Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
50. Oppa, Saranghae!!


__ADS_3

Hari ini sudah menujukkan pukul 1 siang, Rhea dan ketiga temannya berencana akan menghabiskan waktu akhir pekan mereka dengan mengunjungi sebuah cafe. Setelah itu mereka juga akan pergi ke bioskop untuk menonton film Horor kesukaan mereka.


" Bund, aku pergi jalan sama temen-temen aku ya!" Rhea saat ini sedang berdiri di hadapan Bunda yang tengah membaca majalah di ruang keluarga. Di sana juga ada Rafka yang sedang sibuk menonton TV sambil tidur-tiduran di sofa.


" Shasa nya nggak ikut pergi, Rhee?" Bunda mengalihkan perhatiannya dari majalah ke arah Rhea yang masih berdiri di hadapannya.


" Pergi kok Bund! Ara sama Bibi juga ikut." Rhea akhirnya memilih duduk di samping bunda karena dia mulai lelah berdiri.


" Kok tumben nggak jemput kamu kesini?" Tanya Bunda penasaran. Biasanya Shasa selalu mampir ke rumah mereka untuk menjemput Rhea terlebih dahulu sebelum mereka pergi keluar bersama.


" Katanya Shasa sih, langsung kumpul di cafe aja Bund. Soalnya cafe itu nggak jauh dari rumahnya Shasa."


Rhea memberikan alasan yang cukup masuk akal, agar Bunda berhenti bertanya tentang Shasa. Tidak mungkin kan Rhea mengatakan kalau Shasa tidak mau main ke rumah mereka dulu karena malu bertemu dengan Rafka.


" Ooohhh gitu." Bunda manggut-manggut tanda mengerti. " Ya udah, perginya hati-hati ya nak! Jangan pulang kemalaman ya!"


Bunda selalu mengingatkan Rhea untuk tidak pulang terlalu malam, karena takut terjadi hal-hal yang buruk pada anak gadisnya itu.


" Siap Bundaku sayang." Rhea memeluk Bunda Citra dari samping dan memberikan sebuah kecupan sayang di pipi bundanya itu. Saat Rhea sudah puas memeluk sang Bunda, dia segera berdiri dan berniat menggoda Rafka terlebih dahulu.


" Bang, mau titip salam sama Shasa nggak?" Rhea mengedipkan matanya genit saat Rafka melirik Rhea dengan malas.


" Nggak usah." Jawab Rafka dengan singkat. Rafka tau kalau Rhea sedang menggodanya saat ini. Jadi dia tidak berminat untuk membalas Rhea sama sekali.


" Ya udah kalau gitu. Aku pergi dulu. Assalamualaikum." Rhea melangkah kakinya dengan riang menuju keluar rumah. Rhea sudah memesan Ojek online sebelum meminta izin pada Bunda tadi. Jadi Rhea sekarang tinggal menunggu ojol itu menjemput Rhea di depan gerbang rumahnya.


*****


" Akhirnya Lo datang juga Rhee!" Ucap Shasa, Ara dan Bibi dengan kompak. Mereka bertiga sudah menunggu Rhea sejak 10 menit yang lalu di depan cafe yang lumayan ramai itu.


" Sorry ya guys gue agak telat. Kuy masuk!" Rhea menggiring ketiga sahabatnya untuk segera memasuki cafe itu.


Saat mereka berempat sudah masuk ke dalam cafe, mereka di buat tercengang dengan dekorasi cafe yang begitu memanjakan mata. Di seluruh bagian dinding cafe yang berwarna putih itu, terpajang seluruh Foto member BTS kesayangan mereka dengan ukuran yang cukup besar.



" Daebak!" Shasa sampai melongo melihat isi dalam cafe itu. Di sana juga ada Stand Figure BTS yang sangat besar. Banyak dari pengunjung cafe mengabadikan foto mereka di depan stand Figure itu atau di depan wall yang memajang foto seluruh member BTS.

