Menepis Luka

Menepis Luka
Ingin Punya Bayi


__ADS_3

"Dekat sini." Damian meminta Daniela untuk mendekat padanya. Daniela pun menurut, bergeser ke dekat Damian. Dengan lembut Damian menarik Daniela ke dalam pelukannya.


"Apa tubuhmu masih pegal?" tanya Damian lembut. Daniela sampai menatap Damian dengan heran. Damian memang selalu baik padanya, namun belum pernah seintim ini. Tapi Daniela melihat ketulusan pada mata Damian.


"Tadi aku sudah beristirahat, lalu setelah berenang tubuhku lebih segar." jawab Daniela jujur.


"Maaf, aku sudah membuatmu lelah." Damian mencium pipi Daniela. Dia sadar, Daniela belum terbiasa dengan permainannya.


"Tapi kamu puas?" Daniela mulai menerapkan saran Arabela.


"Tentu saja aku puas." Damian mencubit hidung Daniela, dia senang istrinya perhatian. Selama ini Daniela tidak pernah bertanya demikian.


"Daniela, bagaimana kalau kita punya anak?" tanya Damian lagi. ini salah satu cara untuk mengikat Daniela untuk tetap bersamanya.


"Anak? Terus terang selama ini aku tidak pernah menjaga atau mencegah untuk bisa hamil. Tapi memang belum bisa di beri kesempatan." Daniela berterus terang, perkataannya membuat Damian lega.


"Kalau begitu kita tinggal berusaha kan?" tanya Damian penuh arti. Setelah semalam Daniela memuaskannya Damian jadi kecanduan. Daniela tersipu. Dia mengerti maksud Damian.


"Malam ini? Tapi semalam kan......" Daniela tidak melanjutkan perkataannya. Kemarin saja dia sudah kelelahan.

__ADS_1


"Kalau kau masih lelah, aku bisa ko menundanya besok." Damian pengertian. Daniela jadi bimbang. Dia pernah mengalami Damian tidak mau menyentuhnya selama dua bulan. Dia kecewa di abaikan. Daniela tidak mau mengalami seperti itu lagi. Saat ini Damian menginginkannya, jujur Daniela senang.


"Kamu benar ingin?" tanya Daniela dengan hati berbunga dan malu.


"Ya aku ingin. Aku janji tidak akan sebuas seperti tadi malam." Damian berkata serius. Dia memang sudah di puaskan semalam, kali ini Damian ingin berupaya untuk punya anak. Menurut Damian, Daniela harus sering di buahi agar cepat hamil. Daniela pun mengangguk. Wajah Damian berseri. Perlahan Damian mengangkat Daniela menuju peraduan. Di letakannya Daniela dengan lembut. Dari cium-cium kecil yang dia berikan pada istrinya hasrat Damian jadi naik. Dengan sepenuh hati Damian membawa Daniela ke langit ke tujuh. Jika dulu Damian melakukan karena kewajiban, maka sekarang karena ketertarikan. Damian merasa di tarik untuk terus menjelajahi penyatuan dengan Daniela. Ada perasaan senang ketika dia melakukannya selain kepuasan. Dulu asal dia sudah mendapat pelepasan Damian akan berhenti. Bagi Daniela pun sekarang bukan hanya tempat Damian menumpahkan hasratnya. Dia merasakan bagaimana Damian membuainya, membuatnya senang dengan penyatuan mereka. Damian mengenalkan warna dan indahnya penyatuan itu. Damian ingin membuat Daniela haus akan dirinya dan mendambakan dirinya, bukan dia saja yang menginginkan Daniela. Modal pertama sudah di dapat, cinta. Daniela mencintainya. Tugas Damian jadi lebih mudah. Entah dengan perasaannya sendiri. Damian berupaya menghidupkan ranjang pernikahannya. Hal yang sejak dulu harusnya di lakukannya. Melihat Daniela yang tampak bahagia dalam buaiannya Damian tersenyum. Dia pun segera mendapat pelepasan. Cukup sampai di situ. Dia tidak mau Daniela kelelahan. Damian mencium bibir Daniela sekilas. Dia lalu menggendong Daniela menuju kamar mandi. Mereka mandi bersama, perhatian Damian tidak putus pada Daniela. Di bungkusnya tubuh Daniela dengan handuk, Damian mengeringkan rambut istrinya. Dia sendiri hanya menggunakan handuk pada pinggangnya. Setelah rambut Daniela kering Damian melepas handuk pada tubuh istrinya, juga handuk yang melilit di tubuhnya. Damian kembali menggendong Daniela.


