
"Pernikahannya tidak berhasil. Kudengar istrinya tidak menyenangkan. Sepertinya dari pihak wanita yang berambisi menginginkan pernikahan itu. Karena itu membuat dia mencari hiburan dengan caranya sendiri." Damian tetap merasa tidak enak menjabarkannya pada Daniela. Dia memeluk Daniela karena teringat pernikahannya hampir berantakan karena ulahnya.
"Hiburan yang bagaimana yang di carinya?" Daniela masih menuntut. Damian merenggangkan pelukannya, menarik hidung Daniela.
"Kamu cerewet sekali sih. Dia suka bawa sekretarisnya jalan, tapi aku tidak tau sampai sejauh apa hubungannya. Kalau bosan dia mengganti dengan sekretaris baru." akhirnya Damian harus mengatakan.
"Apa semua pria begitu ya, kalau tidak senang di rumah mencari kesenangan di luar?" tanya Daniela kesal.
"Tidak semua pria begitu, ada juga suami yang di tekan dan di atur istri tapi dia tetap bertahan. Ada juga suami yang sampai korupsi demi membahagiakan istri. Kalau dalam kasus kita, aku yang nakal. Tapi yang jelas Tareigh tidak punya istri sehebat kamu. Kamu yang mau memaafkan aku dan tetap bersamaku." Damian dengan lembut mengusap pipi Daniela. Di ciumnya pipi itu lalu memeluk Daniela. Ada kehangatan ketika dia memeluk Daniela saat tidur dan saat ini. Ternyata kehangatan itu juga perlu di ciptakan. Daniela terdiam dan menikmati pelukan Damian.
"Kita pulang yuk, kita kan mau buat bayi." Damian berbisik di telinga Daniela. Membuat istrinya tersipu dan menyembunyikan wajahnya di dada Damian. Melihat itu Damian tertawa geli. Dalam perjalanan pulang Daniela terus tersenyum. Dia bersyukur pernikahannya baik-baik saja untuk saat ini. Ternyata pernikahan tidak semudah seperti yang di angankan. Kedua belah pihak harus berupaya agar tercipta rumah tangga yang baik.
"Daniela, aku mandi dulu ya." Damian segera masuk ke kamar mandi. Daniela membersihkan wajahnya dan melepaskan gaun pestanya. Dia masuk ke kamar mandi ketika Damian keluar dari sana.
"Dua menit tidak boleh lebih." pesan Damian ketika melewati Daniela.
"Mandi apa dua menit?" Daniela protes. Damian hanya tertawa. Selesai mandi Damian sudah siap di tempat tidur, menanti Daniela. Dadanya yang telanjang sedang bagian bawah di tutup selimut membuat Daniela penasaran Damian menggunakan bawahan atau tidak.
"Sini dekat aku." titah Damian. Daniela pun merebahkan tubuhnya di samping suaminya. Tangannya meraba tubuh bawah Damian karena ingin tau.
"Eit, tangannya nakal ya. Tapi dia tau tempat yang penting." Damian mencium Daniela. Tapi tangannya menuntun tangan Daniela untuk bermain di sana. Hal itu membuat hasrat Damian naik dan segera memulai ritual malam. Daniela terkejut ternyata Damian polos, tapi dia mengikuti permainan suaminya dan segera terbuai. Damian bermain lembut dan membuat penyatuan mereka sempurna. Damian memandikan Daniela setelah mereka selesai. Karena lelah Daniela segera tertidur. Damian memeluknya hangat. Menatap Daniela dengan sayang. Saat ini dunianya berpusat pada Daniela. Dia ingin memperbaiki pernikahannya dan menghadirkan anak di tengah mereka. Di ciumnya pipi Daniela yang tengah tidur pulas. Damian menyesal tidak berupaya dengan baik di awal pernikahannya. Kalau soal kepuasan toh Daniela bisa belajar untuk itu. Buktinya belakangan ini hubungan mereka menyenangkan. Daniela mulai bisa meraba keinginannya. Dia hampir saja kehilangan wanita yang sempurna ini. Damian semakin erat memeluk Daniela. Sampai kapan pun Damian tidak akan melepaskan Daniela. Esok paginya Damian bangun lebih dulu, dia segera masuk ke kamar mandi.Keluar dari sana dilihatnya Daniela masih tertidur. Damian mengenakan pakaian tapi dia heran Daniela masih pulas. Di hampirinya istrinya.
