Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
19. Ancaman Gavin


__ADS_3

" Ciee...yang habis Mabar ama yayang!!" Ara sedang menggoda Rhea yang baru saja sampai di kelas saat jam istirahat hampir habis.


" Apaan tu Mabar??" Rhea mengernyitkan kening bingung dengan istilah yang baru disebutkan Ara.


" Makan bareng dodol!!" Ara yang gemas dengan Rhea, menyentil kening gadis itu.


" Aawww....sakit ogeb!! Jahat banget sih." Rhea menggerutu sebal pada Ara sambil mengusap keningnya.


" Ya elo sih dodol nya kebangetan kan gue jadi gemes. Btw, tadi kok Lo nggak keliatan di kantin. Lo sama kak Gavin makan dimana?" Jiwa kepo Ara seketika muncul kalau berkaitan dengan Rhea dan Gavin.


" Mau tau banget atau mau tau aja??" Kini Rhea yang berbalik menggoda Ara. Membuat teman sebangkunya itu kesal dan cemberut.


" Hehehe...canda Ra. Gue makan di taman belakang sekolah." Rhea akhirnya menceritakan Apa yang ingin di ketahui sahabatnya itu.


" Owwhh..gitu!!." Ara hanya manggut-manggut tanda mengerti. " Rhee Lo liat ini deh!! Keren banget cafenya??" Ara sangat antusias memperlihatkan sebuah postingan di sosmed yang menampilkan sebuah cafe bertema BTS yang sedang hits dikalangan remaja saat ini khususnya Army fans setianya BTS.


" Wahh...keren Ra. Apa nama cafe nya?? Coba gue liat!!" Rhea merampas ponsel milik Ara karena ikut antusias melihat cafe yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu.


" Isshhh...gue juga pengen liat Rhee!!"


Ara berusaha merebut kembali ponselnya dari tangan Rhea.


" Iya..nih!! Rhea menyerahkan kembali ponsel itu ke tangan Ara. "Liat bareng-bareng Ra!!" Rhea memonyongkan bibirnya kesal karena Ara tidak memperlihatkan ponselnya lagi pada Rhea.


" Iya..sini dong!!" Kemudian Rhea merapatkan tubuhnya pada Ara. Mereka berdua kembali melihat postingan itu.


" Namanya Imnida Cafe Rhee. Ihh...lucu banget dekorasinya Rhee. Ada jual merchandise juga. Nanti kita kesana yuk Rhee?? Kita ajak Shasa sama Bibi sekalian. Pasti mereka seneng banget." Ara sangat bersemangat mengajak ketiga sahabatnya sesama Army mengunjungi cafe BTS.


" Sorry Ra, gue hari ini udah ada janji sama kak Gavin. Lain kali aja Ra kita kesana??" Rhea mengatupkan tangan di depan dada meminta maaf pada Ara karena tidak bisa ikut.


" Ya udah deh. Tapi lain kali nggak boleh nolak lagi ya!! Awas aja kalau berani, gue black list dari daftar pertemanan gue." Ara menatap Rhea sengit sedangkan sahabatnya itu cuma memberi cengiran kuda sebagai balasannya.


" Ihh...jahat banget sih ancamannya Ra!! Gue juga pengen ke cafe itu tapi gue udah ada janji duluan sama kak Gavin. Nggak mungkin kan gue batalin??" Rhea memasang tampang memelas membuat Ara tidak tega memarahi sahabatnya itu lagi.


" Oke deh. Emang nya Lo mau kemana sama kak Gavin?? Mau kencan ya??" Ara menatap Rhea penuh selidik menunggu jawaban.

__ADS_1


" Ihh...kepo banget sih Lo!! Yang jelas sih bukan kencan tapi pergi untuk meluruskan kesalahpahaman." Rhea berusaha menjelaskan sedikit pada Ara agar sahabatnya itu mengerti.


" Owwhh...gue ngerti. Rhee...bentar deh!!" Ara memperhatikan ada yang aneh dengan Rhea. "Tangan Lo kenapa nih?? Kok merah-merah. Terus dagu Lo juga. Lo kenapa Rhee??" Ara baru sadar ada yang tidak beres dengan Rhea. Ara lalu memperhatikan kaki Rhea tapi tidak menemukan apa-apa.


