Mengejar Cinta Rhea

Mengejar Cinta Rhea
69. Move On Ke Lain Hati


__ADS_3

" Lepas kak! Gerah!" Rhea berusaha melepaskan genggaman tangan Gavin yang begitu erat ditangannya. Langkah mereka berdua harus terhenti saat mereka berada tidak jauh dari kelas Rhea.


" Nanggung sayang. Bentar lagi nyampe di depan kelas kamu." Ucap Gavin dengan santainya sambil mempererat genggaman tangan mereka kembali.


" Aku bilang gerah ya gerah! Lepas ihh..." Rhea menarik lagi tangannya dengan kasar sehingga Gavin akhirnya harus pasrah melepaskan genggaman tangan mereka. Gavin sedikit kecewa karena Rhea kembali bersikap jutek seperti sebelumnya.


Setelah Gavin melepaskan tangan Rhea, gadis itu kemudian mendegus dan berbicara ketus pada Gavin, "Kak Gavin pergi aja sana! Aku bisa ke kelas sendiri." Sepertinya Rhea ingin kembali melanjutkan acara ngambeknya menjadi season kedua. Membuat Gavin menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan pacarnya itu.


" Kenapa masih jutek gitu sih sayang? Kan semuanya udah aku jelasin tadi. Tasya juga ikut jelasin kan ke kamu? Kamu masih nggak percaya sama aku?" Gavin memegangi kedua sisi bahu Rhea dengan lembut sambil menatapnya lekat. Gavin ingin mengetahui alasan pasti penyebab Rhea masih bersikap seperti ini padanya.


" Aku percaya, tapi aku masih kesel!" Ucap Rhea jujur lalu mengerucutkan bibirnya kesal.


Setelah mendengarkan alasan singkat Rhea, Gavin kemudian tersenyum senang dan mengusap kepala Rhea sambil mendekatkan wajahnya, "Jangan manyun gitu sayang!" Ntar aku cium!"


Seringai jahil tersungging di bibir Gavin setelah mengucapkan hal itu di hadapan Rhea.


" Aaww...sakit sayang!" Gavin meringis menerima sebuah cubitan yang mendarat sempurna di pinggangnya. Rhea sangat kesal karena ucapan cowok itu barusan yang sukses membuat pipi Rhea merona merah karena malu.


" Jangan mesum bisa nggak! Nyebelin banget!" Rhea memelototi Gavin seperti ingin menelan cowok itu.


" Aku nggak mesum sayang, tapi cuma cari kesempatan." Ucap Gavin santai sambil terkekeh geli dengan ucapan sendiri.


Saat mereka berdua masih sibuk dengan perdebatan yang tidak kunjung usai, seseorang datang dan langsung menginterupsi mereka berdua dari arah belakang. "Ehhmm...ada yang udah baikan nih!" Shasa tersenyum jahil menatap keduanya bergantian.


" Eh...elo Sha! Ngagetin aja Lo!" Rhea menatap Shasa yang sudah berdiri dihadapannya dan memilih mengabaikan Gavin yang berada di sampingnya.


" Kalian berdua udah baikan ya? Masalah kemaren udah kelar?" Tanya Shasa penasaran. Shasa menatap keduanya menunggu penjelasan.


" Gue udah jelasin ke Rhea kalau masalah kemaren cuma salah paham. Gue nggak punya hubungan apa-apa sama Tasya." Jelas Gavin lebih dulu sambil menatap Shasa dengan serius.


" Ohh...syukur deh kalau gitu. Tapi gue cuma mau kasih saran aja nih. Mendingan kak Gavin jaga jarak dikit deh sama Tasya itu. Kak Gavin tau sendiri kan sifat Rhea gimana? Dia itu Overthingking banget jadi orang. Apalagi kalau kakak masih dekat sama 'si mantan' itu. Kalian nggak mau ribut terus kan?"


Shasa yang sudah menjadi sahabat Rhea sejak kecil, sangat mengenal betul kepribadian sahabatnya itu. Jadi Shasa mengerti kalau Rhea mungkin masih menyimpan rasa trauma karena Gavin dulu pernah meninggalkannya dan lebih memilih berpacaran dengan Tasya saat itu.

__ADS_1


" Sok tau Lo, Sha!" Ucap Rhea jutek sambil mendelik sinis pada sahabatnya itu.


" Gue nggak sok tau Maemunah! Gue emang tau siapa elo! Kita udah kenal dari zaman bocah. Jadi jangan sok memendam semua deh. Kalau Lo mau hubungan Lo langgeng sama kak Gavin, gue saranin Lo lebih jujur sama apa sebenarnya yang Lo rasain. Nggak diam aja kayak orang bego. Terus habis itu nangis deh kalau ada masalah. Lo berhak kok larang kak Gavin buat dekat sama siapa pun. Kalau kak Gavin nggak mau, putusin aja dia!" Ucap Shasa tegas sambil menunjuk muka Gavin.


