Menepis Luka

Menepis Luka
Yang Berbeda


__ADS_3

Damian pun masuk ke dalam selimut dan menarik Daniela ke dalam pelukannya seperti biasa. Tapi kali ini dia tidak bisa tidur. Di tatapnya Daniela lekat, perlahan di ciumnya kening Daniela lembut, hidungnya lalu bibirnya. Merasa belum puas Damian mengetatkan pelukannya. Gaun tidur Daniela tampak feminim dan pas di tubuhnya. Damian kembali mencium bibir Daniela, kali ini dia ********** mesra. Hal itu membuat Daniela terbangun.


"Damian." ucap Daniela serak karena terbangun dari tidurnya.


"Daniela, aku menginginkanmu." bisik Damian lembut. Daniela hanya menatap Damian dengan mata mengantuk. Perlahan Damian mencium Daniela kembali. Kali ini penuh tuntutan. Daniela diam tapi pikirannya melayang, dia teringat Damian yang mengkhianatinya. Tapi kemudian Daniela meyakinkan dirinya jika Damian meninggalkan wanita itu demi dirinya. Telah lama Damian tidak menyentuhnya, kali ini Damian menginginkannya. Sikap Damian juga berbeda malam ini, tidak seperti yang lalu jika menyampaikan hasratnya..Karena tidak ada cinta Daniela dapat merasakan Damian hanya memuaskan hasratnya. Karena Daniela mencintai Damian dan lama. tidak di sentuh tubuhnya merespon baik sentuhan Damian. Tanpa sadar tangan Daniela melingkari leher Damian . Hal itu membuat Damian senang, Daniela merespon baik dirinya. Damian memperdalam ciumannya. Tangannya mulai meraba tubuh istrinya. Damian menyingkap gaun tidur Daniela merasakan kehalusan kulitnya. Makin ke atas Damian terkejut, di atas sana tidak ada penutupnya. Dia bisa merabanya dengan leluasa. Pikiran Damian jadi nakal. Segera di tariknya gaun tidur Daniela hingga lepas. Damian jadi bebas melihat keindahan di sana. Segera dia mencumbui istrinya. Di mulai dari lehernya yang jenjang dan halus, lalu turun ke bawah yang membuatnya terpaku di sana. Daniela mulai menyerukan apa yang dia rasakan.Hal yang baru pernah di dengar Damian. Kontrol diri istrinya sangat bagus, tapi kali ini Damian jadi tau apa yang Daniela suka dari sentuhannya. Malam ini mereka jadi dua sosok yang berbeda dari sebelumnya. Daniela merasa Damian betul-betul menginginkan dirinya. Damian merasa Daniela menyukai apa yang di lakukannya. Damian segera membuka pakaiannya. kembali dia rasakan harum tubuh Daniela. Tangannya meraba di bawah sana yang masih tertutup. Mengusapnya lembut, Daniela segera bereaksi dengan merdu. Damian membukanya dengan tidak sabar.


"Aku masuk ya." bisik Damian, miliknya sudah tidak sabar. Daniela hanya diam, tapi dari wajahnya Damian tau istrinya menikmati apa yang di lakukannya. Damian segera membenamkan dalam miliknya, Daniela mendesah karena merasakan sesuatu yang mendesaknya di bawah sana. Sudah lama Damian tidak memasukinya, itu membuat milik Daniela sesak di masuki. Damian menjadi senang. Malam ini dia begitu ingin menikmati Daniela. Jika sebelumnya di lakukan karena kewajiban saja kali ini Damian merasa berbeda. Sudah sejak sore dia gemas pada tingkah Daniela. Sekarang dia menikmati kelembutan dan harum tubuh istrinya. Damian memacu perlahan seperti biasa yang di lakukannya pada Daniela. Tubuh Daniela tidak kalah menggoda dengan tubuh Juwita. Bedanya Juwita nakal memancingnya hingga Damian berlaku sesuka hatinya. Pada Daniela Damian berhati-hati, khawatir Daniela kesakitan. Perlahan Daniela semakin di buru perasaan akan mencapai sesuatu. Desahannya semakin merdu. Damian semakin bergairah. Daniela pun memekik karena sesuatu yang meledak di dalam dirinya, Damian tersenyum.