__ADS_1


" Nggak salah kan rekomendasi gue? Cafenya emang keren banget ternyata. Nggak sia-sia gue ajakin Lo semua kesini."


Ara tersenyum senang, melihat reaksi ketiga sahabatnya yang begitu takjub dengan cafe pilihan Ara yang saat ini mereka datangi.


" Lo emang the best, Ra!" Bibi mengacungkan jempolnya kehadapan Ara dengan bangga.


" Wah bisa shopping merchandise juga!" Rhea menunjuk sudut cafe yang menyediakan stand penjualan merchandise BTS seperti Poster, Photo Card, light stick, T-shirt bahkan Hoodie bergambar masing-masing member BTS.


" Ntar kita ke sana. Sekarang kita pesen makanan dulu yuk!" Ara menarik tangan ketiga sahabatnya itu dengan antusias ke meja yang masih kosong.


Saat mereka sudah duduk di kursi masing-masing, seorang pelayan cafe langsung menghampiri mereka dengan membawa daftar menu di tangannya.


" Selamat siang kak! Ini daftar menu di Cafe kami." Pelayan itu memberikan daftar menu kepada mereka berempat dan menunggu mereka semua untuk memesan makanan.


Setelah berfikir selama beberapa menit, mereka semua memutuskan untuk memesan Tteokbokki + gimari, Jjajangmyeon, kimbap, ramyeon, serta kimchi lobak. Untuk minumannya mereka memesan Boba Milk Tea dan Milkshake serta air mineral.


" Harga makanannya ramah di kantong ya guys." Ucap Rhea dengan senang. Ternyata makanan di cafe ini tidak terlalu mahal, sehingga uang jajan Rhea tidak akan habis untuk mentraktir ketiga sahabatnya itu.


Shasa, Ara dan Bibi kompak menganggukkan kepala, setuju dengan ucapan Rhea. Mereka kemudian melanjutkan obrolan mengenai boyband BTS kesayangan mereka sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.


" Tahun ini Oppa kita bakalan Wamil kan guys? Gue jadi sedih, nggak bisa ketemu mereka lagi." Shasa tersenyum kecut saat memikirkan semua member BTS akan mengikuti Wamil dan akan menghentikan kegiatan mereka di industri musik untuk beberapa tahun.


" Jangan nangis Ra! 2 tahun itu nggak lama kok!" Rhea mengulurkan tisu untuk mengusap air mata Ara yang keluar untuk menangisi Jin Oppa kesayangannya.


" Betul apa yang di bilang Rhea. Kita sebagai Army sejati, akan menunggu dengan setia sampai mereka semua kembali. Para Army tidak akan kemana-mana, karena Bangtan adalah teman terbaik untuk seumur hidup kita. Oppa, saranghae!"


Bibi mengulurkan tangannya membentuk simbol hati lalu tersenyum senang menatap ketiga sahabatnya itu.


Rhea, Shasa dan Ara sangat terharu mendengar ucapan Bibi tadi. Mereka berempat berjanji akan tetap setia dengan Bangtan sampai kapanpun.


Ketika makanan mereka sudah terhidang di atas meja, mereka semua mengakhiri obrolan tadi dan langsung menikmati makanan yang sudah mereka pesan.


" Habis ini kita jadi nonton kan guys?" Tanya Ara memastikan. Mereka semua sudah menghabiskan makanan mereka masing-masing dan saat ini tengah melihat-lihat merchandise yang ada di stand penjualan di cafe itu.


" Ya jadi dong. Kita mau nonton film Horor yang lagi rame itu kan?" Shasa terlihat sangat bersemangat saat mendengar Ara menanyakan tentang rencana pergi ke bioskop setelah ini.


" Iya, gue penasaran pengen nonton. Gue denger-denger film nya bagus. Kuy buruan, gue mau beli ini aja. Gue ke kasir dulu ya guys buat bayar yang ini sama bayar makanan tadi. Jangan pada lama ya!"

