
Bagi setiap gadis yang bersekolah di SMA Bhakti Luhur, dekat dengan salah satu anggota geng "the devil" merupakan suatu keberuntungan dan kebanggaan bagi mereka.
Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku pada Rhea. Rhea lebih tepatnya merasa risih karena menjadi pusat perhatian semenjak memasuki gerbang sekolah hingga memasuki area parkiran motor.
Tatapan sinis dan membunuh, langsung Rhea rasakan setelah dirinya turun dari boncengan motor Gavin.
Rhea yang merasa sedikit terancam dengan segera melepaskan helm yang masih menempel di kepalanya. Rhea tidak ingin mencari masalah dengan para fans Gavin di hari kedua nya bersekolah.
" Mau kemana rhe?? Tunggu gue bentar!! Rhee...Rhee....Rheaaa....!!"
Gavin terus memanggil Rhea tetapi yang dipanggil pura-pura tidak mendengar dan memilih kabur sebelum benar-benar di amuk oleh fansnya gavin.
Gavin yang melihat Rhea lari terbirit-birit, hanya bisa pasrah dan berencana akan menemui Rhea lagi saat jam istirahat.
Sebenarnya Gavin tau alasan kenapa Rhea bersikap demikian. Rhea pasti merasa tidak nyaman dengan keadaan yang ada di parkiran itu. Dimana semua gadis menatapnya tidak suka karena terlihat dekat dengan Gavin.
Gavin yang melihat hal itu memilih cuek dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Tapi langkahnya terhenti karena melihat kedatangan para sahabatnya. Ada Alex, Azka dan Dhafi yang baru sampai dengan mengendarai motor mereka masing-masing.
" Woiiiii, my brother!!! Udah nyampe aja Lo! Kenapa nggak bareng kayak biasa nya lo??"
Azka merasa heran dengan tingkah laku Gavin yang tidak seperti biasanya.
" Tadi Gue jemput Rhea!! Untuk seterusnya gue bakal antar jemput dia. Jadi sorry gue nggak bisa pergi dan pulang bareng kalian lagi!" Jawab Gavin to the point.
Mendengar penjelasan dari Gavin, membuat ketiga pemuda itu terkejut secara bersamaan.
" Serius Lo Vin?? Lo jadian sama Rhea?? Perasaan kemarin Lo ditolak sama doi?? Gimana cara nya Lo bisa anter jemput dia??"
Alex yang begitu kepo langsung memberikan pertanyaan beruntun pada Gavin.
" Cerita nya panjang ntar gue jelasin di kelas."
Gavin malas membahas hal mengenai dirinya dan Rhea saat berada diparkiran karena semua gadis yang ada disana sedang memperhatikan mereka berempat.
" Ya udah, yuk masuk!! Pada kayak wartawan Lo berdua, banyak tanya!!" Cemooh Dhafi pada Alex dan Azka.
" Yee...kayak Lo nggak kepo aja nyet!!" Balas Azka tidak terima lalu mereka berempat melanjutkan kembali langkah mereka menuju kelas masing-masing.
****
Rhea saat ini sedang berlari dari parkiran menuju kelasnya 10 IPA 1 yang berada di ujung koridor lantai 1. Dadanya sedikit sesak serta keringat mengucur deras di dahinya.
Sebelum masuk kelas, Rhea tidak lupa mengusap keringatnya dengan tissu lalu membuangnya di tempat sampah.
Saat memasuki kelas Rhea mencoba mencari tempat duduk yang dirasa cocok untuk didudukinya. Suasana kelas yang belum terlalu ramai membuat Rhea bebas memilih tempat duduk yang dia sukai.
Setelah beberapa saat akhirnya pilihan Rhea jatuh pada kursi yang ada di barisan kedua. Disana Rhea menemukan seorang gadis yang juga duduk dibarisan itu. Sambil memasang senyuman manisnya, Rhea menghampiri gadis itu untuk berkenalan.
