Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
60. Obsesi Tasya


__ADS_3

Sebuah mobil sedan mewah memasuki pelataran parkir SMA Bhakti luhur yang terlihat sepi saat ini. Setelah mobil itu terparkir dengan rapi, Gavin yang masih mengenakan setelan kantornya segera turun dengan tergesa-gesa sambil melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Saat melihat waktu sudah menujukkan pukul 11 siang, Gavin semakin mempercepat langkahnya menuju lapangan basket untuk melihat Rhea bertanding.


Gavin memang sedikit terlambat karena dia harus menghadiri rapat perusahaan pagi ini. Ketika rapat itu sudah selesai, Gavin segera pergi meninggalkan perusahaan setelah terlebih dahulu meminta izin kepada om Ardana.


Saat Gavin masih dalam perjalanan ke lapangan basket, tiba-tiba Gavin melihat Tasya berjalan dari arah depan sambil menundukkan kepalanya. Gadis itu juga sesekali memegangi kepalanya sambil meringis kesakitan.


" Lo kenapa Sya?" Gavin segera menghampiri Tasya dan memperhatikan gadis itu dengan seksama. Tasya terlihat sedikit pucat seperti orang yang sedang sakit.


" Kepala gue pusing Vin." Tasya mengulas senyuman tipis saat melihat Gavin berdiri di hadapannya. Setelah itu Tasya kembali memegangi kepalanya yang berdenyut sakit dengan sebelah tangannya.


" Mendingan Lo ke UKS sekarang! Biar gue anter!" Saat Gavin ingin membantu Tasya berjalan, gadis itu segera menggelengkan kepalanya menolak usulan Gavin tadi.


" Gue pulang aja deh Vin. Gue takut sendirian di UKS." Cicit Tasya pelan. Tasya masih setia memegangi kepalanya yang masih berdenyut lalu memaksakan senyumannya untuk Gavin.


" Gimana caranya Lo pulang? Lo istirahat aja di UKS, ntar gue suruh Nadia buat jagain Lo." Gavin segera menuntun Tasya ke UKS agar dia bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.


" Makasih ya Vin." Ucap Tasya dengan lemah sambil menatap Gavin dari samping. Tasya berusaha menyembunyikan kebahagian di dalam hatinya karena mendapatkan perlakuan lembut serta perhatian dari Gavin.


" Hmm.." Gavin hanya bergumam pelan saat menjawab ucapan Tasya. Gavin ingin secepatnya mengantarkan Tasya ke UKS, agar dia bisa segera menemui Rhea.


Ketika mereka berdua sudah sampai di dalam ruangan UKS, Gavin membantu Tasya untuk merebahkan diri di atas matras dan menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu.


Setelah itu Gavin segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nadia agar bisa menemani Tasya yang sedang sakit. Tapi ketika Gavin sudah mencoba menghubungi Nadia sebanyak 3 kali, gadis itu tetap tidak mengangkat panggilan dari Gavin. Akhirnya Gavin hanya bisa mengirimkan sebuah pesan pada Nadia, agar gadis itu segera pergi ke UKS untuk menemani Tasya.

__ADS_1


" Sya, gue cabut dulu ya. Bentar lagi Nadia pasti datang." Ucap Gavin dengan cepat sambil menatap Tasya sekilas. Setelah itu Gavin kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celana, lalu segera berbalik meninggalkan Tasya.


" Vin, jangan tinggalin gue! Gue takut sendirian." Tasya menahan pergelangan tangan Gavin dengan erat agar gavin tidak meninggalkannya sendirian di ruangan UKS itu.


" Sorry Sya, tapi gue mau liat Rhea tanding. Gue nggak bisa lama-lama di sini." Gavin masih berusaha melepaskan tangan Tasya dengan paksa karena gadis itu semakin mempererat genggaman tangannya pada Gavin.


" Please Vin, temenin gue disini!" Minta Tasya dengan lirih. Air mata juga sudah mulai mengalir di sudut mata gadis itu.


" Sorry, tapi gue nggak bisa." Gavin menarik tangannya lebih kuat sehingga tangan Tasya terlepas seketika. Saat Gavin kembali berbalik meninggalkan Tasya, gadis itu mengucapkan kata-kata yang membuat Gavin mengurungkan niatnya untuk pergi.


" Vin, apa sih hebatnya Rhea dari gue? Gue lebih cantik dari dia. Tapi kenapa Lo sama sekali nggak pernah mandang gue?"


Tasya mengucapkan semua kata-kata itu dengan keras sambil berurai air mata saat menatap punggung Gavin. Tasya sangat kecewa dengan penolakan yang di berikan Gavin untuknya saat ini.


Seketika Gavin langsung berbalik dan melemparkan tatapan tajam pada Tasya yang sudah mulai memposisikan tubuhnya untuk duduk.


" Gue juga cinta sama Lo Vin. Tolong beri gue kesempatan satu kali lagi. Gue bakal kasih apa yang Lo mau."


Tasya yang mulai frustasi dengan sikap Gavin, akhirnya bertindak nekat dengan membuka kancing baju seragamnya satu persatu di hadapan Gavin. Tasya akan memberikan semua yang dia miliki termasuk kehormatannya agar Gavin mau kembali bersamanya.


