Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
25. Go Public


__ADS_3

" Kita duduk di mana ya,Ra??" Saat ini Rhea dan Ara sudah berada di depan kantin yang sudah penuh dengan siswa siswi yang sedang mengabiskan jam istirahatnya di sana . Mereka berdua tengah mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari meja yang masih kosong.


" Hmm...di sana aja Rhee!" Ara menunjuk salah satu meja yang ada di tengah.


Saat mereka akan menghampiri meja itu, terdengar sorakan dari seseorang yang memanggil nama mereka dari arah belakang.


" Rhee...Ara!!" Azka melambaikan tangan memanggil kedua gadis itu. Di meja itu sudah ada Gavin, Alex dan Dhafi. Rhea dan Ara sedikit ragu untuk mendekat karena semua siswi yang ada di sana menatap sinis ke arah mereka berdua.


Gavin yang dapat membaca situasi, segera menghampiri Rhea dan Ara. Saat Gavin sudah berada di depan keduanya, Gavin dengan sengaja menggenggam tangan Rhea agar semua orang tau dengan hubungan mereka.


" Dengerin semua!!" Gavin meninggikan intonasi suaranya agar di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


" Gue sama Rhea udah resmi jadian! Kalau sampai gue liat ada yang berani gangguin dia, lo semua bakal berurusan sama gue! Inget itu baik-baik!"


Gavin menatap tajam pada semua orang yang ada di sana termasuk Devina dan teman-temannya. Devina yang sadar akan tatapan Gavin, segera mengalihkan pandangannya dari cowok itu.


Saat ini Devina merasa kecewa dan marah dengan keputusan Gavin yang menjadikan Rhea sebagai pacarnya. Devina merasa lebih layak disandingkan dengan Gavin ketimbang Rhea yang menurut Devina tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya.


Sedangkan Rhea hanya tertunduk malu mendengar apa yang barusan Gavin umumkan. Pipi nya bersemu merah dan dia tidak berani menatap semua orang yang ada di sana.


Saat Gavin sudah selesai dengan pengumuman yang disertai ancamannya, Gavin segera menarik Rhea untuk duduk di tempat dia dan sahabatnya duduk tadi. Gavin yakin kalau pacarnya itu pasti sudah sangat kelaparan sekarang. Ara yang melihat Rhea ditarik oleh Gavin, juga mengikuti langkah sahabatnya itu.


Prokk... Prokk...Prokk


Tepuk tangan ketiga sahabat Gavin, menyambut kedatangannya bersama Rhea.


" Selamat bro!! Akhirnya go public juga." Dhafi memberikan selamat pada Gavin sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Thanks." Gavin hanya menjawab singkat lalu menerima uluran tangan Dhafi tadi.


" Gavin takut di tikungan bro!! Makanya cepet-cepet diumumin." Alex memberikan tatapan mengejek pada Gavin sehingga mendapat hadiah balasan berupa jitakan di kepala.


" Awww... sakit anjir!!" Alex mengumpat dengan keras karena kepalanya terasa sakit di jitak oleh Gavin.


" Mampus Lo!! Hahaha.." Azka tertawa senang melihat penderitaan Alex.


" Sialan Lo!!" Alex menatap kesal pada Azka yang sudah menertawakannya.


Saat mereka semua masih sibuk berdebat, Rhea segera berdiri dari duduknya. Sadar dengan pergerakan disampingnya, membuat Gavin segera menolehkan kepala kearah Rhea.


" Kamu mau kemana?" Pertanyaan dari Gavin mengurungkan langkah Rhea untuk berjalan.


" Aku mau pesan makanan. Laper!!" Rhea memegangi perutnya yang terasa lapar.


" Astaga!! Sorry aku lupa!" Gavin menepuk jidatnya lalu berdiri mengikuti Rhea.


"Kamu duduk aja, biar aku yang pesan!" Gavin menyuruh Rhea untuk kembali duduk dan menyuruh gadis itu untuk menunggu sebentar.


" Aku juga samain ya kak, pesanan aku sama Rhea!!" Celetuk Ara tiba-tiba sambil nyengir kuda, membuat Gavin mendelik sinis pada sahabat Rhea itu.


" Tolongin Ara juga ya kak! Kasihan dia kelaparan juga kayak aku." Rhea membantu Ara berbicara pada Gavin, sehingga cowok itu hanya patuh mengikuti permintaan Rhea.


Saat Gavin sudah pergi untuk mengambilkan pesanan Rhea dan Ara, tinggallah Alex, Dhafi dan Azka yang kini menatap keduanya. Membuat mereka jadi salah tingkah diperhatikan secara intens oleh ketiga cowok tampan itu.

__ADS_1


" Kenapa ya kak, kok segitunya liatin kita berdua? Apa ada yang salah?" Rhea memberanikan diri bertanya kepada ketiga sahabat Gavin itu karena sudah mulai bosan di tatap seperti itu oleh ketiganya.


" Nggak sih Rhee, tapi gue salut aja sama lo. Lo satu-satunya orang yang bisa bikin Gavin patuh dan nurut sama apa yang Lo omongin. Mendadak cosplay jadi kucing Anggora tu si Gavin. Biasanya mah jadi bapaknya macan. Hahaha..." Azka tertawa senang sambil membayangkan bagaimana rupa Gavin saat menjadi kurang Anggora.


