
Awalnya Damian tidak menghiraukan Juwita yang kerap menggodanya. Tapi akhirnya dia tergoda untuk mencobanya. Juwita langsung minta untuk di nikahi, untuk menghindari perzinahan alasannya. Padahal menurut Damian sama saja. Tapi Damian pikir itu akan membatasi Juwita. Dia ingin bermain bersih dan dia hanya bermain dengan Juwita. Damian segera tiba di apartemen Juwita. Wanita cantik itu memang ada di sana. Juwita memang cantik. Tubuhnya indah dan dia tau bagaimana melayani prianya. Juwita masih setengah mengantuk ketika Damian datang dan menceraikannya. Matanya langsung terbuka lebar. Baru saja semalam dia melayani gairah Damian yang kuat, besoknya dia di ceraikan. Setelah melaksanakan tujuannya Damian segera pergi. Meninggalkan Juwita yang belum tersadar dari rasa terkejutnya. Damian menuju rumah temannya, Robin.
"Mukanya kusut amat, bukannya habis senang-senang semalam." kata Robin ketika Damian telah duduk di ruang tengahnya. Robin teman baik Damian. Dia tau sepak terjang Damian, karena tidak ada yang di sembunyikan Damian darinya.
"Bagaimana tidak kusut pulangnya di jemput Daniela." jawab Damian kesal.
"Apa?" Robin terkejut, dia menyerahkan minuman bersoda pada temannya.
"Memang sih pada akhirnya Daniela pasti tau. Tapi aku yakin Daniela tidak akan membuat keributan." Robin sudah mengenal karakter Daniela.
"Kau benar, bisa-bisanya dia duduk di lobby menungguku." Damian tersenyum lucu mengingat itu.
__ADS_1
"Pasti orang suruhannya yang melacakmu, atau orang suruhan papanya. Tapi instingnya tajam juga. Dia cuma marah kecil kan padamu." Robin hanya menduga. Dia duduk di hadapan temannya menunggu jawaban.
"Aku tidak perduli dia tau dari mana. Tapi yang membuatku terkejut dia menangis dan katanya dia mencintaiku." jawab Damian risau. Reaksi Daniela di luar dugaannya. Lalu Daniela mencintainya juga hal yang baru dia tau.
"Rupanya dalam satu tahun ini dia mulai mencintaimu. Pasti dia terluka. Aku juga tidak habis pikir denganmu, istri secantik dan selembut Daniela kau khianati. Apa memang seleramu wanita yang liar? lalu mengapa kau menikahinya?" Robin sedikit kesal dengan Damian dan merasa tidak mengenal pria yang telah bersahabat lama dengannya.
"Sudah kukatakan aku hanya main-main. Aku tidak tau kalau Daniela mencintaiku, kalau aku tau pasti aku akan menjaga perasaannya. Lagi pula aku menikahi Juwita karena aku tidak mau dia bermain dengan pria lain. Jujur ketika pertama kali menyentuhnya dia masih perawan. Itu sebabnya aku hanya bermain dengannya dan aku membatasinya dengan menikahinya." jelas Damian.
"Aku punya mata dan telinga, aku juga memantau kehidupannya. Jika dia di sentuh yang lain aku akan segera meninggalkannya. Lagi pula aku tidak berniat bersamanya dalam waktu lama." Damian yakin dia akan segera bosan pada Juwita. Robin jadi jelas sekarang, Juwita memang tidak punya daya tarik yang kuat untuk Damian. Kebetulan saja gadis itu datang pada saat Damian jenuh dan bosan.
"Apa yang Daniela katakan?" Robin penasaran akan sikap Daniela.
__ADS_1
"Dia minta aku menceraikan Juwita. Itu sudah kulakukan. Selain itu dia minta waktu untuk mempertimbangkan untuk tetap di sampingku atau pergi " Damian berkata lesu. Permainannya bisa membuatnya kehilangan Daniela.