" Hai!! Gue boleh duduk di sebelah Lo nggak?? Nama gue Rhea Zhavira Adinata. Bisa dipanggil Rhea. Nama Lo siapa??"
Rhea mengulurkan tangannya pada gadis manis berambut ikal yang di kuncir kebelakang itu.
" Hai juga!! Silahkan, Lo boleh duduk disini kok!! Nama gue Azahra Putri Wiryawan. Bisa dipanggil Ara. Salam kenal ya Rhea. Semoga kita bisa berteman dengan baik."
Ara membalas uluran tangan Rhea dengan ramah. Kemudian Rhea menduduki kursi yang
ada disebelah Ara.
Rhea dapat melihat dengan jelas suasana yang ada di dalam kelasnya pagi ini. Semua orang sangat antusias menghadapi kelas pertama mereka,termasuk juga Rhea. Rhea berharap masa putih abu-abu nya berjalan dengan lancar dan menyenangkan.
Melihat Ara yang sibuk sendiri membolak balikan majalah sambil tersenyum kecil, membuat Rhea menjadi penasaran dengan apa yang di lihat oleh teman sebangkunya itu.
" Lo fangirl BTS ya Ra???"
Rhea menatap tak percaya pada Ara karena gadis itu ternyata sedang melihat majalah yang berisikan semua foto member BTS.
" Iya gue Army, rhe!! Gue istrinnya Kim Seok Jin (Jin BTS)."
ucap Ara dengan bangga sambil mengusap-usap foto biasnya dengan sayang.
" Lah sama dong, gue juga Army! Gue istrinya Kim Namjoon (RM BTS)." Ucap Rhea tidak mau kalah.
" Serius rhe??? Ya ampunnn seneng banget gue!! Akhirnya gue Nemu teman sesama fangirl BTS juga. Kapan-kapan Lo main kerumah gue ya Rhee!! Ntar bakal gue tunjukin semua koleksi yang gue punya. Mau kan Rhee??"
Ara berbicara dengan antusias sambil menggenggam tangan Rhea.
" Iya, gue mau. Tapi gue juga boleh bawa temen yang lain nggak?? Dia fangirl BTS juga. Tapi dia beda kelas sama kita. Nggak papa kan Ra??"
Rhea meminta izin terlebih dahulu pada Ara untuk mengajak Shasa bergabung dengan mereka.
" Iya, nggak papa!!! Nanti ajak aja dia ke kantin pas jam istirahat. Gue juga mau kenalan."
Ara menyetujui permintaan Rhea dan mengajak Shasa untuk bertemu.
" Sipp!!" Lalu Rhea dan Ara melanjutkan kembali aktivitas mereka melihat-lihat majalah sambil tersenyum kecil karena ngebucin sama ketampanan semua member BTS.
Disaat Rhea dan Ara masih sibuk dengan aktivitas mereka sebagai fangirl, tanpa mereka sadari ada tiga orang gadis yang yang sepertinya senior disekolah memasuki kelas 10 IPA 1 yang mulai ramai.
__ADS_1
Mereka bertiga adalah Devina, Maya dan Ratu. Mereka bertiga tampil berbeda dengan memakai make up serta rok yang lebih pendek sehingga membuat mereka kelihatan mencolok dari siswi yang lain.
Brakkk...
Sambil berdiri di depan kelas, ketiga gadis itu memukul meja dengan keras agar mendapatkan atensi dari para juniornya.
Mendengar terjadi keributan didepan kelas membuat Rhea dan Ara langsung mengalihkan perhatian mereka dari majalah tadi.
" Siapa diantara kalian yang namanya Rhea?"
Terdengar seruan yang sangat keras dari salah seorang gadis tadi yang bernama Devina.
Seketika kelas yang tadi nya tenang tiba-tiba menjadi riuh karena kakak senior tadi menyebutkan nama seorang gadis.
Rhea yang merasa namanya disebut mendadak bengong sesaat. Rhea merasa tidak mengenal mereka bertiga. Jadi Rhea berfikir mungkin ada nama gadis lain yang sama dengannya berada di kelas ini jadi Rhea hanya memilih diam saja.
