
Karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan Devan dan Lisa di rumah orang tuanya, Laona pun memutuskan untuk pergi keluar rumah malam ini. Meski Laona tidak tau akan kemana, namun Laona tetap mengemudikan mobilnya mencari tempat yang menurutnya bisa melepaskan rasa lelah dan stres nya.
“Kurang kerjaan banget. Lagian ngapain juga mereka pake nginep segala. Sok perduli banget.” Gumam Laona sebal.
Wanita itu menambah kecepatan laju mobilnya hingga akhirnya tanpa sadar Laona menghentikan mobilnya di depan sebuah klub malam. Laona terdiam sesaat tampak berpikir. Karena kesal akan kehadiran Lisa dan Devan di rumah orang tuanya, Laona merasa malas berada di rumah.
“Baiklah, hanya duduk saja. Tidak perlu minum.” Gumam Laona yang kemudian turun dari mobilnya. Laona bahkan tanpa sadar mengabaikan waktu makan malamnya dan lebih memilih untuk masuk ke dalam klub malam tersebut.
__ADS_1
Suara musik yang berdentum begitu keras langsung menyapa indra pendengaran Laona begitu Laona masuk ke dalam klub tersebut. Laona tersenyum. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh orang orang yang sedang asik dengan suara musik tersebut. Merasa nyaman berada disana, Laona pun segera mencari tempat yang di rasa nyaman untuknya. Seulas senyum mulai terukir di bibir pink Laona. Kepalanya pun mulai bergerak pelan mengikuti alunan musik yang menggema di seluruh sudut ruangan luas itu.
Malam ini Laona benar benar tidak ingin memikirkan apapun. Laona hanya ingin merilekskan pikirannya yang terasa begitu sangat kacau karena Devan dan Lisa.
“Ternyata kamu masih saja seperti dulu ya Laona.”
Laona menghela napas kemudian bangkit dari duduknya. Laona masih sangat ingat awal dirinya bertemu dengan Rian adalah di sebuah klub. Dan di malam perkenalan itu mereka langsung akrab bahkan menginap di hotel berdua. Saat itu Rian masih berhubungan dengan Lisa hingga akhirnya memutuskan untuk menjalani hubungan gelap dengan Laona di belakang Lisa. Namun siapa sangka Lisa pun akhirnya tau. Rian yang tidak mau di salahkan dan di anggap kalah memutuskan hubungan dengan Lisa lebih dulu dan lebih memilih Laona tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
“Kamu sendiri bagaimana? Bukankah kita berada di tempat yang sama sekarang Rian?” Tanya Laona melangkah mendekat pada Rian. Tangan Laona meraih dasi yang masih rapi mengikat kerah kemeja Rian kemudian menariknya dengan kasar hingga wajah Rian mendekat padanya.
Tatapan keduanya bertemu dengan posisi wajah yang begitu dekat. Laona yang sebenarnya masih sedikit berharap bisa bersama Rian pun menggigit bibir bawahnya sendiri menggoda Rian.
“Aku tau kamu juga sedang sangat bosan dan jenuh Rian. Aku akan menawarkan sesuatu yang menguntungkan untuk kita berdua Rian. Bagaimana? Apa kamu bersedia?”
Rian tersenyum sinis kemudian melepaskan dengan kasar tangan Laona dari dasinya. Pria itu menegakkan kembali kepalanya. Cukup satu kali bagi Rian melakukan kesalahan yang akan membuatnya menyesal untuk yang kesekian kalinya. Yang Rian mau sekarang hanya Lisa, bukan Laona.
__ADS_1
“Maaf Laona, tapi aku sudah bosan tidur dengan kamu. Kamu sama sekali nggak asik.” Ujar Rian membuat ekspresi Laona langsung berubah.