Menepis Luka

Menepis Luka
Korban Suami


__ADS_3

"D." panggil Ariadna sambil matanya mencari sahabatnya. Di lihatnya Daniela tengah tidur di pembaringan. Ariadna menghampirinya karena penasaran. Daniela tampak terbangun karena panggilan Ariadna. Matanya terbuka dengan malas.


"Hai Ar, kamu datang." Daniela berusaha bangun dan duduk menyandar.


"Ya ampun, ini namanya korban penganiayaan suami." seru Ariadna melihat tanda merah di leher Daniela. Lalu dengan malasnya Daniela bangun, Ariadna sudah dapat menyimpulkan apa yang telah di lakukan Damian pada istrinya. Daniela tertawa, dia tidak dapat memungkiri kenyataan.


"Orangnya tidak bertanggung jawab ya, meninggalkanmu begitu saja." kata Ariadna menggoda. Tapi dia senang melihat rumah tangga sahabatnya bertambah mesra.


"Dia kan harus kerja. Tidak seperti aku yang pengangguran." Daniela membela Damian. Biar bagaimana Damian tetap perhatian dengan meminta Rindu membawakan susu hangat.


"Jadi mau tidur sampai kapan?" Ariadna duduk di sofa dengan santai.


"Karena kamu sudah membangunkan aku jadi acara tidur di akhiri." Daniela bangun dan menghampiri Ariadna. Dia ikut duduk di sofa.


"Tadinya aku mau mengajakmu ke tempat Andini. Tapi kelihatannya kau lelah D." Ariadna maklum.


"Kalau keluar rumah aku malas, tapi aku butuh yang segar-segar. Kita berenang yuk, sambil makan siang di belakang." Daniela bangkit akan mencari baju renangnya.


"Aku tidak bawa baju renang D." Ariadna sebenarnya tidak menolak.


"Aku punya yang baru." Daniela memberi solusi. Mereka pun berganti baju dengan baju renang. Tidak lama Daniela dan Ariadna turun menuju kolam renang.


"Rindu bawakan makan siang ke kolam renang ya." kata Daniela pada Rindu yang menunggu di bawah.


"Baik nyonya." Rindu pun segera ke dapur. Walau tidak punya tenaga untuk berenang tapi dengan berendam di kolam renang membuat Daniela menjadi segar. Dia melakukan gerakan-gerakan kecil.


"D, sepertinya Damian sudah menjadi suami yang baik." Ariadna berkata sambil memasukan kakinya ke dalam kolam.


"Selama ini sebenarnya dia suami yang baik. Hanya saja permainan yang dia buat kemarin menyakitiku. Tapi dia berusaha menebus kesalahannya dan membuktikan janjinya." kata Daniela dengan tenang. Dia sudah bisa mengatasi perasaan sakit hatinya.

__ADS_1


"Baguslah , semoga tidak ada lagi hal aneh yang di lakukannya." Ariadna berkata lalu masuk ke dalam kolam. Dia mulai berenang. Sementara Damian menelpon Rindu dari kantor. Dia ingin tau tentang istrinya. Rindu mengatakan nyonya tengah berenang bersama nona Ariadna. Damian pun lega. Dia sengaja tidak menelpon Daniela langsung, khawatir mengganggu istrinya. Mengetahui Daniela baik-baik saja Damian pun pergi untuk makan siang. Dia makan siang bersama dua sahabatnya, Robin dan Tyler. Mereka makan di satu restauran mewah.


"Hai kalian sudah datang." sapa Damian yang langsung duduk.


"Sudah di pesankan juga menu makan siangmu." kata Robin lega. Damian sudah datang, mereka jadi bisa mulai makan siang.


"Kalian dapat undangan pernikahan PT Cahaya?" tanya Tyler kemudian.


"PT Cahaya? itu perusahaan besar. Aku belum dapat undangannya." seru Damian.


"Tidak mungkin mereka tidak mengundangmu, mungkin Rama belum menyampaikannya." bantah Robin.


"Anak laki-laki PT Cahaya menikah dengan anak perempuan Nilam Praja, perusahaan otomotif besar." kata Tyler lagi.


"Wow, aku rasa ini pernikahan bisnis." kesimpulan Robin.


"Pestanya cukup besar, aku rasa para pengusaha di undang." Tyler pemberi info tidak berhenti.


"Kau tau dari mana?" tanya Robin penasaran.


