Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
10


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Sella sangat menikmati kehidupan baru nya bersama William. Selama ini William memperlakukan Sella dengan baik, tapi Sella tetap waspada, siapa tau nanti William tiba-tiba berubah.


Setelah setengah jam William pergi ke perusahaan, keluarga Sella datang ke rumah mereka. Sella menyambut mereka dengan suka dan tak suka. Sella menyuruh mereka duduk, sedangkan dia menyiapkan teh untuk keluarga nya.


"Ada keperluan apa sampai-sampai datang ke sini?" Tanya Sella kepada keluarga nya.


"Pertanyaan macam apa itu?! Seharusnya kau sopan kepada kami!" Jawab Tina.


"Jadi maksud Mama, Sella tidak boleh bertanya?" Tanya Sella dengan santai.


"Kalian diamlah! Kedatangan kami ke sini untuk bertemu dengan William" Ucap Marvin.


"Dia sudah pergi. Sebaiknya kalian pulang saja, tidak ada gunanya berbicara dengan saya" Ucap Sella.


Marvin tidak senang mendengar perkataan Sella.


"Kau adalah istri nya! Kau kan bisa menyampaikan kepada dia!!" Bentak Marvin.


"Papa, masalah perusahaan itu bukan urusan ku. Kalau kamu butuh, katakan saja pada dia" Ucap Sella.


Marvin memukul meja dengan kuat.


"Kau!! Dasar anak tidak berbakti!"


"Ups itu meja nya mahal lho Pa. Apa papa sanggup mengganti nya?" Ucap Sella dengan nada mengejek.


"Diam kau wanita jelek!!" Ucap Crystal sambil menyiram Sella dengan air minum nya.


Pelayan yang melihat itu hendak menghubungi William.


"Jangan hubungi dia, biarkan saja" Ucap Sella kepada pelayan.


"Tapi Nyonya"


"Biarkan saja, kalian tidak perlu khawatir"


"Ba-baik Nyonya"


Sella berdiri dari tempat duduk nya, lalu menyiram Crystal kembali.


"Hei apa yang kau lakukan?!" Tanya Evan yang hampir menampar Sella.


Sella menahan tangan Evan dengan kuat.


"Apa yang ku lakukan? Bukan kah kau melihat nya, lantas untuk apa kau bertanya?" Ucap Sella.


"Kau! Mentang-mentang sudah menikah dengan pria yang berkuasa, malah seenak nya saja pada keluarga mu!" Ucap Tina tak senang.


"Keluarga? Apa kalian pernah menganggap ku seperti itu? Selama ini kalian memperlakukan ku dengan buruk, aku hanya ingin mengembalikan nya. Apa tidak boleh?" Ucap Sella sambil berjalan ke depan Tina dan Marvin.


"Papa, sebenarnya aku anak mu atau bukan? Kenapa kau selalu memperlakukan aku dengan kejam?" Tanya Sella kepada Marvin.


"Kau tidak berhak menanyakan itu!" Jawab Marvin.


"Kenapa tidak berhak? Atau Papa ingin aku sendiri yang mencari tau?!"


"Kamu anak kandung Marvin Sella! Tidak usah banyak tanya!" Ucap Tina.


"Tidak ada gunanya berbicara dengan bocah ini. Sebaiknya kita pulang saja" Ucap Marvin mengajak keluarga nya pulang.


Marvin dan Tina kelihatan aneh, mereka berdua seperti menyembunyikan sesuatu.


"Nyonya, anda tidak apa-apa kan? Apa ada yang terluka?" Tanya pelayan kepada Sella.


"Aku tidak apa-apa" Jawab Sella yang sedang meredakan emosi nya.


"Kalian tolong bereskan kekacauan ini, aku mau membersihkan diri" Suruh Sella.


"Baik Nyonya"

__ADS_1


...***...


Di perusahaan


"Tuan, baru saja pelayan rumah menelepon, kata mereka Nyonya Sella dan keluarga nya berkelahi" Ucap Haiden kepada William.


"Biarkan saja" Jawab William.


"Baik Tuan" Ucap Haiden, lalu keluar dari ruangan William.


Haiden tidak mau terlalu mencampuri urusan keluarga William dan Sella.


"Sella? Bukan nya dia istri mu?" Tanya teman William kepada nya.


"Ya. Jika bukan karena orangtua ku, aku tidak akan menikahi dia" Jawab William.


"Jadi kau menginginkan wanita itu atau tidak?" Tanya nya.


"Diamlah Dafa, ini bukan urusan mu" Jawab William.


"Kalau kamu tidak menyukai dia, berikan saja pada ku. Dia lumayan cantik" Ucap Dafa teman William.


"Jangan coba-coba berani menyentuh dia!" Ucap William memperingati Dafa.


"Kenapa? Kamu takut wanita itu akan tertarik kepada ku?" Ucap Dafa.


"Aku tidak peduli dia tertarik kepada mu atau tidak!" Jawab William.