"Menurutku belum tentu Daniela meninggalkanmu. Dia tidak perlu memintamu menceraikan Juwita jika dia ingin pergi. Dia bimbang karena dia mencintaimu. Mungkin kau harus memperbaiki hubunganmu dengan Daniela." Robin menyayangkan hal itu. Menurutnya Daniela sangat pas menjadi pendamping Damian. Sosok Damian adalah pria tangguh yang hebat dalam dunia bisnis. Terbukti dengan perusahaannya yang multi power. Tidak heran jika Damian kadang jenuh dan bosan karena tuntutan pekerjaannya. Robin pikir kehidupan pernikahan Damian dan Daniela membuat pria itu seimbang dalam kehidupannya. Tidak menyangka ternyata pernikahan sahabatnya sedingin itu. Ternyata sosok sempurna pun tidak menjamin kehidupan pernikahan bahagia.
"Aku tidak mau kehilangan Daniela. Hanya dia wanita yang tepat untukku. Selama ini keluarga Pradana selalu menempatkan istri-istri mereka di tempat utama. Aku sudah melakukan itu. Hanya saja aku tidak mencintainya dan dia juga tidak pernah menunjukan rasa cintanya padaku. Mana aku tau. Hubungan kami terasa datar saja selama ini. Lalu dua bulan ini aku juga tidak menyentuh Daniela. Mungkin itu yang membuat Daniela curiga. Tapi memang permainanku dengan Juwita lebih panas." Damian mengakuinya.
"Lalu setelah kau melepaskan Juwita apakah akan ada Juwita-Juwita yang lain?" Robin tidak suka jika ini akan menjadi hobi baru Damian.
"Tentu saja tidak. Mengetahui Daniela mencintaiku membuatku harus menghargai perasaannya. Sekarang aku harus fokus pada Daniela saja. Tapi menghadirkan cinta itu tidak mudah. Buktinya selama satu tahun ini perasaan itu tidak ada padaku. Walau kau tau betapa sempurnanya Daniela dan aku ingin memilikinya seumur hidupku." Robin membenarkan perkataan Damian. Dia saja selama ini tetap hidup sendiri karena masih terus teringat pada kekasihnya dulu. Dia tidak bisa menghadirkan cinta baru dalam hidupnya. Damian memilih Daniela karena wanita itu kelengkapan yang pas dalam hidupnya. Tidak termasuk cinta. Mungkin alurnya berbeda jika Damian jatuh cinta. Damian pasti memilih wanita yang dia cintai. Atau sama saja, ah Robin tidak tau jalan pikiran Damian untuk hal itu. Damian tidak pernah jatuh cinta. Hidupnya penuh dengan ambisi dalam bisnis. Sejak sekolah dulu Damian hanya berfokus untuk menjadi yang terbaik. Damian hidup dalam didikan papinya, untuk menjadi yang tidak terkalahkan. Banyak gadis yang tertarik dan jatuh cinta padanya. Damian tidak pernah memberi kesempatan seorang gadis pun untuk dekat dengannya. Hingga tiba saatnya dia di tuntut untuk menikah, Damian memilih Daniela. Permata yang di sembunyikan keluarga Morana. Daniela putri tunggal keluarga Morana. Pewaris satu-satunya dari kerajaan bisnis keluarga Morana yang patut di perhitungkan. Gadis kaya raya yang belum pernah tampil sebelumnya. Daniela di sekolahkan di luar negeri dan di batasi pergaulannya. Maka tidak banyak yang tau tentang Daniela. Orang hanya tau keluarga Morana memiliki seorang putri tapi tidak pernah di tampilkan. Ketika Daniela menikah dengan Damian banyak para pengusaha dan pria muda yang kecewa telah melewatkan Daniela. Permata yang di simpan dengan baik. Apakah Damian akan melepaskan Daniela? Tentu saja tidak. Robin yakin itu. Tapi apa Daniela akan melepaskan Damian? Robin tidak tau.
"Lalu mengapa kau ke sini, bukannya membujuk istrimu." Robin menatap lucu sahabatnya yang berwajah kusut.
__ADS_1
"Aku memberinya waktu untuk berpikir. Saat ini dia sedang marah padaku." jawab Damian lesu. Rumah tangganya bergantung pada Daniela kini.