Menepis Luka

Menepis Luka
Kejutan Manis


__ADS_3

Hubungan Damian dan Daniela semakin dekat. Kebiasaan baru Damian mencium kening Daniela ketika berangkat bekerja membuat Daniela merasa di hargai. Berbeda dengan Tyler yang terus mengejar Ariadna namun belum berhasil. Selain menghindari Tyler, Ariadna membantu Daniela mensukseskan bazarnya. Tibalah bazar yang sudah di rencanakan. Amaira sebagai besan Arabela tentu saja di undang. Damian datang untuk mendukung Daniela. Ariadna dan Andini sibuk dengan acara peragaan busana nanti.


"Kau mengundang banyak orang?" tanya Damian pada Daniela.


"Bukan aku, tapi mama." jawab Daniela. Damian memperhatikan stand-stand penjaja makanan yang ramai.


"Makanan yang di jual di sini pilihan semua?" tanya Damian penasaran.


"Iya betul, makanya ramai di serbu." Daniela melihat es cendol yang di belinya waktu itu.


"Pintar." puji Damian sambil menarik hidung Daniela. Jika Damian senang melihat Daniela hari itu tidak dengan Amaira. Dahinya selalu mengernyit memperhatikan Daniela. Cara berbusana Daniela, cara bicara Daniela juga berubah. Daniela akan memeriksa kesiapan peragaan busana. Damian akan mencari tempat duduk untuk mereka berdua. Amaira segera menghampiri Damian.


"Dami, mama tidak suka melihat Daniela hari ini." protes Amaira.


"Kenapa dengan Daniela?" tanya Damian heran.


"Selera berpakaiannya dan tingkahnya berbeda hari ini." Amaira menjelaskan. Damian memperhatikan Daniela. Gaun yang Daniela gunakan sedikit seksi tapi masih dalam batas wajar. Cara Daniela tertawa memang lebih lepas tapi tidak norak. Daniela tetap punya kelas sendiri.


"Menurutku dia manis." jawab Damian sambil tersenyum, dia pun beranjak dan duduk untuk melihat peragaan busana. Amaira menatap putranya dengan kesal. Dia lalu menghampiri Arabela karena mereka duduk bersama. Daniela kembali dan duduk di sebelah Damian.


"Sudah siap?" tanya Damian. Sebagai suami dia pendukung utama acara istrinya itu.

__ADS_1


"Sudah sebentar lagi akan di mulai." jawab Daniela lega. Mereka pun mengikuti acara peragaan busana. Ternyata Damian tidak bosan seperti dugaan Daniela. Malah dia berkomentar jika ada gaun yang menurutnya pantas untuk Daniela. Namun Daniela tidak ingin berbelanja. Dia ingin acara itu sukses dan gaun Andini laku keras. Peragaan busana berjalan baik, dari tatapan para pengunjung Daniela bisa melihat mereka antusias pada gaun-gaun Andini. Daniela tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum?" tanya Damian ingin tau.


"Banyak yang suka pada gaun Andini sepertinya." kata Daniela senang.


"Jangankan mereka, aku saja suka. Aku rasa gaun-gaun itu cocok untukmu." Damian jujur berpendapat.