__ADS_1


Rhea memilih sebuah Hoodie bergambar RM BTS untuk di beli lalu segera menuju ke kasir untuk membayar semua tagihan makanan tadi beserta Hoodie yang dia pilih.


Setelah beberapa menit kemudian, Ara, Shasa dan Bibi menyusul Rhea yang ada di meja kasir untuk membayar apa yang mereka pilih tadi. Bibi membeli sebuah kaos bergambar Jungkook BTS, Ara membeli sebuah poster bergambar Jin BTS sedangkan Shasa membeli Hoodie bergambar V BTS.


Rhea, Shasa, Ara dan Bibi kompak tersenyum puas saat keluar dari cafe itu. Mereka berempat sepakat akan kembali mengunjungi cafe itu di lain waktu.


****


" Bro, kita jalan keluar yuk! Gue pengen cuci mata liat cewek-cewek cantik. Bosan gue liat muka Lo berdua. Asem bener, nggak ada manis-manisnya."


Azka memandang kedua sahabatnya dengan tatapan mengejek. Azka sangat bosan berada di rumah Alex. Sudah lebih dari setengah hari ini mereka lalui dengan bermain game di ponsel masing-masing. Membuat Azka semakin jenuh dengan keadaan saat ini.


" Sialan Lo! Kalau Lo mau keluar, pergi aja sendiri. Gue lagi nggak pengen kemana-mana hari ini."


Alex kembali memainkan ponselnya sambil tidur-tiduran di sofa ruang keluarga itu. Alex sedang mengalami patah hati saat ini, jadi dia tidak bersemangat sama sekali keluar bersama para sahabatnya.


" Emangnya Lo mau ke mana, Ka?" Tanya Dhafi penasaran. Dhafi sepertinya juga sama bosannya dengan Azka. Jadi Dhafi segera menegakkan tubuhnya saat Azka mengajak mereka keluar tadi.


" Gimana kalau kita ke mall. Kita bisa nonton film sekalian. Gue denger-denger ada film Horor yang bagus lagi tayang di bioskop."


Azka berbinar senang saat menceritakan rencananya kepada kedua sahabatnya itu.


" Boleh juga ide Lo. Ya udah kita keluar sekarang. Biar aja dia galau sendirian disini." Dhafi segera berdiri saat melihat Alex tidak bergeming sama sekali.


" Jangan lupa tutup pintu!" Ucap Alex singkat tanpa menoleh sama sekali ke arah Dhafi dan Azka. Dia masih sibuk bermain ponsel dan mengacuhkan kedua sahabatnya itu.


" Woi..bangun nggak Lex! Lo mau gue siram pakai air? Cepetan Lo ikut sama kita berdua!" Azka yang tidak tahan dengan sikap acuh Alex, akhirnya memaksa sahabatnya itu segera berdiri dan mengikuti mereka berdua ke mall.


" Gue bilang gue nggak mau pergi! Lo budeg ya?" Alex segera berdiri dan menatap Azka dengan garang. Dia tidak ingin keluar rumah dengan suasana hati yang tidak baik seperti saat ini.


" Mendingan Lo pergi aja Lex! Dari pada Lo sendiri di rumah. Yang ada Lo kepikiran lagi sama cewek itu."


Dhafi mulai membujuk Alex, agar sahabatnya itu mau ikut bersama mereka.


Dia tidak tega membiarkan sahabatnya itu berdiam diri di rumah saja.


" Oke." Setelah memikirkan apa yang di ucapkan Dhafi tadi, akhirnya Alex menyetujui ajakan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Mereka bertiga memilih menggunakan mobil Alex untuk menuju mall. Mereka berharap bisa menghilang kebosanan yang mereka rasakan saat ini dan menjadikan mereka lebih bersemangat kembali nantinya.


__ADS_2