Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
Calon Pacar


__ADS_3

Bel istirahat di SMA Bhakti Luhur sudah berbunyi sekitar 10 menit yang lalu. Tetapi di kelas Rhea yaitu 10 IPA 1 masih ada beberapa siswa yang belum meninggalkan kelas.


Rhea saat ini sedang menjalankan tugas pertamanya sebagai seorang sekretaris. Rhea diminta oleh Bu Nita untuk mengumpulkan semua nomor handphone teman sekelasnya.


" Akhirnya selesai juga!!"


Rhea sedang mengamati tugas yang sudah dia selesaikan. Rhea akan memberikan tugas itu pada Bu Nita saat jam istirahat berlangsung.


" Iya Rhee, akhirnya selesai juga. Yuk kita ke kantin. Gue udah laper berat ni!!" Ara memegangi perutnya yang terasa lapar.


" Iya gue juga laper. Tapi gue harus anterin ini dulu ke ruangan buk Nita. Lo temenin gue bentar ya?? Habis itu baru kita ke kantin." Ajak Rhea pada teman baru nya itu.


" Sipp buk sekretaris!!" Ara mengacungkan jempolnya dan kemudian mereka bersiap untuk meninggalkan kelas.


Saat Rhea dan Ara sedang berjalan keluar tiba-tiba langkah mereka terhenti karena mendengar teriakan yang sangat keras dari luar kelas mereka.


" Rheaaaaa....yuhuuuu....your best friend coming...!!!" Ternyata itu adalah suara Shasa.


Melihat kedatangan Shasa yang mengagetkan mereka, membuat Rhea hanya bisa menggelengkan kepala. Kelakuan ajaib Shasa tidak ada yang menandingi.


" Lo bikin kaget aja sha, hampir kita berdua jantungan." Ucap Rhea dengan kesal.


" Sorry rhe, gue terlalu bersemangat banget tadi. Yuk ke kantin gue laper!!!"


Shasa akan menarik tangan Rhea tapi cepat di hentikan oleh gadis itu.


" Tunggu bentar sha. Gue mesti ke ruangan guru dulu. Gue mau nyerahin ini sama wali kelas gue."


Rhea menunjukan tugas yang sudah di kumpulkan tadi pada shasa.


" Oke!! btw ini temen sebangku lo ya Rhe??" Shasa menunjuk gadis yang berada di samping Rhea.


" Iya, dia teman sebangku gue. Yuk kenalan dulu Lo berdua!!" Rhea mengajak Ara dan Shasa berkenalan.


" Hai..nama gue Shasa Amalia Putri, Biasa di panggil shasa. Gue sahabat Rhea dari kecil." Shasa mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Ara.


Ara kemudian membalas uluran tangan Shasa sambil memperkenalkan diri juga.


" Nama gue Azahra Putri Wiryawan. Biasa di panggil Ara. Kata Rhea, Lo Army juga ya sha?? Gue istrinya Kim Seok Jin (Jin BTS). Bias Lo siapa sha??" Wajah Ara kelihatan sangat senang saat membahas bisanya.


Sedangkan Shasa saat mendengar nama member BTS disebut membuat Shasa kegirangan nggak jelas sendiri.


" Iya gue juga Army Ra. Gue istrinya Kim taehyung (V BTS). Wahh...seru nih Nemu teman sesama fangirl BTS." Ucap Shasa dengan senang.


Melihat Ara dan Shasa yang terlihat kompak membuat Rhea tersenyum senang.


"Tapi lo berdua laper?? Yuk cabut, ntar makanan dikantin pada habis tapi sebelum itu ke ruang guru dulu ya!!"


Rhea menarik kedua lengan sahabatnya dengan segera.


Saat mereka bertiga berada di depan pintu kelas, mereka tiba-tiba dihalangi oleh empat cowok yang tingginya melebihi kepala mereka.


Rhea, Shasa, dan Ara kompak mengangkat kepala agar tau siapa yang menghalangi jalan mereka bertiga. Dan saat mereka melihat siapa keempat cowok tadi, mereka kompak melongo karena terkejut.


" Lo mau ke kantin kan Rhee?? bareng gue aja!!" Suara berat Gavin menyadarkan lamunan mereka bertiga.


Rhea yang di ajak Gavin, langsung menggelengkan kepala untuk menolak cowok itu, "Sorry kak, gue mau ke ruang guru dulu!"

__ADS_1


Gavin yang mendapat penolakan dari Rhea, tidak menyerah dan sedikit memaksa Rhea untuk ikut bersamanya.


" Biar gue anterin, ntar Lo nyasar!!" Gavin menarik tangan Rhea dengan cepat sehingga Ara dan Shasa tidak bisa membantu Rhea untuk melepaskan diri.


" Lo berdua mau bareng kita ke kantin nggak??"