" Betul apa yang dibilang Azka barusan. Gue juga salut sama Lo. Gue harap si Gavin lebih bisa ngontrol emosi nya sekarang, Soalnya kerjaannya dulu cuma marah-marah nggak jelas. Bikin kita bertiga susah ngikutin moodnya dia." Alex sedikit membeberkan sedikit fakta mengenai Gavin, membuat Rhea hanya bisa menganggukkan kepala mengerti.


" Gue juga setuju dengan apa yang mereka bilang. Gue berharap hubungan lo sama Gavin berjalan dengan lancar. Seandainya Lo ada masalah sama Gavin kedepannya, Lo harus kasih tau kita bertiga. Setidaknya kita bisa kasih Lo solusi buat bantu masalah kalian berdua." Kali ini Dhafi mulai berbicara serius membuat Alex dan Azka hanya diam mendengarkan.


" Makasih ya kak buat support nya!" Hanya itu yang bisa Rhea ucapkan kepada ketiga sahabat Gavin itu, lalu melemparkan senyuman yang tulus kepada mereka semua.


Ara yang tidak dilibatkan dalam obrolan ini, memilih diam sambil memainkan ponselnya. Sebenarnya Ara juga ingin menghindari tatapan dari Azka. Cowok itu pasti masih ingat dengan pertemuan mereka tadi malam.


Ara menundukkan kepala karena merasa malu mengingat bagaimana penampilan nya tadi malam. Bagaimana tidak , malam itu Ara hanya memakai baju piyama tidur yang biasa. Lalu mata Ara juga terlihat sembab seperti habis menangis ditambah lagi rambut Ara yang juga acak-acakan karena dia tidak sempat merapikannya saat keluar dari rumah, membuat dirinya ingin menenggelamkan dirinya di sungai Amazon.


" Ini makanan kamu Yang!" Gavin menyodorkan semangkok bakso dan jus jeruk pada Rhea begitupun dengan Ara.


" Makasih ya!!" Rhea tersenyum senang, membuat Gavin juga ikut tersenyum sambil mengelus kepala Rhea dengan sayang.


" Dasar Bucin!!" Ketiga teman Gavin kompak meledek sahabatnya itu membuat Gavin melotot sebal kepada mereka.


" Berisik Lo!!" Hanya itu yang bisa Gavin ucapkan karena memang faktanya kalau Gavin memang Bucin terhadap Rhea.


Saat Rhea dan Ara tengah menikmati baksonya, Gavin teringat dengan sesuatu yang menyebabkan Rhea terlambat datang ke kantin.


" Ngapain tadi kamu ketemu sama pak Hendrik ?" Pertanyaan dari Gavin membuat Rhea menghentikan kegiatannya yang sedang mengunyah bakso.


" Ohh...tadi pak Hendrik minta aku sama Ara buat gabung sama Tim Basket Putri." Rhea kembali melanjutkan memakan baksonya karena perutnya masih minta jatah untuk diisi.


" Wahh..keren dong Rhee!! Terus Lo terima tawaran dari pak Hendrik??" Kali ini Azka terlihat antusias bertanya pada Rhea.


" Iya." Ara hanya menjawab singkat pertanyaan Rhea. Ara ingin secepatnya menghabiskan bakso yang dia makan, agar bisa pergi menghindari tatapan mata Azka.


" Temen kamu ternyata hebat juga ya!!" Azka menyunggingkan senyuman penuh arti pada Ara. Membuat gadis itu semakin menundukkan kepalanya karena malu.


" Gue udah selesai Rhee. Gue mau ke toilet dulu ya!!" Ara segera berdiri dan memilih bergegas meninggalkan Rhea beserta Gavin dan kawan-kawanya.


" Ehh Ra...tungguin gue!!" Rhea yang ingin mengikuti Ara ke toilet, dicegah oleh Gavin dengan segera.


" Kamu mau kemana?? Habisin dulu makanan kamu!!" Gavin menunjuk mangkok bakso Rhea yang masih tersisa setengah.


" Tapi..." Rhea sebenarnya juga tidak ingin berlama-lama berada di dalam kantin. Tatapan semua orang yang mencuri-curi pandang ke arahnya dan juga Gavin, membuatnya menjadi tidak nyaman dengan itu semua.


" Habisin dulu Yang!!" Titah Gavin tidak terbantahkan, membuat Rhea memanyunkan bibirnya kesal.


" Gue cabut dulu ya!! Males liat drama suami istri. Bikin sakit mata!" Azka segera berdiri dan meninggalkan Rhea beserta Gavin di meja itu.


" Gue juga. Tungguin Ka!" Dhafi juga memilih kabur meninggalkan mereka berdua.


Alex yang dari tadi sibuk chatingan dengan Felice, tidak menyadari kalau Azka dan Dhafi sudah pergi terlebih dahulu.


" Lo nggak mau cabut juga Lex??" Pertanyaan dari Gavin menyadarkan Alex. Cowok itu mengangkat kepalanya dan tidak melihat lagi Azka dan Dhafi yang tadi duduk disampingnya.