"Daniela, bangun dong." Damian mencium pipi Daniela agar istrinya bangun. Daniela terbangun.
__ADS_1
"Dam kepalaku pusing." Daniela berkata lemah sambil perlahan bangkit untuk duduk.
"Pusing?" Damian segera menyentuh dahi Daniela, tapi tidak terasa panas.
"Rasanya kepalaku muter." keluh Daniela, matanya terpejam karena pusingnya.
"Apa mungkin kamu masuk angin, semalam aku mandikan?" tanya Damian jadi menebak-nebak. Dia juga tadi malam tidak keterlaluan bermain dengan Daniela. Di peluknya Daniela yang masih memejamkan mata.
"Sarapan dulu ya, mungkin setelah sarapan pusingnya hilang." saran Damian.
"Boleh bubur saja?" tanya Daniela, rasanya bubur mudah di cerna olehnya.
"Baiklah, aku suruh Rindu buatkan bubur untukmu." kata Damian memutuskan. Perlahan Damian membantu Daniela untuk berbaring. Dia bangkit berdiri melepas jasnya dan dasinya, lalu menggulung lengan kemejanya. Sambil berjalan keluar Damian menghubungi Rama. Dia menunda keberangkatannya ke kantor. Tidak mungkin dia meninggalkan Daniela dengan keadaan seperti itu.
"Rindu, tolong buatkan bubur untuk Daniela. Dia kurang sehat." setelah Damian berkata begitu pada Rindu, dia kembali naik ke kamar.
"Daniela, ayo aku bantu mandi supaya kamu lebih segar." Damian mengangkat tubuh istrinya dengan lembut.
"Jangan, nanti bajumu basah." Daniela menolak.
"Baju basah bisa ganti lagi. Yang penting istri harus wangi " Bantah Damian. Dia mendudukkan Daniela di atas closed. Membuka baju istrinya perlahan.
"Kenapa sih harus mandi, kepalaku pusing kan." protes Daniela.
__ADS_1
"Tubuhmu tidak panas, jadi tetap harus mandi." Damian merasa lucu melihat wajah Daniela yang kesal. Dia membasahi tubuh Daniela lalu menyabuninya. Kesempatan itu di gunakan Damian untuk menyentuh area penting Daniela, khususnya dada.
"Jangan pegang-pegang." kata istrinya protes. Damian tertawa.
"Kalau tidak boleh pegang bagaimana memandikannya?" Damian ingin mengalihkan rasa pusing Daniela dengan kelakuannya.
"Tuntun aku ke bathtub." titah Daniela. Damian pun menurut. Dengan hati-hati dia menuntun Daniela untuk masuk ke dalam bathtub. Di sana Daniela dengan bebas menggosok tubuhnya. Setelah Daniela selesai Damian mengeringkan bathtub. Dia lalu me
raih shower dan membasuh Daniela, tapi gaya menegang showernya membuat Daniela kesal.
"Kau itu memandikan istrimu atau menyiram tanaman?" mulut Daniela cemberut. Damian tertawa lagi.
"Habis tidak boleh pegang-pegang sih." Damian beralasan.
"Ya sudah boleh, dari pada di anggap tanaman " Daniela mengalah.
"Jadi boleh nih pegang." Damian menggoda lagi. Daniela mengangguk, tanda menyerah dengan tingkah Damian. Sudah pusing masih di goda. Damian membasuh Daniela dengan lembut. Setelah itu dia mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Daniela. Mengenakan bathrobe pada istrinya.
"Nah sekarang sudah kering dan wangi. Tinggal di boboin." kata Damian sambil tersenyum penuh arti.
"Apa tuh maksudnya?" Daniela curiga.
"Terserah aku dong, kan aku yang mandikan." Damian mencium pipi Daniela dan mengangkatnya.
__ADS_1
"Dam aku belum sikat gigi." Daniela mengingatkan. Damian mendudukan Daniela di atas meja wastafel. Mengambilkannya sikat gigi dan pasta gigi.
"Ya bahaya nanti kalau cium-cium aku." Damian berkata sambil menaruh pasta gigi pada sikat gigi Daniela.