" Gue nggak kenapa-kenapa Ra. Tadi gue nggak sengaja kepeleset di toilet. Makanya jadi kayak gini. Bentar lagi juga ilang. Lo nggak usah khawatir." Rhea berusaha menenangkan sahabatnya itu yang terlihat panik dengan keadaannya.


" Serius Lo nggak apa-apa?? Kalau Lo kesakitan kita ke UKS ya biar diobatin." Ara menatap cemas melihat kondisi Rhea.


" Serius Ra gue nggak apa-apa. Tadi kak Gavin juga udah nawarin bawa gue ke UKS. Tapi gue tolak karena gue baik-baik aja Ra."


Rhea berusaha tersenyum untuk menutupi apa yang terjadi. Rhea masih ingat dengan perlakuan kasar dari Devina, Maya dan Ratu yang membuatnya ketakutan. Untung saja kak Arga datang membantu Rhea agar terhindar dari mereka bertiga. Rhea yakin kalau sampai kak Arga tidak datang, mungkin dirinya akan menerima perlakuan yang lebih buruk dari yang tadi.


" Kenapa Lo bengong Rhee?" Ara menepuk pundak Rhea yang nampak sedang menatap kosong kearah depan.


" Ha...gue nggak apa-apa." Akhirnya Rhea sadar dari lamunannya. Kemudian Rhea dan Ara melanjutkan kembali melihat-lihat postingan yang ada di sosmed Ara sambil menunggu bel berbunyi.


****


" Devina....Gavin nyariin Lo tu di luar!!" Seorang cowok temen sekelas Devina memanggil gadis itu yang sedang mengobrol bersama Maya dan Ratu.


Kedua teman Devina juga tidak kalah senang dengan kedatangan Gavin ke kelas mereka untuk mencari devina. Maya dan Ratu juga membantu Devina mempercantik diri agar Gavin terpesona dengan sahabatnya itu. Tanpa menunggu lama, Devina segera berdiri dan berlari keluar menghampiri Gavin.


" Hai..Vin!! Lo nyari gue ya??" Devina menyapa Gavin sambil memamerkan senyuman terbaiknya untuk cowok yang sangat dia sukai itu.


Gavin menghembuskan nafas dengar keras, berusaha menahan emosi yang akan meledak setelah melihat kedatangan Devina.


" Iya, gue nyariin Lo!" Gavin menatap Devina dengan tajam seolah ingin menerkam gadis itu hidup-hidup.


" Ada apa ya Vin? Lo butuh bantuan gue??" Devina masih belum sadar dengan maksud kedatangan Gavin menemuinya.


" Nggak usah basa-basi! Gue cuma mau ngasih peringatan yang terakhir buat Lo. Jangan berani-berani deketin Rhea apalagi sampe nyakitin dia lagi! Kalau sampe Gue liat ada apa-apa sama Rhea, gue nggak segan-segan kasih Lo pelajaran. Inget itu!!"


Gavin memberi peringatan pada Devina sambil menunjuk-nunjuk muka gadis itu yang terlihat ketakutan.


" Gue nggak ngapa-ngapain dia Vin!! Lo harus percaya sama gue. Cewek kecentilan itu cuma mau bikin kita salah paham aja!!" Devina masih saja mengelak agar gavin tidak marah kepadanya.

__ADS_1


" Lo bilang apa?? Salah paham??" Gavin yang mulai emosi mencengkram lengan Devina dengan kuat.


" Aawww...sakit Vin. Lepasin gue!!" Devina meringis kesakitan akibat ulah Gavin yang sangat kasar padanya.


" Sakit Lo bilang?? Ini nggak seberapa dari yang Lo lakuin sama Rhea tadi. Gue bisa lakuin yang lebih dari ini kalau Lo berani-berani gangguin Rhea lagi!! Inget ya Devina, gue nggak main-main sama omongan gue!!"


Gavin menghempaskan lengan Devina yang dia cengkram tadi dengan kasar membuat gadis itu jatuh terduduk diatas lantai. Devina hanya bisa menangis merasakan ngilu di lengannya tanpa mengatakan apa-apa lagi pada Gavin.


