Menikah Dengan BERONDONG

Menikah Dengan BERONDONG
EPISODE 18


__ADS_3

Devan menatap sebuket bunga lengkap dengan kartu ucapan warna pink yang akan dia berikan pada Lisa siang ini. Entah kenapa Devan tiba tiba merasa ragu juga bimbang. Devan tiba tiba teringat dengan apa yang Kenny ucapkan pagi tadi.


Devan berpikir apa yang Kenny katakan memang ada benarnya. Lisa tidak pernah sekalipun menatapnya meskipun Devan terus melakukan sesuatu yang menurut Devan romantis. Lisa bahkan terkadang marah dan mendiamkan-nya jika Devan memperlakukan-nya dengan istimewa didepan banyak orang.


Padahal niat Devan baik. Devan ingin semua orang bahkan dunia tau bahwa dirinya sangat mencintai Lisa, istrinya.


Devan menghela napas kemudian berdecak. Tidak ingin terpengaruh oleh ucapan Kenny, Devan pun segera menghubungi bagian office boy yang biasa Devan suruh untuk mengantar bunga pada Lisa.


Setelah bunga tersebut diantar, Devan pun mencoba untuk kembali fokus dengan pekerjaan-nya sebelum waktu makan siang tiba.


Suara pintu yang dibuka membuat Devan melirik sekilas. Devan tau siapa yang masuk kedalam ruangan-nya, siapa lagi kalau bukan Kenny. Karena jika pegawai lain, mereka pasti akan mengetuk pintu lebih dulu.


“Siang ini akan ada pertemuan dengan nona Oktavia tuan.” Ujar Kenny membuat Devan mengeryit. Diruangan-nya sedang tidak ada siapa siapa, tapi Kenny memanggilnya dengan sebutan tuan. Benar benar sangat tidak biasa.


“Tuan?” Tanya Devan bingung.


Kenny hanya diam saja. Pria itu masih kesal pada Devan karena Devan tidak mau mendengarkan saran darinya. Kenny sebenarnya kasihan karena Devan terus bersikap romantis pada wanita yang menurut Kenny salah. Ya, Lisa tidak pernah mau perduli dengan apapun yang Devan lakukan. Dan sebagai sahabat yang baik, Kenny merasa tidak terima dengan apa yang Lisa lakukan pada Devan.


“Hey Kenny, tidak pantas seorang laki laki merajuk seperti itu. Kekanak kanakan sekali.”


Kenny enggan menyaut. Berbicara pada budak cinta seperti Devan memang tidak akan ada manfaatnya.


“Hanya itu saja yang hendak saya sampaikan tuan. Kalau tidak ada yang anda perlukan lagi saya permisi untuk kembali dengan pekerjaan saya.”


Devan hendak membuka mulut untuk mencegah Kenny berlalu. Namun sudah terlambat karena Kenny melangkah dengan cepat sengaja untuk menghindari berbicara dengan-nya.


“Apa apaan ini? Kenny marah hanya karena aku tidak mendengarkan saran-nya. Ini benar benar konyol.” Gumam Devan tidak habis pikir.

__ADS_1


Tidak mau memikirkan Kenny yang sedang merajuk padanya, Devan pun memilih untuk fokus dengan pekerjaan-nya sendiri. Devan yakin Kenny tidak akan mungkin berani marah lama lama padanya. Tentu saja karena Devan adalah CEO di perusahaan milik orang tuanya. Dan seorang Kenny tidak sepatutnya marah pada atasan-nya terlalu lama.


“Dasar idiot.” Tawa Devan menggeleng merasa lucu dengan sikap Kenny padanya tadi.


Devan mulai meraih berkas berkas bahan pembahasan yang akan menjadi topik pembahasan saat bertemu dengan rekan bisnisnya, Yaitu Oktavia Putri. Wanita yang juga adalah teman satu universitasnya dulu.


Tidak terasa waktu begitu singkat berlalu. Devan kini sudah dalam perjalanan menuju tempat yang sudah di sepakati dengan Oktavia untuk bertemu. Tentunya dengan Kenny yang mengemudikan mobil untuknya.


Devan melirik Kenny yang sedang fokus dengan kemudinya. Sejak tadi Kenny terus saja diam dan sama sekali tidak mengatakan apapun padanya. Devan yakin, Kenny pasti masih merasa kesal karena saran-nya yang tidak terima olehnya.


