Menikah Dengan BERONDONG

Menikah Dengan BERONDONG
EPISODE 16


__ADS_3

Seperti ucapan-nya sebelum berlalu keluar dari ruangan Lisa, Devan benar benar menjemput Lisa sore itu. Devan bahkan tidak keberatan menunggu Lisa yang saat itu masih sibuk dengan pasien pasien-nya.


“Eemm.. Sayang, kita makan diluar yah malam ini?” Tanya Devan menatap sebentar pada Lisa yang duduk disamping kemudinya.


Lisa tidak langsung menjawab. Dokter cantik itu tampak memikirkan sesuatu sebelum akhirnya menganggukan kepala mengiyakan ajakan Devan.


“Boleh. Aku juga sudah sedikit lapar.” Jawabnya.


Wajah Devan langsung sumringah. Jika Lisa menerima ajakan-nya itu berarti Lisa sudah tidak lagi marah padanya.


“Kamu mau makan dimana? Kamu yang pilih tempat deh..” Antusias Devan.


Lisa melirik Devan yang tampak sangat antusias. Enggan menjawab pertanyaan suaminya yang kekanak kanakan itu Lisa pun melengos memilih menatap jalanan yang sedang mereka lewati.


Tidak mendapat respon apapun dari Lisa atas pertanyaan-nya, Devan pun tertawa. Devan tidak mau menyudutkan istrinya yang pasti akan membuat mood Lisa jelek dan kembali marah padanya.


“Baiklah baiklah.. Aku yang akan menentukan tempatnya.” Pada akhirnya Devan mengalah.


Devan menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung malam itu. Pria itu bergegas turun dari mobilnya dan dengan sangat antusias membukakan pintu mobil untuk Lisa.


“Ayo sayang..” Ajaknya mengulurkan tangan pada Lisa.


Lisa menerima uluran tangan Devan. Lisa juga tidak mungkin terus menolak Devan yang begitu sabar dan setia menghadapinya.


Devan mengajak Lisa untuk duduk disudut ruangan untuk menghindari kebisingan dari para pengunjung lain. Devan juga langsung berinisiatif memesankan makanan tanpa lebih dulu bertanya pada Lisa karena Devan tau Lisa pasti tidak akan menjawab.


Setelah memesankan makanan, Devan pun meraih kedua tangan Lisa yang sukses membuat Lisa langsung melayangkan tatapan datar padanya.


“Lisa aku tau kamu belum bisa menerima aku sebagai suami kamu, sebagai orang yang harus kamu cintai. Tapi aku minta sama kamu, tolong jangan tutup hati kamu buat aku.. Biarkan aku masuk dan menguasainya.” Ujar Devan lembut.


Lisa tersenyum tipis. Pelan pelan Lisa melepaskan tangan-nya dari genggaman Devan.

__ADS_1


Devan adalah pria tampan dengan pesona kuat. Selain itu Devan juga adalah seorang pengusaha yang mempunyai nama didalam maupun diluar negeri. Jika Lisa mencintai Devan, mungkin Lisa adalah wanita yang akan sangat bahagia karena memiliki suami sempurna seperti Devan.


“Devan.. Kamu akan membuang buang waktu jika terus menungguku. Karena aku.. Aku sudah tidak bisa lagi percaya dengan cinta. Aku tau kamu pasti mengerti. Kamu juga tau penyebab semua yang aku rasakan..”


Devan menggeleng menolak apa yang Lisa ucapkan. Devan sangat tidak setuju dengan apa yang Lisa katakan tentang cinta. Karena kegagalan bukan alasan untuk Lisa tidak lagi percaya pada cinta.


“Lisa.. Bukan aku menggurui kamu yang jauh lebih tua dari aku.. Tapi disini aku berbicara sebagai suami kamu.. Sebagai pemimpin kamu.. Jangan pernah menjadikan masa lalu sebagai alasan kamu tidak percaya pada cinta. Karena nggak semua laki laki itu seperti Rian.”


Lisa menyipitkan kedua matanya menatap Devan.


“Aku tidak menyebut Rian disini Devan..”


“Tapi laki laki dalam masa lalu kamu hanya ada Rian. Aku tau itu Lisa.”


Kali ini Devan terpaksa harus bersikap tegas pada Lisa. Devan tidak mau Lisa terus saja terbayang oleh masa lalunya bersama Rian.


“Lihat aku Lisa.. Aku Devano William. Aku bukan Rian. Aku bukan mantan brengsek kamu itu.”


