Menikah Dengan BERONDONG

Menikah Dengan BERONDONG
EPISODE 24


__ADS_3

“Mari kita bercerai Devan.”


Jantung Devan seolah berhenti berdetak saat itu juga kala ucapan yang sangat tidak ingin di dengarnya itu keluar begitu saja dengan tenang dari mulut Lisa, istrinya.


Devan menelan ludah. Devan sadar apa yang dilakukan-nya semalam memang sangat fatal. Tapi Devan sedikitpun tidak menduga Lisa akan mengatakan itu padanya dengan tenang.


“Lisa aku tau aku salah. Aku minta maaf.. Aku tidak bermaksud menyakiti kamu.. Aku..”


“Devan, ini bukan masalah tentang apa yang kamu lakukan semalam sama aku. Tapi ini tentang hati kita.” Sela Lisa tenang.


Devan diam. Selama ini Devan selalu yakin dirinya bisa membuat Lisa jatuh cinta padanya. Itu sebabnya Devan selalu mengupayakan segala cara untuk meluluhkan hati Lisa. Tidak perduli bagaimanapun dia melakukan-nya.


“Hubungan kita tidak sehat. Jika kita terus melanjutkan-nya itu hanya akan menorehkan luka Devan. Aku harap kamu mengerti.”


Devan melengos. Perceraian adalah kata yang sangat Devan benci. Karena sedikitpun Devan tidak memikirkan hal itu. Yang Devan tau hanya dirinya yang akan terus berjuang demi bisa meluluhkan hati Lisa, wanita yang sangat di cintainya.


“Kamu bisa memikirkan-nya Devan. Kita bicarakan nanti dirumah. Aku harus bekerja sekarang. Dan kamu, sebaiknya kamu juga segera ke kantor.” Ujar Lisa dengan sangat tenang. Lisa yakin ajakan-nya untuk mengakhiri hubungan pernikahan dengan Devan adalah keputusan terbaik.


Devan berdecak. Membantah sekarang hanya akan sia sia saja. Devan berpikir mungkin karena Lisa sedang sangat marah padanya sampai istrinya itu melontarkan kata yang pasti akan sangat di tentang oleh kedua orang tua mereka.


Tanpa mengatakan apapun Devan berlalu dari hadapan Lisa. Pria itu akan mencoba membujuk Lisa lagi nanti. Tekadnya hanya satu, apapun yang terjadi Devan tidak akan pernah melepaskan Lisa. Devan sangat yakin pada dirinya sendiri, Devan bisa meluluhkan hati Lisa dan membuat Lisa mencintainya.


Sedangkan Lisa, setelah Devan keluar dari ruangan-nya, Lisa memejamkan kedua matanya. Lisa yakin keputusan-nya untuk berpisah dengan Devan adalah keputusan yang terbaik agar dirinya juga Devan bisa tenang menjalani hidup kedepan-nya. Dan Lisa akan membicarakan-nya nanti pada kedua orang tuanya juga kedua mertuanya yaitu kedua orang tua Devan.


-----------


Margareth masuk kedalam ruangan Devan dengan Kenny yang mempersilahkan. Ya, Margareth memang sengaja datang pagi ini untuk memberikan makanan pada Devan. Makanan yang Margareth masak sendiri dan pasti akan sangat di sukai oleh Devan.

__ADS_1


“Kamu..” Margareth mengeryit ketika mendapati Rosali yang sudah duduk dengan tenang di kursi didepan meja kerja Devan. Margareth tau siapa Rosali, dia adalah mantan kekasih terakhir Devan sebelum Devan memutuskan untuk menutup diri dari siapapun.


Rosali yang mendengar suara pintu yang dibuka oleh Kenny menoleh. Rosali tersenyum mendapati Margareth yang berdiri didepan pintu ruangan Devan.


“Margareth.. Aku pikir kamu sudah menyerah mendekati Devan..” Ujar Rosali menatap Margareth remeh.


Rahang Margareth mengeras. Dirinya dekat dan berteman dengan Devan sudah sangat lama bahkan Margareth juga tau siapa saja mantan mantan Devan. Margareth pun tau bagaimana hubungan Rosali dan Devan dulu sebelum akhirnya Rosali memutuskan pergi untuk melanjutkan pendidikan-nya diluar negeri dan meninggalkan Devan. Saat itu Margareth merasa memiliki kesempatan untuk menarik perhatian Devan. Namun ternyata setelah hubungan Devan dengan Rosali selesai, Devan malah menutup hatinya dari siapapun.


