Menggapai Cinta

Menggapai Cinta
Mengakhiri Hidup


__ADS_3

Malam yang begitu indah, banyak sekali bintang yang bertaburan. Mo Ryung sengaja membuka sedikit kelambu agar sinar rembulan masuk dan menyinari wajah putih milik istrinya.


Mo Ryung memandang takjub pada karunia Tuhan yang ada di depannya. Setelah puas, laki-laki yang memakai kaos putih dan celana pendek itu pun tertidur.


Waktu menunjukkan pukul dua pagi saat Anin terbangun dan melihat Ryung tidur dengan memeluknya. Degup jantung Anin bergenderang begitu cepat tak terkendali.


Anin turun perlahan dari tempat tidur dan berjalan keluar, ia menuju taman belakang dan duduk di tepi kolam renang.


Gadis itu pun meneteskan air mata, Ia merasa telah mengkhianati suaminya. Suami yang telah membentengi dirinya agar mendapatkan mahkota milik Anin dengan cinta, tapi sekarang mahkota itu telah hancur berkeping-keping karena kebiadapan Bram.


"maafkan aku kak....aku tak bisa menjaga diriku sendiri, aku wanita yang sangat bodoh. aku...." ucap Anin lirih lalu membenamkan wajahnya di kedua lututnya. Ia pun menangis tiada henti, menyesali apa yang telah terjadi pada dirinya.


****

__ADS_1


Di kamar Ryung,


Laki-laki yang baru saja terlelap itu, terbangun ketika merasa tidak ada orang disampingnya. Ia turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi mencari Anindiya.


"Nin..." panggil Mo Ryung sambil mengetuk pintu, tapi tak ada jawaban dan ia pun langsung membukanya, kamar mandi itu kosong tak ada siapa-siapa.


"Anindiya..." teriaknya lagi ketika turun dari tangga dan mencari Anin di dalam rumah, ia menuju dapur dan Anin pun tak ada disana. Ia terus melangkah dengan sedikit berlari menuju ruang tamu dan ruang tengah. Saat ia melihat pintu ke taman terbuka ia keluar dan berlari ke arah kolam dan benar saja ia melihat Anindiya menenggelamkan dirinya ke dalam kolam.


"apa yang kamu lakukan ha...?" tanya Ryung yang langsung menyadarkan istrinya itu, ia mengangkat wajah istrinya dan melihat mata Anindiya memerah.


"lepasin aku kak... lepasin" teriak Anindiya yang mencoba melepaskan tangan Mo Ryung dari badannya.


"kau bisa mati disini, ayo naik" ajak Mo Ryung seraya menyeret Anin ke pinggir kolam.

__ADS_1


"biarkan aku mati saja kak... untuk apa aku hidup" suara teriakan Anin yang bergetar dan air mata yang mulai mengalir "aku ini kotor kak, aku wanita yang sangat hina, wanita yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Aku yang kotor ini tidak pantas buat kakak..." Anin terus melontarkan semua luapan hatinya tanpa henti dengan berderai air mata. Dadanya terasa sesak, sakit sekali.


"Sehina dan sekotor apapun dirimu kau tetap istriku" Jawab Ryung enteng


"Tapi keperawanan yang aku jaga, semuanya telah diambil kak... apa yang bisa aku berikan pada kakak sekarang....aku.."


"cinta..." Potong Ryung yang membuat Anin terdiam, "cukup dengan kasih sayang dan cintamu Nin... aku tidak membutuhkan apa yang kau jaga itu."


"tapi kak... aku..."


"cukup Nin... aku menikahimu bukan karena itu. Apa dengan mati, keperawananmu akan kembali?" teriak Ryung, yang kemudian membawa Anin ke kamar. "ganti bajumu"


Setelah mendengar pertanyaan Ryung yang terakhir, gadis yang sedari tadi menangis hanya terdiam dan tak bisa berkutik sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2