"Mari kita tidur." kata Damian sambil membaringkan Daniela di tempat tidur dan menarik selimut untuk mereka berdua. Merasa aneh tidak menggunakan busana, Daniela hendak bangun untuk mencari baju. Damian menahannya dan menarik Daniela ke dalam pelukannya.


"Kita tidur begini saja. Aku jadi bisa pegang-pegang sesukaku." tangan Damian mengusap perut Daniela, berharap segera ada kehidupan di sana.


"Kamu genit." kata Daniela manja, terpesona dengan ide Damian.


"Daniela." seru Damian protes.


"Rupanya kau ingin mandi lagi ya." Damian segera menyergap istrinya tanpa ampun. Ternyata hasratnya belum tuntas. Tapi dia menahan diri, khawatir Daniela kelelahan. Nyatanya sang istri yang nakal. Pagi itu Daniela terus menguap di dalam mobil yang di kemudikan Sabri. Ariadna menatapnya kesal.


"Korban Suami lagi?" tanya Ariadna menduga. Daniela tersenyum mengangguk.


"Damian ingin segera punya anak." jawab Daniela santai.

__ADS_1


"Kerja rodi jeng, atau kejar setoran?" Ariadna meledek. Daniela membulatkan matanya. Mulut Ariadna ini susah di atur. Daniela jadi teringat perkataan Damian tentang Tyler yang suka pada Ariadna. Mungkin cocok mereka berdua sama-sama seenaknya. Daniela jadi penasaran, apa Tyler akan berhasil mengejar sahabatnya. Daniela jadi segar ketika tiba di butik Andini. Ada banyak gaun baru di tempat itu. Ariadna sudah sibuk memilih dan mencoba gaun yang di sukainya. Tidak tanggung-tanggung, ada delapan gaun yang di pilihnya. Andini sibuk membantunya. Sedangkan Daniela bingung dengan dua gaun di tangannya. Warna merah dan hitam. Dia suka keduanya. Karena bingung Daniela iseng menghubungi Damian. Dia akan minta pendapat suaminya. Di fotonya dua gaun itu, di kirimkan pada Damian. Suaminya sedang senyum-senyum di kantornya. Teringat bagaimana tadi malam istrinya dengan nakal menyentuh miliknya. Tapi dia sudah menghukum Daniela, dengan membenamkan miliknya tanpa ampun. Lamunan Damian terhenti karena dua foto yang Daniela kirimkan. Damian pun menghubungi Daniela.


"Aku suka yang merah. Tapi ambil juga yang hitam. Ada lagi yang lain?" Damian jadi tertarik dengan kegiatan belanja istrinya.


"Tidak ada, sudah di borong Ariadna." jawab Daniela kesal. Damian tertawa. Tiba-tiba terbersit ide di kepala Daniela.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Kau ajak Tyler." Daniela ingin membalas Ariadna.


"Tyler?" Damian bisa menangkap maksud jail istrinya.


"Baik akan aku ajak dia. Sebutkan saja tempatnya." Damian mendukung niat istrinya.


"Nanti aku kirimkan." Daniela memutus kontak. Dia akan berembuk dengan Ariadna tentang tempat makan siang mereka berdua.


"Cafe Analis saja." putus Ariadna untuk tempat mereka makan siang. Daniela pun segera mengirim pesan pada Damian. Diam-diam Daniela menyembunyikan seringai nakalnya. Di kantor, Damian yang sudah mendapat kabar dari istrinya mulai mengontak Tyler.


"Ty, mau makan siang bersamaku?" Tanya Damian ramah.


"Malas bro aku makan di kantor saja." tolak Tyler, di depannya ada setumpuk kerjaan.

__ADS_1


"Aku sebenarnya malas sih keluar, tapi Daniela mengajakku makan siang. Dia bersama Ariadna ." Damian pura-pura segan.


__ADS_2