Pertanyaan dari Azka membuat Shasa dan Ara mengalihkan perhatian mereka dari Gavin dan Rhea yang sudah pergi.


" Nggak usah kak!" Shasa dan Ara kompak menjawab pertanyaan dari Azka. Lalu mereka berdua berlari menuju kantin meninggalkan ketiga cowok tadi yang masih berdiri di depan kelas mereka.


" Kasihan playboy cap Kampak ditolak!!"


Alex meledek Azka lalu bergegas meninggalkan Azka yang sebentar lagi akan mengamuk padanya.


" Kesini Lo kampret!!! Awas Lo ya!!"


Azka mengejar Alex untuk melampiaskan kekesalannya. Sedangkan Dhafi hanya bisa mengekori kedua sahabatnya yang sering sekali bertengkar karena alasan yang sepele.


****


" Kak, lepasin tangan gue!! Gue bisa jalan sendiri!!" Rhea berusaha melepaskan tangannya yang di tarik oleh Gavin tapi cowok itu tidak melepaskannya sama sekali.


" Gue bilang lepasin kak!! Semua orang liatin kita dari tadi!!" Rhea masih berusaha dan akhirnya Gavin melepaskan tangannya dari Rhea.


" Oke, ayok buruan ke ruang gurunya. Habis itu kita langsung ke kantin!"


Gavin mulai berjalan di samping Rhea dengan tenang dan membuat semua siswi yang ada di koridor lantai 1 menatap mereka dengan intens.


Rhea yang menjadi pusat perhatian semua siswi hanya bisa menghela nafas pasrah. Gavin nyatanya tidak pernah berubah dari dulu. Selalu memaksa dan harus selalu menuruti keinginannya.


Melihat Rhea yang hanya diam saja, membuat Gavin membuka obrolan terlebih dahulu.


" Bu Nita minta tolong kumpulin nomor handphone semua anak-anak. Katanya mau bikin grup chat kelas."


Gavin yang mendengar penjelasan Rhea hanya bisa manggut-manggut tanda mengerti. Tapi tiba-tiba Gavin mengingat sesuatu. Dia belum punya nomor handphone Rhea yang baru. Kalau meminta secara langsung pasti tidak akan di kasih oleh gadis itu. Gavin memikirkan ide bagaimana cara mendapatkannya dan akhirnya sebuah ide muncul.


" Rhe, tali sepatu Lo longgar tu!! Cepat benerin ntar Lo jatuh lagi!" Gavin menunjuk tali sepatu Rhea yang memang agak sedikit longgar. Rhea yang melihat itu langsung duduk jongkok tapi di tahan oleh gavin.


" Bentar rhe, biar kertas Lo gue pegang. Ntar ikutan jatuh juga lagi." Perintah Gavin lagi dan dituruti oleh rhea yang langsung menyodorkan kertas tadi pada Gavin lalu mulai memperbaiki tali sepatunya yang longgar.


Melihat Rhea yang masih sibuk dengan tali sepatunya, membuat Gavin dengan segera mengeluarkan handphone nya yang ada di saku celana dan menyimpan nomor Rhea tanpa diketahui oleh gadis itu.


" Udah. Sini kertasnya!!"


Rhea mulai berdiri dan meminta kembali kertas yang dititipkan pada Gavin. Kemudian mereka berdua kembali meneruskan perjalanan menuju ruang guru.


Saat mereka berdua sampai di depan ruang guru, tiba-tiba keluarlah kak Arga dari dalam ruang itu.


"Hai Rhea, mau apa kamu kesini?" Sapa kak Arga dengan ramah. Kak Arga merupakan kakak pembina Rhea saat acara ramah tamah kemarin.


" Hai juga kak Arga, aku mau ketemu Bu Nita. Kak Arga sendiri habis ketemu siapa?" Tanya Rhea berbasa-basi pada Arga.


" Aku habis ketemu sama guru pembina OSIS."


Arga menjawab pertanyaan Rhea kemudian melirik orang yang berdiri di samping Rhea.


" Ehhh...ada lo, vin! Mau apa Lo kemari Vin??

__ADS_1


Tanya Arga penasaran karena tidak biasa nya Gavin berada diruang guru. Tempat langganan Gavin biasanya adalah ruangan BK bersama teman-temannya karena mereka suka bikin ulah. Seperti tawuran, cabut dari kelas atau ketahuan manjat pagar belakang sekolah karena terlambat.


" Gue nemenin pacar gue!" Gavin menjawab dengan santai pertanyaan Arga sambil merangkul bahu Rhea. Rhea yang mendengar pernyataan Gavin mendelik tidak suka dan berusaha melepaskan diri dari rangkulan Gavin.


Sedangkan Arga yang mendengar pernyataan Gavin juga terkejut tapi berusaha menormalkan kembali raut wajahnya.