Karena tidak ada satu orang pun yang mengaku bernama Rhea, membuat ketiga senior itu sedikit kesal. Tapi karena mereka yakin Rhea yang meraka cari berada di kelas ini, mereka kembali mencoba memanggil nama Rhea dengan lebih keras.
" Gue tanya satu kali lagi!! siapa diantara kalian yang namanya Rhea?? Cewek yang tadi pagi bareng sama Gavin naik motor??"
Kali ini gadis bernama Ratu memanggil nama Rhea kembali.
Kali ini Rhea yang mendengar ucapan kakak seniornya, menyadari dia lah orang yang dicari oleh mereka.
Sambil berdiri dari duduknya, Rhea memandang kakak senior tadi dengan tatapan bertanya.
" Saya Rhea kak!! Ada perlu apa ya kak??
Tatapan ketiga kakak kelas itu seperti ingin menguliti Rhea. Mereka bertiga kompak berjalan mendekati bangku yang diduduki Rhea.
" Ooohh...elo yang namanya Rhea??"
Setelah berdiri dihadapan Rhea, mereka memperhatikan Rhea dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu menatap Rhea dengan remeh.
" Jadi lo cewek yang bareng sama Gavin tadi pagi?? Gue kira cantik, nyatanya cuma remahan rempeyek gini!! Lo pakai pelet ya supaya Gavin mau sama Lo??"
Gadis yang bernama Devina menunjuk muka rhea sambil melotot sebal.
Rhea yang mendengar ocehan kakak senior nya, hanya bisa sabar dan menjawab pertanyaan dari mereka dengan tenang.
" Sorry ya kak, gue nggak pakai pelet apapun buat kak Gavin. Seharusnya kakak nanya langsung ke kak Gavin kenapa dia mau bareng sama gue tadi! Soalnya dia yang jemput gue!!"
Mendengar jawaban Rhea, membuat mereka bertiga menjadi emosi.
"Lo nggak usah ngarang cerita deh!! Palingan Lo yang maksa Gavin buat jemput Lo! Gue peringatin sama Lo ya, jangan coba deketin Gavin lagi. Dia itu calon pacar gue!!"
Rhea yang mulai kesakitan menepis tangan Devina dari dagunya. Rhea yang mulai paham dengan maksud kedatangan mereka bertiga, akhirnya menjawab dengan santai ucapan Devina.
" Oke, nanti gue bilangin sama kak Gavin supaya nggak jemput gue lagi! Gue sebenarnya juga nggak mau bareng sama dia, tapi dia yang maksa. Btw nama kakak Devina kan??"
Rhea membaca nametag yang di pakai oleh salah seorang gadis tadi yang mencengkram dagunya.
" Iya, nama gue Devina!! Emang kenapa?? Mau ngadu Lo sama guru soal ini semua??"
Devina yang masih emosi pada Rhea mendorong bahu Rhea dengan kasar.
Rhea yang terdorong hanya bisa menggelengkan kepala dan menjawab pertanyaan Devina lagi.
" Nggak kok kak!! Gue cuma mau mastiin aja. Soalnya nanti kalau kak Gavin nanya siapa yang nyuruh gue jauhin dia, gue kan bisa bilang kalau kak Devina yang nyuruh. Kan lo calon pacar nya kak Gavin ??"
Rhea bertanya sambil tersenyum meremehkan Devina.
" Ohhh....berani ya Lo sama gue!!"
Sambil menatap Rhea dengan sengit, Devina akan melayangkan tamparan ke wajah Rhea namun tangannya dengan cepat ditangkap oleh seorang cowok yang berdiri tepat di samping Rhea.
" Sorry ya kak, Lo nggak bisa kayak gini. Kalau Lo sampai nampar Rhea berarti Lo udah ngelakuin kekerasan di sekolah. Lo mau di skors dari sekolah??"