"Ya aku tau, kau tidak melepaskan nya karena kau menghargai jerih payah orang tua mu. Memang kau anak yang berbakti" Ucap Dafa.


"Kalau boleh tau, bagaimana kabar wanita yang sangat kamu cintai itu?" Tanya Dafa kepada William.


"Cari tau sendiri" Jawab William.


"Seingat ku, kau masih menyukai dia, bukan? Bagaimana nanti kalau wanita itu kembali? Apa kau akan mengejar dia dan meninggalkan istri mu?" Tanya Dafa.


Pertanyaan Dafa benar-benar membuat William sedikit emosi.


"Baiklah, aku harap kau tidak mengecewakan jawaban ku" Jawab Dafa.


Saat siang hari, Dafa dan William makan bersama di restoran xx. Mereka makan sambil membahas tentang kerja sama perusahaan. William dan Dafa selalu jadi perhatian para wanita. Entah apa yang di sukai wanita dari mereka berdua.


"Apa itu Tuan William?" Bisik mereka.


"Kamu benar. Dia bersama Tuan Dafa, kan?"


"Ya, ya. Mereka berdua sangat tampan"


"Walaupun Tuan William lumpuh, dia tetap tampan"


"Tapi Tuan William sudah menikah. Beruntung banget yang jadi istri nya"


"Ngomong-ngomong istri nya Sella yang dari keluarga Alexander ya?"


"Iya, tapi mereka di jodohkan lho. Sebenarnya Tuan William itu mau dinikahkan sama adik nya Sella. Tapi karena umur adik nya belum cukup, jadi nya si Sella yang gantikan"


"Lho, bukan nya adik nya tidak mau menikah dengan Tuan William karena Tuan William lumpuh ya? Aku dengar sih begitu"


"Ah yang benar kamu?"


"Iya benar. Trus aku dengar, adik nya si Sella merebut pacar Sella"


"Kamu yang benar aja"


"Tidak mungkin aku berbohong"


"Aku kemarin jumpa lho sama Sella. Dia ramah banget tau ga? Aku kemarin iseng-iseng nyapa dia, eh tau-tau nya dia nyapa balik"


"Kalian jumpa di mana?"

__ADS_1


"Di toko kue"


"Dia ke toko kue? Serius kamu?!"


"Serius!! Kemarin aku tidak terlalu memperhatikan dia berbicara dengan siapa"


"Ngomong-ngomong di toko kue mana? Aku juga mau ketemu sama dia"


"Di toko kue Pak Roy. Kita kesana hari Kamis aja, soalnya dia di sana satu harian"


"Aku mau minta tanda tangan nya"


"Kenapa jadi minta tanda tangan?"


"Tidak tau, aku tiba-tiba ngefans aja sama dia"


"Dasar kamu"


William dan Dafa asik makan sambil berbicara. Mereka tidak melihat jam, padahal mereka ada rapat penting.


Ddrrttt, ddrrttt, ddrrttt


Ponsel Dafa dan William berdering.


Sudah beberapa kali di telpon tapi tidak di angkat-angkat.


Karena sangat khawatir, Haiden menelepon Sella.


"Ya Haiden?" Tanya Sella yang baru saja selesai makan siang.


"Nyonya, saya tidak bisa menghubungi Tuan, dia tidak mengangkat telepon saya" Ucap Haiden.


"Ada keperluan apa?" Tanya Sella.


"Kami ada rapat penting Nyonya. Bisakah anda menghubungi Tuan?"


"Ya sebentar"


Sella mengakhiri percakapan nya dan Haiden.


Ddrrtt, ddrrtt, ddrrtt


William merasakan handphone nya bergetar, ia mengecek handphone nya, lalu tampil di layar kalau sang istri sedang menelepon dia.


"Ada apa?" Tanya William kepada Sella.


"Kata Haiden kamu ada rapat penting" Ucap Sella.


William melihat jam tangan nya.


"Saya lupa, terimakasih sudah mengingatkan" Ucap William dengan santai.


"Ya, sampai jumpa nanti sayang" Ucap Sella lalu mengakhiri percakapan mereka.


"Ada apa?" Tanya Dafa.


"Kita ada rapat" Jawab William.


"Astaga! Aku benar-benar lupa. Kita sudah telat William"


"Aku sudah menyuruh Haiden untuk membatalkan nya" Ucap William.


"Oh bagus. Ngomong-ngomong aku tidak punya pekerjaan lagi hari ini, bagaimana kalau kita kerumah mu?" Ucap Dafa.


"Kau mau ke rumah ku atau bertemu dengan istri ku?"


"Kedua nya"


"Tidak boleh. Pulang saja ke rumah mu sendiri" Ucap William, lalu pergi meninggalkan Dafa.

__ADS_1


"Menarik. Dulu waktu bersama wanita itu, William selalu mengizinkan ku untuk bertemu dengan nya, tapi sekarang, dia melarang ku untuk bertemu dengan istri nya. Hm kita lihat saja sampai mana kamu bisa menyembunyikan perasaan tersembunyi mu"


__ADS_2