" Yang bener Rhee?? Wahh..kapan jadiannya??"


Arga ingin memastikan langsung kebenaran nya pada Rhea. Sebenarnya Arga mulai tertarik dengan Rhea saat mereka bertemu di acara kemarin. Tetapi Arga belum sempat melakukan PDKT dengan Rhea. Arga berharap semoga apa yang diucapkan Gavin tadi hanya kebohongan.


" Bukan kak, dia...."


Tiba-tiba omongan Rhea dipotong oleh Gavin.


" Cepetan masuk, nanti Bu Nita marah kalau Lo lama-lama disini." Gavin lalu mendorong bahu Rhea agar masuk keruangan itu. Rhea yang didorong hanya pasrah dan memilih masuk ke dalam dengan perasaan dongkol tanpa sempat meneruskan ucapannya tadi pada Arga.


Setelah Rhea masuk ke ruangan itu, Gavin kemudian menatap Arga dengan tatapan permusuhan.


" Rhea itu beneran pacar gue. Jadi gue harap lo jangan berusaha buat deketin dia. Apalagi sok akrab sama dia. Gue nggak suka." Ancam Gavin pada Arga.


Arga yang mendapat ancaman dari Gavin hanya bisa tersenyum sinis.


" Sebelum Rhea juga ngakuin Lo itu pacarnya, gue nggak bakal percaya. Jadi Lo jangan larang-larang gue buat deketin Rhea."


Arga membalas tatapan tajam Gavin lalu berlalu meninggalkan Gavin seorang diri.


Melihat Arga yang mulai menjauh, membuat Gavin mengepalkan tangannya dengan erat karena marah. Gavin bersumpah akan menyingkirkan siapa saja orang yang mengganggu hubungan nya dengan Rhea kali ini.


Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya Rhea keluar juga dari ruang guru. Saat melihat Gavin masih berdiri di depan pintu, membuat Rhea kembali kesal.


Alasannya karena Gavin dengan seenaknya memberi tau pada kak Arga kalau mereka berdua berpacaran. Padahal kan status Gavin cuma seorang "calon pacar" alias masih dalam pertimbangan.


Saat Rhea lewat di depan Gavin, gadis itu hanya melengos tanpa menghiraukan keberadaan Gavin. "Rhea tunggu!!" Seruan dari Gavin tidak didengar oleh rhea sehingga dengan sigap Gavin meraih pergelangan tangan gadis itu.


" Lo kenapa sih Rhee??" Gavin membalikkan tubuh Rhea dan menatap nya dengan intens. Sedangkan Rhea mengalihkan pandangan nya dari Gavin sambil mendengus sebal dan berusaha melepaskan tangannya dari Gavin.


" Lo tanya gue kenapa??" Rhea menjawab pertanyaan gavin dengan emosi.


" Hari gue kesel banget tau nggak!! Dan itu semua gara-gara Lo!! Lo tau nggak tadi pagi fans-fans Lo nemuin gue di kelas. Mereka bikin ribut trus nyuruh gue buat jauhin Lo. Sekarang Lo bilang sama kak Arga kalau kita pacaran. Lo mau gue dibunuh sama fans-fans Lo??"


Rhea meluapkan semua kekesalannya yang terpendam sambil menunjuk-nunjuk muka Gavin.


Mendengar pernyataan Rhea tadi membuat Gavin merasa bersalah. " Maafin gue ya Rhee. Gara-gara gue lo nggak nyaman sama mereka yang coba ganggu Lo. Tapi gue mohon Lo sabar ya Rhe. Gue yang bakal bikin perhitungan sama mereka kalau mereka berani apa-apain Lo."


Gavin mengusap kepala rhea dengan sayang dan sukses membuat jantung Rhea berdetak tidak karuan.


" Gue bakalan lindungin Lo apa pun yang terjadi. Lo harus percaya sama gue ya Rhee."


Gavin menatap Rhea dengan serius dan Rhea tidak melihat kebohongan disana sehingga Rhea tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menganggukkan kepalanya dengan patuh.


Setelah itu Gavin menarik tangan Rhea dengan lembut menuju kantin sehingga Rhea hanya bisa pasrah mengikuti kemana Gavin pergi.


Tanpa mereka sadari sejak tadi semua siswi yang berada di lorong menuju kantin menonton drama singkat mereka.


Termasuk ketiga gadis yang menghampiri Rhea pagi tadi. Mereka kompak menatap iri pada Rhea sebab di perlakukan spesial oleh Gavin yang terkenal dingin kepada semua gadis.


" Awas ya Lo cewek kecentilan!!"

__ADS_1


Devina mengepalkan tangan menahan kesal lalu pergi menuju kantin bersama kedua temannya Maya dan Ratu.


__ADS_2