Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
63. Double Date


__ADS_3

Mobil Gavin melaju dengan kecepatan sedang di jalanan yang tidak terlalu ramai siang ini. Di dalam mobil itu, Rhea sudah duduk di bangku depan untuk mendampingi Gavin mengemudi. Sementara Rafka duduk di bangku belakang sambil memainkan ponselnya.


Mereka bertiga akan menghabiskan akhir pekan ini menuju ke sebuah tempat arena rekreasi yang menyajikan berbagai wahana hiburan yang menantang dan juga seru. Rhea yang mencetuskan ide untuk mengunjungi tempat ini dua Minggu yang lalu pada Gavin. Rhea terlihat sangat antusias karena ini kali pertama Rhea mendatangi tempat itu.


Selama ini Rhea hanya mendengar cerita dari teman-temannya kalau tempat itu memiliki wahana yang sangat seru dan juga menguji adrenalin. Rhea jadi tidak sabar untuk mencoba semua wahana yang tersedia di sana bersama Gavin dan juga Rafka nantinya.


Sebelum mereka bertiga menuju ke tempat rekreasi itu, Gavin terlebih dahulu memutar setir kemudinya ke tempat lain yang sudah di beri tahu oleh Rhea tadi. Rhea jadi tidak sabar menunggu reaksi Rafka yang terlihat masih belum menyadari kemana mereka akan pergi karena masih asyik dengan ponselnya.


Rhea diam-diam juga tersenyum membayangkan apa yang terjadi pada Rafka nanti. Rhea memiliki ide untuk mengajak Shasa pergi bersama mereka tanpa sepengetahuan Rafka. Shasa juga tidak di beri tahu kalau Rafka juga ikut. Jadi semua itu pasti akan menjadi kejutan bagi Shasa dan juga Rafka. Rhea berharap dengan ikut nya Shasa, membuat Rafka mengurungkan niatnya untuk mengganggu kencan Rhea dan Gavin hari ini.


Saat mobil Gavin hampir sampai di rumah Shasa, Rafka baru menyadari kalau mereka tidak pergi ke tempat yang sudah di sepakati tadi.


" Ini bukannya jalan ke rumah Shasa ya, Rhee?" Tanya Rafka penasaran. Rafka melihat sekeliling dan mengenali jalan yang biasa dia lalui saat mengantar Shasa pulang ke rumahnya.


" Iya Bang. Kita mau jemput Shasa dulu. Aku udah janji bawa dia ke Dufan juga." Ucap Rhea sambil menahan senyum. Rhea bisa melihat ekspresi keterkejutan dari wajah Rafka saat mendengar Shasa juga ikut bersama mereka. Rafka kemudian menghela nafas berat lalu kembali diam sambil memperhatikan pemandangan di balik kaca mobil.


" Kenapa sih bang jadi cemberut gitu? Nggak ada salahnya kan kalau aku ajak Shasa juga? Kasihan dia sendirian di rumah. Mami Papi nya lagi pergi ke luar negeri." Jelas Rhea sambil memiringkan sedikit tubuhnya untuk menghadap Rafka yang sedang duduk di bangku belakang.


" Kamu nggak ngerti gimana canggungnya Abang kalau ketemu sama Shasa sekarang. Shasa kayak jaga jarak kalau lagi deket sama Abang. Abang jadi bingung harus gimana."


Rafka kembali menghela nafas berat saat membicarakan tentang hubungannya dengan Shasa. Rafka masih ingat pertemuan terakhir antara dirinya dan Shasa saat pertandingan basket kemarin. Shasa hanya bicara seperlunya dan menjawab sesingkat mungkin setiap pertanyaan yang di ajukan oleh Rafka.


" Sabar ya Bang. Shasa cuma butuh waktu buat nenangin suasana hatinya yang lagi galau. Kalau dia udah baikan, pasti bisa kayak dulu lagi sama Abang." Ucap Rhea dengan yakin. Rhea kemudian tersenyum pada Rafka agar perasaan Abangnya itu menjadi lebih tenang.


