Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
33. Tim Basket Putri


__ADS_3

" Selamat pagi Yah...pagi Bund!!" Ucap Rhea senang sambil menghampiri Ayah dan Bunda yang sudah duduk di meja makan.


" Selamat pagi juga!" jawab Ayah dan Bunda kompak.


" Bang Rafka mana Bund?" Tanya Rhea pada Bunda yang tidak menemukan keberadaan bang Rafka saat ini di meja makan.


" Sebentar lagi juga turun. Kok tumben anak Bunda yang cantik ini nanyain Abangnya?" Tanya bunda penasaran. Biasanya Rhea akan lebih senang kalau tidak bertemu dengan Rafka di rumah, karena mereka berdua selalu tidak akur kalau bertemu.


" Aku mau minta anterin ke sekolah, soalnya hari ini aku ikut latihan basket." Jelas Rhea pada Bunda Citra sambil menikmati sarapan roti bakar coklat kesukaannya.


" Emangnya Gavin nggak jemput kamu?" Kini Ayah yang membuka suara, karena tidak biasanya Gavin akan absen menjemput anak gadisnya itu.


" Kak Gavin nya lagi ada urusan penting, jadi dia nggak bisa anterin aku." Jawab Rhea jujur pada Ayah Adinata sambil memasang wajah sedikit cemberut.


Ayah yang tidak ingin banyak bertanya lagi, hanya menganggukkan kepala mengerti dan kemudian melanjutkan kembali meminum kopi yang sudah di siapkan bunda pagi ini.


" Kamu udah minum multivitamin yang bunda kasih kemarin kan Rhee?" Tanya Bunda memastikan sambil memicingkan mata curiga pada Rhea. Bunda tidak ingin Rhea melupakan janjinya untuk rutin mengkonsumsi multivitamin dan suplemen yang membantu menjaga kesehatan tubuh Rhea.


" Aku udah minum kok bund! Sumpah!" Rhea mengangkat jarinya membentuk huruf V agar Bunda semakin percaya dengan apa yang Rhea ucapkan.


" Ya udah kalau gitu! Tapi awas ya kalau bohong!" Bunda menatap Rhea dengan serius agar Rhea sungguh-sungguh untuk melakukan apa yang Bunda suruh.


" Aku nggak bakalan bohong kok, Bundaku yang cantik!" Rhea mengedipkan matanya genit untuk menggoda bunda Citra.


" Nggak usah genit gitu, bunda nggak bakal tergoda!" Ucap Bunda pura-pura acuh.


" Kalau Ayah yang kayak gitu, bunda bisa tergoda nggak?" Tanya Rhea kembali menggoda bunda Citra.


" Ayah kamu nggak mungkin godain bunda. Orang nya cuek gitu, deketin Bunda kalau ada maunya aja!" Ucap Bunda jujur sambil melirik Ayah yang masih sibuk membaca sesuatu di iPad nya. Ayah yang merasa namanya di sebut-sebut, langsung menghentikan aktivitasnya.


" Bunda mau Ayah godain juga?" Ayah menatap bunda sambil menaik turunkan alisnya sedikit menggoda Bunda.


" Nggak usah Yah, malu sama umur!" Potong Bunda dengan segera.


" Terus kenapa tadi bilang Ayah nggak bisa godain bunda! Itu namanya Bunda lagi mencemarkan nama baik Ayah." Ucap Ayah tidak terima.


" Please deh Yah... Bund!! Jangan pada debat di sini! Aku pusing dengerin nya." Rhea menghembuskan nafas lelah melihat kelakuan orang tuanya yang seperti anak kecil.


" Kan kamu yang mulai!" Ucap Bunda dan Ayah bersamaan.


" Iya deh, aku yang salah." Ucap Rhea pasrah sambil mengerucut kan bibirnya kesal. "Bang Rafka kok nggak turun turun ya bund?" Rhea memperhatikan sedari tadi Rafka tidak muncul untuk sarapan bersama.


" Mungkin Abang kamu masih tidur. Soalnya kan weekend gini dia nggak ada kuliah." Bunda baru ingat kalau Rafka tidak memiliki jadwal kuliah setiap hari Sabtu.


" Kalau gitu kamu berangkat sama pak Kardi aja. Ayah berangkat main golf nya nanti jam 9, jadi pak Kardi masih sempat antar kamu ke sekolah." Saran ayah pada Rhea.


" Boleh deh Yah! Kalau gitu aku berangkat sekarang aja ya Yah...Bund!" Rhea sudah menyelesaikan sarapannya dan segera berdiri meninggalkan meja makan. Rhea tidak lupa mencium tangan ayah dan bunda bergantian. Kemudian Rhea menenteng tas olahraganya yang berisi kaos basket dan keperluan lainnya menuju mobil ayahnya yang akan di bawa oleh pak Kardi.