Lisa menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum.


Ekspresi Devan langsung berubah. Devan tidak mengelak dirinya memang brengsek dulu. Devan juga suka gonta ganti pacar seperti mengganti baju. Bahkan Devan juga sering memacari gadis lebih dari satu dalam satu minggu.


“Kenapa jadi aku yang kena sendiri sih?” Gerutu Devan dalam hati.


Sedang Lisa, dia merasa puas karena berhasil membuat Devan diam dengan pertanyaan-nya. Lisa bahkan ingin sekali tertawa melihat ekspresi Devan yang langsung berubah detik itu juga.


“Aku sama Rian itu beda. Aku tidak pernah menyakiti kamu Lisa. Tapi Rian, dia sering melakukan-nya bukan termasuk berselingkuh dengan Laona, kakak kamu sendiri.”


Lisa tersenyum dengan menggelengkan pelan kepalanya. Devan masih berusaha membela dirinya.


“Apapun alasan-nya kalian berdua itu sama sama brengsek. Jadi tolong jangan saling menjelekkan satu sama lain. Kalian berdua sama sama laki laki yang suka mempermainkan perasaan perempuan.” Ujar Lisa tenang.

__ADS_1


Devan melengos. Lisa bahkan menyamakan-nya dengan Rian. Pria brengsek yang membuat Lisa begitu dingin dan angkuh karena penghianatan-nya.


Tidak lama setelah perdebatan mereka berakhir, pesanan Devan datang. Keduanya kemudian segera menyantap hidangan didepan-nya dalam diam. Devan benar benar tidak tau harus berkata apa pada Lisa sekarang. Lisa selalu saja bisa membalas apa yang Devan katakan tentang Rian. Devan bukan merasa benar atau paling suci. Tapi menurut Devan apa yang Rian lakukan itu sudah sangat melampaui batas. Rian mengkhianati Lisa dan berselingkuh dengan Laona. Bahkan perselingkuhan mereka pernah menjadi trending dalam dunia hiburan. Parahnya lagi Laona juga sampai di isukan mengandung anak dari Rian.


Devan sangat marah saat itu, tapi Devan tidak bisa berbuat apa apa mengingat dirinya belum menjadi siapa siapa bagi Lisa. Tapi sekarang Devan adalah suami sah Lisa. Pria yang berhak segalanya atas Lisa.


Lisa mengunyah makanan dalam mulutnya dengan sangat pelan. Sesekali Lisa menatap pada Devan yang diam dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal.


Lisa tidak bermaksud membela Rian, Lisa hanya tidak ingin suaminya menjadi orang yang sombong dan merasa suci tanpa dosa. Karena menurut Lisa apa yang Devan lakukan dimasa lalu juga adalah sebuah kesalahan yang tidak bisa dibenarkan begitu saja.


Karena terlalu cepat menyantap hidangan didepan-nya, tanpa Devan sadari ada nasi yang menempel di pipinya.


Lisa yang melihat itu merasa segan jika harus membersihkan-nya.


“Devan..” Panggil Lisa pelan.


Devan langsung melayangkan tatapan-nya pada Lisa. Meski sebenarnya Devan sedang sangat kesal pada istrinya itu tapi Devan tidak ingin mengabaikan-nya.


Lisa tersenyum tipis sambil menyentuh pipi kanan-nya sendiri dengan jari telunjuk memberitahu Devan bahwa ada nasi di pipinya.


Melihat itu wajah Devan langsung sumringah kembali. Pria itu bangkit dan sedikit mencondongkan tubuhnya kemudian mencium singkat pipi kanan Lisa.


Karena tindakan manis Devan itu Lisa mendelik. Ternyata otak cerdas Devan tidak bisa menangkap maksudnya.


“Apa apaan kamu Devan?” Tekan Lisa menahan kesal karena Devan menciumnya didepan banyak orang.


“Loh kenapa? Kamu minta cium kan?” Tanya Devan polos.


Rahang Lisa mengeras. Lisa menjadi ragu dengan kecerdasan suaminya sekarang.


“Ada nasi di pipi kamu.” Ujar Lisa kesal.

__ADS_1


Devan meringis malu. Devan pikir Lisa menunjuk pipinya sendiri karena meminta cium darinya. Tapi ternyata Lisa hanya ingin memberitahu bahwa di pipi Devan ada nasi.


“Maaf sayang...” Cengir Devan merasa konyol sendiri.


__ADS_2