Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
Takut Terluka Lagi


__ADS_3

Sore ini di kediaman keluarga Adinata terlihat cukup sepi. Ayah Rhea yaitu Adinata Kusuma belum pulang dari kantor. Sementara Rafka juga belum kembali dari kegiatan kampusnya.


Hanya bunda Citra yang terlihat baru sampai dari rumah sakit setelah menyelesaikan prakteknya sebagai dokter gigi.


Bunda Citra yang baru masuk kedalam rumah merasa heran, karena biasa nya Rhea akan membukakan pintu dan menyambutnya pulang.


" Bik, Rhea udah pulang dari sekolah?"


Bunda bertanya kepada bik Inah, seorang asisten rumah tangga yang sudah bekerja selama hampir 20 tahun bersama keluarga Adinata Kusuma.


" Udah buk, dari jam 2 tadi. Sekarang non nya lagi di kamar buk. Belum keluar-keluar dari tadi. Bibik panggil dari tadi nggak nyaut buk, mungkin ketiduran karena kecapean buk."


Bik Inah menjawab dengan sopan pertanyaan dari majikannya itu.


" Ya udah bik. Tolong siapin makanan ya bik, saya mau cek Rhea dulu di atas."


Bunda langsung menuju kamar Rhea yang berada ada di lantai atas.


Bunda sedikit khawatir karena Rhea akan langsung sakit setiap dia merasa kelelahan. Fisik Rhea yang lemah membuat bunda harus selalu waspada agar Rhea tidak berakhir bedrest di rumah sakit.


Bunda yang tau kalau kamar Rhea tidak dikunci langsung masuk dan mendapati Rhea yang masih tertidur di balik selimut.


" Rhee, bangun nak, udah sore!!! Kamu belum makan siang kan?? Ayo makan dulu nanti kamu sakit!!"


Bunda mengusap pipi Rhea dengan lembut untuk membangunkannya.


Rhea yang merasa terganggu tidurnya, berusaha membuka mata yang terasa berat karena masih mengantuk. Sambil mengucek mata nya, Rhea mulai bangun dari tidurnya.


" Bunda, baru pulang???"


Rhea memperhatikan bunda yang masih memakai pakaian kerjanya.


" Iya, bunda baru aja pulang. Biasa nya ada yang nyambut bunda. Ternyata orang nya masih tidur. Kamu kecapean ya Rhee di sekolah tadi??"


Bunda mengusap kepala Rhea dengan sayang.


" Capek dikit bund, tapi sekarang udah nggak apa-apa. Udah bobok juga. Aku laper bund, kita makan bareng yuk."


Rhea mengajak bunda untuk makan bersama.


" Kamu duluan aja ya, bunda mau bersih-bersih dulu."


Bunda menolak keinginan Rhea karena ingin mandi terlebih dahulu.


" Nggak ahh, mau nya bareng bunda. Aku mau di suapin!!"


Bunda Citra yang melihat tingkah Rhea yang manja hanya bisa menghela nafas.


" Ya udah, kamu tunggu bunda di meja makan ya. Habis bunda mandi baru di suapin."


Rhea dan bunda akhirnya keluar dari kamar Rhea. Bunda Citra menuju kamarnya yang ada di lantai bawah sedangkan Rhea menuju meja makan.


Setelah menunggu sekitar 20 menit, bunda Citra akhirnya keluar dari kamar dalam keadaan segar.


" Bund, ayah jam berapa balik dari kantor??


Rhea bertanya sambil mengunyah makanan yang di suapi oleh bunda.


" Bentar lagi juga pulang, kenapa emang nya?? Kok tumben kamu nanya ayah pulang kapan?"


Tanya bunda Citra penuh selidik.


" Yee bunda, aku cuma mau nanya doang. nanti dikirain aku nggak perhatian. Trus dibilang cuek."


Rhea berbicara dengan kesal sambil melipat tangan di dada.

__ADS_1


Bunda yang melihat rhea kesal, mendadak nyengir kuda dan langsung merubah topik pembicaraan pada Rhea.


" Gimana hari pertama di sekolah tadi rhe?? Seru nggak?? Dapet temen baru nggak?? Banyak kakak kelas yang cakep nggak??"


Bunda memberikan banyak pertanyaan sambil terus menyuapi Rhea makan.