"PT Cahaya kolega ayahku." jawaban Tyler membuat mereka paham.


"sunting saja PT Cahaya memiliki putra, jika putri aku yakin akan di jodohkan denganmu Ty." Damian menggoda temannya.


"Aku tidak mau, kalau dengan Ariadna aku mau." jawab Tyler cepat.


"Wah orangnya sedang di rumahku. Berenang bersama Daniela." Damian jadi teringat. Mendengar itu Tyler jadi membayangkan Ariadna dengan baju renang. Dia menahan air liurnya tanpa sadar. Robin dan Damian saling menatap sambil tertawa.


"Setelah dari sini apa kau akan pulang Dam?" tanya Tyler semangat.

__ADS_1


"Aku masih ada rapat, tidak mungkin pulang." Damian tau maksud Tyler, dia semakin ingin menggoda temannya.


"Kau kan bisa minta Rama menggantikanmu." Tyler menawar, dia ingin bertemu Ariadna tapi tidak mungkin datang ke rumah Damian sendiri. Ada etika yang harus dia jaga.


"Rama juga sibuk siang ini." Damian semakin berkeras. Robin semakin geli melihat tingkah dua temannya.


"Nanti datang saja ke pesta PT Cahaya. Pasti keluarga Ariadna di undang." Robin memberi solusi. Mau tidak mau Tyler menerimanya. Dia kesal Damian tidak mau membantunya. Mereka pun melanjutkan makan dalam diam. Tujuan Ariadna menemui Daniela sebenarnya adalah tentang pernikahan besar itu. Ariadna ingin mengajak Daniela untuk mencari gaun pesta ke tempat Andini. Tapi karena Daniela lemas Ariadna menundanya. Mereka berjanji untuk pergi besok hari. Damian pulang tepat waktu sore itu. Daniela tengah membaca buku di kamar.


"Hai, bangun jam berapa tadi pagi?" Damian menyapa Daniela dan mencium pipinya.


"Satu jam setelah kamu pergi." jawab Daniela sambil tersenyum.


"Terus kegiatanmu apa saja hari ini?" Damian ingin tau apa saja yang di lakukan istrinya dan Ariadna.


"Cuma berenang sama Ariadna. Tadi Ariadna ke sini." jawab Daniela.


"Aku mandi dulu ya, nanti kita makan malam sama-sama." Damian masuk ke dalam kamar mandi. Daniela menyiapkan baju Damian. Tidak lama Damian selesai dia memakai bajunya.


"Kata Ariadna PT Cahaya menikahkan putranya. Apa kita di undang?" tanya Daniela pada Damian.


"Di undang, tadi Rama memperlihatkan undangannya. Kamu mau datang?" Damian menggamit tangan Daniela, menariknya lembut mengajaknya turun ke bawah.


"Ariadna mengajakku mencari gaun untuk ke pesta itu. Lucu rasanya kalau ternyata aku tidak di undang." Daniela menjelaskan.


"Cari saja gaunnya. Mau aku antar?" Damian penasaran dengan gaun yang Daniela pilih.


"Aku pergi dengan Ariadna besok ke tempat Andini." Daniela menolak halus.


"Kalau ke tempat Andini aku setuju. Pilih yang cantik." Damian merangkul istrinya hangat. Dia sebenarnya ingin mengantar Daniela ke butik Andini, hal yang tidak pernah di lakukannya. Tapi Daniela menolak. Damian membantu Daniela duduk. Rindu menatap tidak percaya. Semakin hari tuannya semakin manis saja pada istrinya. Tapi Rindu senang melihatnya. Mereka makan sambil bercakap ringan. Damian berterus terang pada Daniela, jika Tyler berminat pada Ariadna. Entah serius atau tidak. Daniela tidak keberatan. Setiap orang berhak untuk menyukai. Lagi pula Ariadna sudah dewasa, bisa memilih yang terbaik untuk dirinya. Daniela tidak akan mencampuri urusan pribadi Ariadna. Damian setuju dengan pandangan Daniela. Mereka menyelesaikan acara makan malam. Seperti biasa Daniela memilih kembali ke kamar. Damian mengikuti istrinya, dia masih ingin mengobrol dengan Daniela. Di kamar Daniela memilih duduk kembali di sofa. Damian tidak mau jauh-jauh dari istrinya.

__ADS_1


__ADS_2