*****


" Rhea...Rhee...!" Sorakan Ara menggema di belakang punggung Rhea. Gadis itu dengan segera menghampiri Rhea yang sudah menghentikan langkahnya karena namanya di panggil tadi.


" Lo berangkat sama siapa tadi?" Tanya Ara penasaran. Dia tau kalau Gavin hari ini tidak datang menjemput sahabatnya itu.


" Pak Kardi sopirnya Ayah. Kalau Lo?" Tanya Rhea balik.


" Biasa kang Ojol." Jawab Ara sambil nyengir kuda. "Gue deg-degan ni Rhee. Semoga kita bisa kompak ya main sama senior kita." Ucap Ara sedikit cemas.


" Iya, gue harap juga gitu."


Mereka berdua akhirnya sampai di tepi lapangan basket indoor sekolah. Di sana sudah ada pak Hendrik beserta anggota Tim Basket Putri lainnya.

__ADS_1


" Akhirnya kalian datang juga." Pak Hendrik menghentikan kegiatan diskusinya bersama beberapa anggota tim basket saat melihat Rhea dan Ara datang.


" Maaf pak!" Ucap Rhea dan Ara bersamaan.


" Ya sudah! Karena semua anggota sudah lengkap, maka terlebih dahulu saya akan memperkenalkan kepada kalian semua dua anggota tim basket yang baru." Pak Hendrik mempersilahkan Rhea dan Ara untuk memperkenalkan diri.


" Selamat pagi semua. Nama saya Rhea. Mohon bantuan dan bimbingannya ya senior!" Rhea membungkukkan badannya memberi hormat kepada senior


Kini giliran Ara yang maju selangkah untuk memperkenalkan diri.


" Selamat pagi semua. Nama saya Ara. Mohon bantuan dan bimbingannya juga ya senior. Terima kasih." Ara juga ikut membungkukkan badan memberi hormat.


Setelah Rhea dan Ara memberi hormat kepada senior, mereka semua berjabat tangan untuk berkenalan. Hingga salah satu dari mereka menarik perhatian Rhea dan Ara. Seorang gadis yang memiliki tinggi 170cm dengan potongan model rambut sedikit pendek. Gadis itu adalah Kapten Tim Basket Putri.


" Gue Flo, kapten Tim basket. Gue harap Lo berdua mau bekerja sama untuk membuat tim basket sekolah kita menjadi lebih sukses kedepannya." Ucap Flo serius sambil menatap Rhea dan Ara bergantian.


" Kami siap kak!" Ucap Rhea dan Ara kompak. Mereka berdua juga memiliki tekad yang sama seperti yang Flo sebutkan tadi.


" Oke, dengan bergabung nya dua anggota yang baru ini, saya harap kalian bisa menjaga kekompakan tim dengan solid. Kalian mengerti?" Tanya pak Hendrik pada semua anggota tim basket itu.


" Siap, mengerti pak!" Ucap mereka bersamaan.


" Baiklah, ayo kita mulai latihannya!" Pak Hendrik meniup peluit panjang tanda di mulainya sesi latihan basket hari ini.


Di bawah arahan pak Hendrik, mereka semua dengan giat dan sungguh-sungguh dalam berlatih permainan basket. Mereka semua berlatih beberapa teknik dasar seperti Dribbling, Catching & Passing, Shooting, Pivot dan Rebound.


Akhirnya setelah hampir dua jam lebih berlalu, mereka semua mengakhiri sesi latihan hari ini.


" Baiklah anak-anak, bapak rasa latihan hari ini kita cukupkan sampai di sini saja. Bapak harap pada sesi latihan selanjutnya, kalian semua tetap mempertahankan kekompakan tim seperti yang kalian tunjukkan tadi. Silahkan membubarkan diri!" Pak Hendrik kemudian mengemasi beberapa barang yang dia bawa tadi di pinggir lapangan dan langsung meninggalkan semua anggota tim yang masih betah duduk di pinggir lapangan indoor itu.


" Guys, gimana kalau kita nongkrong di cafe dulu! Sambil ngerayain kedatangan anggota baru!" Celetuk salah seorang anggota tim basket itu.


" Ide bagus tu!" Ucap yang lain setuju. Sedangkan Rhea dan Ara yang merupakan anggota baru di tim basket hanya bisa mengikuti saja kemauan senior mereka.


Akhirnya mereka semua bersiap menuju cafe yang mereka sepakati tadi. Tidak lupa mereka mengganti dulu pakaian yang mereka kenakan saat ini, karena pakaian itu sudah penuhi dengan bau keringat.