" Oke." Jawab Rafka singkat. Rafka kemudian memilih mengutak-atik ponselnya sambil menunggu mobil itu sampai di rumah Shasa.


Setelah hampir 10 menit berkendara, akhirnya mobil Gavin sampai di depan rumah Shasa yang terbilang cukup besar dan juga mewah. Rhea lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Shasa agar segera keluar dan menghampiri mereka semua yang sudah menunggu di dalam mobil.


Selang beberapa menit setelah Rhea mengakhiri percakapannya dengan Shasa di telfon, gadis itu akhirnya keluar dari dalam rumah dan segera berlari menghampiri mobil Gavin.


Saat Shasa sudah membuka pintu belakang, dia baru menyadari kalau Rafka juga ada di dalam mobil itu. Shasa saat itu juga langsung membeku dan tetap diam diluar sambil melotot kaget melihat penampakan Rafka yang sudah duduk santai di bangku belakang.


" Hai, Sha!" Sapa Rafka sedikit canggung sambil memandang wajah cantik Shasa. Tapi ketika pandangan itu turun ke bawah, Rafka dibuat tercengang dengan apa yang dia lihat. Shasa terlihat mengenakan pakaian yang sama persis dengan yang Rhea gunakan tadi saat berada di rumah tadi. Yang menjadi perbedaan hanya terletak pada warna pakaian itu. Shasa memakai crop top berwarna pink, sementara Rhea berwarna biru muda. Rafka seketika langsung menurunkan pandangannya dan memijit pelipisnya yang mulai berdenyut saat melihat penampilan Shasa.

__ADS_1


Sementara Rhea yang duduk di bangku depan, berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya saat melihat ekspresi terkejut dari Rafka tadi. Rhea sebenarnya juga sama terkejutnya dengan Rafka saat melihat penampilan Shasa. Rhea tidak menyangka sahabatnya itu ternyata berani menggunakan pakaian seperti itu saat berada di luar rumah. Tiba-tiba Rhea jadi penasaran, apakah Rafka akan menegur Shasa atau tidak ya? Jadi Rhea tetap diam sambil menonton adegan selanjutnya dari bangku depan bersama Gavin.


" Hai, juga Bang!" Shasa akhirnya menjawab sapaan dari Rafka dan langsung masuk ke dalam mobil itu. Shasa benar-benar canggung saat duduk bersebelahan dengan Rafka. Apalagi saat ini Shasa sedang mengenakan baju yang kekurangan bahan seperti ini. Niat hati ingin mendapatkan perhatian dari cowok saat berada di Dufan nanti. Tapi Shasa akhirnya jadi malu sendiri saat Rafka terkejut melihat penampilan saat ini. Shasa jadi tidak bisa berkata-kata dan hanya tertunduk malu di hadapan Rafka.


Untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung, Rhea akhirnya memutar tubuhnya kebelakang untuk menyapa Shasa terlebih dahulu.


" Hai Sha! Tambah cantik aja Lo! Apa karena baju yang Lo pakai kali ya, jadi aura nya jadi keliatan gimana gitu." Ucap Rhea dengan santai sambil sesekali melirik Rafka yang sedang melotot kesal ke arahnya.


" Makasih, tapi gue nggak punya recehan buat pujian Lo tadi." Shasa mendengus dengan keras lalu memasang tampang cemberut saat menatap sahabat nya yang satu itu. Shasa berjanji akan membuat perhitungan dengan Rhea nanti karena tidak mengatakan kalau Rafka juga ikut bergabung bersama mereka.


" Santuy Sha, kalau nggak ada duit recehan, duit goban juga boleh. Hehehe." Rhea tertawa cekikikan dan langsung memutar tubuhnya kembali menghadap ke depan. Rhea lalu meminta Gavin untuk segera menjalankan mobil itu.


