Menikah Dengan BERONDONG

Menikah Dengan BERONDONG
EPISODE 12


__ADS_3

Devan hendak menghidupkan mesin mobilnya saat tiba tiba ponsel dalam saku jasnya berdering. Merasa terganggu dengan deringan tersebut Devan pun cepat cepat meraihnya benda itu dan menatap layar ponselnya.


Devan menghela napas. Mood nya yang sudah sangat baik hari ini harus kembali memburuk karna Lisa yang menolak saat Devan mengajaknya untuk makan siang bersama dengan alasan sibuk dan tidak bisa keluar dari rumah sakit.


Devan yang memang tidak ingin merusak mood istrinya merasa lebih baik mengalah dari pada harus berantem hanya karna penolakan Lisa untuk makan siang bersamanya.


“Mommy..” Gumam Devan lirih.


Tidak mau membuat mommy nya kesal karna tidak kunjung mengangkat telepon darinya, Devan pun segera mengangkatnya.


“Halo mom...”


“Devan.. Apa kamu masih sibuk nak?” Tanya Reyna dari seberang telepon.


“Eemm.. Sudah tidak mom. Ini Devan sudah mau pulang. Ada apa mom?”


“Baguslah kalau begitu. Bisa tidak sekarang kamu temui mommy ditempat biasa? Ada yang ingin mommy bicarakan. Ini tentang istri kamu, Lisa.”


Devan mengeryit. Mommy nya bukan tipe orang yang suka basa basi. Devan yakin mommy nya pasti punya alasan kuat kenapa tiba tiba ingin bertemu bahkan mengatakan akan membicarakan tentang Lisa.


“Ya mom.. Devan jalan sekarang..” Ujar Devan setuju.


“Baik. Mommy tunggu kamu ya.. Jangan lama lama..”


Setelah itu sambungan telepon ditutup oleh Reyna, Mommy Devan.


Devan menghela napas pelan. Devan berharap apa yang ingin dikatakan oleh mommy nya bukanlah suatu yang buruk tentang Lisa.


Tidak ingin membuat mommy nya menunggu lama, Devan pun segera menghidupkan mesin mobilnya kemudian melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat dirinya juga sang mommy janji bertemu sore itu juga.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju tempat tersebut Devan terus bertanya tanya. Selama menikah dengan Lisa mommy nya tidak pernah membicarakan apapun tentang Lisa. Mommy nya selalu percaya bahwa Devan dan Lisa saling mencintai. Meskipun pada kenyataan-nya untuk sekarang hanya Devan yang mencintai dan Lisa belum.


Ketika Devan sampai, Mommy nya sudah berada disana, direstoran yang sore itu cukup ramai pengunjung.


Devan melangkah mendekat pada mommy nya kemudian menyalimi dan duduk tepat didepan-nya.


“Kamu telat lima menit Devan.” Katanya.


Devan tersenyum.


“Maaf mom.. Devan terlalu lambat membawa mobil tadi.”


Mommy Devan tertawa mendengarnya. Putra tunggalnya memang terlalu jujur. Padahal biasanya seseorang yang terlambat akan beralasan jalanan macet. Tapi Devan, dia malah mengatakan terlalu pelan mengemudikan mobilnya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


“Jadi ada apa mommy mengajak Devan untuk bertemu disini? Dan memangnya ada apa dengan Lisa mom?” Tanya Devan yang tidak bisa menahan rasa penasaran-nya.


Mommy Devan menghela napas. Wanita cantik dengan dress salem yang dikenakan-nya itu menatap Devan sendu.


Devan diam. Devan yakin pria yang dimaksud mommy nya adalah Rian. Yah.. Siapa lagi yang berani mendekati Lisa selain Rian.


“Jujur mommy sedikit merasa aneh dengan hubungan kalian. Lisa, dia terlalu dingin juga selalu menampakan wajah datar untuk seorang perempuan yang mencintai suaminya.”


Devan tidak tau harus berkata apa. Karna Devan tidak mungkin jujur bahwa hubungan mereka tercipta hanya karna cinta sepihak yang Devan punya untuk Lisa.


“Nak..”


Devan menatap tangan sang mommy yang meraih dan menggenggam tangan besarnya.


“Kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari mommy kan?” Tanya mommy Devan pelan.

