
Rhea, Shasa, Ara dan Bibi akhirnya sampai di bioskop. Mereka berempat sudah membeli tiket untuk menonton film Horor dan memilih 4 kursi di baris ke dua dari atas. Mereka juga tidak lupa membeli Popcorn dan minuman untuk dinikmati nanti saat film sedang di putar.
" Lo nggak pergi ngedate sama kak Gavin ya, Rhee?" Tanya Bibi penasaran.
Ini adalah hari Minggu. Biasanya setiap pasangan akan menghabiskan waktu bersama di setiap akhir pekan. Tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi Rhea. Rhea hanya melalui hari ini bersama dengan ketiga sahabatnya tanpa kehadiran Gavin sama sekali.
" Kak Gavin lagi ada acara sama Bokap nya. Jadi dia nggak bisa ngajak gue ngedate deh!"
Rhea memaksakan senyumannya saat menjelaskan alasan mengapa dia tidak bersama Gavin hari ini. Sebenarnya Rhea sedikit kecewa, tapi dia tidak boleh bersikap egois. Rhea harus mendukung semua kegiatan Gavin, walaupun itu semua membuat waktu yang mereka miliki untuk bersama menjadi lebih berkurang.
" Jangan di pikirin Rhee! Kalau kak Gavin udah nggak sibuk, dia pasti ngajakin Lo ngedate lagi."
Shasa tau kalau Rhea merasa sedih saat mendengar pertanyaan dari Bibi tadi, jadi Shasa mencoba menghibur sahabatnya itu.
Rhea memberikan anggukan kepala mendengar ucapan Shasa. Rhea yakin kalau Gavin sangat menyayanginya. Jadi Rhea akan mencoba bersabar dengan keadaan yang dia alami saat ini.
Saat mereka berempat sedang duduk menunggu di luar pintu masuk studio, dari kejauhan mereka melihat tiga orang cowok yang sangat mereka kenal sedang mengantri untuk membeli tiket.
" Kak Azka!" Bibi memberanikan diri memanggil Azka sambil melambaikan tangan pada cowok itu.
Rhea, Shasa, dan Ara sampai melongo melihat keberanian Bibi, memanggil kakak kelas mereka yang terkenal sangat tampan itu.
Sedangkan Azka yang merasa namanya di panggil, menoleh ke arah samping dan menemukan Rhea beserta teman-temannya sedang duduk menunggu di depan pintu studio akan dibuka sebentar lagi.
" Bro, itu si Rhea sama temen-temennya." Azka menunjuk sekumpulan orang yang duduk di depan pintu studio pada Alex dan juga Dhafi.
Saat Alex dan Dhafi menoleh ke arah yang ditunjuk Azka tadi, mereka berdua kompak menganggukkan kepala membenarkan ucapan Azka.
Tanpa persetujuan Alex dan Dhafi, Azka segera berjalan menghampiri Rhea dan teman-temannya karena dia juga melihat ada Ara di sana.
" Hai, kalian disini juga? Kalian pada mau nonton film apa?" Azka bertanya dengan ramah kepada Rhea dan juga teman-temannya.
" Kita mau nonton film Horor kak." Bibi mewakili mereka semua untuk menjawab pertanyaan Azka.
" Gue juga pengen nonton film Horor. Lo semua duduk dimana?"
__ADS_1
Azka memperhatikan tiket yang di pegang oleh Ara dan mengambilnya tanpa meminta izin terlebih dahulu pada gadis itu. Saat melihat nomor tempat duduk yang ada di tiket itu, Azka tersenyum senang lalu mengembalikan tiket itu ke tangan Ara lagi.
Ara langsung mendengus melihat tingkah laku Azka. Sedangkan ketiga teman-temannya hanya bisa diam tidak berani berkomentar tentang tindakan Azka tadi.
" Gue ke sana dulu ya. Sampai ketemu di dalam." Azka mengedipkan matanya genit lalu berbalik meninggalkan mereka berempat menuju ke tempat Dhafi dan Alex yang masih mengantri.
" Kak Azka ternyata ramah juga ya guys!" Bibi tersenyum senang saat Azka sudah pergi meninggalkan mereka.
" Iya." Rhea dan Shasa menganggukkan kepala menyetujui ucapan Bibi. Sedangkan Ara tidak merespon sama sekali dan lebih memilih melihat-lihat foto Jin Oppa yang terpampang di IG.
" Masuk yuk guys!" Rhea segera berdiri saat pintu studio sudah di buka. Shasa, Ara dan Bibi juga mengikuti Rhea dari belakang dan memperhatikan nomor bangku yang akan mereka duduki saat berada di dalam nantinya.
Saat mereka sudah berada di dalam studio, mereka langsung duduk di bangku masing-masing sesuai nomor di tiket. Mereka semua nampak tidak sabar untuk segera menonton film Horor itu bersama-sama.
Setelah Azka, Dhafi dan Alex mendapatkan tiket, mereka juga langsung memasuki studio dan menduduki bangku yang mereka pilih tadi. Ternyata mereka bertiga ada di barisan belakang bangku Rhea dan teman-temannya. Azka memang sengaja memilih tempat duduk itu agar bisa berdekatan dengan Ara.
" Lo sengaja pilih duduk di sini kan? Modus Lo!" Alex menoyor kepala Azka karena tidak suka melihat tingkah laku sahabatnya itu.
Pantas saja Azka sangat bersikeras untuk memilih tempat duduk ini tadi. Ternyata Azka memiliki motif tersembunyi untuk mendekati gadis yang duduk di hadapan mereka. Padahal Alex dan Dhafi ingin memilih duduk di depan karena ingin merasakan sensasi ketegangan yang lebih besar saat melihat film Horor itu dari jarak yang cukup dekat.
