Menggapai Cinta

Menggapai Cinta
Pertengkaran


__ADS_3

Sinar mentari menerangi kamar Mo Ryung yang sepi tanpa suara apapun, mereka berdua sama sama diam bergelut dengan pikiran mereka masing masing.


Gadis yang rambutnya sudah mulai mengering itu, duduk di tepi tempat tidur dekat dengan suaminya. Mo Ryung yang sedari tadi tak bersuara, akhirnya beranjak dari tempat tidur dan duduk bersimpuh di depan Anindiya.


"Nin.... jangan lakukan ini lagi, aku mohon padamu." kata Mo Ryung yang membuat Anindiya mendongakkan kepalanya. Ceo yang selama ini tak pernah memohon pada siapapun bahkan sekarang bersimpuh didepannya. "jantungku terasa berhenti berdetak dan aku sangat takut sekali. Aku tidak mau kehilanganmu, apapun yang terjadi pada dirimu aku berjanji kita akan selalu bersama. Aku menikahimu karena tulus dari dalam diriku bukan karena hal yang kau jaga itu, itu sebuah bonus spesial jika aku mendapatkannya. Yang aku butuhkan hanya kau bisa mencintaiku dengan tulus. Kau bilang kita akan menyatu jika cinta itu telah tumbuh. Sampai kapanpun aku akan menunggumu."


"Maafin aku kak...aku salah, aku bukan istri yang baik buat kakak... aku selalu mengecewakan kakak. Bagaimana aku bisa bersanding dengan kakak jika aku kotor seperti ini. Kakak terlalu baik dan sempurna bagiku, kakak bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku."


"apa maksud dari perkataanmu Nin? apa kau menginginkan kita bercerai hanya gara-gara ini?" tanya Mo Ryung sedikit teriak mendengar kata-kata Anin.


Mendengar suaminya mengatakan kata cerai, Anin mengangguk pelan. Mo Ryung yang melihat itu, ia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Ia keluar dari kamar itu dengan langkah cepat dan pergi keluar dengan mobilnya.


Anindiya menangis sejadi-jadinya dikamar itu sendirian. Maafin aku kak.... maafin aku....


****

__ADS_1


Laki-laki yang mirip dengan Mo Ryung tapi agak pendek itu berjalan ke arah rumah Ryung. Ia melihat kakaknya keluar dari rumah dengan wajah merah padam.


"kak..." teriak Jung Su sambil berlari mendekati kakaknya. "ada apa?"


"jangan ganggu aku Jung."


"kak..."


"minggir" kata Mo Ryung dengan tatapan yang tajam dan pergi naik mobil sportnya.


"ada apa ni?" pikir Jung Su yang langsung berlari masuk kedalam rumah. "Nin... Anindiya" teriaknya memaggil Anin.


"pergi dari sini Jung. pergi!!!" teriak Anin yang membuat Jung Su mundur


"kita bisa bicarakan baik-baik Nin."

__ADS_1


"aku bilang pergi Jung...." teriak Anin yang masih menangis.


Jung Su bingung melihat Anin seperti itu, kemudian ia langsung menghubungi Lia sahabatnya. "mungkin hanya Lia yang bisa menenangkan dirinya." pikir Jung Su


tut....tut... "halo"


"Lia... ini Jung Su, segera ke rumah Anin sekarang."


"ada apa Jung?"


Jung Su menceritakan apa yang dia lihat pagi ini dengan seksama, yang membuat Lia memutuskan untuk segera datang ke rumah Anin.


Jung Su mondar mandir menunggu kedatangan Lia sang pujaan hatinya, Ia satu satunya sahabat Anin yang dikenal Jung Su.


Seingat Jung Su, Anindiya tak pernah seperti ini. Apa yang terjadi sebenarnya? kakak keluar seperti itu dan Anin....

__ADS_1


Tak lama kemudian Lia datang dengan mobilnya, masuk perlahan dihalaman luas tepat didepan rumah Mo Ryung.


"akhirnya, cewek jutek itu datang juga." celoteh Jung Su.


__ADS_2