
Rhea dan Gavin saat ini sedang menikmati makan siang sambil sesekali bercanda dan mengobrol di kantin sekolah. Mereka berdua memilih tempat duduk yang berada di sudut kantin, tempat yang biasa digunakan oleh Gavin dan teman-temannya.
" Yang lain mana kak?" Rhea menatap Gavin yang sedang asyik menikmati baksonya dengan lahap. Rhea merasa heran karena teman-teman Gavin belum muncul di kantin untuk ikut makan bersama mereka.
" Bentar lagi juga datang." Gavin mengalihkan pandangannya ke arah Rhea lalu tersenyum pada gadis itu. Gavin sebenarnya berharap agar teman-temannya tidak perlu muncul agar mereka semua tidak mengganggu momen kebersamaan antara dirinya dengan Rhea.
" Ooohhh!" Rhea hanya manggut-manggut tanda mengerti lalu kembali menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Saat Gavin ingin membuka kembali obrolan bersama Rhea, tiba-tiba Dhafi, Alex dan juga Tasya menghampiri meja mereka.
" Hai Vin, kita gabung di sini ya?" Sapa Tasya dengan riang. Tasya langsung menduduki bangku yang ada di hadapan Gavin tanpa menunggu persetujuan cowok itu. Tasya sedari tadi berusaha menutupi keterkejutannya saat dia melihat Gavin duduk dengan seorang gadis yang sangat dia kenal. Tasya tidak menyangka ternyata Rhea lah yang menjadi pacar Gavin saat ini.
Ketika Rhea mendengar ada suara seorang gadis yang berbicara di hadapannya, Rhea segera mengangkat pandangannya dan langsung terkejut dengan apa yang dia lihat.
" Kak Tasya!" Gumam Rhea dengan cukup keras.
" Hai Rhea, apa kabar?" Tasya menyapa Rhea dengan ramah sambil melambaikan tangan pada gadis itu.
" Hai juga kak! Kabar gue baik. Kak Tasya sendiri gimana?" Rhea juga bersikap ramah pada Tasya dengan berusaha memberikan senyumannya pada mantan pacar Gavin itu.
" Seperti yang Lo lihat sendiri, gue baik. Apalagi setelah gue balik lagi ke Jakarta. Gue seneng banget bisa ketemu sama temen-temen gue lagi." Tasya tersenyum senang saat menatap Alex, Dhafi dan juga Gavin secara bergantian.
" Wah...bagus dong kalau gitu. Btw, Kak Tasya sekelas ya sama kak Dhafi?"
Rhea bisa menebak di mana kelas Tasya saat ini karena sejak tadi Gavin tidak menceritakan apa-apa mengenai Tasya yang pindah ke sekolah mereka. Jadi Rhea pikir Tasya berada di kelas yang sama dengan Dhafi dan juga Azka.
Seketika wajah Gavin berubah pucat saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Rhea untuk Tasya. Gavin tadi lupa bercerita pada Rhea kalau Tasya pindah ke sekolah mereka dan juga satu kelas dengan Gavin.
" Nggak kok, gue sekelas sama Gavin dan juga Alex." Ucap Tasya dengan cepat. Tasya sedikit senang melihat raut keterkejutan di wajah Rhea untuk kedua kalinya saat dia menyebutkan Gavin satu kelas dengan dirinya.
Rhea yang merasa kecewa, akhirnya hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan pelan, karena tebakannya ternyata salah. Rhea saat ini juga merasa kesal karena Gavin tidak menceritakan apa-apa mengenai kepindahan Tasya ke sekolah mereka. Saat Rhea melirik Gavin yang ada di sampingnya, cowok itu hanya tersenyum canggung saat menatap Rhea.
" Aaa...hmpp!" Gavin berusaha menahan rasa sakit yang dia rasakan di kakinya karena Rhea menginjak kaki Gavin dengan cukup keras. Rhea sepertinya ingin melampiaskan emosinya untuk cowok itu.
__ADS_1
" Lo kenapa Vin?" Alex mengeryitkan dahinya heran melihat ekspresi Gavin yang terlihat kesakitan termasuk juga Dhafi dan juga Tasya yang melihat hal serupa.
" Gue nggak apa-apa." Ucap Gavin dengan santai, padahal Kakinya terasa nyut-nyutan karena ulah Rhea. Hingga beberapa saat akhirnya kaki Gavin tidak merasakan sakit lagi, karena Rhea sudah menjauhkan kakinya dari Gavin.
" Maaf kak, gue ke toilet sebentar." Rhea menatap Tasya, Alex dan Dhafi secara bergantian untuk meminta izin. Setelah mendapat anggukan kepala dari mereka bertiga, Rhea segera berdiri meninggalkan meja itu tanpa memperdulikan Gavin sama sekali.
" Tunggu bentar Yang!" Gavin juga ikut berdiri dan mengikuti Rhea dari belakang. Saat Gavin hendak memegang tangan Rhea, gadis itu langsung menghindar dan menjaga jarak dengan Gavin.
" Gue ada salah ngomong ya, Fi? Kok Rhea keliatan marah gitu?" Ucap Tasya dengan lemah. Tasya hanya bisa menatap punggung Gavin dan Rhea yang semakin jauh meninggalkan kantin.
" Itu cuma perasaan Lo aja. Ya udah Lo mau makan apa? Biar gue yang pesan?" Ucap Dhafi dengan lembut sambil menepuk-nepuk puncak kepala Tasya.
" Hmm...gue mau makan bakso sama es teh manis aja deh Fi?" Tasya kembali bersemangat saat membicarakan makanan di hadapan Dhafi.
