Menggapai Cinta

Menggapai Cinta
59


__ADS_3

"Abang! Takut banget aku tumpangi, pergi gitu aja nggak ajak-ajak aku," jerit Cecil begitu masuk di ruangan Dolly.


Dolly spontan menutup telinga mendengar teriakan adiknya.


"Apaan sih, Cil? Masih pagi juga sudah jerit -jerit gak jelas," omel Dolly kesal.


"Habisnya, tadi tuh Cecil mau numpang sama Abang. Malah ditinggal," sahut Cecil mencebik.


"Kan masih bisa diantar sopir kalau malas bawa mobil sendiri. Nggak usah kek bocah deh! Sudah gede ini," ujar Dolly sembari berdiri dari duduknya.


"Awas! Gue mau ke pantry, Lo persen nggak?" Dolly menggeser posisi adiknya yang berdiri di dekat mejanya.


"Eh, Bang! Kenapa mesti repot jalan ke sana? Ada alat komunikasi itu dipakai Bang, bukan buat pajangan!" tanya Cecil heran.


"Sudah sejak tadi, Non! Kagak ada yang angkat, tumben nggak ada yang stay di pantry," sahut Dolly semakin kesal, dia tetap melanjutkan langkah kakinya menuju pantry.


Merasa ditinggal sendirian, Cecil pun bergegas menuju ruangannya. Ruangan yang dulunya dipakai Rio, sekarang ditempati oleh Cecil dengan jabatan yang sama.


*


*


*

__ADS_1


Di saat semua orang sedang sibuk bekerja, Rio masih asik masyuk di alam mimpinya. Rio yang tidak biasanya bangun siang kecuali sakit, membuat sang bunda cemas.


"Tumben banget nih anak, jam segini masih bergelung di bawah selimut. Apa jangan-jangan dia sakit?" gumam bunda Sonya, berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar anaknya.


"Ah, sebaiknya aku lihat dulu keadaannya. Siapa tahu kalau sakit bisa segera diobati," ucap bunda Sonya kemudian, penuh dengan rasa kekhawatiran.


Bunda Sonya mendekati sang anak kesayangan.


"Cil... Cecil! Kamu jangan nakal, awas kalau nakal aku hukum kamu nanti."


Rio memanggil Cecil dengan mata terpejam, sepertinya dia sedang memimpikan wanita yang akhir-akhir ini sering mengganggu aktivitasnya setiap hari.


"Kalau cinta kenapa dilepas? Sakit 'kan melihat orang yang kita cintai bersanding dengan orang lain?'' gumam bu Sonya lirih.


Bu Sonya tidak tega melihat anaknya yang seperti ini. Ayah Rio dulu juga sulit untuk jatuh cinta, tidak heran jika anaknya sulit membuka hati untuk menerima kehadiran orang lain dalam hidupnya.


"Kenapa kamu mirip sekali dengan ayahmu? Tidak hanya wajahmu saja, sifat dan sikapmu seolah-olah fotokopi Mas Bobby. Semoga kamu segera menemukan cinta sejati yang rela mendampingi di saat suka dan duka. Di saat sedih dan bahagia hingga maut memisahkan," ucap bu Sonya sembari mengusap lembut kepala sang anak.


"Aamiin!" sahut Rio tiba-tiba, membuat bunda Sonya terjengit kaget.


"Kamu sudah bangun, Nak? Kenapa lama sekali bangun? Kamu baik-baik saja 'kan?" berondong bu Sonya tidak sabar mendengar suara sang anak.


Akan tetapi cercaan pertanyaan dari bu Sonya hanya dijawab dengan kekehan oleh Rio.

__ADS_1


Wkwkwk...


"Bunda nanya kok borongan, gimana mau jawabnya coba?' ledek Rio dengan senyum lebarnya.


"Ish, kamu ini! Buruan mandi terus makan, Bunda masak sop buntut kesukaan kamu," perintah bunda Sonya.


"Siap, Bos! Rio mandi dulu baru nyusul bunda makan," jawab Rio sambil berteriak di balik pintu kamar mandi.


"Ck, anak ini!"


Bu Sonya pun meninggalkan kamar anaknya, untuk menyiapkan sarapan yang tertunda selama beberapa jam.


"Enak nih, keknya!" ujar Rio begitu sampai di dekat meja makan, mencium aroma masakan sang bunda.


"Sop buntut adalah menu sarapan yang sangat nikmat sekali, cocok untuk menghangatkan badan!"


"Sudah jam sebelas, ini namanya makan siang bukan lagi sarapan!" omel bunda Sonya.


Rio langsung melirik ke arah dinding yang terpajang sebuah jam berukuran cukup besar. Benar apa yang dikatakan sang bunda, saat ini lebih tepat disebut makan siang.


"Ya maaf, habis mata Rio lengket banget. Pengen merem aja bawaannya!"


"Ya iyalah, nggak mau bangun. Orang yang sedang bermimpi tentang pujaan hati, mana mau bangun. Kecuali dalam mimpi itu si pujaan hati tiba-tiba pergi. Pasti langsung terbangun!" sahut sang bunda jengkel.

__ADS_1


Rio hanya menunduk malu dan sesekali mengusap tengkuknya.


"Bunda tahu dari mana kalau aku tadi bermimpi tentang dia? Gawat kalau sampai ketahuan."


__ADS_2