubungan mereka. Juwita harus menjaga agar tidak hamil dan Damian pun selalu menggunakan pengaman. Jika Juwita berani hamil, Damian akan menggugurkan bayinya dan meninggalkan dirinya. Juwita melihat sisi kelam Damian dia tidak berani melanggar. Lagipula Juwita sudah dalam genggaman Damian dia pun menuruti semua keinginan pria itu. Tiba-tiba Damian datang menceraikannya dan mengatakan untuk tidak menemuinya lagi Juwita terkejut. Baru saja semalam dia merelakan tubuhnya di permainkan Damian sepuas hati dia di tinggalkan . Tubuhnya saja masih terasa pegal dan nyeri pada intinya. Juwita menenangkan diri dan berusaha mencari apa salahnya. Tapi kemudian dia menangis, sadar Damian tidak akan menemuinya lagi. Dia sudah memuja pria itu. Dia bahagia selama dua bulan ini merasa di butuhkan Damian. Walau pria itu hanya menikmati tubuhnya dan melampiaskan gairahnya. Tapi melihat sosok Damian yang sulit di raih, apa yang Juwita rasakan sudah sangat baik. Jika saja Damian tidak meliriknya usaha dia sekeras apa pun tidak akan berhasil. Juwita sadar Damian tidak main-main. Sudah selesai ya selesai tidak ada tarik ulur. Tapi apa yang membuat Damian seperti itu? Karena sulit bertemu Damian, Juwita pun menghubungi Riana Mia. Asisten Damian selain Rama. Selama ini Riana yang mengurus fasilitas untuknya. Riana datang menemui Juwita di sebuah cafe. Riana Mia bukan gadis yang cantik. Dia biasa saja tapi pintar luar biasa. Itu sebabnya dia bisa bekerja pada Damian.
"Selamat pagi mbak Juwita." sapa Riana sambil duduk di hadapan Juwita. Dia sebenarnya sebal dengan wanita ini. Tapi karena Juwita istri kedua bosnya, Riana pun bersikap baik.
"Pagi, saya mau tanya kenapa Damian tiba-tiba berubah? Apa salah saya?" tanya Juwita tidak sabar. Riana menatap Juwita kesal. Jadi selingkuhan saja sudah salah, umpatnya dalam hati.
"Sebenarnya ini terjadi karena nyonya Daniela mengetahui hubungan tuan Damian dan mbak Juwita. Nyonya Damian minta mbak Juwita di ceraikan. Dan untuk menjaga perasaan nyonya Daniela, tuan Damian tidak akan menemui mbak Juwita lagi." Riana menjelaskan dengan manis. Dia senang Juwita di ceraikan.
"Jadi karena Daniela. Memangnya kenapa jika Daniela tau. Aku kan istri Damian juga." protes Juwita. Riana berusaha untuk tetap ramah. Ini susahnya jadi asisten tuan Damian. Kesal tidak bisa kesal. Hari gini, selingkuhan minta keadilan. Dia bodoh apa ya, Riana marah-marah dalam hati.
"Begini mbak Juwita, pernikahan antara tuan Damian dan mbak Juwita kan nyonya tidak tau. Ternyata setelah tau nyonya keberatan. Untuk mempertahankan pernikahannya tuan Damian memenuhi keinginan nyonya untuk menceraikan mbak Juwita. Lagipula pernikahan ini juga tidak sah bukan " Riana menekan habis Juwita. Dia menyatakan Daniela lebih unggul dari Juwita. Lalu Juwita itu hanya selingkuhan saja. Harusnya Riana jadi asistennya Daniela. Riana benci yang seperti ini. Dulu dia kabur dari rumah karena melihat papanya seperti ini. Eh ternyata bosnya melakukan hal yang sama. Apalagi dia pula yang di suruh mengurus keperluan Juwita. Maka hari ini adalah hari yang di tunggu Riana. Melempar selingkuhan Damian sejauh mungkin. Riana yang menutup akses Juwita bertemu dengan Damian. Setelah Damian mengabarkan pada Riana dia telah menceraikan Juwita dan memintanya untuk mengurus sisanya, dia jadi semangat.
"Jadi Damian benar-benar tidak mau bertemu saya lagi?" tanya Juwita memelas.
__ADS_1
"Benar sekali. Agar mbak Juwita tau, mbak Juwita bisa tetap tinggal di apartemen tapi tuan Damian tidak akan membayar sewanya lagi. Mobil, tuan Damian berikan pada mbak Juwita. Untuk selanjutnya tuan Damian juga tidak akan mengirim uang lagi, karena mbak Juwita sudah bukan tanggung jawab tuan Damian lagi." Riana bahagia hari ini bisa menjatuhkan Juwita. Sebaliknya Juwita menjadi pucat wajahnya. Bagaimana kehidupannya nanti.
"Tapi saya akan memberikan referensi jika mbak Juwita mau bekerja." tuh, tuan Damian masih baik. Riana berkata dalam hati.
"Nanti akan saya pikirkan." kata Juwita yang langsung pening kepalanya. Riana melihat Juwita yang dulu dengan yang sekarang berbeda jauh. Penampilan Juwita lebih berkelas sekarang. Tapi tetap saja selingkuhan.
"Baiklah mbak Juwita, nanti hubungi saya saja jika mbak membutuhkannya. Saya permisi dulu karena masih ada pekerjaan menunggu." Riana pun pamit. Juwita masih terduduk dalam diam setelah Riana pergi. Kenyataan bahwa dia tidak di anggap oleh Damian membuat hatinya sakit. Dia pikir dia istimewa bisa bersama Damian dua bulan ini. Mengapa mimpi cepat berakhir. Dia tidak berambisi untuk jadi nomer satu dalam hidup Damian. Dia sudah cukup puas dan tidak menuntut macam-macam. Juwita harus benar-benar menata hidupnya lagi.
Sementara di kantornya Damian sedang meluapkan kekesalannya pada Robin.
"Dia sedang di Singapore. Katanya cedera tapi cedera ringan sih." jawab Robin santai.
"Kalau cedera ringan kenapa tidak pulang?" Damian heran.
__ADS_1
"Dia bilang susternya manis. Itu kata-katanya terakhir padaku." Robin tersenyum penuh arti.
"Jadi dia sibuk mengejar suster itu." Damian mengerti sekarang.
"Sabar, kalau sudah dapat juga nanti pulang. Kenapa sih kau jadi kesal begitu?" Robin menatap Damian curiga.
"Ada pekerjaan, urusan kerjasama yang harus di bereskan. Kau kan tau aku tidak suka menunda pekerjaan." jelas Damian.
"Aku kira kau kesal karena tidak ada pelampiasan. Juwita kan sudah kau lepaskan." Robin menyindir Damian. Dua bulan ini Damian kan sibuk bercinta dengan Juwita. Lupa pada Daniela.
"Mungkin kau benar. Saat sibuk-sibuk begini aku butuh kesenangan. Tapi aku tidak mungkin melakukannya pada Daniela. Dia kan sedang marah padaku." Damian mengakui.
"Kau coba saja pelan-pelan, lihat apakah Daniela mau melayanimu. Bukankah kau sudah bersikap manis pada istrimu.' saran Robin. Untung dia belum pernah berhubungan dengan wanita, jadi terhindar dari desakan hasrat yang harus di tuntaskan. Hubungannya dengan mantan kekasihnya murni hanya berpacaran biasa, tanpa ada acara tidur bersama.
__ADS_1
"Pastilah aku bersikap manis pada Daniela. Karena aku sudah menyakiti hatinya." kata Damian.