" Gue juga samain aja kayak punya si Tasya ya, Fi!" Alex juga ikut memesan makanan lewat Dhafi walaupun dia tidak di tawari sama sekali oleh sahabatnya itu.
" Emang gue nanya Lo mau pesan apa?" Ucap Dhafi sinis sambil menatap Alex dengan garang.
" Lo kan mau pesen makanan Fi! Nggak ada salahnya kan kalau gue juga nebeng. Pelit amat Lo!" Alex tersenyum kecut saat menatap sahabatnya itu.
" Biar gue aja yang pesan. Lo duduk aja!" Dhafi segera berdiri untuk memesan makanan dan tidak lupa memberikan tatapan maut untuk Alex sebelum pergi.
" Thanks bro!" Ucap Alex dengan senang sambil memberi cengiran untuk Dhafi. Alex kemudian melanjutkan kembali obrolannya bersama Tasya sambil menunggu pesanan mereka datang.
****
" Yang, kok kamu diam aja? Kamu marah ya sama aku?" Gavin masih berusaha mengajak Rhea berbicara walaupun gadis itu menjaga jarak dengan Gavin saat mereka berjalan di sepanjang koridor menuju toilet.
Rhea yang di tanyai seperti itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap Gavin dengan sinis. "Menurut kak Gavin gimana? Aku mesti marah atau nggak?"
Seketika Gavin merasa kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Aku beneran minta maaf Yang. Aku sama sekali nggak inget buat ceritain soal Tasya ke kamu."
__ADS_1
Rhea kemudian mendengus kesal dan menyilangkan tangannya di depan dada.
" Oh ya? Kak Gavin lupa atau pura-pura lupa? Kak Gavin sengaja kan biar bikin aku malu di hadapan mantan kak Gavin itu? Aku tadi pasti kayak orang bego, gara-gara nggak tau sama sekali kalau dia pindah ke sini." Rhea memelototi Gavin dengan kesal.
" Itu nggak bener Yang. Aku beneran lupa." Gavin masih membela diri sambil menatap Rhea dengan serius.
" Terserah kak Gavin aja. Mending sekarang nggak usah ngikutin aku! Pergi aja sana ketemu mantan. Sekalian nostalgia mengenang masa-masa indah berdua, mana tau bisa CLBK." Sindir Rhea dengan telak sehingga membuat Gavin langsung cemberut saat mendengarnya.
" Aku nggak bakalan CLBK sama dia! Cuma kamu yang aku sayang dan kamu nggak akan tergantikan sampai kapanpun. Kamu harus percaya sama aku." Ucap Gavin dengan tulus sambil meraih kedua tangan Rhea untuk di genggam.
Sejenak Rhea terpaku dengan apa yang di ucapkan Gavin padanya. Sepertinya Gavin tidak berbohong sama sekali dengan apa yang di ucapkan tadi. Setelah beberapa saat, Rhea akhirnya menurunkan emosinya dan menatap Gavin dengan lekat.
" Kak Gavin beneran nggak mau lagi CLBK sama kak Tasya? Dia sekarang tambah cantik loh? Aku nggak sebanding..." Ucapan Rhea tertahan karena Gavin meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Rhea.
" Aku nggak peduli meskipun dia lebih cantik sekarang. Yang aku sayang itu cuma kamu. Kamu yang ada di hati aku saat ini. Jadi jangan pernah bandingin kamu sama orang lain, oke?" Gavin berusaha meyakinkan Rhea sambil menangkup kedua pipi gadis itu dengan lembut.
Rhea yang tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Gavin tadi.
" Gadis pintar!" Gavin menepuk-nepuk kepala Rhea dengan sayang lalu tersenyum manis menatap pacarnya itu. Sebenarnya saat ini Gavin ingin sekali membawa Rhea ke dalam pelukannya, tapi karena mereka masih di lingkungan sekolah jadi Gavin menahan keinginannya itu.
" Aku mau ke toilet, kak Gavin pergi aja sana!" Rhea mendorong lengan Gavin dengan cukup keras agar Gavin segera pergi dari hadapannya.
" Nggak mau. Aku nungguin kamu aja!" Gavin menolak perintah Rhea, karena dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi. Gavin sudah bisa membayangkan kalau Rhea pasti akan marah, jika dia benar-benar pergi meninggalkan Rhea saat ini. Nanti Gavin pasti di tuduh mau ketemu mantan lah, mau CLBK lah dan tuduhan-tuduhan yang lain. Gavin sangat mengenal Rhea yang memiliki sifat Overthingking padanya.
" Terserah kak Gavin aja!" Rhea berjalan lebih dulu dari Gavin karena dia memang ingin menuntaskan buang air kecil yang sudah tertahan sejak tadi. Rhea sesekali juga tersenyum secara diam-diam di belakang Gavin, karena merasa senang Gavin lebih memilihnya dari pada 'Si Mantan'.
" Oke!" Gavin mengikuti langkah kaki Rhea dari belakang sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana. Setelah sampai di depan pintu toilet wanita, Gavin dengan sabar menunggu Rhea sambil memainkan ponsel yang ada di tangannya.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Hai Readers kesayangannya Author! Maaf ya baru bisa up lagi setelah hampir seminggu ini istirahat.ππ Kemarin Author nya lagi bedrest karena sakit, jadi begitu syulit untuk menggerakkan jari jemari author untuk menulis lanjutan cerita ' Mengejar cinta Rhea' untuk kalian semua. Sekali lagi Author minta maaf ya! πππ
Semoga kalian semua bisa selalu menjaga kesehatanπͺπͺ. Love you all.πππ
__ADS_1
La Rossaπ·π·