Semua adegan yang di lakukan oleh Devina dan Gavin menjadi tontonan oleh semua siswa kelas 11 yang berada di lantai dua termasuk sahabat-sahabat Gavin yaitu Alex, Azka dan Dhafi. Tidak ingin sahabatnya menjadi tontonan lebih lama lagi Maya dan Ratu mengajak Devina segera berdiri dan membawa gadis itu masuk kedalam kelas.


" Bubar Lo semua!!" Dhafi langsung berteriak dengan keras menghalau semua orang yang masih berdiri di depan kelas Devina. Sehingga mereka membubarkan diri ke kelas masing-masing.


Sementara itu Gavin juga ikut meninggalkan tempat itu menuju kelas diikuti oleh ketiga sahabatnya itu.


Saat mereka sudah berada di dalam kelas, Alex dan kawan-kawan mulai mengintrogasi Gavin dengan berbagai pertanyaan.


" Lo kenapa sih Vin?? Kok Lo kasar banget sama Devina?? Dia salah apa sama Lo??" Pertanyaan bertubi-tubi dari Alex membuat Gavin sedikit jengah.


" Dia tadi udah berani nyakitin Rhea. Jadi gue harus kasih dia pelajaran supaya dia kapok dan nggak akan ganggu Rhea lagi." Gavin sepertinya masih menyimpan amarah pada Devina yang sudah berlaku kasar pada Rhea.


" Nyari penyakit tu si Devina. Terus Rhea nya nggak apa-apa kan Vin??" Azka bertanya karena merasa khawatir dengan kondisi Rhea. Mereka semua tau kalau Devina merupakan Ratu bully yang akan membuat korban nya sangat tersiksa sehingga mereka memutuskan untuk keluar dari sekolah.


" Cuma lecet di dagu sama lengan. Selebihnya nggak ada masalah. Kalau gue nggak inget dia itu cewek, bakalan gue hajar sampe mampus." Gavin mengepalkan tangannya mencoba bersabar menahan emosi karena yang sedang dihadapinya kini adalah seorang cewek.


" Betul Vin, Lo harus ngontrol emosi Lo. Devina itu cewek. Kalau sampe ada apa-apa sama dia, pihak sekolah bakal bertindak tegas sama perbuatan Lo." Dhafi ikut memberikan nasehatnya sambil menepuk-nepuk pundak Gavin.


Gavin yang mendengar nasehat dari Dhafi cuma bisa menganggukkan kepalanya mengerti. Dirinya juga tidak ingin berlaku kasar kepada Devina. Tapi gadis itu seakan tuli dan tidak mengindahkan larangan dari Gavin. Membuat Gavin menjadi murka dan melampiaskan amarahnya pada Devina.


" Ya udah, gue sama Azka balik ke kelas dulu. Kalau ada apa-apa Lo kasih tau kita aja. Kita bakal bantuin Lo." Dhafi dan Azka segera berdiri meninggalkan Gavin beserta Alex yang masih duduk di bangkunya.


" Thanks bro!!" Jawab Gavin singkat. Saat Dhafi dan Azka sudah keluar dari dalam kelas dan Alex juga mulai sibuk dengan ponselnya, Gavin lalu mengambil ponsel yang berada di saku celananya.


Saat ponsel itu telah hidup, Gavin membuka galeri foto dan menemukan beberapa foto Rhea yang dia ambil secara diam-diam beberapa hari ini. Gavin tersenyum senang melihat berbagai ekspresi Rhea yang berhasil dia tangkap dengan kamera ponselnya itu.


" Gue sayang sama Lo Rhee. Gue nggak akan biarin siapapun nyakitin Lo lagi. Gue janji!!" Monolog Gavin dalam hati lalu mengusap foto Rhea dengan sayang.

__ADS_1


Saat bel masuk sudah berbunyi Gavin kembali menyimpan ponsel ke dalam kantong celananya. Gavin berharap semoga hari ini berlalu dengan cepat agar dia segera bertemu lagi dengan pujaan hatinya.


__ADS_2