“Dia pikir dia siapa, marah marah padaku.” Batin Devan mencoba untuk tidak perduli.


Sesampainya ditempat janji temu dengan Oktavia, Devan dan Kenny turun dari mobil. Mereka masuk kedalam restoran mewah yang sudah lumayan ramai pengunjung siang ini karena waktu makan siang juga sudah tiba.


“Nona Oktavia disana tuan.” Kenny memberitahu Devan dimana Oktavia berada. Karena wanita barbaju warna salem itu memang melambaikan tangan memberitahukan keberadaan-nya pada Kenny dan Devan.


“Kurang kurangi sikap ke kanak kanakan mu itu Kenny.” Sindir Devan sebelum melangkah menghampiri Oktavia yang memang sudah beberapa menit menunggu kedatangan-nya.


Kenny hanya bisa menghela napas. Kenny tidak munafik, dirinya memang sedang sangat kesal pada Devan yang mau saja di perbudak oleh cinta. Sementara Devan sendiri tau Lisa tidak pernah menganggapnya ada.


Kenny kemudian melangkah mengikuti Devan. Selama ini hubungan persahabatan-nya dengan Devan memang sangat kental. Itu sebabnya Devan begitu percaya padanya, begitu sebaliknya. Kenny juga tidak ingin Devan kecewa kemudian sakit hati karena cintanya pada Lisa.


-----------


“Permisi, kamu Lisa bukan?”


Lisa berhenti menyantap makan siangnya ketika tiba tiba ada seorang wanita yang tidak dia kenal menghampiri dan menyapanya. Lisa mengeryit menatap penampilan wanita cantik yang menurutnya cukup terbuka itu.

__ADS_1


“Ah biarkan aku memperkenalkan diri. Tapi sebelum itu izinkan aku untuk duduk bu dokter.”


Lisa semakin bingung. Bahkan wanita itu tau profesinya. Namun sedetik kemudian Lisa sadar bahwa dirinya masih mengenakan jas kebanggan-nya itu.


“Namaku Rosali. Aku adalah mantan kekasih Devan saat di universitas dulu, Lisa. Ah maaf, sepertinya kurang sopan kalau aku memanggil nama saja. Maksudku kak Lisa. Kita satu universitas dulu.”


Lisa menghela napas pelan. Pantas saja wanita itu mengenalinya. Ternyata karena Devan.


“Ya..” Saut Lisa merasa tidak tertarik sedikitpun.


“Aku melihat bagaimana meriahnya pesta pernikahan kalian. Aku sungguh sangat iri kak.. Andai saja dulu aku tidak memutuskan untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri dan meninggalkan Devan mungkin posisimu saat ini adalah posisiku kak. Tapi ya sudahlah mungkin saat ini aku masih belum beruntung dan perlu mencoba lagi.”


Keryitan kembali muncul di kening Lisa. Rosali seperti sedang memberikan peringatan padanya bahwa dirinya datang untuk kembali merebut hati Devan. Itu benar benar sangat menggelikan menurut Lisa.


“Ya.. Mungkin memang kamu perlu mencobanya lagi. Tapi itu tidak mudah Rosali.” Balas Lisa dengan tenang.


Rosali tersenyum sinis. Satu universitas dulu juga tau bagaimana serasinya Devan dengan dirinya. Bahkan mereka juga banyak yang mengatakan bahwa Rosali adalah satu satunya gadis yang bisa membuat Devan merasa betah dengan hubungan yang cukup lama terjalin. Sampai akhirnya Rosali lah yang mengakhiri hubungan-nya dengan Devan karena hendak melanjutkan pendidikan-nya diluar negeri mengikuti kedua orang tuanya yang pindah dan menatap disana.


“Benarkah? Memangnya sesulit apa kak? Bisa tolong kasih tau aku dimana letak kesulitan-nya?” Tanya Rosali menatap Lisa remeh.


Lisa mengedikkan kedua bahunya.


“Jauh jauh melanjutkan pendidikan keluar negeri tapi tidak bisa menerima kenyataan itu kedengaran sangat konyol.” Kata Lisa tidak perduli.


Rosali berdecak. Rahangnya mengetat marah mendengar hinaan secara tidak langsung yang di lontarkan Lisa padanya.


“Sombong sekali kamu Lisa.” Batin-nya menatap Lisa penuh benci.

__ADS_1


__ADS_2