"Kau puas ?" tanya Damian sambil mencium dan menyesap di tubuh Daniela. Damian segera memacu lebih kuat agar mendapat pelepasan. Sebentar saja dia sudah membanjiri Daniela. Hal yang Damian suka , berhubungan dengan Daniela tidak perlu menggunakan pengaman.

__ADS_1


"Kamu benar puas?" tanya Daniela dengan suara serak. Damian jadi gemas, dia menciumi pipi Daniela.


"Kalau belum memangnya boleh lagi?" Damian menatap Daniela nakal. Daniela mengangguk. Merasa mendapat angin Damian menggunakan kesempatan itu. Tubuhnya benar-benar menuntut pemuasan penuh. Sudah biasa bermain total Damian juga ingin bermain bersama Daniela. Karena Daniela kini satu-satunya partner ranjangnya. Maka dia harus puas bermain bersama istrinya.


"Kalau lelah tidur saja ya." Damian sadar Daniela belum terbiasa dengan permainannya. Damian segera memulai permainannya, kali ini lebih menuntut dan intens. Hal yang baru Daniela tau tentang Damian. Selama ini Damian selalu lembut padanya dan meninggalkannya untuk tidur setelah selesai. Sambil terbuai Daniela jadi paham apa yang di sukai suaminya. Bukan permainan biasa. Tapi Damian menuntut lebih dari pada itu. Sebagai istri tentu Daniela harus bisa mengimbangi, mungkin itu yang tidak di lakukannya. Hingga Damian beralih pada yang lain. Sadar suaminya butuh pemenuhan Daniela berusaha mencurahkan kasih sayangnya pada Damian. Sedangkan Damian, hidup bersama Daniela selama satu tahun lebih perasaan sayang pasti ada. Apa lagi Daniela tidak pernah membuatnya kesal. Salah satu sebab Damian tidak mau melepas Daniela. Walau Daniela memberi kesempatan Damian tetap memperhatikan kemampuan Daniela menerima permainannya. Daniela memang tertidur karena lelah. Damian memeluknya sayang karena sudah berusaha mengerti dirinya. Pagi hari Damian memperhatikan Daniela dengan membantu mengeringkan rambutnya. Mata Daniela tampak masih mengantuk. Damian tersenyum kecil. Belum lagi leher Daniela yang bertanda. Dia harus memilih bajunya dengan lebih cermat.


"Aku pergi ya." Pamit Damian pada Daniela sambil tersenyum sayang. Dia tidak banyak mengganggu Daniela, di meja makan waktu sarapan tadi Damian hanya menatapi wajah Daniela. Dengan mata mengantuk Daniela menikmati sarapan. Damian merasa lucu melihat itu. Walau dia tau itu karena dirinya.


"Cuma ke kantor mama sebentar." jawab Daniela cepat.

__ADS_1


"Hati-hati." Damian mencium kening Daniela sebelum beranjak pergi untuk masuk ke dalam mobilnya. Bukan hanya Damian yang heran dengan perubahan Daniela. Ternyata Daniela juga terkejut dengan perubahan Damian. Daniela masih terpaku bingung walau mobil Damian sudah menghilang. Rasa kantuk Daniela pun hilang. Berbeda dengan Damian yang wajahnya penuh senyum. Seharian ini di kantor wajah Damian seperti itu. Hingga Robin yang datang menjadi heran.


"Mengapa wajahmu senang begitu?" menang tender atau dapat proyek besar sudah biasa untuk Damian . Robin tidak pernah melihat Damian secerah itu karena hal-hal tersebut.


"Bagaimana tidak senang. Punya istri yang pengertian." jawab Damian santai, dia tidak bilang telah di puaskan Daniela. Otak Robin langsung bekerja.


" Maksudmu Daniela mau melayani hasratnya yang tinggi itu." Robin merasa Damian beruntung, Daniela mau menerimanya sepenuhnya.


"Dia masih belajar, tapi itu sudah membuatku senang." wajah Damian membuktikan itu.

__ADS_1


"Lebih senang dari pada dengan Juwita?" Robin memancing. Walaupun dia laki-laki tapi masih bingung dengan perilaku Damian.


"Itu berbeda. Dengan Juwita hanya pelampiasan saja tanpa perasaan. Bersama Daniela aku merasa lengkap. Entah, aku sekarang tertarik dan suka bermain bersama Daniela." Damian juga bingung akan dirinya.


__ADS_2