"Enak aja putus. Sampe mati gue nggak bakalan putus sama Rhea." Gavin melotot kesal pada Shasa yang seenaknya saja memberikan saran yang menurut Gavin sangat konyol pada Rhea. Gavin kemudian merangkul Rhea dengan posesif agar Shasa tau Gavin tidak ingin berpisah dengan Rhea sampai kapanpun.


" Yee...pamer kemesraan lagi! Merusak pemandangan tau nggak!" Shasa hanya bisa mendegus memandangi kedua orang yang sedang pamer kemesraan di hadapannya.


Sementara itu, Rhea yang berada dalam rangkulan Gavin, mulai merasa risih dan mulai mendorong Gavin ke samping. "Lepas kak! Malu tau nggak." Rhea kemudian berjalan ke sisi Shasa dan mengandeng lengan sahabatnya itu. "Kak Gavin mendingan pergi deh! Aku bareng Shasa aja!" Usir Rhea dengan santainya. Membuat Gavin hanya bisa menghela nafas karena telah diusir sebanyak dua kali oleh gadisnya itu.


" Oke, aku bakalan pergi. Tapi nanti kita ketemu jam istirahat ya sayang." Sebelum pergi Gavin tidak lupa mendekati Rhea untuk mengusap kepalanya dengan lembut.


" Iya." Jawab singkat Rhea membuat Gavin akhirnya memutar tubuhnya meninggalkan kedua gadis itu menuju tangga ke lantai dua yang ada di ujung koridor.


" Eh...Rhee! Lo percaya gitu aja sama kak Gavin? Bukan maksud gue ngomporin nih ya. Tapi foto-foto mereka berdua kemaren kayak real banget tau nggak! Lo udah denger semua penjelasan dari kak Gavin? Terus kenapa dia bisa foto kayak gitu sama 'si mantan'?"


Shasa mulai memberondong Rhea dengan berbagai pertanyaan saat dia melihat punggung Gavin yang semakin menjauh dari hadapan mereka. Shasa sangat penasaran dengan cerita di balik foto-foto itu. Sehingga Shasa tanpa basa-basi langsung bertanya pada narasumbernya yaitu Rhea.


Sambil menghela nafas, Rhea dengan enggan menjawab pertanyaan Shasa. "Gue lagi nggak mood sekarang Sha. Ntar aja ya gue ceritainnya. Gue juga belum sarapan nih. Nggak punya energi gue." Rhea mengangkat bekal pemberian Bunda dengan gontai sambil tersenyum kecut.


" Ehh...itu bukannya 'si mantan' ya Rhee?" Shasa menggoyang-goyangkan lengan Rhea agar menoleh ke arah yang dia tuju.


" Apaan sih Sha!" Dengan enggak Rhea ikut menoleh dan melihat Tasya dan Dhafi yang sedang berjalan beriringan dan sepertinya mereka berdua terlibat obrolan yang sangat seru. Mereka berdua juga sesekali saling melemparkan senyuman dan keduanya terlihat sangat dekat. Orang yang tidak mengenal mereka berdua pasti beranggapan kalau mereka berdua berpacaran.


" Nggak dapet kak Gavin, si doi malah ngincer kak Dhafi. Cepet amat move on ke lain hatinya!" Sindir Tasya sambil tersenyum mengejek.


" Ihh...julid amat Lo Sha! Iri ya Lo?" Rhea juga ikut menyindir sahabatnya itu sambil tertawa cekikikan. Bukan maksud Rhea membela 'si mantan', hanya saja Rhea sangat suka menggoda Shasa sang sahabatnya itu.


" Sialan Lo!" Tidak terima di ejek, Shasa mendorong bahu Rhea kesamping dan meninggalkan Rhea begitu saja.


" Sha...tungguin! Sensi amat Lo! Lagi PMS ya lo?" Rhea setengah berlari mengejar Shasa yang saat ini tengah kesal kerena dirinya. Setelah berhasil mengiringi langkah Shasa, Rhea kemudian merangkul lengan sahabatnya itu.


" Sorry deh Shasa yang cakep! Gue tadi bercanda doang!" Rhea menaik turunkan alisnya menggoda Shasa sambil tersenyum manis agar kemarahan sahabatnya itu sedikit mereda.

__ADS_1


" Maaf Lo nggak di terima!" Shasa mendegus dan mempercepat langkahnya berjalan meninggalkan Rhea menuju kelasnya.


" Nggak asyik Lo sha!" Rhea cemberut dan akhirnya juga mengikuti langkah kaki Shasa yang lebar sambil sesekali menggoda sahabatnya itu.


Saat mereka berdua sudah semakin menjauh dari tempat mereka berdiri tadi, ternyata ada Flo yang juga yang berdiri di sana dan ikut melihat kedekatan antara Dhafi dan juga Tasya. Flo terlihat mengepalkan kedua tangannya, menahan perasaan yang saat ini muncul di hatinya. Ada perasaan cemburu dan marah saat melihat kedekatan Dhafi dengan cinta pertamanya itu.