" Bentar!" Suara tegas dari Rafka, seketika mengurungkan niat Gavin untuk menginjak pedal gas mobil. Tanpa mengatakan apapun lagi, Rafka kemudian membuka Hoodie yang dia kenakan dan melemparnya ke tubuh Shasa. Shasa yang menerima Hoodie itu secara tiba-tiba, mengernyitkan dahinya heran. Karena penasaran, Shasa akhirnya membuka mulutnya untuk bertanya pada Rafka.


" Kenapa Hoodie nya di lempar ke gue Bang?" Shasa mengamati Hoodie itu dengan seksama lalu mengalihkan tatapannya pada Rafka.


" Pake! Abang risih liat baju kamu." Perintah Rafka dengan tegas. Rafka kemudian mengalihkan pandangannya dari Shasa karena tidak ingin terlalu lama melihat bagian tubuh Shasa yang terekspos sangat jelas saat menggunakan baju itu.


Saat mendengar ucapan Rafka tadi, Shasa bisa merasakan kalau kedua pipinya memanas seketika karena malu. Shasa kemudian langsung mengenakan Hoodie yang di berikan Rafka tanpa mengucapkan satu patah pun. Shasa berjanji dalam hati, tidak akan menggunakan baju itu lagi sampai kapanpun.


" Jalan!" Perintah Rafka pada Gavin lagi. Kemudian Gavin langsung menghidupkan kembali mobilnya dan menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang.


Shasa dan Rafka yang sedang duduk di belakang, memilih untuk sama-sama diam dengan pemikiran masing-masing. Hanya ada suara Rhea yang terdengar saat mengikuti lagu yang sedang di putar dari tape mobil. Gavin dan Rhea terlihat saling melemparkan senyuman dan Gavin sesekali menggenggam sebelah tangan pacarnya itu dengan erat sambil tetap fokus mengemudi.


****


Akhirnya mobil Gavin sampai di parkiran Dufan. Mereka akan membeli tiket terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan Dufan dan mencoba semua wahana yang tersedia di sana. Tapi ketika Shasa sudah turun dari mobil, Shasa segera menarik tangan Rhea agar mereka berdua terpisah dari Gavin dan juga Rafka. Shasa sepertinya sudah tidak sabar ingin mengeluarkan sumpah serapahnya untuk sahabat yang tidak memiliki akhlak itu.


Sementara itu Rafka dan juga Gavin, memilih untuk menunggu mereka berdua di samping mobil. Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan tanpa bisa mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh kedua gadis itu.


" Ada apa sih Sha? Kok pake tarik-tarik gue kesini segala?" Ucap Rhea dengan santai sambil memasang tampang tidak berdosa.


" Emang kampret Lo ya,Rhee! Kenapa lo nggak bilang kalau Bang Rafka juga ikut sama kita? Gue malu banget tau nggak! Mana gue pake baju beginian lagi. Lo tu nyebelin banget, sumpah!"

__ADS_1


Shasa akhirnya bisa mengeluarkan rasa kesal yang sejak tadi dia tahan untuk Rhea. Shasa sampai ngos-ngosan karena berbicara terlalu menggebu-gebu di hadapan Rhea. Sementara Rhea hanya bisa tertawa cengengesan melihat wajah Shasa yang sudah memerah setelah melepaskan unek-uneknya.


" Sorry Sha! Gue cuma pengen lo sama Bang Rafka bisa baik-baik lagi kayak dulu. Kalau seandainya gue bilang, emangnya Lo mau ikut sama kita semua?" Rhea menaik turunkan alisnya menggoda Shasa sambil menunggu jawaban sahabatnya itu.


" Ya enggak lah! Gue masih butuh waktu biar gue bisa kayak dulu lagi sama Bang Rafka." Ucap Shasa dengan tegas sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada.


" Sampai kapan Sha? Lo nggak bisa menghindar terus. Selama Lo masih jadi sahabat gue, Lo bakalan ketemu terus sama Bang Rafka. Dan gue nggak suka orang yang gue sayangin kayak lagi musuhan gitu." Jelas Rhea lagi sambil menatap Shasa dengan serius.