" Sialan..gue di tinggal!! Alex mengumpat kesal lalu juga ikut berdiri meninggalkan meja itu. "Gue cabut!!" Alex menoleh sekilas pada Gavin lalu pergi mencari keberadaan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


" Kamu nggak usah aja ya gabung sama Tim Basket Putri!! Kalau kondisi kamu drop gimana??" Gavin menatap khawatir pada Rhea. Dia tidak ingin terjadi hal-hal yang buruk pada sang kekasih.


" Aku nggak apa-apa kok! Aku cuma perlu istirahat yang cukup sama minum vitamin yang rutin aja." Rhea meyakinkan dirinya baik-baik saja agar Gavin tidak melarangnya untuk bergabung Tim Basket Putri.


" Ya udah kalau gitu!! Tapi kamu harus tetap minta izin sama Om dan Tante. Kalau mereka nggak izinin, kamu nggak boleh keras kepala ya buat tetap gabung!!" Gavin hanya bisa pasrah menuruti kemauan Rhea.


" Sipp bos!!" Rhea memberi hormat pada Gavin layaknya seperti komandan upacara bendera.


" Ihhh...gemesin banget sih!" Gavin mengacak rambut Rhea dengan gemas, membuat rambut gadis itu sedikit berantakan.


" Kak..jangan!! Rambut aku jadi berantakan nih!!" Rhea merapikan rambutnya yang dibuat berantakan oleh Gavin.


" Tapi tetap cantik kok!!" Gavin juga ikut membantu Rhea untuk merapikan rambut gadis itu.


" Nggak usah gombal!!" Rhea memanyunkan bibirnya karena ucapan Gavin tadi.


" Jangan manyun manyun gitu Yang!! Ntar aku cium!!" Gavin sedikit menggoda Rhea, membuat gadis itu mendelik kesal.


" Aww...sakit Yang!! Gavin meringis kesakitan karena lengannya di cubit dengan keras oleh Rhea.


" Rasain!! Siapa suruh ngomongnya mesum kayak gitu!" Rhea tersenyum senang dengan hasil perbuatannya pada Gavin.


" Ya udah, habis makanan kamu!! Ntar keburu bel nya bunyi!!" Ucap Gavin lagi.


" Iya tapi bantuin ya!!" Rhea menusuk satu buah bakso yang ada di mangkoknya lalu menyodorkannya pada Gavin.


Hupp...


Gavin melahap bakso yang disodorkan oleh Rhea, membuat gadis itu tersenyum senang, "anak pintar!!" Rhea tidak lupa mengusap kepala Gavin layaknya ibu yang mengusap kepala anaknya.


Mereka berdua terus melempar senyuman, membuat semua orang yang menatap iri keduanya. Termasuk Devina yang masih berasa di sana. Devina mengepalkan kedua tangannya erat lalu berdiri meninggalkan kantin dengan perasaan kesal dan marah. Di ikuti juga dengan Maya dan Ratu di belakangnya.


****


" Hai cewek jelek!!" Sapaan dari Azka membuat Ara mengusap dadanya karena terkejut.


" Apaan sih lo kak!! Bikin gue jantungan aja!!" Ara mentap sinis Azka yang hanya tertawa tanpa rasa bersalah.


" Mana Hoodie gue kemaren??" Azka mengulurkan tangannya pada Ara, sedangkan gadis itu hanya bisa tertawa cengegesan karena tidak membawa Hoodie itu.


" Hehehe...sorry kak! Hoodie nya belum gue cuci!" Ara mengatupkan tangannya didepan dada meminta maaf pada Azka.


Sebenarnya meminta Hoodie nya pada Ara, cuma alasan Azka untuk mendekati gadis itu.


" Ya udah kalau gitu. Tapi sebagai imbalannya, lo harus traktir gue makan di cafe minggu ini! Gimana??" Azka mengeluarkan jurus andalannya sebagai seorang Playboy.


" Hmm...boleh deh!" Ara menyetujui saja usulan Azka karena dirinya memang sangat berterima kasih pada Azka sebab telah meminjamkan nya Hoodie yang cukup hangat malam itu.


" Sipp, kalau gitu gue minta nomor hape lo!! Biar gue bisa hubungin lo nanti." Azka tersenyum senang karena Ara tidak menolak sama sekali ajakan nya untuk makan bersama di cafe.


Akhirnya Ara dengan polosnya, memberikan nomor ponselnya pada Azka.


" Oke, gue cabut dulu!! Jangan lupa siapin duit yang banyak, soalnya gue makannya banyak! Hahaha..." Azka tertawa dengan keras lalu meninggalkan Ara sendiri di depan toilet wanita tadi.

__ADS_1


" Sialan tu orang, dia malak gue lagi! Habis deh uang jajan gue bulan ini!!" Ara menggerutu sebal seorang diri, merutuki Azka yang mengajaknya makan di cafe tapi dirinya lah yang mentraktir.


Setelah Ara selesai merutuki kelakuan azka, gadis itu segera pergi menuju kelas karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi.


__ADS_2