Tanya cowok itu pada Devina lalu menghempaskan tangan Devina yang di pegang nya tadi dengan kasar.
Devina yang mendengar ancaman dari cowok tadi hanya bisa mendengus kesal dan memilih pergi dari kelas.
Tapi sebelum benar-benar pergi, Devina dan teman temannya menyempatkan memberi peringatan sambil menunjuk muka Rhea.
" Awas Lo!! Gue bakal bikin perhitungan lagi sama Lo!! Liat aja ntar!!"
Lalu mereka bertiga pergi keluar kelas 10 IPA 1 dengan perasaan dongkol.
" Lo nggak papa kan Rhee??" Tanya Ara memastikan karena melihat wajah Rhea yang masih pucat dan tegang setelah kepergian ketiga kakak senior tadi.
" Iya, gue nggak papa!"
Rhea menggelengkan kepala pada Ara, lalu memandang ke arah samping di mana ada seorang cowok yang masih berdiri memperhatikannya.
" Makasih ya buat yang tadi ya!! Nama gue Rhea Zhavira Adinata bisa di panggil Rhea. Nama Lo siapa??"
Rhea mengulurkan tangan untuk berkenalan pada cowok yang telah membantunya tadi. Cowok itu berkulit sawo matang dengan tinggi yang hampir menyamai Gavin.
__ADS_1
Sambil membalas uluran tangan Rhea, cowok itu juga memperkenalkan diri.
" Nama gue Aditya Satria Permana bisa dipanggil Adit. Nggak apa-apa lagi rhe, sesama teman harus saling bantu. Kalau Lo perlu apa-apa panggil gue aja ya Rhee!"
Rhea yang mendengar ucapan Adit hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih lagi pada Adit.
Melihat interaksi antara Rhea dan Adit, membuat Ara Tiba-tiba berdehem dengan keras.
" Ehemmmm....Nama gue Azahra putri Wiryawan bisa di panggil Ara."
Tiba tiba Ara menyela obrolan antara Adit dan Rhea karena Ara merasa di abaikan oleh mereka berdua.
Melihat tingkah laku Ara, membuat Adit dan Rhea kompak tertawa kecil.
" Sorry ya, gue sampe lupa kenalan sama Lo. Nama gue Adit." Balas Adit lalu mengulurkan juga tangan nya pada Ara.
Ara juga membalas uluran tangan Adit sambil mengoceh..
" Iya nggak apa-apa!! Gue paham kok, kalau udah ngomong sama Rhea pasti semua cowok bakal lupa sama yang lain."
Ara sedikit menyindir Adit dan Adit hanya membalas Ara dengan cengiran. " Bisa aja Lo Ra!!"
Lalu Adit pergi meninggalkan tempat duduk mereka berdua menuju kursinya yang ada di belakang.
Setelah Adit pergi, Ara menatap Rhea seakan meminta penjelasan tentang apa yang terjadi barusan. Seakan mengerti dengan tatapan Ara, Rhea hanya menjawab dengan singkat, " ntar gue jelasin pas di kantin ya Ra!!" Dan dibalas anggukan oleh Ara dengan cepat.
Rhea yang mulai badmood Lalu mengeluarkan ponsel yang ada di saku roknya. Rhea mengetikkan sebuah pesan pada Shasa.
To: Shasa
" Sha, hari ini gue mendadak terkenal tau nggak lo?? Sampe-sampe kakak kelas nyamperin gue tadi. Ini semua gara-gara Gavin kampret. Nanti kita ketemuan di kantin ya sha pas jam istirahat."
Setelah mengirim pesan pada Shasa, Rhea kemudian menyimpan kembali ponselnya.
Rhea benar-benar nggak menyangka akan menerima reaksi berlebihan yang di tunjukan oleh fans Gavin hari ini.
Padahal Rhea cuma bareng sama Gavin ke sekolah, coba kalau mereka sampai benar-benar jadian mungkin Rhea akan dicincang oleh mereka semua.
