
Seperti malam ini, dahi Amaira berkerut melihat gaun yang di kenakan menantunya. Tapi Amaira tidak mau mengerahkan suasana. Dilihatnya tadi Damian tampak bangga menggandeng istrinya.
"Kami cari papa dan mama dulu ya." Damian mohon diri, melihat kerutan di dahi ibunya. Dia khawatir Amaira akan berkomentar pada penampilan Daniela. Gaun itu Damian yang pilih, dia juga suka Daniela mengenakannya. Mereka berhenti karena pengantin memasuki ruangan. Pasangan yang masih terlihat kaku membuktikan pendapat Damian benar. Mereka di jodohkan.
"Daniela, kita beri salam dulu pengantinnya." Damian menarik tangan istrinya lembut. Mengajaknya memberi selamat pada pengantin. Karena status Damian banyak para undangan yang memberi jalan pada pasangan itu, hingga mereka tiba di depan pengantin.
"Loh, kamu Rolland ketua Organisasi dulu?" tanya Damian terkejut. Ternyata pengantin pria teman sekolahnya dulu.
"Damian, apa kabar?" tanya Rolland ramah. Tentu saja dia mengenal Damian. Dulu Damian lah yang di pilih menjadi ketua organisasi di kampusnya. Tapi Damian menolak, dia tidak tertarik ikut serta kegiatan tersebut. Maka Rolland yang di tunjuk menggantikan Damian.
"Jadi kamu putra dari PT Cahaya?" Damian baru tau. Rolland tidak pernah mengungkap identitasnya di sekolah.
"Benar, sekarang aku yang mengurus di sana." jawab Rolland.
"Selamat atas pernikahanmu. Kunjungi aku jika kau senggang nanti, kita bisa mengobrol banyak. Ini istriku Daniela." Damian menunjuk istrinya.
"Aku tau Daniela. Aku datang ke pernikahanmu dulu. Nanti aku akan datang mencarimu." janji Rolland. Daniela menyalami Rolland dan pengantin wanitanya. Mereka beralih pada orangtua Rolland.
"Damian, apa kabar nak?" sapa Mirza pemilik PT Cahaya. Sekarang Damian ingat, Mirza sering datang ke sekolah untuk urusan urusan sekolah atau bila ada acara di sekolah.
"Selamat om, Tante. Sudah mendapat menantu." Damian berkata sambil menggandeng Daniela.
"Terima kasih Damian, kamu biar cepat dapat momongan ya." balas Mirza. Dia mengenal teman sekolah putranya. Lagi pula siapa yang tidak mengenal Damian Reza Pradana. Damian dan Daniela pun meninggalkan pengantin dan orangtuanya.
"Kamu lapar, mau makan apa?" tanya Damian pada Daniela. Melihat makanan yang begitu banyak Daniela malah merasa mual.
"Aku mau makan sate saja." putus Daniela, dia enggan menyentuh makanan utama. Mereka menuju stand sate.
"Biar aku yang ambilkan, kau tunggu saja." kata Damian meminta Daniela menunggunya. Daniela menurut. Sambil menunggu Damian, Daniela mengedarkan pandangan matanya. Dilihatnya orangtuanya berdiri tidak jauh darinya. Daniela menghampiri dengan senang hati.
__ADS_1
"Papa, mama sudah datang." tanya Daniela sambil memeluk Ardan dan Arabela.
"Sudah sejak tadi. Sempat lihat juga kamu di gandeng mesra Damian." Ardan menggoda putrinya. Daniela tersipu. Sedangkan Damian yang sedang antri mengambil sate, ada seorang gadis yang tertarik pada ketampanannya. Gadis itu berusaha menarik perhatian Damian dengan mempersilahkannya mengambil sate lebih dulu.
"Benar saya boleh mengambil lebih dulu?" tanya Damian tidak menyia-nyiakan kesempatan.
"Boleh." gadis itu tersenyum semanis madu agar Damian tertarik. Damian lalu mengambil satu porsi sate dan lontongnya.
"Terima kasih ya, istri saya sangat suka sate." setelah berkata demikian Damian berlalu mencari Daniela. Meninggalkan gadis itu yang patah hati. Gaun merah Daniela memudahkan Damian mencari Daniela.
