
"Saya sangat berterima kasih kepada kalian semua. Saya sangat senang rencana kita berjalan seperti yang di pikirkan. Terlebih lagi, saya sangat berterima kasih kepada Papi Sella, berkat kamu, Sella tidak membenci saya" Ucap William.
William, Dafa, Michael, Queen, Elsa, Bastian, Kinara, dan Adrian berkumpul di depan ruangan rawat Sella.
"Iya, sekarang kita hanya perlu menjatuhkan Crystal dan Tina. Setelah mereka selesai, kehidupan kita akan berjalan seperti biasa nya" Ucap Michael.
"Lagi pula kasihan Kak William sudah lama tidak berduaan dengan Kak Sella" Ucap Queen.
"Kami para orangtua disini ikut bahagia untuk kalian, semoga kehidupan kamu dan Sella berjalan seperti dulu, tidak ada lagi masalah yang mengganggu rumah tangga kalian. Kami juga sangat senang karena kami sudah bisa menggendong cucu kami" Ucap Bastian.
William tersenyum membalas perkataan mereka semua.
"Sana Nak, kamu temani Sella" Ucap Kinara kepada William.
"Iya Ma"
William berpamitan, kemudian masuk ke ruangan Sella.
"Sayang" Ucap William sambil mencium kening Sella.
Sella memegang pipi William, lalu mencium sekilas bibir William.
"Kamu istirahat saja dulu, aku akan temani kamu disini" Ucap William kepada Sella dengan senyuman yang penuh arti.
"Iya" Jawab Sella sambil menatap mata William.
William mengelus kepala Sella. Ia mencium bibir Sella, setelah itu ia menyelimuti tubuh Sella.
"Kamu tidak perlu khawatir, mereka akan mengurus masalah Crystal dan Tina" Ucap William.
"Aku tau" Jawab Sella.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang silakan beristirahat"
Sella perlahan menutup kedua matanya. Sella sangat senang karena William kembali ke kehidupan mereka. Semua perbuatan yang di buat Crystal dan Tina akan terbalaskan.
...***...
Dikediaman Alexander.
"Kamu sudah dapat informasi kan Crystal?" Tanya Tina kepada Putri kesayangannya.
"Ih! Mama kenapa mengingatkan aku tentang itu?! Aku benar-benar tidak menyangka William akan berpaling dari ku! Aku bingung kenapa dia lebih memilih Sella daripada aku! Jelas-jelas aku yang lebih cantik dari Sella!"
"Kamu tenang saja sayang, William akan kembali ke tangan kita"
"Kembali apa nya Ma?! Mama lihat sendiri kan? Dia sekarang sedang bersama Sella dan anak mereka! Padahal aku sudah susah payah membuat William jatuh cinta kepada ku! Aku sudah memberi dia begitu banyak ramuan Ma! Kenapa dia masih bisa jatuh cinta kepada Sella?!!"
Tok, tok, tok.
"Ada yang datang, kamu buka sana" Suruh Tina kepada Crystal.
Crystal berjalan ke arah pintu, lalu membuka pintu rumah mereka.
"Siapa?" Tanya Crystal dengan nada malas dan kesal.
"Apakah benar anda Crystal?" Tanya seorang polisi.
"Ya benar, ada apa ya pak?" Jawab Crystal.
"Dimana ibu anda?"
"Ma! Mama, ada yang cari nih" Ucap Crystal.
__ADS_1
"Sebentar" Jawab Tina.
"Ada keperluan apa ya pak?" Tanya Crystal untuk yang kedua kalinya.
"Eh, pak polisi, ada apa ya pak?" Tanya Tina yang baru saja datang.
"Kalian telah melakukan perbuatan jahat, kalian harus menerima hukuman kejahatan kalian" Ucap Polisi.
"Bawa mereka"
"Baik Pak"
"Eh, maksudnya apa ya? Kami tidak melakukan apa-apa" Ucap Crystal sambil memberontak.
Polisi tidak memperdulikan omongan mereka. Mereka membawa paksa Crystal dan Tina ke dalam mobil.
...***...
"Berita hari ini, telah terungkap bahwa Crystal dan Tina lah yang membunuh Marvin. Mereka melakukan perbuatan itu untuk mengambil semua harta Marvin. Dan ada juga beberapa bukti bahwasanya Crystal dan Tina telah membunuh pria yang bernama Evan"
"Bukan hanya itu, mereka juga memberi sebuah ramuan kepada Tuan William. Mereka sengaja melakukan nya agar Nyonya Sella dan Tuan William berpisah. Mereka adalah manusia yang sangat kejam. Jadi dengan ini kami menyatakan bahwa Crystal dan Tina akan mendapatkan hukuman yang setimpal"
"Tidak!! Tidak!! Aku tidak bersalah!!!" Ucap Crystal seperti orang gila.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!" Ucap Tina.
Para polisi memasukkan Crystal dan Tina ke dalam penjara dengan cara yang kasar.
"Aaaa!!!!! Kalian semua manusia gila!!! Lihat saja, aku akan membalas perbuatan kalian ini!!" Ucap Crystal.
"Mereka berdua sudah gila, kita tidak perlu menanggapi nya"
__ADS_1
"Ya, aku tau"
Tina dan Crystal sengaja di buat berpisah. Mereka tidak akan bisa saling berbicara dan merencanakan sesuatu lagi.