"Berarti aku tidak salah pilih butik ya." Daniela lega. Damian nenggeleng meyakinkan istrinya. Tepat setelah peragaan busana selesai Andini di serbu para pengunjung. Sekarang acara terakhir. Panitia mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan sumbangan yang di berikan hari itu. Selain itu panitia juga memberi penghargaan atas kerja Daniela dengan meminta nyonya Pradana untuk ke atas panggung. Daniela terkejut dan malu, dia ragu untuk berjalan ke depan. Damian mengusap punggungnya menyemangati. Dengan malu-malu Daniela maju ke depan. Dia naik ke atas panggung. Panitia mengucapkan terima kasih dengan memberikan sebuah karangan bunga. Damian mengabadikan moment itu dengan ponselnya. Tiba-tiba panitia meminta Daniela bernyanyi, karena setelah ini acara bebas diiringi musik band. Asli Daniela merasa terjebak. Dia tau ini ulah staf mamanya, tapi sudah di atas panggung bagaimana Daniela menolaknya. Daniela jadi gugup. Di tepi sebelah kanan panggung Ariadna menyemangati Daniela. Perlahan Daniela mengumpulkan keberaniannya. Di tatapnya Damian yang tersenyum padanya. Yakin Daniela bisa. Perlahan Daniela menyanyikan lagu Try it on my own milik Whitney Houston yang menginspirasinya belakangan ini. Daniela menyanyikannya dengan versi lembut sesuai karakternya. Walau suaranya tidak sebagus penyanyi tapi lagi itu manis terdengar. Dengan gaunnya yang sedikit seksi dan gayanya malu-malu kucing Daniela tampak menawan. Damian merekamnya dalam ponselnya moment yang baru pernah dilihatnya. Setelah menyanyikan lagu Daniela segera turun. Khawatir di jebak lagi. Dia menghampiri Damian yang segera mencium pipinya karena bangga. Daniela tersipu, sementara tepuk tangan masih terdengar. Para staf Arabela pun terkejut, jebakan mereka berbuah manis. Pembawa acara pun memperkenalkan band yang akan mangiringi acara bebas.


"Aku lapar " bisik Daniela pada Damian.


"Kali ini saja ya, lain kali....." Damian menggelengkan kepalanya tanda tidak boleh. Damian toleransi karena ini bazar ibu mertuanya. Daniela tersenyum. Percuma membantah Damian, toh tujuan suaminya untuk kebaikan dirinya. Tidak ada yang Damian pilih, dia hanya menemani Daniela dan membayar makanan yang Daniela pilih. Sesekali Damian menerima suapan yang Daniela sodorkan. Suka atau tidak suka dia telan. Damian tidak mau merusak suasana hati Daniela. Mereka melewati stand bakso.


"Non, mau bungkus buat di rumah?" tanya penjual bakso langganan Daniela. Ternyata dia ikut bazar.


"Eh si mamang. Tidak usah mang. Itu saja tuh pasti mau." Daniela menunjuk Ariadna yang masih sibuk membantu Andini.


"Yang itu mah sudah pesan duluan dua mangkok." kata si tukang bakso.


"Ariadna suka bakso?" tanya Damian heran. Satu info tentang Ariadna.

__ADS_1


"Sangat suka. Aku mau beli buat pak Sabri ya." pinta Daniela, tidak enak pada tukang bakso langganannya. Tapi dia harus menjaga mood Damian.


"Kamu mau beli berapa bungkus buat pak Sabri?" tanya Damian setuju.


"Tiga saja. Mang bungkus tiga ya." Daniela segera memesan. Damian mengambil dompetnya dan mengambil uang, lalu menyimpan kembali dompetnya.


"Mang ini uangnya, kembalinya ambil saja " kata Damian ramah.


"Ini suami si non ya. Ganteng ya serasi sama si non." komentar tukang bakso membuat Damian senang. Dia menerima bungkus bakso, tapi Daniela segera mengambilnya dari Damian. Masa bos besar menenteng bungkusan bakso. Daniela memanggil seorang pelayan di sana.


"Tolong berikan ini pada supir saya pak Sabri di luar ya." kata Daniela ramah.


"Baik Bu." pelayan itu menerima dengan sopan titipan Daniela.


"Jadi kamu suka makan bakso?" otak Damian tiba-tiba bekerja. Terpaksa Daniela mengangguk. Tidak mungkin mengelak.


"Ajak aku ke sana lain kali." karena tukang bakso sudah memujinya Damian tidak marah. Dia jadi tau sekarang Daniela suka bakso. Daniela yang ketar-ketir, bagaimana mungkin mengajak Damian ke warung bakso. Mereka menghampiri Ariadna.


"D buket bungamu untukku ya." pinta Ariadna pada Daniela.


"Ambil saja, itu kan bunga kesukaanmu." jawab Daniela. Satu lagi info tentang Ariadna yang Damian terima. Ariadna suka mawar pink. Lumayan bisa untuk memeras Tyler nanti.

__ADS_1


__ADS_2