Saat Shasa mendengar ucapan Rhea itu, dia tiba-tiba menjadi tersadar kalau dia selama ini berperilaku tidak dewasa. Untuk apa dia menghindar Rafka? Apa salahnya kalau Rafka tidak membalas perasaannya? Dia masih bisa mendapatkan cowok yang lebih dari Rafka. Dia cantik dan masih muda. Tidak mungkin dia akan memusuhi Rafka, sementara cowok itu selama ini selalu baik padanya.


" Sorry Rhee, gue emang nggak dewasa." Shasa kemudian menundukkan kepalanya karena malu dengan sahabatnya itu.


" Lo jangan ngomong gitu Sha! Gue kadang-kadang juga bersikap nggak dewasa kok. Gue cuma berharap Lo bisa bersikap kayak biasa lagi sama Bang Rafka. Lo mau kan Sha?" Rhea menggenggam kedua tangan Shasa untuk meyakinkan sahabatnya itu. Rhea tidak ingin masalah ini semakin berlarut-larut dan membuat hubungan mereka berdua tidak bisa di perbaiki lagi.


" Gue mau Rhee." Ucap Shasa dengan cepat. Shasa kemudian tersenyum menatap sahabatnya itu dan kemudian mengaitkan lengannya pada Rhea.


Rhea juga membalas senyuman Shasa dan mereka berdua mulai berjalan ke tempat dimana mobil Gavin terparkir.


" Sha, kita kayak lagi Double date ya? Hehehe.." Rhea tertawa cengengesan saat berbicara mengenai kegiatan mereka hari ini.


" Double date Pala lu peyang! Jangan ngadi-ngadi deh Rhee! Gue jitak juga Lo!" Ucap Shasa dengan kesal sambil melotot ke arah Rhea yang berjalan di sampingnya.


" Canda Sha! Sensi amat." Rhea kemudian mengulum senyum saat menatap Shasa. Rhea sangat bersyukur karena Shasa mau berusaha bersikap seperti biasa pada Rafka. Jadi Rhea tidak perlu dilema lagi saat mempertemukan kedua orang itu nantinya.


" Lama amat Rhee. Buruan kita beli tiket." Rafka menatap Rhea jengah karena terlalu lama menunggu kedua gadis itu berbicara. Rafka juga sesekali melirik Shasa yang sedang berdiri di samping Rhea.


" Sorry Bang! Biasa lah 'Girls Talk'!" Ucap Rhea dengan santai sambil tersenyum pada Rafka.


Rhea kemudian mengambil posisi berjalan di samping Gavin. Sementara Rafka dan Shasa berjalan di belakang mereka berdua dengan tenang.


" Sha, Kamu ngomong apa tadi sama Rhea?" Tanya Rafka penasaran sambil melirik Shasa yang sedang berjalan di sampingnya. Rafka mulai membuka obrolan bersama Shasa agar hubungan keduanya tidak semakin canggung.


" Ada deh! Bang Rafka kepo!" Shasa menjulurkan lidahnya untuk meledek Rafka dan kemudian melemparkan senyuman yang manis untuk cowok itu.

__ADS_1


Seketika Rafka membeku dengan apa yang dia lihat. Shasa akhirnya tersenyum lagi padanya setelah sekian lama. Rafka merasa sangat senang dengan perubahan itu. Rafka kemudian juga membalas senyuman Shasa dan mereka berdua berjalan beriringan menuju loket pembelian tiket dengan perasaan gembira.


Sementara Rhea dan Gavin yang sedang berjalan di depan sambil berpegangan tangan, juga sama gembira nya melihat hubungan Rafka dan Shasa yang mulai membaik. Ternyata usaha mereka berdua tidak sia-sia untuk membawa kedua orang itu pergi bersama. Walaupun sedikit mengganggu kencan mereka, tapi itu tidak menjadi masalah selama Rafka dan juga Shasa bisa kembali seperti dulu lagi.


__ADS_2