" Kita tukeran!" Azka menepuk pundak Bibi yang berada di samping Ara, lalu memaksa Bibi untuk bertukar tempat duduk dengan dirinya.
Saat Bibi mendengar apa yang di ucapkan Azka tadi, dia segera menggelengkan kepala menolak permintaan dari kakak kelasnya itu.
Azka yang tidak menerima penolakan, segera memelototi Bibi dengan garang lalu mengepalkan tinjunya kehadapan Bibi.
Bibi yang ketakutan melihat ancaman Azka, Akhirnya dengan berat hati pindah ke belakang dan bertukar posisi duduk dengan Azka.
" Good!" Azka menepuk-nepuk pundak Bibi lalu segera menduduki bangku Bibi yang berada di depan. Azka tersenyum senang karena akhirnya bisa berdekatan dengan Ara kali ini.
Sementara Dhafi dan Alex hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah laku Azka. Saat pulang nanti mereka akan memberikan pelajaran pada sahabat mereka yang satu itu.
" Hai jelek! Lagi ngapain Lo?" Azka menyapa Ara yang dari tadi sibuk dengan ponselnya. Gadis itu sama sekali tidak sadar kalau Bibi sudah bertukar tempat duduk dengan Azka.
Ara yang merasa familiar dengan suara disampingnya, seketika menoleh dan langsung tersentak kaget karena menemukan Azka yang sedang duduk manis di sebelahnya.
__ADS_1
" Kak Azka ngapain duduk disini? Si Bibi mana?" Ara mengeryitkan dahinya heran dan menoleh ke sekeliling mencari dimana keberadaan Bibi. Saat Ara menoleh kebelakang, dia menemukan Bibi sedang duduk di sebelah Dhafi dan Alex.
" Gue yang nyuruh dia duduk belakang. Emang kenapa? Lo keberatan gue duduk di sini?" Ucap Azka tanpa beban.
Azka sangat senang saat berada dekat dengan Ara. Azka bahkan sudah membayangkan adegan romantis mereka nanti. Dimana Ara akan ketakutan saat menonton film Horor, lalu gadis itu memeluk Azka dengan tiba-tiba. Azka sampai tersenyum sendiri membayangkan khayalannya itu.
" Kak!!" Ara mengibaskan tangannya di depan wajah Azka untuk menyadarkan cowok itu. Ara sampai bergidik ngeri melihat Azka tersenyum sendiri.
" Haa.." Azka akhirnya tersadar dari khayalannya. Azka hanya bisa tersenyum canggung saat menatap Ara. Sementara Ara menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd cowok itu.
Saat film itu mulai di putar, mereka semua fokus untuk menonton. Sesekali terdengar teriakan dari penonton yang lain saat hantu yang ada di film itu muncul.
Azka yang menunggu reaksi Ara saat menonton, melirik gadis itu beberapa kali dari samping. Gadis itu terlihat tidak takut sama sekali menonton film horor itu. Di saat penonton yang lain menjerit ketakutan, Ara dengan santainya tetap memakan popcorn yang ada di tangannya.
" Lo nggak takut nonton film ini Ra?" Tanya Azka setengah berbisik di telinga Ara.
" Nggak. Itu kan hantu bohongan." Jawab Ara cuek sambil melirik Azka sekilas. Ara kembali melanjutkan menonton film itu sambil mengunyah popcorn dalam mulutnya.
Azka sampai melongo mendengar jawaban Ara tadi. Akhirnya pupus sudah harapan Azka untuk mendapatkan pelukan gratis dari gadis itu.
Tidak terasa sudah 2 jam mereka menonton Film horor itu. Saat film sudah berakhir, mereka semua segera berdiri dan keluar dari studio itu dengan teratur.
Rhea dan ketiga sahabatnya sangat puas dengan film yang mereka tonton tadi. Mereka berempat memang menyukai film bergenre horor seperti itu. Jadi mereka berempat sepakat akan kembali menonton film horor yang lainnya saat memiliki waktu luang bersama.
" Kak, kita pulang duluan ya!" Rhea berpamitan pada ketiga sahabat Gavin itu diikuti juga oleh Shasa, Ara dan Bibi setelahnya.
" Sip! Sampe ketemu lagi!" Azka melambaikan tangannya pada mereka berempat. Sementara Dhafi dan Alex hanya menganggukkan kepala sekilas untuk merespon ucapan mereka tadi.
Setelah berpamitan, Rhea dan ketiga sahabatnya meninggal Azka,Alex dan Dhafi di depan pintu masuk bioskop. Mereka berempat akan langsung pulang ke rumah masing-masing karena mereka sudah merasa puas menghabiskan satu hari ini untuk bersenang-senang.
Sementara Azka, Alex dan Dhafi memilih pergi ke restoran yang berada tidak jauh dari bioskop itu untuk mengisi perut mereka yang mulai lapar. Di sepanjang perjalanan menuju restoran, mereka bertiga menjadi pusat perhatian para gadis yang menatap kagum pada ketampanan mereka masing-masing.
" Lo ternyata beneran suka ya sama temen si Rhea tadi." Dhafi mulai menggoda Azka yang sedang berjalan santai disampingnya saat ini.
" Playboy jatuh cinta Bro!" Alex terkekeh kecil melihat ekspresi Azka yang tiba-tiba cemberut saat mendengar ucapannya barusan.
__ADS_1
" Bacot Lo berdua." Azka mendengus kesal, lalu mempercepat langkahnya meninggalkan Dhafi dan Alex. Azka ingin segera sampai di restoran agar terhindar dari Bullyan mereka berdua.