" Seru sih bund, tapi belum dapet temen baru. Temen nya masih shasa. Mungkin pas pembagian kelas besok baru dapet temen baru. Trus kalau kakak kelas belum Nemu yang cekep sih."


Rhea berceloteh panjang lebar sambil terus mengunyah makanannya.


Rhea sedikit berbohong pada bunda Citra mengenai bertemu kakak kelas yang cakep. Padahal Rhea sudah ketemu dan juga dianterin pulang lagi.


Kalau bunda Citra tau orang nya, bisa heboh sendiri nanti. Soalnya bunda Citra sudah kenal dengan Gavin, karena Gavin dan Rhea pernah dekat waktu SMP.


Saat Rhea masih mengunyah makanan, terdengar suara mobil dari luar.


"Kayaknya Abang kamu udah pulang tuh!!"


Rhea hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Selamat sore bund!! Selamat sore adikku sayang!!"


Rafka masuk kedalam rumah dan menghampiri bunda dan Rhea yang sedang duduk di meja makan. Di tangan Rafka ada 2 box besar donat kesukaan Rhea.


" Selamat sore juga Abang ganteng! Wahh..ternyata nggak lupa ya sama pesanan aku."


Mata Rhea berbinar senang melihat donat yang ada di tangan Rafka.


" Ohhh..pasti nggak akan lupa lah!! Abang nggak mau di cuekin sama kamu! Nggak enak nggak ada temen berantem. Hahaha.."


Rafka tertawa senang dan meletakkan donat yang dia bawa ke atas meja makan. Sedangkan Rhea hanya mencibir kearah Rafka.


" Aku udahan bund, aku mau makan donatnya dulu ya."


Rhea menghentikan kegiatan bunda menyuapinya makan dan menyambar donat yang ada dalam kotak.


Rafka mulai mengintrogasi Rhea karena membuatnya cemas saat berada di kampus tadi.


Untungnya Rafka ingat untuk menghubungi bibik di rumah dan menanyakan keberadaan Rhea. Rafka akhirnya bisa bernafas lega karena Rhea sudah sampai di rumah dengan selamat.


" Sorry bang, aku ketiduran. Hehehe.."


Rhea hanya bisa tertawa cengengesan melihat Rafka yang khawatir padanya.


" Kamu pulang sama siapa Rhe?? Naik ojol??"


Rafka bertanya lagi pada Rhea yang masih sibuk mengunyah donat.


Uhhuuukk...uhhhukkk....


Rhea yang mendengar pertanyaan Rafka langsung tersedak donat yang dia makan.


" Pelan-pelan rhe!! Donatnya nggak akan kabur kemana-mana."


Bunda menepuk punggung Rhea dengan lembut lalu menyodorkan segelas air pada Rhea.


Rhea meminum air itu hingga setengah gelas lalu melanjutkan kembali makan donatnya.


" Iya, aku naik ojol bang. Kan Shasa udah pulang duluan ya nggak ada pilihan lain dong."


Rhea akhirnya juga berbohong pada Rafka. Rhea takut menjadi bahan bully oleh bang Rafka


karena dia juga mengenal Gavin.


" Aku naik ke kamar lagi ya bund, mau nyantai bentar. Bang, makasih ya donatnya. Enak banget."

__ADS_1


Rhea mengacungkan jempolnya yang dibalas sama oleh Rafka. Rhea Sebenarnya takut di tanya macam-macam lagi sama bunda dan bang rafka. Rhea juga takut ketahuan kalau berbohong sehingga Rhea memilih segera meninggalkan keduanya.


" Ya udah, tapi jangan lupa mandi ya!!!


Badan kamu bau asem." Ledek bunda sambil menutup hidung.


Rhea yang di bilang asem menciumi bau badannya sendiri.


" Apaan sih bund??? Enak aja nggak bau asem tau!!"


Rhea mendelik kesal kearah bunda lalu berlari menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


Sesampainya dia di kamar, Rhea mendengar ponsel nya berbunyi di atas meja belajar.


Rhea yang penasaran langsung mengambil ponselnya dan melihat ada nama Shasa yang sedang menghubunginya.


Rhea : " Halloo, ada apa sha?? kenapa Lo telfon gue??"


Shasa: " Kemana aja sih Lo dari tadi?? Gue telfon nggak ngangkat?? Lo budeg ya??"