*****


Saat ini seluruh anggota Tim Basket Putri SMA Bhakti Luhur sudah berkumpul di Teen cafe. Mereka semua kompak memilih cafe itu karena lokasinya yang tidak begitu jauh dari sekolah. Pelayanan mereka pun sangat ramah serta harga makanannya juga bersahabat di kantong membuat mereka semua betah berlama-lama di cafe itu.


" Rhee..itu kan si Bibi!" Ara menyikut lengan Rhea yang duduk di sampingnya lalu menunjuk Bibi yang sedang bertugas mengantarkan makanan meja salah seorang pelanggan di cafe itu.


" Oh iya. Bi..sini!" Rhea memanggil Bibi yang berdiri tidak jauh dari posisi mereka duduk sambil melambaikan tangan ke arah cowok itu.


Bibi yang merasa namanya di panggil, menoleh ke arah samping dan menemukan Rhea beserta Ara sedang duduk manis bersama anggota tim basket yang lainnya. Setelah Bibi selesai mengantar makanan, dia segera menghampiri meja Rhea dan Ara.


" Hai Rhee...Hai Ra...hai kakak semua!" Bibi menyapa semua orang yang ada di sana dengan ramah.


" Hai juga!" Jawab mereka kompak. Mereka sedikit mengernyitkan kening, karena tidak mengenal orang yang menyapa barusan.


" ini temen aku kak, namanya Bibi!" Rhea memperkenalkan Bibi kepada semua anggota tim basket itu lalu mendapatkan respon anggukan kepala dari mereka semua.


" Lo ngapain di sini Bi? Tapi Lo bilang kemarin bakalan jadi cheerleaders buat gue sama Ara. Bohong banget sih Lo!" Ucap Rhea sedikit ketus pada Bibi.


" Sorry ya, gue nggak bisa tadi. Soalnya mas Brian minta tolong gue banget buat bantuin dia di cafe. Pegawainya ada yang izin sakit. Lo kan tau sendiri kan kalau weekend gini cafe pasti lagi rame-rame nya." Ucap Bibi membela diri sambil mengatupkan tangan didepan dada memita maaf pada Rhea dan Ara.


" Ya udah deh dimaafin! Tapi Lo harus janji ya, Lo bakal jadi cheerleaders kita, kalau kita berdua lagi latihan!" Ucap Ara serius sambil menatap Bibi menunggu jawaban.


" Sipp, apa sih yang nggak buat Lo berdua." Bibi tersenyum senang menatap kedua sahabatnya itu bergantian.


" Btw, Lo udah pesan makanan?" Bibi memperhatikan meja anggota tim basket itu masih kosong.

__ADS_1


" Udah Bi, mungkin lagi di proses." Jawab Rhea cepat.


" Ya udah, gue tolongin yang lain dulu ya!" Bibi beranjak dari meja Rhea dan Ara sambil melambaikan tangan dengan centil kepada mereka berdua.


" Itu temen sekelas Lo, Rhee?" Celetuk salah seorang anggota tim pada Rhea.


" Bukan kak, tapi temen satu angkatan aja! Emang kenapa kak?" Tanya Rhea penasaran.


" Nggak nyangka aja, cewek secakep Lo mau temenan sama yang separo mateng. Hahaha..." Sebagian dari mereka tertawa mendengar ocehan dari temannya itu.


" Telor kali pake acara separo mateng segala!" Celetuk anggota tim yang lain kemudian melanjutkan kembali tawa mereka yang sempat terhenti tadi.


Rhea dan Ara yang mendengar ocehan mereka semua, hanya bisa diam sambil memasang senyuman ala kadarnya. Mereka tidak mungkin ikut menertawakan Bibi yang merupakan sahabat baik mereka berdua.


" Lo nggak harus mandang orang gimana pun gender nya buat jadi teman Lo. Asal dia tulus dan mau berteman dengan baik sama Lo, itu semua gue rasa nggak penting." Ucap Flo tiba-tiba sehingga mereka semua yang tertawa tadi langsung terdiam mendengarkan ucapan sang kapten.


" Sorry ya Rhee, gue nggak bermaksud ledekin temen lo!" Ucap salah satu anggota tim yang tadi mulai meledek Bibi duluan.


" Iya kak, nggak papa." Jawab Rhea singkat. Rhea tidak ingin memperpanjang masalah ini karena dia masih anggota baru di tim ini.


Diam-diam Rhea dan Ara sangat mengagumi sosok Flo yang begitu bijaksana. Flo yang merupakan kapten Tim basket memiliki aura yang sangat kuat menurut mereka berdua. Walaupun gadis itu tidak terlalu feminim dari luar, tapi setidaknya dia bukan tipikal gadis yang terlalu cuek dengan penampilan. Buktinya Flo masih memakai riasan wajah yang tipis sementara baju yang dia kenakan juga termasuk gaya yang simpel tapi stylish. Meskipun rambutnya di potong pendek tapi sepertinya tidak membuat orang meragukan gender Flo sama sekali.