Flo memang beberapa Minggu ini berusaha menghindar dari Dhafi agar dia bisa melupakan perasaan yang selama ini dia simpan untuk sahabatnya itu. Tapi saat dia melihat Dhafi dekat dengan gadis itu, membuat Flo seakan tidak rela. Flo tidak ingin Dhafi kembali sakit hati seperti dulu karena menurut apa yang dia lihat, Tasya sepertinya hanya mempermainkan perasaan Dhafi saja. Tasya hanya memperlakukan Dhafi seperti lelaki cadangan dan akan meninggalkan cowok itu saat dia sudah berhasil mendapatkan orang yang selalu dia suka yaitu Gavin.


Dengan langkah tegap, Flo yang sudah mengambil ancang-ancang segera berjalan dengan cepat lalu menabrak Dhafi dan juga Tasya. Mereka berdua kemudian langsung terhuyung kesamping dan sama sama menatap Flo dengan kesal karena membuat mereka hampir terjatuh akibat ulah Flo yang sembrono.


" Eh..Lo kalau jalan pake mata dong! Lo sengaja ya bikin kita mau jatoh kayak gini." Tasya memelototi Flo dan mulai berjalan mendekati gadis itu untuk melampiaskan kekesalannya.


" Ups...sorry! Gue nggak sengaja. Lo berdua udah tau jalanan nya sempit, masih lelet aja jalannya. Bukan salah gue dong, Kalau gue nyeruduk Lo berdua. Gue pengen cepet-cepet ke kelas. Udah mau bel tahu nggak!" Jelas Flo panjang lebar sambil membalas memelototi Tasya yang sudah berdiri di hadapannya.


Di hadapkan dengan situasi seperti ini, Dhafi hanya bisa menghela nafas dan mulai mendekati kedua gadis itu.


" Udah Sya, nggak usah di perpanjang masalahnya. Flo bilang dia nggak sengaja. Mendingan kita ke kelas aja ya!" Dhafi memilih menarik pergelangan tangan Tasya agar gadis itu tidak melanjutkan lagi perdebatan dengan Flo.


" Sorry ya Flo!" Sebelum meninggal Flo, Dhafi tidak lupa meminta maaf pada gadis itu. Walaupun sebenarnya Flo lah yang harus minta maaf, tapi Dhafi juga tidak ingin mempermasalahkan hal itu. Dhafi tidak ingin Flo semakin kesal, jika Dhafi juga ikut marah dengan kelakuan Flo tadi. Dhafi tidak ingin membuat hubungan mereka semakin merenggang nantinya.


" Hmm!" Flo hanya bergumam pelan dan menganggukkan kepalanya sekilas sambil menatap Dhafi dan Tasya bergantian.


Sementara Tasya yang berada di samping Dhafi hanya bisa mengikuti langkah Dhafi yang mulai menarik tangannya meninggalkan Flo. Tapi sebelum benar-benar pergi, Tasya tidak lupa melemparkan tatapan sinis dan senyuman mengejek pada Flo. Tasya sepertinya bisa menangkap ada rasa cemburu dari tatapan mata Flo. Jadi Tasya dengan sengaja kembali merapatkan tubuhnya saat berjalan bersama Dhafi.


Tidak terima dengan apa yang dia lihat, Flo kemudian menghentakkan kakinya kesal. Tanpa berpikir panjang, Flo kembali berjalan dengan cepat, dan menabrak kedua orang tadi dengan sengaja. Tapi kali ini setelah menabrak keduanya, Flo tidak berhenti melainkan tetap berjalan dengan cepat. Flo sama sekali tidak menoleh ke belakang dan samar-samar mendengar Tasya mengumpat dengan keras.


" Sialan Lo! Awas Lo ya!" Tasya bersiap akan mengejar Flo, tapi dengan cepat Dhafi menghentikan aksinya.


" Biarin aja Sya. Flo lagi kesel sama gue. Makanya Lo jadi kebawa-bawa sama amukannya dia. Sorry banget ya, Sya!" Ucap Dhafi mencoba memberikan penjelasan pada Tasya agar gadis itu bisa meredakan kemarahannya pada Flo.


" Oh..oke!" Dengan terpaksa Tasya berusaha meredakan kemarahannya di hadapan Dhafi. Padahal di dalam hati, Tasya menggerutu kesal karena tidak bisa membalas perlakuan yang tidak menyenangkan Flo tadi pada dirinya. Sambil menatap Flo dari kejauhan, Tasya diam-diam mengepalkan tangannya, 'Awas ya Lo cewek jadi-jadian. Gue bakal bikin perhitungan sama Lo!' Ujar Tasya dalam hati lalu kemudian memaksakan sebuah senyuman manis untuk Dhafi.


Sementara itu, Dhafi yang berada di samping Tasya juga membalas senyuman gadis itu lalu kemudian mengalihkan tatapannya pada punggung Flo yang semakin menjauh. 'Lo kalau cemburu tambah gemesin ya Flo!' Dhafi mengangkat sudut bibirnya sambil mengingat kembali ekspresi wajah Flo yang terlihat kesal saat dirinya dekat dengan Tasya.

__ADS_1


" Ya udah, kuy Fi! Bentar lagi mau bel." Tasya dan Dhafi mulai mempercepat langkah mereka menuju kelas masing-masing karena sebentar lagi upacara bendera akan segera di mulai.


__ADS_2