Sambil menghela nafas dengan berat, Rhea berusaha untuk melupakan kejadian barusan. Rhea hanya ingin fokus dengan pelajarannya sekarang. Semoga tidak ada lagi yang menggangu konsentrasi Rhea. "Semangat Rhea", monolognya dalam hati.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya bel tanda masuk berbunyi. Semua siswa di kelas Rhea sudah siap memulai pelajaran pertama mereka pagi ini.
Saat mereka telah duduk dikursi masing-masing masuklah seorang guru muda yang berusia sekitar 26 tahun yang terlihat manis karena menggunakan kaca mata.
Guru itu kemudian memperkenalkan diri dihadapan kelas.
" Selamat pagi semua. Perkenalkan nama saya Anita Rahmawati, bisa di panggil Bu Nita. Saya adalah guru biologi serta wali kelas kalian untuk satu tahun kedepan. Semoga kita dapat bekerja sama dengan baik ya anak-anak. Kalau ada pertanyaan ibu persilahkan." Ucap Bu Nita dengan ramah.
" Bu Nita, udah nikah belum?" Celetuk salah seorang siswa yang kemudian mendapat sorakan dari teman sekelasnya.
Sambil tersenyum Bu Nita menjawab pertanyaan siswa tadi dengan santai.
" Saya belum menikah. Emang nya kenapa?? Kamu ada calon buat saya?? Kalau ada boleh deh. Nanti kita bicarakan saat jam istirahat ya di ruangan guru!!"
Mendengar jawaban santai dari guru mereka, membuat seisi kelas tertawa kompak. Sepertinya wali kelas mereka adalah orang yang humoris dan menyenangkan.
" Oke anak-anak semua, ibu akan mulai absen kalian dulu satu persatu. Setelah itu kita akan memilih perangkat kelas berdasarkan voting. Bagi kalian yang mau mengisi jabatan sebagai ketua kelas, sekretaris dan bendahara kelas silahkan ajukan nama kalian masing-masing." Ucap buk Nita lalu mulai mengabsen nama siswa satu persatu.
Setelah mengadakan voting selama kurang lebih 30 menit, akhirnya didapatkan nama nama siswa yang mengisi jabatan perangkat kelas 10 IPA 1.
Ketua kelas: Aditya Satria Permana
Sekretaris : Rhea Zhavira Adinata
Bendahara : Amelia Chintya putri
" Ibu ucapkan selamat bagi kalian yang terpilih menjadi ketua, sekretaris dan bendahara kelas. Semoga kalian dapat bertanggung jawab dengan tugas kalian masing-masing."
Bu Nita mengucap selamat pada ketiga siswa yang terpilih yang sedang berdiri didepan kelas.
Lalu setelah mereka mendengarkan tugas serta arahan yang diberikan oleh buk Nita, mereka bertiga kembali duduk di kursi masing-masing.
Sebenarnya Rhea tidak berminat sama sekali mencalonkan diri menjadi sekretaris, akan tetapi Ara lah yang telah mengusulkan namanya tadi kepada buk Nita.Jadi Rhea hanya bisa pasrah menerima.
Saat voting berakhir Rhea tidak menyangka jika dia bisa memiliki jumlah voting yang lebih banyak dari kandidat lain sebagai sekretaris.
Ternyata menjadi terkenal secara dadakan tidak terlalu buruk bagi Rhea. Buktinya Rhea dikenal oleh semua teman teman dikelasnya sebelum dia memperkenalkan diri secara resmi.
" Selamat ya rhe." Ucap Ara lalu tersenyum jahil saat Rhea sudah duduk di kursinya lagi.
Sambil manyun Rhea membalas ucapan Ara dengan kesal.
" Ini semua gara-gara lo Ra!! Pokoknya nanti Lo harus bantuin gue!!"
Rhea menunjuk muka Ara sambil bersungut sebal.
" Siap buk sekretaris!"
__ADS_1
Ara memberi hormat pada Rhea sambil tertawa cekikikan. Lalu mereka kembali mengikuti pelajaran dengan serius dan tenang.