Rhea : " Gue tadi lagi makan dibawah nyet!! Enak aja gue di bilang budeg. Kenapa Lo nelfon gue?"


Shasa: " Gue penasaran Rhee sama cerita Lo sama kak Gavin tadi. Cerita dong rhe gimana rasanya deket lagi sama mantan gebetan lo!! Seru nggak???"


Rhea : " Seru pala Lo peyang, yang ada gue deg-deg kan ogeb!! Lo tadi main kabur aja ninggalin gue! Bang Rafka juga nggak dateng lagi. Ya terpaksa gue di anterin pulang sama dia."


Shasa: " Serius Lo dianterin pulang Rhee?? Wahhhh selamat ya rhe, akhirnya status jomblo abadi Lo bakalan hilang."


Rhea : " Kampret Lo, inget ngaca buk!! Lo juga jomblo abadi kali!! Tapi Lo kok Plin-plan banget sih sha. Tadi pas di kantin Lo suruh gue move on. Sekarang kayak ngedukung gitu gue deket lagi sama Gavin. Gimana sih Lo?"


Shasa: " Bukan gitu rhe, tapi setelah gue liat gimana cara kak Gavin Mandang Lo tadi, kayak nya dia serius deh sama Lo. Apa dia tadi nanya sesuatu sama Lo tentang hubungan kalian berdua?"


Rhea : " Iya, dia tanya sama gue apakah kita bisa deket kayak dulu lagi."


Shasa: " Trus Lo jawab apa Rhee??"


Rhea : " Menurut Lo??? Ya gue tolak lah sha. Gimana sih Lo??"


Shasa: " Ya gue kiraain Lo masih ngarep sama dia Rhee???"


Rhea : " Gue takut kecewa lagi sha. Lo tau sendiri gimana terlukanya hati gue sama dia dulu. Gue kira dia serius sama gue, ternyata dia cuma mainin perasaan gue,sha."


Shasa: " Sorry ya Rhee, gara-gara pertanyaan gue tadi Lo jadi sedih lagi. Tapi menurut gue sebaiknya Lo dengar dulu penjelasan Gavin, kenapa dia tiba-tiba ninggalin Lo dan jadian sama yang lain. Gue rasa pasti ada kesalahpahaman di antara kalian berdua."


Rhea : " Gue juga nggak tau sha, gue pusing mikirinnya. Biarin aja lah sha."


Shasa: " Ok Rhea, terserah Lo aja. Gue dukung apapun keputusan Lo. Tapi gue ada saran buat lo, seandainya kak Gavin terus berusaha deketin Lo lagi, Lo tetap harus jual mahal ya rhe. Gue pengen liat gimana usahanya seorang Gavin untuk dapetin Lo lagi. Biar dia tau rasa udah sia-siain Lo dulu."


Rhea : " Iya sha, thanks ya sarannya. Ya udah gue mandi dulu, gerah ni!!"


Shasa: " Oke, gue juga mau mandi. Titip salam buat Bang Rafka ya Rhee!!!"


Rhea : " Yeeee, centil Lo!! Pake acara titip salam sama Abang gue lagi. Gue nggak mau punya kakak ipar kayak Lo!!"


Shasa: " Yaelah rhe, restuin gue dong! Plissss!!"


Rhea : " Kagak bisa, bandel banget sih jadi bocah! Besok Lo jangan telat datang ke sekolah ya sha. Soalnya kan besok kita udah masuk kelas dan harus milih tempat duduk. Kalau Lo telat ntar Lo duduk di belakang. Gue nggak bisa nolongin Lo karena kita beda kelas."


Shasa: " Iya bawel!! Besok gue nggak akan telat. Btw, gue mau ralat omongan Lo rhe. Gue bukan bocah tapi cewek yang udah bisa bikin bocah!!! Haahaaha...


Babay Rhee...!!!"


Rhea : " Sarap Lo!!! Babay juga shaa.!!"


Setelah mematikan telfon dari shasa, Rhea kemudian bersiap untuk mandi. Rhea tidak mau memikirkan masalah hubungan nya dengan Gavin lagi.

__ADS_1


Rhea hanya memasrahkan nya pada takdir. Takdir yang akan memisahkan atau menyatukan mereka kembali. Karena Rhea yakin Tuhan tau yang terbaik buat mereka berdua.


__ADS_2