" Jangan gila Lo Sya!" Gavin langsung memutar tubuhnya untuk mengalihkan pandangan dari Tasya. Gavin sampai menggelengkan kepalanya melihat aksi Tasya yang terbilang nekat itu. Tasya sampai merendahkan dirinya dihadapan Gavin, agar mereka bisa kembali bersama.


" Gue emang gila Vin! Dan itu semua gara-gara lo!" Tasya berteriak histeris dan mulai berdiri menghampiri Gavin. Setelah itu Tasya dengan berani memeluk Gavin dari belakang dengan erat dan mulai tersenyum saat mencium aroma yang melekat dari tubuh Gavin.

__ADS_1


" Lepas Sya!" Gavin segera menarik tangan Tasya yang melingkar di pinggangnya dengan kasar hingga pelukan itu terlepas. Saat Gavin ingin berbalik menatap Tasya, Gavin sangat terkejut karena mendapati semua kancing baju seragam Tasya sudah terlepas dan memperlihatkan bra yang sedang dipakai oleh gadis itu. Gavin segera berbalik kembali untuk mengalihkan pandangannya dari Tasya sambil mendengus dengan keras.


" Lo pikir dengan Lo lakuin ini semua, gue bakalan mau sama Lo? Nggak Sya! Gue malah jijik liat Lo. Lo kayak cewek murahan dan Lo nggak bisa di bandingin sama Rhea." Ucap Gavin dengan kejam.


Gavin lalu segera pergi meninggalkan ruangan itu tanpa berbalik menatap Tasya lagi. Mulai hari ini Gavin berjanji akan menjauhkan diri dari Tasya. Dia tidak akan berbaik hati pada gadis itu dan tidak akan memberikan kesempatan untuk mendekatinya lagi.


" Vin...Vin...Gavin..! Jangan tinggalin gue! Hikss..." Tasya berteriak dengan keras lalu menangis terisak memanggil nama Gavin. Tasya terlihat sangat hancur saat mendengarkan ucapan Gavin barusan. Saat tangisan Tasya semakin keras terdengar, dia akhirnya jatuh terduduk di lantai sambil merapatkan baju seragamnya yang belum terkancing sama sekali.


" Sya...Lo nggak apa-apa kan?" Nadia akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya saat melihat Gavin sudah pergi meninggalkan ruangan UKS itu. Nadia juga ikut duduk di lantai sambil menatap Tasya dengan miris. Nadia kemudian mengusap punggung Tasya agar sahabatnya itu merasa lebih tenang.


Setelah hampir 15 menit Tasya menumpahkan kesedihannya bersama Nadia, Tasya akhirnya mulai mengusap sisa air mata yang masih menempel di pipinya. Tasya juga mulai mengancingkan kembali baju seragamnya lalu menatap Nadia yang masih betah duduk di sampingnya.


" Nad, Lo udah lakuin apa yang gue bilang tadi kan?" Tanya Tasya dengan pelan sambil menatap serius Nadia.


" Udah, Lo tenang aja." Nadia kemudian tersenyum sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku roknya. Nadia lalu menggoyang-goyang ponsel itu di hadapan Tasya, membuat kedua gadis itu tersenyum licik sambil menatap ponsel yang berada di tangan Nadia.


" Thanks ya Nad. Lo emang sahabat terbaik gue." Tasya lalu merangkul lengan Nadia lalu bersandar di bahu sahabatnya itu.


" Itu gunanya sahabat Sya!" Nadia menepuk-nepuk punggung tangan Tasya dengan lembut setelah membiarkan Tasya bersandar di bahunya.


" Gue nggak akan biarin satu orangpun merebut Gavin dari tangan gue. Gavin punya gue dan selamanya cuma buat gue."


Tasya mengangkat kepalanya dari bahu Nadia, lalu tertawa dengan keras bersama dengan sahabatnya itu. Sepertinya Tasya sangat terobsesi dengan gavin. Tasya tidak akan pernah melepaskan Gavin sampai kapanpun. Tasya akan berusaha sekuat tenaga agar Gavin kembali lagi padanya dan akan menyingkirkan semua penghalang termasuk Rhea sekalipun dari kehidupan Gavin.

__ADS_1


Saat ini Tasya sudah memiliki rencana untuk membuat hubungan Rhea dan Gavin hancur. Tasya hanya menunggu waktu yang tepat agar semuanya terjadi sesuai dengan rencananya. Setelah hubungan mereka berakhir, Tasya akan berusaha mendapatkan hati Gavin kembali walaupun itu dengan cara yang kotor sekalipun.


Setelah beberapa saat berada di dalam ruangan UKS, akhirnya Tasya dan Nadia meninggal tempat itu juga. Dengan langkah yang riang, mereka berdua pergi meninggalkan sekolah dan berencana menghabiskan hari ini dengan pergi bersenang-senang ke mall. Tasya akan mencoba melupakan sejenak rasa sakit akibat penolakan Gavin tadi. Dia bertekad tidak akan menyerahkan sampai kapanpun untuk mendapatkan Gavin.


__ADS_2