__ADS_1


Devan tertawa untuk menutupi perasaan-nya. Devan sebenarnya sangat kecewa karna Lisa berbohong padanya dengan alasan sibuk saat Devan mengajaknya untuk makan siang bersama.


“Mommy terlalu panjang mikirnya. Tentu saja Devan tidak menyembunyikan apa apa dari mommy. Dan lagi pula yang makan siang bersama Lisa itu adalah rekan kerjanya mom.. Lisa juga sudah minta izin lebih dulu sama Devan saat akan makan siang bersama rekan-nya itu.”


Apa yang Devan katakan tentu adalah sebuah kebohongan. Tentu saja karna Devan tidak ingin mommy nya tau semuanya. Devan tidak ingin mommy nya tau bahwa Lisa sama sekali tidak mencintai Devan sedikitpun dari awal Devan melamarnya sampai akhirnya mereka berdua menikah dan hidup dalam satu atap yang sengaja Devan beli sebagai hadiah pernikahan atas nama Lisa.


Tidak ingin terlalu panjang membahas tentang Lisa, Devan pun mengalihkan topik pembicaraan dengan obrolan yang berhasil membuat mommy nya tertawa.


Setelah mengobrol cukup lama sambil menikmati hidangan didepan-nya, Devan pun mengantar mommy nya pulang sebelum akhirnya Devan juga pulang ke kediaman-nya dan Lisa.


Saat sampai dirumah, Lisa sudah duduk anteng dimeja makan sambil menyantap makan malam sendirian.


Melihat itu Devan berdecak. Bahkan untuk makan malam dirumah saja Lisa enggan menunggu sampai dirinya pulang. Beruntung tadi Devan sudah lebih dulu makan bersama mommy nya sehingga Devan bisa pura pura ngambek dan tidak makan malam ini.


Tanpa menyapa Lisa, Devan pun berlalu begitu saja menuju lift. Devan kesal bahkan sangat. Lisa menolak makan siang bersamanya tapi malah makan siang bersama dengan pria lain yang Devan yakini adalah Rian. Siapa lagi? Memangnya ada pria yang bisa tahan dengan sikap dingin Lisa selain Rian yang sepertinya memang sengaja kembali mendekati Lisa.


Lisa berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Lisa berpikir Devan tampak lain malam ini. Namun Lisa tidak ingin terlalu memikirkan-nya. Lisa kembali menyantap makan malamnya sendirian.


Setelah selesai makan malam, Lisa memilih untuk bersantai disamping kolam renang yang ada disamping rumah mereka. Udara sejuk malam hari membelai lembut kulit wajahnya membuat Lisa memejamkan kedua matanya.


Detik itu juga ucapan Rian siang tadi kembali terngiang ditelinganya.


“Aku menyesal Lisa, sungguh. Jika aku tau aku akan merasa sakit begitu jauh dari kamu, aku tidak akan menyakiti dan meninggalkan kamu.”


Lisa menghela napas. Rian, adalah mantan pacarnya dulu. Rian adalah pria yang berhasil membuat Lisa jatuh cinta namun Rian juga adalah pria yang membuat Lisa terluka karna tidak datang saat hari pertunangan mereka. Lebih parahnya lagi Rian juga diam diam sering jalan dengan Laona dibelakangnya. Ya, Rian berselingkuh dengan kakak Lisa sendiri.


Namun dari semua itu ada lagi yang lebih menyakitkan menurut Lisa, Yaitu Rosa, sang mamah yang malah menyalahkan dan menuduh Lisa memfitnah Laona padahal jelas jelas bukti Laona dan Rian berselingkuh sudah Lisa tunjukan pada mamahnya.


Tanpa sadar Lisa meneteskan air matanya. Mendapat perlakuan tidak adil dari mamahnya adalah luka yang mungkin sampai kapanpun tidak akan bisa disembuhkan. Dan luka itu sudah tercipta sejak Lisa masih kecil.

__ADS_1


Tanpa Lisa sadari, Devan memperhatikan-nya dari balkon kamar mereka. Devan benar benar tidak mengerti dengan maksud Lisa berbohong padanya. Apa lagi kebersamaan Lisa dan Rian dilihat oleh mommy nya.


__ADS_2