Saat makanan sudah datang, mereka dengan kompak menyantap semua makanan itu dengan lahap. Tidak peduli dengan tatapan orang sekeliling, mereka semua menikmati makanan itu tanpa jaim sedikit pun.


Akhirnya setelah bergelut dengan makanan dan minuman di atas meja selama lebih kurang 20 menit, mereka semua kompak tersenyum senang sambil mengelus perut mereka masing-masing yang sudah kenyang. Latihan basket yang begitu intens hari ini, membuat cacing-cacing di perut mereka berdemo minta jatah untuk diisi.


Setelah selesai makan, mereka semua tidak lupa berbincang santai membahas tentang permainan basket mereka hari ini. Mereka juga membahas mengenai hal-hal random lainnya sehingga membuat mereka tidak sadar kalau mereka semua sudah duduk di cafe itu lebih dari satu jam.


" Guys, cabut yuk! Udah satu jam lebih ni. Gue capek, pengen istirahat!" Ucap Flo tiba-tiba. Membuat mereka semua akhirnya tersadar dan menganggukkan kepala menyetujui usulan Flo tadi.


Flo segera berdiri menuju meja kasir untuk membayar semua makanan yang mereka santap tadi. Rhea dan Ara yang merasa tidak enak, segera menghampiri Flo untuk membantu membayar makanan mereka. Acara makan-makan di cafe ini sebenarnya bertujuan untuk menyambut kedatangan Rhea dan Ara sebagai anggota baru tim basket. Jadi seharusnya mereka berdua lah yang membayar semua makanan itu.


" Kak, biar kita yang bayar! Ucap Rhea pada Flo yang sudah mengeluarkan kartu debit dari dalam dompetnya untuk membayar semua makanan itu.


" Nggak usah! Anggap aja ni traktiran dari gue buat nyambut Lo berdua." Ucap Flo dengan santai lalu memberikan kartu itu pada kasir.


" Makasih ya kak!" Ucap Rhea dan Ara kompak sambil tersenyum senang. Mereka berdua sangat menyukai kepribadian Flo yang begitu baik.


" Nggak masalah. Yang penting Lo berdua jangan sampai bikin gue kecewa dengan permainan Lo di tim nantinya." Ucap Flo dengan serius membuat Rhea dan Ara menganggukkan kepala mengerti.


" Siap kak!" Mereka berdua kembali tersenyum dan kemudian menggandeng lengan Flo di kedua sisi. Sedangkan Flo hanya tergeletak kecil melihat tingkah laku kedua teman barunya itu.


Saat ini mereka semua sudah berada di luar cafe untuk bersiap pulang kerumah masing-masing.


" Gue cabut duluan ya guys! Kalau ada yang mau nebeng, naik aja ke mobil gue!" Flo hari ini membawa mobil ke sekolah, jadi dia menawarkan tumpangan kepada teman yang rumahnya searah dengan Flo.


" Gue nebeng deh Flo!" Ada tiga gadis yang ingin ikut dengan Flo naik mobil. Sedangkan yang lain menaiki motor masing-masing karena beberapa dari mereka membawa motor ke sekolah.


Sedangkan Rhea dan Ara memilih menggunakan Ojek online untuk pulang ke rumah masing-masing.


" Sampai ketemu di latihan selanjutnya ya guys!" Flo melambaikan tangan saat dia sudah duduk di dalam mobilnya. Mereka yang masih tersisa di tempat itu membalas lambaian tangan Flo dengan senang hati.


Saat Flo sudah pergi meninggalkan cafe dengan mobilnya, Rhea dan Ara kompak tersenyum senang menatap kepergian kapten Tim Basket mereka.


" Hari ini, gue bakalan jadi fansnya kak Flo deh! Sumpah dia itu keren banget. Udah mainnya bagus, attitude yang bagus lagi. Nggak salah pak Hendrik milih dia jadi Kapten Tim." Ucap Ara antusias.


Rhea yang setuju dengan ucapan Ara, ikut menganggukkan kepala membenarkan.


" Gue juga mau deh jadi fans nya kak Flo!"


Setelah beberapa menit menunggu, ojol yang di tunggu Rhea dan Ara akhirnya datang juga. Sebelum menaiki motor mereka tidak lupa memakai helm terlebih dahulu. Saat mereka sudah menaiki motor masing-masing, tidak lupa mereka melambaikan tangan sebelum berpisah.

__ADS_1


Akhirnya motor Rhea dan Ara melaju meninggalkan cafe yang masih penuh dengan pengunjung siang itu, menuju ke rumah mereka masing-masing.


__ADS_2