"Daniela, ini satemu." Damian menyerahkan piring sate yang di inginkan Daniela.
"Pa, ma datang juga." sapa Damian pada mertuanya.
"Tidak enak jika tidak datang. Mereka hadir di pernikahan kalian." jelas Ardan.
"Ternyata Rolland itu teman sekolahku. Katanya dia sekarang yang menjalankan PT Cahaya. Kami janji akan bertemu jika senggang nanti " Damian bercerita tentang fakta baru yang di dapatnya pada Ardan.
"Danilo mana ya sayang, belum kelihatan dia." tanya Ardan pada istrinya.
"Katanya sudah datang. Dia bersama Ariadna " jawab Arabela.
"Bersama Ariadna? Gadis baik. Danilo cocok dengan Ariadna." Ardan tampak senang. Senyum Damian berubah jadi senyum jail. Seru juga jika Tyler punya saingan.
"Dam, coba sate ini. Enak loh." perkataan Daniela memutus pikiran Damian
"Enak tapi ko tidak di habiskan?" Damian menerima piring sate dari istrinya dan menghabiskan isinya.
"Mau coba apa lagi?" tanya Damian lembut. Dia khawatir Damian lapar.
__ADS_1
"Mau Dim sum." jawab Daniela, dia pikir Dim sum pasti enak.
"Pa, ma temani Daniela dulu ya ambil Dim Sum." Damian pamit. Tanpa menunggu jawaban Damian menggandeng Daniela menuju stand Dim sum. Ardan melihat itu sambil tersenyum. Dia sudah mengamati perlakuan Damian pada Daniela sejak tadi. Damian tulus memperlakukan Daniela dengan manis tanpa pura-pura. Ardan yakin itu. Mungkin dia boleh bernapas lega saat ini. Dari semua makanan yang di pilih Daniela, semua masuk ke perut Damian. Daniela hanya mencoba sedikit lalu meminta Damian menghabiskannya. Damian merasa aneh dengan tingkah Daniela. Tapi dia masih bersabar. Dari sudut matanya dia melihat Tyler, tapi sepertinya pria itu enggan menghampiri Damian. Mungkin sedang mencari Ariadna. Damian dan Daniela terhenti ketika bertemu Robin. Mereka bercakap-cakap dan bergurau. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri.
"Daniela, apa kabar?" sapa pria itu sambil tersenyum. Daniela mengernyitkan dahi tanda berpikir.
"Revin Ardiansyah?" tanya Daniela ragu. Mendengar itu Damian siaga satu.
"Benar, syukurlah kau masih ingat." jawab Revin, matanya lekat menatap Daniela. Damian tidak suka, dia bertukar pandang dengan Robin. Dengan isyarat Robin mengingatkan untuk sabar. Namun bukan Damian saja yang tidak suka Revin menatap Daniela demikian. Daniela pun jengah.
"Kenalkan, ini suamiku Damian dan temannya Robin." kata Daniela untuk melepaskan diri dari tatapan Revin.
"Aku sudah tau." jawab Revin tanpa mengalihkan tatapannya. Damian sudah mau maju menyela ketika tiba-tiba Ariadna datang.
"D, kau sudah lama datang?" Ariadna memeluk Daniela heboh.
"Lumayan lama." Daniela mengalihkan perhatiannya pada sahabatnya. Di belakang Ariadna, Danilo menghampiri Damian.
"Hai Dam." sapa Danilo pada Damian, lalu dia melihat Revin. Dia hanya mengangguk dan tersenyum kecil pada Revin. Danilo ingat pembicaraan dengan omnya untuk berhati-hati pada pria itu. Revin balas mengangguk lalu pergi, dia merasa Daniela mengabaikannya.
"Tidak sopan." gerutu Robin.
"Jelas dia mengincar Daniela." Damian berkata dengan cemburu. Perasaannya langsung tidak suka pada Revin. Tyler datang mendekat. Dia melihat Ariadna bersama Daniela.
"Tadi itu siapa, wajahnya masam sekali " kata Tyler pada dua sahabatnya.
"Itu Revin Ardiansyah." jawab Robin kesal.
"Loh, dia menyapa kalian?" Tyler ingin tau.
__ADS_1
"Lebih tepatnya dia hanya menyapa istriku." Damian menjawab marah.