“Ngapain kamu disini? Hubungan kamu dan Devan sudah selesai.”


Kenny menepuk pelan jidatnya sendiri. Pria itu melupakan bahwa ada Rosali di ruangan Devan dan malah mempersilahkan Margareth untuk masuk juga ke ruangan Devan. Alhasil keduanya langsung mengibarkan bendera perang yang pasti akan membuat Devan marah.


“Selesai atau tidaknya hubungan aku dengan Devan itu hanya aku dan Devan yang tau Margareth. Kamu bukan siapa siapa dan kamu juga tidak tau apa apa. Jadi lebih baik kamu tidak perlu sok tau. Dan mungkin juga akan lebih baik kamu pergi sekarang.” Ujar Rosali dengan santai.


Kedua mata Margareth melebar mendengarnya. Sejak pertama kali Devan mengenal Rosali, Margareth memang sudah tidak menyukainya. Selain karena Rosali yang manja, Rosali juga selalu bersikap sinis dan meremehkan-nya, seperti sekarang ini misalnya.


Rosali tertawa mendengarnya. Wanita dengan dress yang mencetak jelas lekuk tubuhnya itu kemudian bangkit dari duduknya.


“Sahabat? Aku tidak yakin kamu hanya menganggap Devan sahabat Margareth.” Katanya meledek.


“Sudah sudah. Apa apaan kalian berdua ini. Kalau kalian ingin berdebat jangan disini.” Ujar Kenny menengahi perdebatan keduanya.


Margareth yang saat itu hendak membalas ledekan Rosali langsung mengurungkan niatnya. Margareth tau bagaimana Devan yang sangat percaya pada Kenny. Tentu saja karena Margareth juga kenal lama dengan Kenny, sahabat Devan yang juga adalah tangan kanan Devan.


“Ada apa ini?”


Kenny, Margareth, juga Rosali langsung memusatkan perhatian-nya pada satu titik yaitu Devan yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan pintu yang memang belum Kenny tutup kembali.

__ADS_1


“Devan..” Lirih Margareth dan Rosali tersenyum pada Devan.


Kenny mengeryit. Ekspresi Devan tampak lain dari biasanya pagi ini. Devan tidak sumringah seperti pagi pagi biasanya. Dan melihat itu Kenny langsung bisa menebak bahwa mungkin Devan sedang ada masalah dengan Lisa istrinya.


“Ngapain kalian berkumpul di ruanganku? apa kalian semua tidak punya kerjaan?”


Margareth dan Rosali terkejut mendengar pertanyaan bernada tinggi yang dilontarkan oleh Devan. Keduanya tidak menyangka jika Devan akan bersikap seperti itu pagi ini.


“Devan aku kesini untuk..”


“Keluar kalian.” Sela Devan tegas.


Rosali tidak melanjutkan ucapan-nya. Rosali tidak percaya dengan sikap Devan sekarang. Padahal saat pertama kali bertemu, Devan tampak hangat saat berbicara padanya. Ya, meski saat itu Devan meninggalkan-nya demi menemui Lisa.


“Tapi Devan...”


“Aku bilang keluar !!” Bentak Devan menyela apa yang ingin Margareth katakan. Hal itu berhasil membuat Rosali dan Margareth terkejut.


Sementara Kenny, pria itu ingin sekali tertawa melihat keterkejutan Rosali dan Margareth sekarang. Devan benar benar membuat kedua wanita itu tidak bisa berkutik.


Tidak mau semakin membuat Devan marah, Margareth pun buru buru keluar dari ruangan Devan begitu juga dengan Rosali.


“Apa?!” Marah Devan menatap Kenny yang masih tetap berdiri di tempatnya.


Kenny yang berusaha untuk tidak tertawa melihat kemarahan tidak jelas Devan hanya mengedikkan kedua bahunya tidak perduli. Setelah itu Kenny juga berlalu keluar dari ruangan Devan karena tidak mau menjadi sasaran kemarahan Devan pagi ini.


“Kenapa mereka sangat menyebalkan.” Gerutu Devan sambari masuk ke dalam ruangan-nya.

__ADS_1


__ADS_2